Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 95: Putus Asa


__ADS_3

Di tempat lainnya, Felix jelas langsung mencari keberadaan Allen.


Namun, Felix tidak tahu harus mencari dari mana jadi dirinya hanya bisa berkeliling ke tempat-tempat yang mungkin Allen datangi.


Namun, Felix sendiri ternyata tidak tahu tempat-tempat yang sering putranya itu datangi.


Hal ini membuat hatinya semakin hancur, dan membuat Felix akhirnya sadar bahwa selama ini walaupun dirinya bilang dirinya menyayangi Allen, namun dirinya tidak menunjukkan rasa kasih sayangnya dengan benar.


Bisa dilihat saat ini, linknya bahan tidak bisa tahu kemana Allen pergi, kemana tempat favoritnya, kemana restoran yang dia suka.


Begitu sedikit pengetahuan yang dirinya memiliki tentang Putranya itu.


Felix sekarang merasa dirinya sangat tidak layak menjadi seorang Ayah.


Jadi setelah Allen mengetahui tentang kenyataan ini, apakah Allen akan membenci dirinya?


Dirinya yang selama ini selalu membohongi putranya itu dan memberikan kasih sayang yang setengah-setengah padanya.


Nanya memikirkan ini saja membuat perasaannya hancur.


Ketika Felix kebingungan di dalam mobilnya itu tiba-tiba sebuah telepon datang.


Ini adalah telepon dari Stella.


Nanya sudah dari Stella menelepon namun dirinya tidak membalas.


Dirinya juga tidak siap dan harus bersikap seperti apa pada Stella.


Apakah benar, Stella yang mengatakan ini kepada Allen?


Dirinya tentu tidak bisa percaya begitu saja dengan kata-kata Cynthia, mun setelah dirinya bertanya dengan para pelayan dan juga bahkan Ayah dan Ibunya membenarkan soal bagaimana Stella mengatakan ini pada Allen, membuat Felix menjadi bingung sendiri.


Stella....


Kenapa?


Dirinya jelas tahu bagaimana Stella masih sangat membenci Allen, mungkin saja dia sampai salah bicara ketika dia emosi.


Dita memikirkan hal-hal rumit ini, Felix tanah murah menangkan pikirannya, jelaskan saatnya untuk memikirkan Stella.


Saat ini, Allen masih belum pulih dari sakit itu berada di luar sana entah sedang bersama dengan siapa, atau bagaimana keadaannya saat ini.


Mana jika dia pergi dan terjadi hal-hal buruk padanya?


Baik, mari coba angkat dulu telepon dari Stella, mungkin ada hal penting yang bisa dia sampaikan.


"Ya, Stella, ada apa?"


Ada perasaan lega dari balik telepon.


'Akhirnya Paman mau mengangkat teleponku,'


"Stella, aku tidak ingin kamu membahas soal hal ini dulu. Yang aku ingin tahu adalah apakah kamu sudah mendapatkan kabar soal Allen?"


"Aku mendengar dari Rhea, jika Allen akan kembali ke rumah Kakek dan Neneknya yang di sana, saat ini Allen baik-baik saja, namun dia sedang tidak ingin bertemu siapapun termasuk dengan Paman Felix, aku juga merasa sebaiknya dia menenangkan diri dulu paman jangan dulu bertemu dengannya biarkan Allen menengkan dirinya,"


"Begitu aku mengerti,"


'Paman, sekarang paman ada di mana? Apakah Paman akan pulang?'


Stella tanya dengan nada khawatir.


Namun Felix tidak menjawabnya, malah langsung mematikan teleponnya.


Telepon yang tiba-tiba dimatikan itu, jelas membuat Stella yang pernah ada di ujung telepon merasa sangat marah.

__ADS_1


Stella benar-benar tidak habis pikir, kenapa Paman Felix ini masih begitu marah padanya?


Intinya memang salah namun tidak sepenuhnya salah, ini Allen tujuan yang sepertinya tahu soal fakta ini.


Hah, sudah dirinya duga hal-hal ini memang akan menjadi Bom Waktu yang cepat atau lambat akan meledak, dan saat ini begitu sedang meledak, dirinya yang berada di tempat kejadian kebetulan terkena imbas dari ledakan bom itu.


Sialan.


####


Di tempat lainnya, saat ini Allen berada di pemakaman Almarhum Ibu, Shopia Lawrence.


Allen menatap kearah makan itu dengan wajah yang begitu putus asa dan sedih.


"Mama.... Kita belum pernah bertemu sebelumnya... Namun kenapa Mama bisa begitu tega padaku? Jika aku bukan Putra dari Suami Mama, Felix Chastielo, lalu sebenarnya aku ini Putra siapa?"


Namun walaupun dia bertanya tidak akan ada jawaban di sana.


Allen lihat begitu frustasi ketika memikirkan semua ini.


Dirinya juga sudah mengambil hasil tes DNA antara dirinya dan Ayahnya Felix Chastielo.


Bukti nyata terlihat jelas dari surat Tes DNA ini.


Hasilnya, mengatakan bahwa dirinya bukan Putra Kandung Felix Chastielo.


Dalam hatinya dirinya masih berharap jika apa yang di dengarnya ini salah.


Namun surat ini benar-benar sudah membuktikan segalanya.


Kenyataan ini benar-benar membuat dirinya hancur...


Kenapa Ayahnya menipunya selama ini?


Apakah dirinya anak dari Selingkuh Ibunya?


Namun tiba-tiba ketika Allen menagis disana, ada seseorang Pria yang tiba-tiba datang.


"Allen... Kamu sebenarnya adalah Anak Kandungku dan Ibumu Shopia,"


Mendengar suara laki-laki dibelakangnya itu, Allen jam merasa sangat kaget dan tidak percaya dengan apa yang dirinya dengar.


Allen bola memalingkan wajahnya dan menatap pria itu.


Ketika dirinya menata pria itu, Allen semakin tertegun dan syok melihat wajah itu.


Ada beberapa kemiripan dari wajah itu dengan dirinya...


Yahh...


Makan tanpa melakukan beberapa Tes DNA, sudah cukup membuktikan bahwa dirinya dan pria di depannya ini memiliki semacam hubungan.


Jadi alasan kenapa dirinya tidak pernah mirip sedikitpun dengan Felix Chastielo, karena mereka berdua memang bukan Ayah dan Anak.


Pria yang ada di depannya ini adalah Ayahnya?


Allen tidak tahu harus merespon apa.


Richard lihat putranya terdiam itu segera mendekati lalu memeluk Allen.


"Allen, sekarang tidak apa-apa. Kamu akan baik-baik saja, Aku Ayahmu berada disini, pasti sulit untukmu hidup bersama Psikopat Felix Chastielo itu, makkah dia selama ini membuat hidupmu sulit?"


Allen gak terlalu mendengarkan apa perkataannya hanya segera berkata,


"Kamu... Kamu bener-bener Ayah Kandungku?" Kata Allen dengan ekpersi tidak percaya sambil mendorong Richard menjauh.

__ADS_1


"Ya adalah Ayah Kandung mu,"


"Itu artinya kamu adalah selingkuhan dari Ibuku!!"


Richard yang mendengar itu, jelas merasa tidak senang.


Sialan, Felix itu kan mengatakan hal omong kosong semacam itu kepada Putranya?


"Allen, dengarkan apa yang aku katakan. Aku dan Ibumu, tidak pernah berselingkuh, kami dari awal saling mencintai, kami awalnya adalah sepasang kekasih, namun Ayah Angkat mu itu, Felix Chastielo yang merebut Ibu Kandungmu, Shopia dariku, iyalah yang mengisahkan kami bahkan dia juga yang merencanakan pembunuhan padaku, buatku terlibat dalam suatu kecelakaan yang hampir membuatku mati. Kamu juga harus tahu, bahwa Ibu Kandungmu, Shopia di paksa menikah dengan Felix Chastielo itu, hingga dia meninggal dia tidak pernah bahagia, ya dikurung dalam Rumah Keluarga Chastielo,"


"Tidak mungkin.... Tidak mungkin Ayahku seperti itu..."


"Allen, kamu harus percaya padaku apa yang aku katakan ini benar. Apakah kamu tidak tahu? Impian dari Ibu Kandungmu adalah menjadi Lulusan Fakultas Kedokteran, dia selalu ingin menjadi seorang Dokter yang hebat itulah kenapa dia berusaha keras belajar selama ini hingga dia mendapatkan beasiswa di salah satu kampus ternama, namun kamu tahu juga bukan? Bahwa Ibu Kandungmu, tidak pernah lulus dari Universitas nya..."


"Tidak.... Ini tidak benar..."


"Apa yang aku katakan ini benar, Felix itu jahat pada Shopia, jelas dia yang membuat Shopia menderita, bahkan tidak mengijinkan dia untuk melanjutkan kuliahnya dan mengajar mimpinya, memaksa Shopia untuk menikah dengannya... Dia itu sangat jahat!"


"Tidak..."


"Allen, apa yang aku katakan ini sangat benar. Felix Chastielo itu jahat!"


"Tapi kalau dia jahat kenapa dia membesarkan ku selama ini?"


"Allen, dia membesarkanmu karena dia ingin balas dendam, membuatmu menderita, mungkin untuk membalas sakit hatinya padaku atau Mamamu, soal fakta bahwa kamu Bukan Putra Kandungnya, karang kamu ingat ingat lagi apakah Ayahmu, Felix Chastielo itu, benar-benar selalu peduli padamu?"


Allen ini mendengar itu langsung menjadi diam.


Dirinya teringat kenangan-kenangan buruk dalam hidupnya.


Pada saat di mana hari ulang tahunnya, semua orang sudah datang dalam pesta Ulang Tahunnya, Ayahnya Felix Chastielo ya selalu dirinya tunggu tidak pernah datang.


Itu tidak hanya satu kali, namun beberapa kali.


Dirinya sudah lama ini cukup diabaikan oleh Ayahnya, sehingga selalu ada banyak rumor buruk tentang dirinya sejak kecil.


Dan bagaimana bahkan Kakek dan Neneknya dari Keluarga Chastielo tidak terlalu bersikap baik padanya.


Ya...


Ayahnya, sedang bersikap sangat dingin padanya...


Perlakuan dingin itu, yang membuat dirinya selalu menjadi bahan tertawa bahan olok-olokan dari semua orang sejak kecil.


Dirinya yang kesepian, tanah mendapatkan cinta dari Ibunya yang sudah meninggal, namun juga mendapatkan perilaku dingin Ayahnya.


"Itu untuk balas dendam?" Kata Allen dengan nada putus asa.


Saat ini, kondisi pikiran Allen sedang dalam keadaan yang tidak baik, hingga tidak bisa membuat dia tidak bisa berpikir dengan jernih.


"Ya, Felix melampiaskan amarahnya padaku dan Ibumu melalui kamu, Dia ingin membuatmu hidup menderita dengan selalu membiarkan kamu di sisinya menikmati Kamu masuk dalam kehancuran dan kesedihan perlahan-lahan,"


"Ini tidak...."


Richard melihat bagaimana Allen yang syok itu, terjatuh di tanah terlihat wajah keputusasaan di sana.


Richard lalu memeluk Putranya itu.


"Namun, Allen karang tidak apa-apa kamu memilikiku, Ayah Kandungmu, mulai sekarang kamu aman. Kita akan membalas perilaku Ayah Angkatmu itu, Felix Chastielo, telah membuat kita bertiga memiliki penderitaan... Jika saja dia tidak merusak segalanya, kita bertiga, Aku, Ibumu, dan kamu, kita pasti akan hidup bahagia,"


Allen hanya mendengarkan itu tidak berkata apapun namun tidak juga menolak pelukan itu.


Bukan itu entah kenapa menjadi sangat nyaman.


Pelukan dari Ayah Kandungnya...

__ADS_1


"Allen, kamu juga tidak menerima semua ini bukan? Hal-hal yang Felix Chastielo itu telah lakukan padaku dan Ibumu juga kamu, mari bantu aku untuk balas dendam dan menghancurkan Felix Chastielo itu,"


__ADS_2