Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 38: Membujuk


__ADS_3

hari berlalu dalam sekejap mata, Felix dan Stella ternyata cukup bagus saat bekerja sama di Kantor.


Felix sendiri selama hari-hari ini, tidak mengira jika pekerjaan Stella begitu bagus dan sesuai dengan standar miliknya, membuat Felix nyaman di Kantor.


Bahkan ketika mereka berdua berada di rumah hubungan antara keduanya terlihat harmonis dan baik-baik saja.


Stella juga perlahan-lahan masih mendekati suaminya itu dengan rencana keduanya yaitu membuat mereka dekat dengan kenyamanan satu sama lain.


Melihat perkembangan ini setelah benar-benar merasa senang.


Dirinya berharap hubungan antara mereka akan terus membaik Dan suatu saat Felix akan menerima dirinya.


Pagi ini, seperti biasanya Stella bangun lebih dulu, lalu menatap wajah tidur tenang di sampingnya.


Stella tidak bisa untuk tidak merasa kagum dengan wajah tampan ini, wajah tampan yang biasanya disembunyikan dengan ekspresi dingin dan Kacamatanya yang membuatnya sedikit lebih tua.


Namun dengan penampilan masih tertidur seperti ini ini benar-benar seperti seekor kucing kecil yang jinak terlihat energik dan manis.


Stella tidak tahan untuk mencoba mengelus rambut hitam itu.


Rambut Paman Felix benar-benar lembut, sangat menyenangkan untuk disentuh.


Namun Stella segera menarik tangannya, aku takut pria di sampingnya itu tiba-tiba terbangun dan mulai marah-marah tidak jelas karena dirinya ketahuan melakukan hal-hal seperti ini.


Setelahnya, Stella menuju ke arah dapur dan membuat sarapan pagi.


Stella benar-benar memiliki mood yang baik beberapa hari ini sejak Felix bersikap cukup baik padanya.


Namun tentu saja hal-hal membahagiakan ini, belum tentu membuat orang lain bahagia.


Misalnya saja Allen, yang belakangan melihat bahwa hubungan antara Ayahnya dan Stella itu semakin membaik.


Misalnya, dalam acara sarapan pagi ini, dimana Stella mengambilkan sarapan untuk Ayahnya, juga Ayahnya yang terlihat tidak protes, bahkan kadang mengabilkan minimum di meja untuk Stella.


Melihat Stella yang entah bagaimana begitu perhatian pada Ayahnya dan bahkan sampai hafal makanan-makanan yang tidak Ayahnya suka, membuat Allen merasa tidak nyaman.


Allen merasa ini jelas pasti adalah perasaan kesal dan kemarahan, karena Stella itu sok caper sekali pada Ayahnya, yang mungkin ini membuat posisi dirinya di Rumah ini terancam sesuai dengan kata-kata Cynthia tempo hari.

__ADS_1


Benar, ini sudah cukup lama sejak percakapan dirinya dan Ayahnya sebelumnya, dirinya harus segera konfirmasi kembali agar Ayahnya segera setuju dengan permintaan Pernikahannya itu.


Hal-hal ini tidak bisa ditunda cukup lama karena dirinya takut jika kehamilanya Cynthia semakin terlihat, dan akan membuat gosip gosip buruk tentang dirinya.


Dan begitulah rencana Allen di mulai untuk mencoba membujuk Ayahnya itu.


####


Siang itu, setelah memantapkan hatinya, Allen segera menuju ke Ruang Kerja Ayahnya, namun seperti yang dirinya juga di depan ruangan itu, ada meja dimana Stella bekerja.


Stella yang melihat kedatangan Allen itu tentu saja kaget, tumben anak itu mencari Ayahnya?


Namun saat ini, Felix masih sibuk mengurus beberapa dokumen penting, dan tidak ingin di ganggu, sebelumnya dah memperingatkan jika dia tidak bisa bertemu siapapun dulu karena butuh fokus.


"Allen, kenapa kamu kesini? Ada apa?" Tanya Stella mencoba bertanya dengan ramah.


Jelas, Allen merasa tidak suka dengan Stella langsung menjawab dengan dingin,


"Itu bukan urusanmu, aku hanya ingin bertemu dengan Ayahku,"


"Tapi, Allen, Ayahmu bilang dia tidak ingin diganggu dan tidak ingin bertemu dengan siapapun,"


Ini pasti alasan Stella saja untuk membuat dirinya dan Ayahnya menjadi jatuh dasar akal-akalan gadis licik.


"Apa hak mu melarang ku untuk bertemu dengan Ayah ku? Kamu bukan siapa-siapa di sini, dan lagi aku adalah Putra dari CEO, aku jelas memiliki hak untuk bertemu dengannya kapanpun aku mau,"


Melihat kata-kata yang jelas menunjukkan permusuhan itu, Stella juga tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi Allen sudah langsung mengetuk pintu ruangan itu.


Felix yang fokus dengan dokumen dokumen itu dan mendengar ketukan pintu tentu saja menjadi kesal.


Bukankah dirinya sudah bilang jika tidak ingin diganggu dulu?


Sekarang apa lagi ini?


"Masuk," kata Felix dengan kesal, namun Felix tidak mengira yang datang adalah Putranya yaitu Allen.


Allen langsung menuju meja Felix, dan duduk disana bahkan tanpa dipersilahkan.

__ADS_1


Felix yang melihat ekspresi di wajah putranya yang sedikit kesal namun sekarang berubah menjadi canggung dan cemas itu tentu saja tahu apa yang putranya ini ingin katakan, namun untuk sekedar basa-basi dirinya bertanya,


"Ada apa Allen?"


"Ayah, akankah sebelumnya Ayah sudah berjanji mempertimbangkan permintaanku?"


Ya seperti yang Felix duga, dia lalu segera terdiam, meletakan dokumen ditangannya, dan menatap Allen dengan ekpersi serius.


"Allen, kamu benar-benar serius soal ini?"


"Ayah juga tahu keadaanku. Aku tidak memiliki banyak pilihan dan harus segera menikah,"


"Kamu langsung menikah seperti ini setelah membatalkan Pernikahamu sebelumnya apakah kamu tidak punya malu? Dan apakah kamu tidak mempertimbangkan Perasaan Stella?"


"Kenapa sekarang malah Stella yang di bawah-bawah dalam masalah ini? Apakah dia sudah bilang pada Ayah untuk melarang ku menikah dengan Cynthia?"


"Allen, kamu itu...."


"Apa? Karangan Ayah mulai membina Istri baru Ayah dan mulai tidak memikirkan pendapatku dan perasaan ku lagi?"


"Allen, kakak bicaramu kamu pikir siapa yang tidak memperhitungkan perasaanmu? Apakah kamu disini pernah memperhitungkan perasaanku? Bagaimana Ayahmu ini dipaksa untuk mengantikan Pernikahan mu?"


"Ayah tinggal bercerai saja, dan masalah selesai,"


Felix benar-benar tidak tahu dengan kata-kata tidak masuk akal ini yang dikeluarkan oleh Putranya itu.


"Allen kupikir pernikahan adalah sebuah permainan? Kamu hanya dengan kata-kata langsung membatalkan Pernikahan mu begitu saja, hah? Kamu telah melukai hati seorang wanita karena sikap egoismu itu,"


Allen lalu diam, jadinya juga tahu tentang kesalahan terbesar nya.


"Tapi keputusan yang Aku ambil untuk membatalkan pernikahan ku dengan Stella adalah hal yang benar. Aku akui aku salah, namun semuanya sudah menjadi seperti ini, dengan kesalahan yang sudah aku buat, jika aku tidak membatalkan Pernikahan itu, itu malah akan menjadi lebih menyakitkan untuk Stella, Ayah pasti mengerti maksudku,"


Felix tentu saja mengerti apa itu artinya, Allen telah membuat wanita lain hamil, jika dia benar-benar menikahi Stella, apa yang akan terjadi berikutnya?


Ini hanya akan membuat sebuah petaka baru.


Akhiri ini sebelum semuanya menjadi terlalu besar, bahkan walaupun itu membuat malu.

__ADS_1


"Lalu, dari awal kenapa kamu memutuskan untuk bertunangan dengan Stella?"


Pertanyaan itu membuat Allen terdiam, tidak tahu harus memulai ini dari mana.


__ADS_2