Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 103: Ada Yang Aneh


__ADS_3

Hari-hari berlalu dengan cukup cepat setelah Allen keluar dari rumah sakit dan dan kembali ke Rumah Keluarga Chastielo.


Hampir satu bulan sejak kejadian itu, juga perceraian antara Allen dan Cynthia sudah selesai.


Cynthia benar-benar merasa sangat dipermalukan, terutama karena Videonya yang menyear luas di antara kalangan teman-temannya ataupun Keluarganya, bahkan Keluarganya jadi sangat marah dan kecewa pada dirinya.


Cynthia benar-benar kehilangan muka, sampai-sampai tidak berani datang ke pengadilan, jadi perceraian itu berjalan dengan baik, dia takut dengan apa yang akan Keluarga Chastielo lakukan padanya.


Jadi, tanpa keributan yang Cynthia perbuat di Rumah Keluarga Chastielo, Rumah itu memasuki masa masa damai selama satu bulan terakhir.


Terutama karena Felix dan Putranya Allen sudah perbaikan dan saat ini menjalin hubungan yang sangat baik.


Begitu pula Stella, sepertinya sudah mulai melupakan tentang kejadian-kejadian dimasalalu dengan Allen, dan mulai berbicara biasa padanya, tidak ada lagi sindiran, kemarahan dan caci maki seperti sebelumnya, karena keduanya sudah memutuskan untuk berdamai, dan memiliki kehidupan masing-masing.


Stella dan Felix sendiri, sudah membujuk Orang Tua Felix, agar menerima keberadaan Allen di Rumah, dengan berbagai bujuk and mereka berdua akhirnya bisa setuju dan menerima Allen, dengan syarat, Felix dan Stella harus segera memberikan mereka seorang cucu, mereka ingin benar-benar memiliki cucu kandung mereka.


Felix dan Stella mau tidak mau hanya menurut dan mengiyakan permintaan itu.


Stella awalnya pikir jika ini juga merupakan ide yang cukup bagus, karena dirinya kira tidak begitu buruk memiliki seorang anak dengan Felix, karena hubuangan mereka sejauh ini sudah cukup dekat, dan Stella memang sudah memutuskan jika dirinya akan selalu menjadi Istri Felix Chastielo.


Namun sayangnya, selama satu bulan terakhir, Stella dengan segala rencananya itu, merasa ada yang aneh.


Itu benar, selama satu bulan ini, Suaminya, Felix Chastielo tidak pernah menyentuh dirinya sekali pun, mereka tidak pernah berhubungan semacam itu lagi.


Walaupun di muka, Felix mengiyakan permintaan Orang Tuanya, namun Suaminya tidak menyentuhnya!!


Jadi bagaimana mereka bisa memiliki bayi jika suaminya seperti itu?


Felix suaminya beralasan jika dia, Stella paham soal hal itu.


Namun, tetap saja rasanya seperti Felix mencoba untuk menghindari dirinya entah kenapa.


Dirinya juga tidak mengerti.


Rasanya, hubungan antara dirinya dan Felix seolah kembali ke saat mereka baru pertama kali menikah, masih begitu dingin.


Jadi kali ini, saat sarapan Stella mencoba untuk memasak kembali beberapa masakan kesukaan Suaminya, pernah memang belakangan ini dirinya juga cukup sibuk di kampus, jadi dirinya jarang memasak di pagi hari.


Belum lagi, kadang di pagi hari, tubuhnya terasa tidak enak.


Stella pagi-pagi sekali sudah menyiapkan semua bahan yang dirinya inginkan untuk dimasak.


Dan tentu saja jangan lupa menyiapkan beberapa Seafood untuk seseorang, untuk mencoba menjaga keharmonisan hubungan keluarga mereka.


Stella yang sudah selesai untuk memasak itu, lalu segera pergi kembali ke Kamar.


Mau lihat bahwa Suaminya saat ini sedang mandi.


Ah, apakah dirinya sebaiknya mulai menyiapkan baju untuk suaminya pakai?


Pikirkan bahwa ini adalah ide yang bagus, Stella mulai membuka almari milik Felix, menatap deretan baju disana, melihatnya dengan hati-hati lalu memilih pakaian yang cocok untuk Felix agar terlihat berwibawa juga tampan.


"Hmm, Aku rasa Paman Felix lihat tampan dengan baju ini, ah pakai dasi ini juga,"


Dengan penuh semangat, Stella memilih kan set pakaian beserta asesoris untuk Felix pakai.


Tepat ketika Stella selesai, Suaminya sudah keluar dari Kamar Mandi dan hanya mengenakan handuk di bagian bawah, pemandangan itu, jelas membuat Stella merasa senang, pemandangan indah yang menyegarkan mata dipagi hari.


"Paman, Aku sudah menyiapkan Baju untuk kamu pakai, lihat ini, Ini benar-benar cocok untuk kamu pakai hari ini!" kata Stella sambil menunjukan pakaian yang sudah dirinya siapkan.


Felix lalu menatap Stella dengan ekpersi heran, masih sedikit bingung tentang hal ini.


Tentang bagaimana dirinya harus bersikap kepada gadis yang berada di depannya ini.


Dirinya benar-benar tidak tahu apa isi hati gadis di depannya ini, apakah Stella melakukan kebaikan ini karena sebuah ke terpaksaan, karena mereka berdua sudah terlanjur menikah?


Felix juga tidak tahu.

__ADS_1


Selama satu bulan, pikirannya masih kacau tentang perasaan Stella yang sebenarnya...


Jika...


"Hey, Paman? Kenapa Paman malah diam saja? Baju yang aku pilihkan bagus kan?"


Felix mencoba mencari alasan,


"Hari ini aku harus menghadiri pertemuan, dan baju yang di pakai sudah Set warna yang ditentukan, di aku tidak bisa memakai ibu semua,"


Stella yang mendengar itu jelas saja menjadi kecewa karena dirinya sudah memilhkan hal-hal ini dengan baik.


Namun Stella tidak terlalu menunjukkan nya dan segera berkata,


"Baik-baik, Aku mengerti. Aku akan mengembalikannya ke Almari,"


Lalu ada sebuah ketanggungan di sana ketika, Stella memasukan baju ke Almari.


Karena suasana cukup canggung, Stella segera berkata,


"Mari, setelah kamu memilih bajumu segera turun dan sarapan, Aku sah menyiapkan sarapan yaitu masakan kesukaanmu,"


"Ya, Aku mengerti setelah aku siap, Aku akan turun,"


Stella selalu mulai turun ke bawah dengan ekspresi sedikit kecewa.


Tidak apa-apa, dirinya tetap akan berusaha, semua pasti baik-baik saja.


Setelahnya, ketika Stella turun sudah ada Allen yang duluan di meja, terlihat sudah siap untuk pergi.


"Allen? Kamu sudah mau berangkat ke Kantor?"


"Ya, Aku pikir aku terlalu lama bolos, lagipula aku terlalu lama menganggur di rumah, di Aku begitu bosan mungkin aku akan kembali ke kantor, lagipula Aku sedang mengambil cuti Kuliah,"


Stella lalu ingat, alasan Allen cuti, ini semua memang karena ada gosip gosip buruk yang saat ini beredar soal Allen, terutama soal yang menyangkut Cynthia.


Stella segera menuju dapur yang tidak jauh, dan segera mengambil Bubur Seafood, untuk Allen, biasanya Allen akan sarapan agak siang karena dia bangun cukup siang, jadi Stella tidak membawa sarapan jatah Allen ke Meja, masih di dapur.


Allen cukup kaget dengan perlakuan khusus ini, yah memang dalam sebulan belakangan hubungan mereka sudah tidak terlalu buruk.


Tidak lama sampai Stella selesai mengambil dan menyiapkan Bubur Allen, lalu membawanya ke depan Allen.


"Kamu memasak? Tumben? Dan ini Bubur Seafood?"


"Sebenarnya, Aku memasak Bubur Ayam kesukaan Ayahmu, namun aku tahu kamu tidak bisa memakan itu untuk sarapan, jadi Aku khusus membuatkanmu yang ini, ini Bubur Seafood Kesukaanmu!" kata Stella dengan senyuman cerianya.


Allen sedikit terteguh ketika tahu Stella memasak untuknya, menu kesukaannya ini, namun Allen segara menetralkan hatinya, ini tidak lebih dari keramahan.


"Ya, Terimakasih, Mama... Mama Stella begitu baik,"


"Omong kosong, jangan meledekku begitu,"


"Owh, Apakah Aku panggil Ibunda? Atau Ibu?"


"Allen, kamu ini.... Ah... Ini masih terdengar memalukan,"


Keduanya lalu tertawa bersama mendengarkan itu.


Felix disisi lainnya, melihat kejadian itu dimana Stella dan Allen terlihat bersama dan tertawa bersama dengan bahagia itu.


Dan bagaimana, Stella menyiapkan sarapan untuk Allen disana.


Felix bisa melihat jika mereka berdua ketika bersama seperti itu terlihat sangat cocok.


Ya, hanya memikirkan ini membuat hatinya sedikit terluka.


Felix mulai berpikir, apakah ikatan Pernikahan antara dirinya dan Stella malah hanya membuat beban untuk Stella?

__ADS_1


Bagaimanapun juga, hubungan dirinya dan Stella cukup aneh, karena dari awal pernikahan mereka adalah sesuatu yang dilakukan secara paksa akibat pembatalan Pernikahan Stella dan Allen berkat ulah Cynthia yang mengatur domba mereka berdua demi keuntungannya sendiri, yah bukan berati Allen tidak salah hanya....


Begitu banyak hal yang terjadi, dan Allen sudah menerima akibat dari perbuatannya sendiri..


Dan sekarang, semua sekolah sudah kembali pada awalnya...


Felix masih tenggelam dengan banyak pikiran yang tidak jelas itu.


Melihat Felix sudah datang, Stella lalu menghampirinya dan merangkulnya, segera mengajak Felix ke meja makan.


"Sayang, lihat Aku sudah memasak Bubur Ayah Kesukaanmu,"


Felix lalu melihat ke arah meja makan di mana di sana sudah ada bubur ayam yang dirinya sukai, lalu dirinya menatap ke mangkuk di depan Allen, yang sepertinya ada Bubur Seafood kesukaan Putranya.


Jadi, Stella membuat masakan kesukaan Allen juga?


Ya, Stella gak pernah lupa tentang semua hal yang Allen suka atau tidak suka, lagipula mereka berdua sudah bersama selama bertahun-tahun.


"Ya, Terimakasih atas makanannya Stella,"


"Tentu saja, Aku senang jika membuatmu senang,"


Melihat senyuman itu, Felix tidak tahu harus merasa seperti apa.


Namun senyuman ini, masih begitu dirinya sukai.


Stella lalu membantu Felix mengambilkan kerupuk di meja, dan bahkan menyiapkan sendok untuk Felix, hingga akhirnya Stella duduk dimejanya.


Perlikalu baik Stella ini, benar-benar membuat Felix tidak bisa menahannya...


Seolah perasaan yang tidak bisa terkendali memasuki dirinya...


Perasaan yang seharusnya tidak boleh dirinya memiliki...


Ini sebenarnya benar, namun juga salah.


Sampai kemudian, Orang Tua Felix juga datang ke meja makan, dan sangat senang melihat Felix dan Stella begitu rukun.


"Astaga, kalian pasti pasti sudah bermesraan di meja makan,"


"Ibu bisa saja. Sudah, Aku hari ini memasak bubur ayam, Aku harap Ibu dan Ayah mertua menyukainya,"


Setelahnya, Stella juga segera menyiapkan Bubur didepannya sendiri, sampai tiba-tiba Stella yang mencium aroma bubur Ayam buatannya itu, merasa mual sendiri.


"Stella, kamu kenapa?"


"Kamu tidak apa-apa, Stella?"


Dua orang yang bertanya itu, adalah Allen dan Felix, Allen jelas langsung menutup mulutnya karena tadi hanya refleks khawatir.


"Ukhh, Aku tidak apa-apa. Hanya belakangan, terkadang Aku suka seperti ini, mungkin karena Aku belakangan kelelahan dengan kegiatan kampus,"


Eve yang melihat itu lalu segera memiliki beberapa pemikiran, dan berkata dengan ceria,


"Stella, jangan bilang kamu sedang hamil?"


Baik Stella dan Felix menjadi kaget ketika kata-kata itu muncul mereka berdua saling bertatapan satu sama lain, karena tidak pernah mengira soal kemungkinan itu.


"Ah, masa secepat ini. Jangan terlalu banyak berpikir Ibu, Aku aku takut akan mengecewakanmu,"


"Ya sudah, mana kamu menemani Istrimu itu untuk pergi ke dokter,"


Merasa tidak punya pilihan, Felix memutuskan untuk mengajak Stella ke dokter setelah ini.


Yah, bukannya dirinya tidak senang hanya saja....


Dirinya juga tidak tahu harus bagaimana jika Stella benar-benar hamil...

__ADS_1


Kenapa harus di saat-saat seperti ini?


__ADS_2