Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 67: Di Hapus


__ADS_3

Sekarang Felix tidak tahu harus bagaimana, dan hanya bisa menatap Stella di sampingnya, yang juga menatap dirinya dengan binggung.


Stella sendiri tidak tahu harus bersikap seperti apa soal tiket bulan madu ini.


Namun jika memikirkannya lebih dalam, Bukankah ini hal yang bagus untuk mencoba dekat dengan Paman Felix?


Bahkan walaupun tidak seperti itu, tiket bulan madu ini, cukup bagus untuk melepaskan penatnya, jadi dirinya bisa pergi berlibur untuk melupakan segala hal sulit yang dirinya alami sampai sekarang.


"Aku rasa ide Ibu Mertua tidak salah, bagaimana jika kita pergi saja? Sangat sia-sia jika tiket itu di buang,"


Eve yang mendengar Stella sudah setuju itu, tentu saja merasa senang.


"Lihat, Felix, Istrimu sudah setuju sana segera bersiap-siap,"


"Tapi...."


Ayah Felix yang dari tadi diam, akhirnya angkat bicara,


"Sudahlah, Felix pergi saja dan temani Stella berlibur, Stella mungkin suntuk selama ini selalu berada disini, biarkan dia bersenang-senang,"


Mendekat perkataa dari Ayahnya ini, sekarang Felix mulai merasa jika ini cukup masuk akal.


Benar juga, tidak usah terlihat terlalu ribut soal bulan madu, toh pada akhirnya ini hanya menjadi seperti paket liburan.


Dan benar kata Ayahnya, Stella dah mengalami banyak hal selama beberapa minggu ini, jelas Stella butuh berlibur untuk menenangkan dirinya.


Apalagi, setelah melihat sendiri Pernikahan Allen sebelumnya...


"Baiklah, mari segera bersiap-siap,"


Stella yang awalnya cemas kalau Felix tidak setuju itu, tentu saja menjadi sangat senang ketika tahu jika Felix setuju.


Secara refleks, Stella segera memeluk Felix.


"Terimakasih,"


Pelukan singkat itu jelas mengejutkan Felix, apalagi ekpersi ceria yang Stella miliki.


Sebuah senyuman hangat yang membuat dirinya merasa senang juga.


Hmm, dirinya rasa tidak buruk untuk sesekali pergi liburan seperti ini.


Stella yang memeluk Pria didepannya itu secara refleks juga merasa sedikit malu setelahnya.


Mereka berdua hanya menatap canggung satu sama lain setelahnya


Ayah dan Ibu Felix itu yang melihat kejadian itu, tentu saja hanya tersenyum sendiri, melihat bagaimana seperti Putranya itu dan Menantu mereka memiliki hubungan yang baik.


Sedangkan Allen yang masih ada di tangga, melihat hal itu dari jauh, dimana Stella memeluk Ayahnya.


Dan perasaan tidak nyaman dihatinya semakin muncul.


####

__ADS_1


Dan begitulah akhirnya, hari esok segera tiba.


Stella benar-benar sangat menantikan untuk pergi liburan ini.


Dirinya benar-benar butuh healing belakangan belakangan begitu banyak masalah yang muncul.


Stella yang sudah bangun pagi itu segera menatap pria yang masih tidur lelap di tempat tidurnya itu.


"Paman, ayo segera bangun ingat kita akan berangkat pagi ini,"


Felix yang masih nyaman dengan tidurnya itu jelas merasa terganggu dengan bagaimana Stella membangunkannya.


"Ukhh.... Kamu itu ribut sekali,"


"Paman tidak bisa begitu, kita tidak boleh terlambat untuk pergi ke bandara,"


Felix yang tubuhnya guncang-guncang dari tadi itu akhirnya bangun, lebih milih mengalah daripada ribut.


Stella ini, sepertinya benar-benar menantikan untuk pergi liburan ini seperti anak kecil yang ingin berlibur.


"Baik-baik, sana kamu mandi duluan saja,"


"Tentu saja, Paman,"


Degan itu, keduanya mulai siap-siap untuk pergi liburan.


Kira-kira sekitar pukul tujuh pagi, berdua sudah tiba di bandara karena jam keberangkatan sekitar jam delapan pagi.


"Astaga, Allen itu cukup gila juga memilih jam penerbang sepagi ini,"


Ini adalah sebuah Pulau Kecil yang cukup indah.


Harus mengunakan kapal untuk pergi ke pulau itu.


Di tiket yang Allen pesan sudah ada jam keberangkatan menaiki kapal Pesiar juga.


Stella yang sudah selesai menyerahkan koper ke petugas bandara itu, segera saja menarik Felix kearahnya, lalu segera mengambil kamera dan berselfi.


"Paman Felix tersemyum sedikit, aku mau mengambil beberapa foto,"


Felix yang melihat seberapa bersemangatnya Stella, hanya mengikutinya saja, lalu tersemyum kearah kamera.


Butuh 10x jepertan sampai Stella puas dengan fotonya, hampir membuat Felix lelah kebayakan tersenyum.


"Sudah puas?"


Stella yang saat ini melihat foto-foto itu, jelas merasa sangat puas.


Paman Felix jelas saat ini mengenakan pakaian santai, dan tidak memakai kacamatanya, dan dengan ekpersi tersemyum seperti itu bersama dirinya di kamera.


Terlihat sangat serasi dan lucu.


"Astaga, Paman lihat apakah aku terlihat cantik di foto ini?"

__ADS_1


Felix yang melihat sikap heboh Stella hanya memandang foto itu sekilas, memang terlihat gambar gadis muda yang energik disana, bersama dengan dirinya sendiri.


Dan entah kenapa, foto itu benar-benar terlihat bagus.


"Itu bagus,"


"Hehe, tentu saja, lihat juga Pakan Felix juga terlihat sangat tampan di foto ini, aku jelas akan menjadikan ini wallpaper dan aku upload di sosmed,"


"Hah, jangan terlalu berlebihan,"


"Tentu saja ini tidak, aku udah sekarang sangat biasa untuk memposting foto mereka, apakah Paman Felix tidak memiliki beberapa akun media sosial?"


"Aku tidak bermain hal-hal seperti itu,"


Stella berpikir sebentar, lalu segera berkata,


"Nanti Aku akan membuatkan Akun baru untuk Paman,"


"Tidak perlu repot-repot aku tidak butuh sesuatu seperti itu. Hah, aku sudah seumuran ini, sangat canggung menggunakan sesuatu seperti itu,"


"Astaga, Paman jangan seperti itu, padahal aku lihat Ibu Paman saja memiliki akun sosial medianya, lihat ini,"


Stella lalu menunjukkan layar ponselnya, dan benar disana ada akun Instagram milik Ibu Felix, Eve Chastielo, disana ada banyak foto dengan teman-temannya di sana, entah ke cafe atau saat pertemuan sosial, atau bahkan liburan.


Felix terkejut jika Ibunya memiliki hobi semacam itu.


"Tapi aku tidak begitu suka sesuatu seperti itu,"


"Ah, Paman jangan menjadi terlalu membosankan, tidak apa-apa untuk memposting foto dan bermain media sosial seperti ini, hah Paman hampir sama seperti Allen, Allen tidak pernah membuka media sosialnya, lihat kapan terakhir kali dia memposting foto?"


Layar ponsel Stella sekarang berlalih ke Akun Media Sosial milik Allen, dan benar saja, tanggal postingan terakhir beberapa bulan lalu.


Disana ada foto Allen yang menghadiri sebuah pesta, Stella jadi ingat, ini foto yang dirinya ambil, lalu memaksa Allen untuk mempostingnya, karena Allen terlihat sangat tampan disana.


Stella game melihat ekspresi pria di sampingnya terlihat menjadi buruk.


Stella sadar dirinya menjadi salah ketika membahas soal ini.


"Sial, sepertinya aku juga harus menghapus semua foto Allen di Akun Sosmedku,"


Sekarang Felix menatap akun sosial media milik Stella, dan benar saja, ada puluhan foto Allen dan Stella disana, terlihat sekali Stella suka sekali memposting foto.


"Paman Felix tidak usah marah, ku akan menghapus semuanya, dan mari kita ganti semua itu dengan foto kita berdua,"


Mendengar itu, Felix sedikit tersenyum lalu berkata,


"Ya, hapus dia juga di hatimu,"


Itu hanya kata-kata pelan, Stella begitu mendengarnya karena ada suara speaker bandara yang sangat keras.


"Paman tadi bilang apa?"


"Aku tidak mengatakan apapun, mari segera ke ruang tunggu saja,"

__ADS_1


Keduanya lalu mulai menuju ke ruang tunggu bandara bersiap untuk penerbangan mereka.


__ADS_2