
Herry yang mendengar kata-kata kasar dari Cynthia itu lalu menjadi sedikit kesal, lalu berkata,
"Astaga, kamu menjadi begitu galak!!"
"Sudahlah, sebaiknya kamu pergi saja,"
Merasa tidak ada gunanya lagi berbicara dengan Cynthia yang sedang marah, Herry segera mendekat kearah Cynthia lagi, dan mengelus pelan perutnya.
"Calon bayi kecil, jangan contoh Mamamu yang menyebalkan ini ya, sayang,"
Cynthia cukup kaget dengan gerakan tiba-tiba itu langsung mundur dan mendorong Herry.
"Berhentilah melakukan hal-hal tidak berguna seperti ini,"
Herry lalu mulai berjalan menjauh dan melambaikan tangannya.
Sebenarnya ada beberapa urusan yang akan dirinya urus.
Misalnya, alasan kenapa bisa golongan darahnya sama dengan Allen?
Golongan darah ini sebenarnya cukup langka, ini turunan dari Ayahnya. Itu artinya, Allen itu memiliki golongan darah yang sama juga dengan Ayahnya.
Memiliki wajah yang sedikit mirip, golongan darah yang sama, tidak mungkin ini hanya kebetulan saja bukan?
Kebetulan seperti itu benar-benar terlalu diluar nalar.
Namun bagaimana bisa?
Allen...
Allen Chastielo....
Selama donor darah ini, tentu saja dirinya mencoba mencari beberapa Informasi soal Identitas Allen.
Putra Tunggal, dan Calon Pewaris Keluarga Konglomerat Kaya Raya, Keluarga Chastielo, Allen Chastielo.
Ibunya sudah lama meninggal, dan Ayahnya bernama Felix Chastielo.
Sepertinya dirinya akan mencoba menyelidiki ini lebih lanjut.
Hal-hal ini tiba-tiba membuat dirinya penasaran.
Namun, Allen itu Putra Keluarga Chastielo yang itu, dirinya tentu tidak cukup bodoh untuk tidak tahu soal mereka, Perusahaan mereka adalah musuh Bisnis Keluarganya.
Dia memang tidak terlalu tahu soal keluarga itu hanya tahu nama Keluarga itu dan Perusahaan milik mereka.
Setelahnya, Herry mengambil sebuah plastik kecil didalam sakunya.
Ini adalah rambut Allen yang tadi sempat dirinya ambil, saat dirinya mengecek kedalam ruangan Allen setelah Operasi selesai.
Herry tersemyum puas dengan hal-hal yang dirinya dapatkan.
Hidup itu mudah, tidak perlu repot-repot menyelidiki tentang masa lalu yang merepotkan atau hal-hal aneh lainnya, ada cara yang paling simpel sekali.
Dirinya tinggal lakukan saja Tes DNA untuk orang itu dengan Ayahnya, jika beda ya sudah anggap angin lalu, namun jika sama.....
Hal-hal akan menjadi sangat merepotkan, apalagi kalau sampai Ibunya tahu.
Mari pikirkan saja itu nanti, toh itu hanya sebuah kemungkinan.
Sekarang masih ada hal-hal yang harus dirinya urus, seperti mendapat sempel rambut Ayahnya.
Mendapatkan sampel rambut Ayahnya, mungkin tidak begitu susah, namun jika gagal tinggal dirinya saja yang coba Tes DNA, sepertinya beberapa saudara memiliki tingkat DNA yang cukup mirip beberapa persen jika melakukan Tes?
Dengan berbagai rencana dalam benaknya itu, Herry lalu merasa cukup senang.
Ya lagipula, jika Allen itu bukan benar-benar Putra dari Keluarga Chastielo, Allen itu pasti akan diusir dari Keluarganya.
Jika Allen di usir, jelas Cynthia tidak akan mau lagi dengannya, dan mungkin akan langsung bercerai?
__ADS_1
Walaupun fakta itu akan begitu menyakitkan setelah tahu dirinya memiliki saudara tiri, namun itu toh bukan apa-apa.
Allen tidak akan diterima dalam Keluarganya, karena semua Harta Milik Keluarga Maximilian adalah milik Ibunya, jadi sangat jelas siapa Penguasa dalam Keluarga.
Yang ada mungkin Ayahnya mendapatkan beberapa masalah.
Sudahlah, nanti saja itu diurus.
Disisi lainnya, tanpa mereka tahu ada seseorang yang menatap kearah Cynthia dan Herry saat bersama-sama didepan ruang rawat Allen.
Itu adalah Rhea, yang saat ini tengah mengambil beberapa foto ketika Herry dan Cynthia terlihat dekat.
Apalagi ketika Herry merasa perut Cynthia dengan lembut sebelumnya.
Rhea yang melihat dua orang itu bersama untuk kedua kalinya jelas merasa tambah curiga.
Sambil menatap foto di ponselnya itu, Rhea mulai berpikir dan bertanya-tanya.
Sebenarnya apa sih hubungan mereka?
Kenapa terlihat terlalu mencurigakan?
Kak Allen jelas harus tahu ini, kalau Cynthia itu sangat mencurigakan, namun Kak Allen saat ini sedang Koma...
Rhea merasa buruk saat memikirkan soal keadaan Kakaknya Allen itu.
Ya, kenapa Kak Allen selalu memiliki nasip yang tidak begitu buruk?
Sepertinya hal-hal semakin kesini menjadi semakin buruk.
Baik, dirinya akan mencoba menyelidiki soal Cynthia dan Pria itu dulu, sebelum segalanya menjadi lebih buruk.
Semakin cepat semakin baik.
Rhea yang tidak mau terlihat oleh Cynthia itu, segera pergi dari lorong itu, walaupun dirinya ingin segera melihat keadaan Allen, namun ini mungkin belum saatnya.
Namun Rhea mulai memikirkannya lagi, kenapa Keluarga Chastielo belum ada yang datang?
Mungkin mereka sedang dalam perjalanan?
Rhea lalu segera buru-buru keluar dari sana, mungkin lebih baik dirinya bertanya soal keadaan Kak Allen pada Dokter atau Suster yang merawatnya?
Setelah memiliki ide itu, Rhea segera bertanya ke ruang jaga ICU.
"Suster, saya ingin tahu soal keadaan Kakak Sepupu saya, Allen yang baru saja mengalami Kecelakaan,"
Suster itu, lalu segera membalas,
"Sebentar akan coba saya carikan datangnya,"
Dan tidak beberapa lama sampai hal-hal yang Rhea inginkan itu muncul.
"Saya sudah menemukan datanya, apakah ini Allen Chastielo?"
"Benar Suster, jadi bagaimana kronologi keadaan? Dari dia datang sampai keadaan terbarunya,"
"Soal Allen Chastielo, dia baru saja melakukan Operasi berdasarkan persetujuan dari Istirnya. Sebelumnya, dia mengalami gagar otak ringan dan sempat kehilangan banyak darah, dan syok darah Allen ini cukup langka, dan Rumah Sakit tidak memiliki stok,"
Mendengar itu, Rhea jelas menjadi cemas,
"Lalu bagaimana sekarang? Apa golongan darahnya?"
"Ini Golongan Darah B Negatif, anda tidak perlu khawatir soal darah karena itu sudah teratasi, tadi ada seseorang yang sudah mendonorkan darahnya,"
Mendengar itu, Rhea jelas merasa lega.
"Kalau boleh tahu, siapa itu?"
"Maaf, Nona kami tidak bisa menyebutkan Identitasnya,"
__ADS_1
"Baiklah, aku mengerti,"
"Saat ini Tuan Allen masih dalam keadaan Koma, namun sudah melewati masa Kritisnya, tinggal menunggu dia sadar, yang mungkin akan memakan waktu cukup lama,"
"Jadi begitu,"
Setelah mendengar penjelasan itu, Rhea lalu segera pergi, dari sana lalu duduk di ruang tunggu sambil berpikir.
Tiba-tiba kepikiran soal golongan darah Kak Allen.
Hmm, B Negatif?
Setahu dirinya Tante Shopia itu memiliki golongan darah seperti Mamanya, itu golongan darah A.
Mingkin itu sama dengan Ayahnya Paman Felix?
Namun Paman Felix kemana sih?
Bukankah harusnya kabar ini sudah sampai dari tadi?
Bahkan sampai operasi selesai.
Kalau tidak salah, bukankah Kantor Perusahaan Keluarga Chastielo tidak jauh dari sini?
Sayangnya, tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan Rhea, Rhea yang penasaran segera mencoba menelepon Stella, namun tidak bisa terhubung.
Jadi dirinya memutuskan menyerah untuk bertanya-tanya lagi.
####
Jam segera berlalu, telah ketika menyentuh tengah malam, Pesawat Jet yang dinaiki Felix dan Stella akhirnya tiba di Bandara tempat kota mereka tinggal.
Felix lalu mulai melihat kearah sampingnya, yang ternyata Stella sedang tertidur pulas di kursinya.
Kepalanya saat ini menyentuh bahu Felix.
Melihat itu, Felix tidak tahu harus bagaimana.
Jelas, dirinya juga tahu betapa lelahnya Stella, tidak nyaman untuk membangunkannya.
Apalagi ekpersi tidurnya yang tenang.
Apakah lebih baik membiarkan Stella disini dulu?
Felix benar-benar tidak tega membangunkannya.
Ya, dirinya jelas tidak bisa tidur hanya dengan memikirkan soal keadaan Putranya, dirinya harus segala melihat Allen saat ini juga.
Felix lalu pelan-pelan mulai memindahkan kepala Stella kesadaran kursi.
Dari jarak dekat, Felix menatap wajah tenang itu.
Felix segera melepaskan Jaket yang dipakainya dan menyelimuti Stella dengan itu.
"Hmm, kamu disini dulu Istirahat aku akan ke tempat Allen,"
Walaupun Felix tahu jika Stella tidak akan menagapinya karena tidur namun tidak apa-apa.
Dan untuk beberapa alasan yang tidak jelas, Felix memiliki beberapa dorongan yang tidak terduga.
Segera, sebelum Felix pergi, dirinya mencium dahi Stella, dan berkata dengan ringan,
"Istirahat yang cukup,"
Ciuman lembut yang menenangkan hati, jika Stella sadar, sayang sekali dia tenggelam dalam mimpinya dan tertidur dengan lelap tidak tahu soal adegan barusan itu.
Begitu Felix berdiri, dirinya segera mengintruksikan para Pelayan disitu untuk mengawasi Stella, sehingga dirinya bisa tenang meninggalkannya disana.
Sekarang...
__ADS_1
Mari urus soal Putranya Allen...
Hanya bisa berharap jika putranya baik-baik saja....