Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 39: Hal-hal Rumit


__ADS_3

Melihat putranya itu masih diam saja tidak menjawab pertanyaan yang dirinya lontarkan tentu saja Felix menjadi marah, dia Lalu segera bertanya lagi,


"Jawab Ayah, Allen?"


Allen masih terdiam lalu segera mengatakan apa yang dirinya pikirkan.


"Ini karena dari awal kalian semua memaksaku untuk bertunangan dengannya bukan? Kalian yang ini menjodohkanku dengannya, Kakek dan Nenek yang meminta hal-hal ini," kata Allen dengan penuh emosi.


"Jika kamu tidak menyukainya Dari awal kamu bisa menolaknya,"


Wajah Allen lalu menujukan sebuah kemarahan.


"Apa aku punya pilihan? Ayah yang selalu sibuk dengan urusan Ayah selama ini mana mengerti perasaanku? Entah kenapa Kakek dan Nenek selalu tidak menyukaiku, apa yang salah dengan aku? Jadi Aku selalu mencoba patuh, mereka senang melihat aku bersama Stella, aku menerima Pertunangan itu karena aku pikir itu bukan hal yang buruk, namun semakin ke sini aku semakin muak dengan pertunangan ini juga dengan Stella,"


Allen mulai memikirkannya, dari mana awal dirinya membenci Stella?


Apakah itu karena Kakek dan Neneknya selalu membandingkan dirinya dan Stella?


'Allen, lihat Stella dia menadapatkan juara satu dikelasnya, dia sangat hebat bukan? Kamu itu seharusnya bisa sedikit seperti dia, dan memperbaiki Prestasi yang kamu miliki, agar kamu layak sebagai Keluarga Chastielo,'


'Allen, kamu tidak lihat Stella memengakan Kontes bermain Piano? Bagaimana denganmu? Kamu bahkan yang paling dasar saja tidak bisa,'


'Kamu tidak lihat betapa hebatnya Stella yang memengakan olimpiade? Dia sangat pintar dan berbakat, sungguh beruntung kamu memiliki dia yang mau bersamamu, setidaknya dengan kalian bersama, itu bisa membuatmu terlihat lebih layak sebagai Keluarga Chastielo,'


'Lihat, Stella mendapatkan penghargaan sebagai siswa dengan nilai terbaik ketika lulus, andai kamu memiliki beberapa bakat ini seperti Stella,'


'Allen, bukankah kamu harusnya bisa mengatasi hal-hal di perusahaan? Aku sudah dengar bagaimana kamu membuat kesalahan, dan Stella sudah memperbaikinya, kenapa sih kamu itu selalu seperti ini?'


Dan banyak lagi kata-kata yang membuat dirinya muak selama bertahun-tahun.


Stella mungkin tidak seburuk itu namun entah kenapa dirinya dan hatinya merasa sedikit tidak nyaman berada bersamanya.


Hanya semua menjadi berlarut-larut dalam tahun-tahun mereka.


Dirinya berusaha menahan semua ini agar tidak membuat Kakek dan Neneknya kecewa.


Sampai kemudian, Cynthia datang, disana dirinya mungkin awalnya hanya merasakan simpati pada Gadis itu yang memiliki nasib yang malang.


Dan semuanya berlangsung dengan cepat, bagaimana mereka dekat.


Awalnya dirinya tidak memiliki niat untuk sesuatu seperti jatuh cinta, hanya saja...

__ADS_1


Hal-hal rumit terjadi, dan dirinya membuat kesalahan pada Cynthia malam itu, sesuatu yang membuat dirinya sangat binggung.


Setelahnya, jarak mereka mulai dekat, dan dirinya juga tahu tentang bagaimana Stella mulai berbuat jahat pada Cynthia yang membuat dirinya tidak tahan.


Atau apakah ini hanya alasan yang dirinya buat karena tumpukan kebencian bertahun-tahun?


Kemudian, Stella mulai mengusulkan Pernikahan, dirinya bahkan belum terbesit untuk memasuki hubungan yang serius, namun dia sudah bilang pada Kakek dan Neneknya, dan dalam sekejap mata acara persiapan dimulai, membuat dirinya tidak tahu harus seperti apa, karena dirinya tidak ingin membuat malu Keluarga nya, terutama mengecewakan Kakek dan Neneknya, jadi dirinya pikir ini tidak apa-apa untuk mencoba sedikit lagi dengan Stella.


Sampai kemudian, Cynthia mengatakan dirinya hamil.


Kesalahan yang dirinya buat ternyata sudah menjadi terlalu dalam daripada yang dirinya pikir.


Dan akhirnya dirinya memutuskan mengakhiri semuanya, mengakhiri semua kepura-puraan ini, karena pada akhirnya ini akan tetap menyakiti hati seseorang.


Karena dirinya harus tetap bertanggung jawab atas perbuatannya, posisinya memang sudah sulit saat itu dan itu adalah salahnya sendiri yang bermain-main dengan api.


Jadi dirinya memutuskan untuk mengakhiri ini sebelum menjadi lebih rumit, jalan terbaik untuk semua orang.


Felix yang mendengar kata-kata Putranya itu lalu menjadi terdiam.


Apakah benar ini salah dirinya yang kurang memberikan perhatian pada putranya ini?


Dirinya mengakui, Dirinya belum bisa menjadi seorang Ayah yang baik...


Perasaannya masih begitu sakit setiap kali melihat wajah Putranya Allen.


Dirinya tahu, ini bukan salah Allen, Allen tidak tahu apa-apa soal apa yang dirinya rasakan soal Ibu Kandung Allen.


Hal-hal di masa lalu masih sangat mempengaruhi dirinya dan hidupnya sampai saat ini.


Felix sekarang merasakan, bahwa dirinya benar-benar tidak begitu mengerti soal Putranya.


Apa yang dia rasakan, atau apa yang dia alami.


"Ayah, mohon mengertilah, hanya kali ini turuti saja permintaanku. Aku tidak pernah meminta lebih dari ini, aku mohon,"


Kata-kata Allen itu membuyarkan lamunan Felix.


"Allen, kamu mengatakan hal yang sama ketika kamu ingin membatalkan Pernikahanmu,"


"Ayah, harusnya Ayah paham soal keputusanku. Apa lagi yang bisa aku lakukan? Membuat Cynthia mengugurkan kandungannya dan menikah dengan Stella? Apa menurut Ayah, keputusan itu tidak akan menjadi bumerang untuk semua orang di masa depan?"

__ADS_1


Felix lalu terdiam, tidak tahu juga harus berkata seperti apa, namun melihat semuanya sudah menjadi seperti ini apalagi keputusan yang harus diambil selain ini?


"Baik, aku akan menyetujuinya kali ini, tapi Jangan harap jika ada permintaan aneh lagi lain waktu,"


Mendengar keputusan itu, Allen akhirnya merasa lega.


"Baik, Terimakasih Ayah,"


Allen lalu segera pergi dari sana.


Sedangkan Felix memiliki ekpersi rumit.


Sekarang bagaimana dirinya harus menjelaskan pada Stella soal hal-hal ini?


Dirinya awalnya sudah berjanji untuk tidak membuat Allen menikah dengan Cynthia, namun hal-hal sudah menjadi seperti ini dan memang tidak ada pilihan lainnya.


Hah....


Hanya memikirkan ini saja membuat kepala Felix merasa sangat pusing.


Setelahnya, Allen jelas keluar dari ruangan itu dengan ekspresi senang dan tidak sabar ini ingin mengatakan itu pada Cynthia.


Setidaknya beberapa masalah dalam hidupnya sedikit berkurang.


Di depan pintu ruangan, jelas Allen bertemu lagi dengan Stella.


Rasa bersalah jelas ada hanya saja....


Dirinya masih tidak bisa menerima tentang tindakan gila Stella yang menikah dengan Ayahnya itu.


Apa yang dia inginkan dari hal itu?


Stella melihat alam keluar dari ruangan itu tidak mengatakan apa-apa.


Hanya merasa sedikit penasaran tentang apa yang mereka berdua katakan.


Jadi dengan beberapa keberanian, Stella tuk pintu ruangan itu jelas ingin bertanya kepada suaminya soal apa yang mereka berdua bicarakan.


Bahkan walaupun anda tidak dijawab tidak apa-apa toh ini sudah waktunya jam makan siang dirinya harus mengajak Felix pergi makan siang, rencananya untuk mendekati Paman itu jelas tidak berubah.


Baik, lupakan soal urusan Allen yang begitu menyebalkan itu.

__ADS_1


Setelah diijinkan masuk, Stella jelas langsung mendatangi suaminya itu, namun ada ekpersi Felix yang terlihat sangat tidak bahagia itu?


__ADS_2