Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 59: Meresahkan


__ADS_3

Stella awalnya berdiri diam disamping Orang Tua Felix, dia kali ini tidak terlalu berniat membuat masalah, dan akan membiarkan Allen melakukan apapun karena mau bagaimanapun juga ini adalah hari Pernikahan Allen, ini semua jelas bukan demi Allen, namun demi menjaga perasaan Felix.


Namun begitu dirinya melihat bagaimana Bibi Elena itu, malah memanfaatkan keuntungannya itu sendiri dengan mendekati Felix suaminya, jelas membuat Stella marah.


Apalagi apa-apaan itu dengan tatapan Paman ke arah Bibi Elena?


Benar, saat ini Felix memang sedikit linglung setelah menatap Elena.


Entah kenapa dandanan yang dia pakai tiba-tiba mengingatkan dirinya pada Shopia yang sudah meninggal.


Ini membuat dirinya jadi membayangkan, bagaimana jika Allen adalah Putra mereka, dan bagaimana jika saat ini Shopia masih hidup.


Tentu saja, saat hari Pernikahan Putra mereka, Allen Chastielo, dirinya dan Shopia pasti akan sangat bahagia merayakan pernikahan ini.


Dirinya dan Shopia akan bergandeng tangan untuk mengantarkan Putra mereka sampai ke tempat Ijab Kabul.


Bersama-sama, saling merangkul, rasa terharu dan bahagia karena Putra mereka satu-satunya akan segera menikah.


Hal-hal itu pasti membuat kebahagiaan yang tidak terduga.


Wajah Shopia yang tersenyum, ketika melihat Putranya akan menikah.


Namun sayang sekali, hal itu hanya ada dalam angan-angan, kenyataannya ternyata begitu pahit, Allen bukanlah Putra Kandung mereka berdua, juga Shopia sudah meninggal, tak akan lagi berada di sini untuk melihat pernikahan Putranya itu.


Rasanya begitu sedih ketika memikirkan hal ini.


Dirinya merindukan sosok Shopia untuk berada di sampingnya, menemani dirinya.


"Bibi Elena apa-apa, kenapa musti merangkul Suamiku segala? Ini kan tinggal jalan dan mengantar Allen ke Tempat Ijab Kabul, tidak perlu hal-hal seperti ini," kata Stella dengan kasar memisahkan tangan Elena itu jauh-jauh dari Suaminya.


Mendengar kata-kata itu, Felix tersadar dari lamunannya.


Dirinya bahkan sempat tidak sadar ketika Elena merangkul nya, hanya jadinya terlalu dalam masuk ke dalam lamunan nya, mengigat soal Shopia.


Ya, Elena memang memiliki wajah yang sedikit mirip dengan Shopia, namun hanya itu, dia bukanlah Shopia.


Felix lalu segera berkata juga,


"Benar, tidak perlu saling rangkul segala, hanya perlu berdampingan berjalan seperti ini untuk mengantar Allen,"

__ADS_1


"Itu benar, Bibi Enela, tidak perlu melakukan hal-hal yang tidak perlu,"


Elena melihat dirinya benar-benar ditolak itu jelas merasa kesal, namun dirinya tetap menjaga ekspresinya dan tetap tersenyum ramah.


"Ah, maaf aku hanya refleks saja, kan biasa jika acara-acara seperti ini, para pengiring pengantin juga saling merangkul,"


Stella mendengar itu lalu segera tersenyum, dan berkata,


"Tentu saja, hal itu hanya berlaku jika pengiring Pengantin adalah Orang Tua Pengantin, atau kalau tidak pengiringnya biasanya Suami Istri, sedangkan Bibi Elena hanya Bibi Allen, dan tentu saja tidak perlu melakukan hal-hal extra, Bibi Elena juga bukan siapa-siapa untuk Felix, Ayah Allen,"


Tentu saja Stella cukup menahan amarah nya ketika mengatakan itu, dia jelas menegaskan pada kata 'Hanya Bibi Allen,' dan juga kata-kata 'Bukan Siapa-siapa Felix,'.


Hal itu sekali lagi, membuat Elena menjadi emosi, lalu segera berkata lagi,


"Astaga, apakah kamu sebenarnya ingin menjadi pengiring untuk Pernikahan Allen? Sebenarnya aku ingin menjadi pengiringnya karena merasa tidak enak denganmu, yahhh.... Kamu tahu sendiri maksudku, kamu dulu Mantan Tunanganku Allen,"


"Bibi tidak usah terlalu mencemaskan aku. Aku sekarang baik-baik saja, aku punya Suamiku Felix yang merawatku dengan baik," kata Stella lagi sambil merangkul merasa Felix.


Felix yang tidak tahu apa-apa itu, jelas menjadi bingung sendiri dengan perdebatan antara dua orang itu.


"Astaga? Benarkah? Itu bagus jika Ayah Allen menjagamu dengan baik, pasti sudah seperti seorang Ayah yang menjaga Putrinya,"


Stella yang mendengar itu, menaikan tangannya untuk menutupi mulutnya, lalu tertawa sedikit, dan berkata,


Kali ini Elena benar merasa mati kutu dengan kata-kata itu, tahu lagi harus berkata dengan apa.


Ekpersi Felix sendiri menunjukkan perubahan apapun, sepertinya sudah terlalu biasa menanggapi omong kosong dari Istrinya Stella.


Sedangkan Allen, menunggu orang-orang di belakangnya itu malah sibuk berdebat tentu saja menjadi kesal.


"Bibi Elena, dah sudah jangan berdebat lagi dengan Stella, segera saja berjalan di samping Ayah, dan kita kan segera masuk ke dalam, Cynthia sepertinya sudah ada di dalam dan menunggu kita dari tadi, aku tidak ingin membuat dia menunggu terlalu lama," kata Allen dengan ekpersi tenang, lalu segera berubah menjadi kekesalan ketika menatap Stella, dia segera lanjut berkata,


"Dan kamu, Stella! Sebaiknya jangan memperlambat acara ini, atau kamu memang segaja?"


Stella yang dituduh itu jelas menjadi kesal.


"Memperlambat apa? Itu jelas, Bibimu itu yang dari tadi Caper ke Ayahmu, aku tidak melakukan apapun,"


Elena yang mendengar sepertinya Stella kehilangan kesabaran, jelas mengambil kesempatan ini untuk membalas Stella sebelumnya.

__ADS_1


"Astaga? Stella, jangan bilang kamu menjadi cemburu pada aku dan Felix? Kamu ini benar-benar menjadi tipe wanita yang cemburuan bukan? Padahal aku hanya Bibi Allen, tidak memiliki maksud apapun kamu tidak perlu menjadi begitu curigaan seperti itu,"


Mendengar itu, Stella saat memasang ekspresi tersenyum nya, dan berkata,


"Yah, mau bagaimana lagi, Bibi Elena? Bukannya aku curigaan, namun yahhh... Namanya juga firasat seorang wanita, aku sendiri juga udah memiliki pengalaman soal hal-hal ini, dan lihat saja, buktinya ada didepan Mata, laki-laki kalau tidak dijaga dengan baik ya begitulah dia mungkin akan melirik dan matanya jelalatan kemana saja menatap wanita lain, namun tentu saja aku yakin Felix bukan tipe seperti itu. Namun terkadang ada juga tipe wanita murahan yang tidak tahu malu suka mendekati laki-laki, padahal jelas tahu jika laki-laki itu memiliki pasangan, begitulah keanehan dunia,"


Hal ini jelas menyinggung beberapa orang sekaligus, jika Cynthia mendegar hal ini, dia pasti akan meledak dalam kemarahan.


Begitu pula dengan Elena yang mendengar hal itu.


"Jadi maksudmu aku ini wanita Murahan hah?"


"Astaga, Bibi Elena, aku tidak mengatakan apapun soal itu. Kenapa Bibi malah jadi tersinggung?"


Allen yang mendengar perkataan Stella sebelumnya, yang jelas merasa dirinya di singing, memilih untuk tidak berkata apapun daripada masalah menjadi semakin panjang.


Dia hanya menengahi,


"Sudah-sudah, mari segera masuk saja. Bibi jangan terlalu dengarkan kata-kata Stella,"


Begitulah akhirnya pertengkaran itu selesai.


Elena segera berdiri disamping Felix, Stella yang langsung berada di belakang mereka mengawasi, dan menarik Felix agar jaraknya dengan Elena cukup jauh.


Elena berani menjadi begitu agresif takut-takut malah, Felix merasa ilfil padanya.


Stella yang melihat sepertinya dirinya menang merasa lega.


Huh, dasar Bibi Elena ini, berani sekali mengoda Suamiku!!


Kali ini, aku bukanlah Stella yang dulu, enak saja sesuatu yang menjadi milikku di ambil begitu saja.


Paman Felix adalah miliknya, akan menjaganya dengan baik, kapan membiarkan wanita manapun mencoba mendekatinya, kan memberikan jelas sedikitpun untuk mencoba merayu Suaminya itu.


Kejadian seperti saat bersama Allen akan terjadi untuk kedua kalinya.


Cukup, ada satu wanita gila seperti Cynthia yang menyebalkan di Dunia ini, tidak perlu lagi ada yang kedua, yang berani-beraninya mengabil Pria miliknya.


Dan lagi, sekarang status yang dirinya memiliki dengan Paman Felix sudah jelas.

__ADS_1


Hitam diatas Putih, Suami Istri yang Syah!!


Dan Bibi Elena ini sepertinya memang memiliki niat tidak baik, hah benar-benar meresahkan, dirinya jelas harus mengawasi semua ini, jangan sampai kecolongan sedikitpun.


__ADS_2