Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 55: Perasaan Stella


__ADS_3

Mendengar pertanyaan Rhea itu, Stella lalu mengaguk.


"Itu benar, aku benar-benar membuat sebuah keputusan yang begitu Implusif ketika aku merasa putus asa dan tidak tahu harus berbuat apalagi, sesungguhnya aku tidak benar-benar mengira jika hal itu sampai mendapatkan restu,"


Rhea menjadi terdiam setelah mendengar hal itu.


"Itu pasti hal yang sulit untuk Kak Stella,"


"Sangat tepat, Aku sangat lelah dengan semua ini. Saat itu, aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa, aku hanya tidak rela melihat mereka bisa bahagia di atas penderita yang aku alami. Aku awalnya mencoba balas dendam dengan Pernikahan itu, agar membuat Allen kesal. namun pada akhirnya aku membuat orang yang tidak bersalah menjadi terlibat dalam hal-hal memuakkan ini, yang membuat aku merasa sangat bersalah... Jadi apakah menurutmu keputusan yang aku ambil itu salah?"


Rhea yang mendapatkan pertanyaan itu tentu saja menjadi terdiam dan berpikir.


Dirinya sendiri tidak tahu apakah keputusan itu benar atau salah.


Karena semuanya menjadi rumit, dan malah menjadi semakin rumit.


"Namun aku pikir... Bagaimana ya, Kak... Aku mungkin tidak berharap ini akan menyinggung Kak Stella," kata Rhea dengan ekpersi ragu.


"Tidak apa-apa, katakan saja pendapatmu,"


"Aku pikir Pernikahan bukan hal yang main-main,"


"Ya kamu benar. itulah kenapa aku juga ingin berusaha agar membuat pernikahan Ini bukan sekedar main-main, aku ingin menjadikan Pernikahan ini menjadi hal-hal yang serius, Pernikahanku dengan Paman Felix. Namun semakin ke sini aku merasa ini sangat sulit...."


"Kak Stella.... Apakah Kak Stella menyukai Paman Felix?"


Stella terdiam sebentar, Masih memikirkan sendiri tentang perasaan yang dirinya miliki.


"Aku juga tidak tahu. Sejujurnya hatiku masih belum bisa untuk menerima cinta lagi, Setelah mengalami begitu banyak pengkhianatan seperti sebelumnya, dan itu pun tidak hanya hal ini. Apakah kamu tahu? Cynthia itu ternyata sudah hamil duluan dengan Allen, itu artinya mereka sudah melakukannya ketika aku dan Allen jelas masih bertunangan, semua ini terasa sangat berat untukku,"


Rhea juga menjadi bingung akan merespon seperti apa.


Namun dirinya juga tidak mengira jika kelakuan dari Kakak Sepupunya itu ternyata lebih buruk daripada yang dirinya kira.


Apa?


Kak Allen benar-benar bisa berbuat seperti itu sebelum dia menikah?


Bahkan saat itu dia masih bertunangan....


Bagaimana bisa...

__ADS_1


Kak Allen berubah sampai sejauh itu?


"Apa? Kak Allen bisa sampai seperti itu? Itu.... Benar-benar bukan seperti Kak Allen yang kita berdua tahu,"


Stella yang mendengar itu lalu segera berkata,


"Ya seperti yang kamu bilang, Allen seperti bukan Allen yang kita tahu.... Entah apa yang membuatnya seperti itu...."


"Lalu bagaimana dengan Kak Stella? Apakah Kak Stella masih memiliki Perasaan pada Kak Allen,"


Stella lalu terdiam dan berkata,


"Aku juga tidak tahu soal ini. Masih sulit untukku menerima semua ini, bohong jika aku bilang aku sudah tidak memiliki Perasaan padanya... Hanya saja... Untuk taraf tertentu aku bisa membencinya, Setelah semua rasa sakit yang dia berikan padaku.... Tapi.... Tapi... Aku juga tidak benar-benar tahu.... Seolah-olah semua baru kemarin ketika kami memiliki masa indah bersama, namun seolah semuanya hancur dalam satu malam dan menjadi seperti ini.... Aku membencinya... Aku juga membenci bagaimana diriku yang ragu ini," kaya Stella dengan ekpersi sedih, lalu dia lanjut berkata lagi,


"Dan aku juga tahu bagaimana keraguanku ini membuat Paman Felix menjadi tersinggung, tapi apa yang bisa aku lakukan? Semua hal ini berjalan terlalu cepat.... Semuanya seolah hanya mimpi buruk, datang dalam sekejap.... Aku juga sudah mencoba membuka hati, namun aku melihat Paman Felix tidak sedikitpun mengerti ini, rasa takut untuk dikhianati dan ditinggalkan masih ada di hatiku, aku juga tahu Paman Felix bukan orang seperti itu, namun aku juga jelas tahu, bahwa bahkan sampai detik ini jika dia masih mencintai Ibu Kandung Allen, bahkan setelah banyak waktu berlalu. Ini semua membuatku ragu soal hubungan pernikahan ini,"


Rhea mendengarkan semua curhatan itu, jelas merasa ikut sedih ketika memikirkannya, posisi Kak Stella pasti sulit.


Sekarang harus terjebak antara Ayah dan Anak itu, dua-duanya sepertinya sangat sulit untuk ditebak dan dimengerti.


"Kak Stella harus bisa melupakan Kak Allen,"


Stella selalu mencoba menghapus air matanya dan berkata,


"Itu memang sulit, semua waktu yang kalian lewati, aku benar-benar tidak mengira jika Kak Allen bisa Setega itu,"


"Harusnya aku bisa dengan mudah membencinya, hanya saja.... terkadang aku masih memiliki perasaan tidak nyaman ketika bertemu dengannya, bahkan walaupun aku berusaha untuk coba menjadi kuat dengan cara membuat dia kesal. Aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana...."


"Aku merasa sumber masalah ini sepertinya berasal dari gadis bernama Cynthia itu," kata Rhea lagi mencoba menyimpulkan.


"Ya, semua masalah ini memang berasal dari dia, dia yang muncul secara tiba-tiba dan merusak semuanya, Aku tahu semua ini memang miliknya... namun aku sungguh tidak mengira jika dia berbuat sampai sejauh Itu demi mengambil sesuatu yang aku miliki..."


"Memang aku juga sudah memiliki firasat tidak enak ketika bertemu dengannya pagi ini,"


"Semua yang dia lakukan adalah sebuah tipuan, kamu juga sebaiknya hati-hati dengan Cynthia ini," kata Stella lagi.


"Ya, aku akan hati-hati. Namun masih ada beberapa hal yang membuatku janggal, apakah benar Cynthia itu hamil anak Kak Allen? Kita berdua sama-sama tahu seperti apa Kak Allen, bahkan walaupun dia benar-benar berubah... Tapi... Entahlah aku juga tidak tahu, hanya memikirkan beberapa hal random,"


Stella lalu terdiam, tidak pernah memikirkan soal kemungkinan ini.


Yang jelas dirinya tahu jika Cynthia itu licik.

__ADS_1


"Tapi jika bukan anak Allen, memang itu anak siapa?" Kata Stella lagi.


"Hah, aku juga mana tahu. Aku hanya berpikir jika dia itu sepertinya bukan gadis yang baik,"


"Ya, itulah juga awalnya aku menentang pernikahan mereka, hanya saja, Ayah Allen terlalu lembut pada Putranya itu, dia masih menyetujui Permintaan Allen itu,"


Rhea lalu juga teringat sesuatu,


"Lalu bagaimana hubungan Kak Allen dengan Ayahnya?"


"Bagaimana aku mengatakannya? Hubungan mereka masih seperti itu, antara jauh dan tidak jauh,"


Dulu Stella selalu memikirkannya dan bertanya-tanya kenapa dirinya melihat jika Felix itu terkadang jaga jaraknya sendiri dengan Putranya, namun sekarang dirinya sudah tahu jawabannya.


Ukhhh...


Hal-hal itu pasti juga sulit untuk Paman Felix.


Sekali lagi, Stella jadi pusing sendiri ketika memikirkan hubungan Ayah dan Anak itu.


Tapi mau bagaimana lagi?


Hubungan antara dirinya dan Felix, tidak akan pernah jauh-jauh dari Allen, karena mau bagaimanapun juga, Allen masih Felix anggap sebagai Putranya.


"Sudahlah sepertinya membicarakan hal itu hanya membuat pusing saja. Aku rasa sebaiknya kita bersenang-senang dulu saja, lupakan sejenak masalah Kak Stella. Semua ini memang butuh waktu tidak bisa secara instan, aku yakin nanti ada waktunya untuk Kakak menemukan kebahagiaan, Kak Stella tidak usah terlalu cemas Aku yakin semua akan baik-baik saja, biarkan waktu yang akan menjawab, dan Kak Stella yang pasti tidak boleh gampang menyerah,"


"Ya, Terimakasih Rhea atas nasehatnya,"


Setelah mengatakan hal-hal sulit itu, mereka berdua lalu mulai memesan berapa makanan di Restoran itu, juga beberapa Desert yang terlihat sangat enak.


Stella mencoba menghilangkan kesedihannya dengan menikmati makanan-makanan itu.


Banyak hal yang ingin dia ceritakan selain dari masalahnya dengan Allen.


Namun dirinya juga tidak tahu harus memulai dari mana.


Mungkin lain waktu saja dirinya akan membicarakannya.


Untuk saat ini dirinya ingin fokus untuk menenangkan diri.


Lupakan dulu semua hal-hal rumit dan menyakinkan ini.

__ADS_1


Walaupun melupakan bukan sebuah jawaban....


__ADS_2