
Felix teringat kejadian dimasalalu, hari-hari yang dirinya lalui bersama dengan Shopia...
Dirinya lah yang memaksakan gadis itu dari awal untuk bersama dengannya.
Bahkan walaupun dirinya tahu, Shopia tidak mencintainya.
Dengan membawa harapan ketika mereka sudah menikah, Shopia akan jatuh cinta padanya, dirinya memutuskan untuk menikah dengannya....
Membuat Shopia menjadi miliknya sepenuhnya....
Dirinya sendiri sudah sabar dari awal hubungan mereka berdua adalah salah....
Dirinya bahkan dimalam pertama mereka, memaksa Shopia berhubung dengannya....
'Shopia, mulai hari ini kamu adalah milikku, kamu tidak akan lagi bisa lepas dari ku, aku sangat mencintaimu.... Kita akan bersama selamanya...'
'Kamu mungkin memiliki tubuhku, namun kamu tidak akan pernah memiliki hatiku selamanya.... Bahkan sampai aku mati!'
Itu adalah sebuah sebuah sumpah yang Shopia katakan pada Malam Pertama mereka.
Hubungan mereka yang dari awal dimulai dari sebuah paksaan, dimana dirinya memaksakan cintanya pada Shopia.
Awalnya, Felix tidak terlalu memikirkan hal-hal itu, dan menganggap jika dirinya terus menunjukkan kebaikannya dan keseriusannya, dalam hubungan mereka, Shopia akan luluh pada cintanya.
Sejak mereka menikah, dirinya memang tidak pernah melihat Shopia tersenyum...
Seolah-olah Shopia yang ceria selalu dirinya lihat dulu sudah menghilang digantikan dengan wajah keputusasaan dan kesedihan...
Saat itu, Felix bertanya-tanya apakah dirinya salah untuk memaksa Shopia menikah dengannya?
Apakan cinta nya pada Shopia salah?
Memang, saat itu dirinya juga tahu bahwa Shopia mencintai orang lain...
Namun orang itu sudah meninggal....
Jadi, Felix memiliki harapan agar bisa masuk ke dalam hatinya pelan-pelan.
Semakin berjalan hubungan pernikahan mereka, hanya ada pertengkaran dan wajah sedih Shopia.
Padahal dirinya sudah berusaha melakukan apapun yang dirinya bisa untuk Shopia...
Membuat dia kembali tersenyum lagi...
'Apa yang kamu ingin aku lakukan agar kamu bahagia? Aku akan melakukan apa saja untukmu,'
'Yang aku inginkan adalah kamu mencaraikanku.'
Itu adalah jawaban singkat, bahkan belum satu bulan sejak mereka menikah.
Sophia selalu meminta hal-hal yang tidak mungkin untuk bisa dirinya lakukan.
Dirinya sudah berusaha, untuk menyenangkan Shopia, membelikan bunga Kesukaannya setiap hari, membawakan masakan kesukaan Shopia.
'Aku tidak suka makanan dari luar,'
Untuk menuruti permintaan itu, bahkan dirinya belajar memasak untuk Shopia, mencoba memasak masakan apapun yang dia sukai.
'Aku sudah membuatkan apa yang kamu mau, kamu pasti akan menyukainya,'
'Aku tidak butuh itu,'
Namun Shopia tidak pernah mau memakan masakan dari dirinya dengan sukarela, harus dirinya paksa dulu agar dia mau.
'Jika kamu seperti ini terus, aku akan menghentikan biaya pengobatannya Ayahmu di Rumah Sakit!'
Dengan beberapa bola yang sama dirinya selalu bisa membujuk Shopia.
Sekarang dirinya menyadari jika semua hal itu malah membuat Shopia semakin hancur.
Dirinya menjadi tidak tahan, melihat ekpersi Shopia semakin hari menjadi semakin pucat, kehilangan senyumannya.
__ADS_1
Hingga suatu hari, ada kabar gembira tentang Kehamilan Istrinya itu.
Dirinya selalu berharap, dengan kehamilan Shopia, ini akan bisa memperbaiki hubungan mereka berdua.
Dirinya juga melihat, Shopia bisa kembali tersenyum setelah tahu kehamilanya itu.
Dari sini dirinya mulai memiliki sebuah harapan, mungkin dengan hadirnya anak di antara mereka berdua, Shopia akan membuka hatinya untuk dirinya.
Saat-saat itu, adalah saat paling membahagiakan untuk dirinya, bisa bersama dengan wanita yang begitu dirinya cintai, menantikan calon anak mereka yang nanti akan lahir ke dunia.
Memikirkannya, saat itu, dimana dirinya akan segera manjadi seorang Ayah...
Memiliki seorang anak dari wanita yang paling dirinya cintai...
Selama Kehamilannya, dirinya jelas menjaga baik-baik Shopia, membiarkan dia tidak kekurangan apapun dan selalu periksa tepat waktu, dirinya selalu menemani Shopia ketika mengecek ke dokter kandungan.
Melihat bagaimana perkembangan kehamilan Shopia dari layar USG, dimana janin kecil itu tumbuh sedikit demi sedikit.
Ketika Shopia memasuki masa ngidamnya itu, dirinya jelas berusaha keras untuk menuruti permintaan yaitu bahkan walaupun itu hal-hal yang cukup aneh terkadang.
Tidak apa-apa demi calon bayi mereka.
Dirinya bahkan sangat berdebar menunggu kabar dari dokter tentang jenis kelamin anak mereka.
'Bayi ini adalah laki-laki....'
Dirinya menjadi begitu senang ketika akan memiliki seorang bayi laki-laki, itu pasti akan mirip dengannya, atau mungkin kombinasi antara dirinya dan Shopia.
Hari-hari Indah itu terus berjalan sampai kehamilan Shopia semakin membesar.
Sampai kemudian, ketika dirinya sibuk sejenak dan harus pergi ke Luar Kota, ada kejadian tidak mengenakkan, dimana Shopia sempat jatuh, entah bagaimana ceritanya.
Hal-hal itu, membuat kehamilanya Shopia menjadi tergangu.
Dirinya yang berada di luar kota itu jelas langsung segera pulang.
Begitu takut tentang apa yang terjadi.
'Komdisi Kehamilan Nyonya Shopia, mungkin cukup sulit jika dilanjutkan, ini bisa membahayakan Sang Ibu, namun ini juga mungkin bisa membahayakan Sang Bayi,'
Berdasarkan saran dokter, memang lebih baik jika Kehamilan Istirnya itu, untuk digugurkan, daripada membahayakan nyawa mereka berdua.
Memilih satu dari dua nyawa.
Dirinya menjadi begitu sulit, Karena itu adalah anak dari dirinya dan wanita yang dirinya cintai jelas tidak mudah untuk memilih keputusan yang disarankan oleh dokter itu.
Namun, dirinya juga tidak mungkin bisa kehilangan Shopia, jika memang kehamilan itu dilanjutkan bisa membahayakan nyawa Shopia.
Hingga Shopia tahu soal kabar ini dan membuat keputusan yang sangat jelas.
'Aku akan mempertahankannya bayi ini apapun yang terjadi, aku yakin aku pasti bisa melahirkan bayi ini dengan selamat,'
Melihat tekad hari itu, Felix sedikit terteguh, dirinya mengira Shopia juga memikirkan betapa berharganya calon anak mereka.
Dengan itu dirinya memiliki keyakinan jika Shopia, mungkin sudah sedikit membuka hatinya, dengan bagaimana Shopia begitu keras kepala mempertahankan anak dalam kandungannya itu.
Dirinya pun tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya mengikuti kemauan Shopia.
'Aku pasti akan melahirkan anak ini dengan baik, aku berjanji, jadi kamu juga harus berjanji padaku untuk menjaga anak ini nanti,'
'Tentu saja, ini adalah anak kita, aku pasti akan menjaganya selalu menjaga anak ini,'
Setelah kejadian itu, Shopia memang mengalami masa-masa sulit ketika kehamilannya itu.
Hingga lebih sering menghabiskan waktu di rumah sakit daripada di rumah.
'Aku akan memberikan nama untuk anak ini, bagaimana dengan nama Allen?'
Felix juga melihat bagaimana istrinya itu sangat bersemangat menantikan kelahiran calon Putra mereka, bahkan bersemangat untuk memberikan sebuah nama.
'Ya, tentu saja, itu terdengar nama yang bagus, Allen Chastielo, dia akan menjadi Putraku yang paling membanggakan di masa depan,'
__ADS_1
Felix melihat Shopia hanya tersenyum dan tanpa mengatakan hal-hal lain setelah itu.
Hingga hari-hari berlalu dengan cepat berikutnya, dan lagi-lagi Shopia mengalami kontraksi hebat, yang membuat Shopia terpaksa harus melahirkan lebih awal.
Namun sayangnya, hal-hal itu tidak berjalan dengan lancar.
Felix awalnya senang, melihat bagaimana Shopia berhasil melahirkan Putra mereka, yang lahir dalam keadaan sehat, walaupun harus memasuki ruang inkubator setelahnya.
Melihat bayi kecil itu, kebahagiaan Felix terasa lengkap, tangisan bayi kecil yang merupakan kehidupan baru.
'Sekarang namamu Allen... Allen Chastielo, Putra kebanggaanku. Kamu begitu hebat, kamu berhasil lahir dengan selamat dan sehat....'
Calon kebanggaannya dimasa depan, sayangnya kebahagian itu tidak berlangsung lama sampai dokter memberikan kabar buruk soal bagaimana kondisi Shopia mulai drop.
Di detik terakhirnya, Shopia sempat sadar dan melihat Putranya itu.
'Felix, kamu harus berjanji untuk menjaganya untukku... Aku minta maaf....'
'Hey, apa yang kamu katakan? Kita jelas akan menjaga anak ini bersama-sama....'
Namun, setelahnya kondisi Shopia menjadi begitu buruk, dan itu adalah kata-kata terakhir yang Felix dengar dari wanita yang dirinya cintai itu.
Saat itu dirinya sangat hancur, setelah ditinggal pergi oleh Shopia untuk selama-lamanya...
Bahkan mereka belum sempat menikmati kebahagiaan mereka...
Banyak penyesalan setelah kematian Shopia saat itu....
Felix benar-benar tidak tahu harus seperti apa setelah kematian Shopia...
Namun walaupun Istrinya sudah meninggal, bayi kecil yang dilahirkannya itu, tumbuh dengan sehat.
Demi melahirkan bayi itu...
Dirinya harus kehilangan Shopia...
Tiba-tiba, ketika Felix menatap bayi itu, perasaannya begitu kacau.
Namun, bayi kecil itu juga yang membawa kebahagian untuk Felix, mengisi hari-harinya mengatasi kesedihannya setelah di tinggal pergi oleh Shopia.
Felix sendiri yang merawat anak itu, anak dari dirinya dan wanita yang sangat dicintainya itu....
Dirinya melihat anak itu tumbuh sedikit demi sedikit....
Allen, Putra tersayangnya....
Mereka sangat dekat saat Allen kecil, Felix yang selalu mengendong Allen yang masih bayi, menengangkannya ketika menagis, Putranya yang memiliki nasip malang karena tidak pernah bisa melihat Ibunya....
'Namun, tidak apa-apa... Kamu masih memiliki Ayah... Allen Putra Kesayangan Ayah..... Allen Castielo kebanggaanku....'
Sampai sebuah kenyataan akhirnya terbongkar.
Hal itu ketika Allen berumur 4 sampai 5 tahun, yang membutuh darah karena kecelakaan yang menimpanya.
Bagaimana darah Allen tidak cocok dengan dirinya, padahal dirinya memiliki golongan darah yang sama dengan Shopia...
Sampai sebuah kenyataan yang tidak pernah dirinya pikirkan saat itu muncul di benaknya...
Dan begitulah, akhirnya setelah Tes DNA, dan hasilnya keluar....
Kata-kata Shopia saat malam pertama mereka menjadi kenyataan...
Semua ini membuat Felix akhirnya mengerti.
Bahwa, Shopia tidak pernah mencintainya bahkan sampai dia pergi dari dunia ini...
Alasan kenapa Shopia mempertahankan bayi itu dengan susah payah, bukan karena itu adalah bayi milik mereka, namun karena itu adalah bayi dari laki-laki yang sangat Shopia cintai...
Semua itu seolah menjadi tamparan untuk Felix...
Bahwa semua ini mungkin salahnya dari awal karena memaksa Shopia menjadi miliknya...
__ADS_1
Apakah salah jika dirinya menginginkan orang yang dirinya cintai untuk menjadi miliknya?
Namun hal-hal ini justru membuat dirinya hancur.....