Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 44: Perencanaan Felix


__ADS_3

Sore itu begitu Felix kembali dari meeting itu, perasaannya jalas tidak enak.


Stella yang melihat itu tidak berani berkata apa-apa ataupun bertanya, takut takut ini malah membuat Paman itu semakin dalam suasana hati yang buruk.


Jadi, setelah selesai Meeting Stella kembali menuju mejanya dan mengerjakan dokumen-dokumen yang ada di sana, Stella benar-benar merupakan niat awalnya tadi pagi yang hanya ingin mengantarkan berkas itu, dan masih marah pada Felix.


Barulah setelah jam kantor berakhir, Stella teringat niat awalnya yang ingin ngambek dan berhenti untuk menjadi Asisten Paman Felix.


Sial, dirinya malah mengerjakan begitu banyak tugas tidak perlu, harusnya tadi jadinya langsung pulang.


Hah....


Namun jujur, Stella jika merasa tidak enak melihat wajah Paman Felix itu seharian ditekuk begitu.


Sudahlah, itu bukan urusannya, jadi Stella yang masih kesal itu pulang lebih dulu daripada Felix.


Namun tepat sebelum Stella ingin pergi dari mejanya itu, dirinya melihat Paman Felix yang seharusnya akan bekerja lembur itu keluar dari ruangan nya.


"Timben Paman akan pulang jam segini?"


Felix menatap Stella lalu berkata dengan ekpersi dingin,


"Aku baru saja ingat jika malam ini ada pertemuan Keluarga dengan Keluarga Chastalope untuk membahas masalah rencana Pernikahan Allen dan Cynthia,"


Mendengar hal hal itu jelas, Stella langsung menjadi marah.


"Apa? Secepat itu? Paman bercanda?"


"Ya, rencananya memang minggu ini mereka menikah,"


"Hah? Satu Minggu? Apakah cukup untuk melakukan perencanaan nya? Bahkan aku yang merancang Pesta Pernikahanku sebelumnya, butuh waktu lebih dari satu bulan, tidak, ini bahkan hampir dua bulan untuk memikirkan semuanya dengan matang, dan persiapkan nya, bagaimana ini bisa begitu cepat?"


"Ini hanya mereka menikah, tidak kurang dan tidak lebih, ke kantor KUA mendapatkan Surat Nikah,"


Mendengar hal itu jelas ekpersi Stella menjadi kaget,


"Apa? Tidak ada Pesta?"


"Tentu saja tidak ada pesta, ini hukuman untuk Allen yang telah menyia-nyiakan begitu banyak sumber daya di Acara Pernikahannya sebelumnya yang dibatalkan itu,"


Stella tiba-tiba yang memikirkan hal ini, perasaannya yang tadi marah menjadi cukup baik.


Lupakan, bahkan walaupun dirinya ingin mencegah mereka menikah, sepertinya itu tidak ada gunanya, karena sepertinya mereka berdua sudah tergila-gila ingin menikah.


Namun jika tidak ada Pesta dan hanya ke KUA saja, ini malah hal-hal yang bagus.


Coba bayangkan wajah Cynthia yang akan menjadi sangat malu itu, melihat Pesta Pernikahannya itu hanya diadakan di KUA, tanpa pesta atau dekorasi apapun.


Juga, bayangkan wajah pucat Allen saat Pernikahannya terlihat sangat biasa saja dan hanya berada di KUA, padahal dia Tuan Muda dari Keluarga Chastielo yang Kaya Raya.


Astaga, dirinya benar-benar ingin melihat wajah mereka yang sangat memalukan itu!!


Rasakan!!

__ADS_1


Rasakan!!!


"Apakah mereka tahu soal Rencana ini?"


"Tentu saja belum, nanti akan dibicarakan malam ini,"


"Tapi pasti mereka menolaknya,"


"Itu artinya tidak ada Pernikahan,"


"Pfff.... Astaga, Paman ternyata begitu kejam, jadi itulah kenapa Pernikahan ini di setujui?"


"Ya, seperti yang kamu lihat sangat susah membujuk orang tuaku untuk pernikahan ini, dengan cara ini adalah satu-satunya cara mereka mendapatkan restu, jadi mereka berdua mau tak mau harus menerima keputusan ini. Apakah kamu sekarang cukup puas?"


"Ahahaha... Tentu saja aku cukup puas, aku tidak suka mereka menikah karena Cynthia itu pasti ada rencana jahat, namun lupakanlah saja biarkan si Allen itu nanti kena batunya sendiri aku sudah tidak peduli lagi, dan lagi setidaknya aku akan cukup senang melihat Cynthia itu menikah dengan cukup menyedihkan tanpa Pesta meriah seperti Pernikahan kita,"


Felix terdiam setelah mendengar kata-kata ceria dari Stella itu, benar-benar gadis yang tidak bisa ditebak.


"Ide Paman benar-benar sangat bagus!!"


Stella tanpa sadar langsung memeluk Felix, Felix yang mendapatkan pelukan tiba-tiba itu, merasa jantungnya hampir copot karena saking kagetnya.


Ada apa dengan pelukan tiba-tiba ini astaga?


Stella ini....


Stella yang tiba-tiba memeluk Felix secara refleks itu, tentu saja merasa malu sendiri, dan langsung melepaskan pelukannya.


"Aku hanya memeluk suamiku, jadi tidak ada yang salah bukan?"


"Stella kamu itu ya...."


"Sudah-sudah Paman, pokoknya Paman Felix melakukan kerja bagus, aku benar-benar senang sekarang,"


Felix dengar dengar tidak mengerti pola pikir wanita didepannya itu.


"Sudahlah, itu sudah lewat,"


"Jadi Paman, bagaimana jika nanti malam kita merayakannya? Mari kita membuat Adik untuk Allen nanti," kata Stella dengan nada bercanda itu, membuat ekpersi Felix jelas merasa sedikit merasa malu.


"Kamu ini jangan bicara Omong kosong!!"


"Ahahaha... Paman Felix tidak usah malu-malu begitu,"


Stella benar-benar asik mengoda Pria didepannya itu, yang sepertinya sudah sedikit memperbaiki moodnya, tidak cemburut dan sedih seperti sebelumnya.


Sampai tiba-tiba, ada suara batuk-batuk, Felix dan Stella lalu menoleh dan melihat masih ada Sekertaris Felix disana yang dari tadi menonton bagaimana mereka berdua saling menggoda satu sama lain, hal-hal ini jelas membuat wajah Stella menjadi merah karena malu.


"Maaf, saya telah mengagu aktifitas Pak Presdir dan Istri Pak Presdir, saya akan permisi pergi pulang dulu,"


Stella jelas mulai membela diri dan berkata,


"Mengagu apa? Kami tidak melakukan apa-apa,"

__ADS_1


Sekertaris itu hanya menunjukan senyum profesionalnya, sambil mengaguk namun segera pergi.


Jelas hal itu membuat Felix merasa malu juga, bisa-bisanya dirinya kepergok bawahnya di goda seorang bocah seperti ini!


"Diamlah, dan jangan bicara apa-apa lagi,"


"Baik-baik Paman, aku minta maaf, jadi mari kita segera pulang, aku benar-benar sudah tidak sabar menanti kan pertemuan malam ini,"


"Kamu ini...."


Melihat sikap Stella yang terlihat begitu santai itu, entah kenapa perasaan Felix menjadi tenang.


Walaupun dirinya tidak dengar dengar tahu apa isi hati dari wanita itu.


####


Malam itu, sesuai yang direncanakan, akan diadakan makan malam dengan Keluarga Chastalope dimana mereka akan membicarakan soal pernikahan Allen dan Cynthia.


Stella malam ini, tentu saja udah menyuruh para pelayan untuk menghidangkannya beberapa makanan kesukaan Felix seperti biasanya, tidak lupa beberapa makanan kesukaan Allen tentu saja.


Stella benar-benar menantikan pertunjukan yang akan terjadi malam itu.


Felix yang melihat betapa Stella bersemangat itu, hanya bisa merasa heran dan menatapnya dari tadi.


Sampai akhirnya tamu yang mereka undangan akhirnya datang dan sampai ke meja makan.


Terlihat sekali, Cynthia segaja memamerkan kemesraannya dengan Allen mencoba memanas-manasi Stella, namun Stella tentu saja terlihat tidak peduli, dan malah merangkul Felix dengan nyaman.


Bahkan selama makan malam dimulai, terlihat sekali bagaimana Stella mengumbar kemesraannya dengan Felix, mengambilkan makanannya lah, sambil menyingkirkan beberapa hal yang Felix tidak sudah dalam piringnya.


"Ah, sayang kamu tidak menyukai ini bukan? Sebentar, aku akan menyingkirkannya dari piringmu, maklum malam ini ada Tamu jadi ada beberapa hidangan tambahan," kata Stella dengan senyum ramah nya itu.


Felix tidak mengatakan apa-apa hanya mengangguk ringan, membiarkan Stella melakukan apapun yang dirinya mau.


Cynthia jelas tidak mau kalah, dan mulai mencoba mengambilkan makanan untuk Allen juga.


Namun siapa yang tahu, jika hal-hal yang diambilkan Cynthia sebagian besar adalah hal yang Allen benci.


Stella yang melihat dirinya land penuh dengan berbagai makanan yang dia benci itu, rasanya ingin tertawa.


Allen sendiri menatap piringnya yang penuh makanan yang tidak dirinya sukai.


Apakah Cynthia tidak tahu jika dirinya alergi olahan Ayam?


Bukankah sebelumya dirinya pernah bilang hal-hal ini padanya?


Allen jelas menunjukkan ekpersi cemberut, sambil sesekali sedikit mengintip dimana Stella menyiapkan makanan Ayahnya dan memisahkan mana yang Ayahnya suka itu atau tidak.


Ini mengigatkan Allen, dulu Stella juga akan menyiapkan makanannya seperti ini jika mereka makan diluar atau ada acara makan besar lainnya, karena dirinya sangat pemilih dalam makan sesuatu.


Namun Stella tidak pernah melupakan apapun, bahkan tanpa dirinya suruh, Stella sudah secara spontan akan menyaring makanan yang ada di piringnya, mengambil hal-hal yang dirinya benci.


Perasaan Allen benar-benar rumit ketika memikirkan hal-hal ini.

__ADS_1


__ADS_2