
Setelah turun dari Kapal Pesiar, Stella lalu mulai menjelajahi pantai, menikmati suasana di sana berlarian dengan ringan sambil menggandeng tangan Pria yang sudah menjadi Suaminya itu, terlihat sekali sedang menikmati cuaca cerah di pantai itu.
Berbeda dengan berapa orang yang saat ini menikmati waktu indah mereka.
Beberapa orang lainnya, terlihatsangat kesal dan marah.
Saat ini, Cynthia baru saja melihat kearah ponselnya, dan secara kebetulan melihat postingan di akun sosial media Stella.
Disana, Stella lihat sedang selfie di depan kapal Pesiar. Setelahnya ada beberapa foto romantis antara dirinya dan Ayah Allen dengan latar belakang Kapal Pesiar dan Lautan.
Cynthia tentu saja ingat, bagaimana sebelumnya Allen bercerita soal tiket Bulan Madu mereka yang diberikan pada Ayahnya.
Sialan!!
Allen itu benar-benar, padahal dirinya sudah meminta secara khusus untuk liburan indah setidaknya untuk acara bulan madu mereka namun dia malah menyerahkan tiket itu pada Ayahnya dan Stella yang menyebabkan itu.
Sekarang melihat mereka berdua terlihat sangat asik berlibur di sana menikmati keindahan pulau itu.
Padahal dirinya sangat ingin ke sana.
Pesta pernikahannya sungguh sangat sederhana, jadi dirinya ingin menghibur diri dengan pergi liburan di tempat indah itu, Pulau Pribadi yang setidaknya bisa membuat dirinya cukup melupakan semua kenangan-kenangan buruk soal Pesta Pernikahannya itu.
Namun dirinya malah tidak bisa kesana, dan lagi, tidak hanya tidak bisa pergi, sekarang dirinya harus berada di rumah sakit seperti ini.
Mana saat ini, bagian perutnya masih sedikit merepotkan pula.
Hih, kenapa anak ini keras kepala dan masih bisa bertahan segala sih?
Sial, hanya membuat repot orang sama seperti Ayahnya.
Semakin Cynthia berpikir, dirinya menjadi semakin kesal.
Dan semakin banyak postingan yang Stella kirimkan di Media Sosialnya.
Ada juga beberapa Story Video yang merekam tentang suasana di kapal pesiar dan bagaimana indahnya tempat itu.
Langit yang begitu biru, lautan yang biru dan cerah.
Semuanya terlihat sangat indah, dan lagi wajah bahagia Stella yang terlihat sangat menikmati semua ini.
Dirinya juga melihat bagaimana komentar di postingannya, mereka menjadi kagum dan bertanya-tanya kemana Stella pergi.
Ukhhh....
Dan apa-apaan dengan foto mesra Stella dan Paman Felix itu?
__ADS_1
Apakah dia benar-benar dekat dengan Paman Felix itu?
Akhhh....
Harusnya dirinya yang bersenang-senang....
Sialan! Sialan!!
Saat itu Cynthia sendirian di kamar, dia tidak sadar jika ternyata ada seseorang yang masuk karena Cynthia begitu asik dengan ponselnya.
Sampai orang itu sudah dekat dan berada di belakang Cynthia.
"Heh? Kamu ingin pergi berlibur di tempat seperti itu? Aku bisa membawamu kesana jika kamu ingin,"
Suara Pria itu hampir membuat jantung Cynthia berhenti saling kagetnya, Cynthia segera bergeser menjauh karena panik.
"Herry!! Apa-apaan kamu? Kenapa kamu bisa disini?"
Bukankah menjawab, namun Herry itu malah menarik Cynthia kearahnya, mencium singkat bibirnya, lalu segera mengelus perutnya dengan lembut.
"Apa lagi? Tentu saja ingin tahu keadaanmu dan calon anakku,"
Cynthia yang mendengar itu tentu saja segera mendorong Pria itu menjauh.
"Herry!! Kamu itu jaga kelakuanmu!! Sekarang kita itu tidak memiliki hubungan apapun!!"
Cynthia lalu menjadi marah dan berkata,
"Ini bukan anakmu!! Ini bukan anakmu,"
Herry hanya menghela nafasnya kalau segera berkata,
"Lalu anak siapa? Kamu sendiri yang bilang kamu belum pernah tidur dengan siapapun selain aku,"
Cynthia kemudian teringat kata-katanya sebelumnya ketika panik itu.
Cynthia sekarang tentu saja mencoba mengelak.
"Itu hanya bohong!! Ini adalah anak ku dan suamiku tentu saja,"
"Cynthia, mari lihat drama apa yang kamu lakukan kali ini? Aku yakin kata-katamu sebelumnya bukanlah kebohongan, kamu cenderung akan berkata jujur ketika kamu panik, aku tahu itu,"
"Apa-apaan? Kamu benar-benar percaya kata-kataku sebelumnya? Sungguh, ini bukan anakmu!!"
"Sudahlah, Cynthia. Sekarang jaman sudah canggih, kita hanya harus tes DNA dan semua beres, aku jelas ingat malam itu memang aku lupa tidak memakai pengaman apapun karena sudah lama tidak bertemu denganmu, dan membuatku lupa segalanya. Namun aku pikir kamu cukup waspada dan minum obat biasanya, aku sungguh terkejut melihat kamu bisa benar-benar hamil,"
__ADS_1
Cynthia yang merasa tidak lagi memiliki alasan, lalu segera menjadi marah, dan mulai memukup Herry dengan bantal di sampingnya.
"Kamu itu yang brengsek!! Bisa-bisa tidak memakai hal penting semacam itu!! Benar-benar brengsek!!"
"Ayolah, semua sudah terjadi, lagipula salahmu sendiri tidak meminumnya,"
Cynthia yang masih kesal memiliki Herry lagi.
"Aku sudah tidak memiliki hal-hal itu sialan!!"
Herry akhirnya yang tidak tahan segera ngambil bantal itu dan menyingkirkan nya.
"Sudahlah, Cynthia sebaiknya jangan marah-marah terus, itu benar-benar tidak baik untuk calon anak kita,"
"Brengsek!! Aku benar-benar tidak sudi memiliki anak darimu!!"
"Tapi kamu toh akan memilikinya satu,"
"Hah, aku jelas akan mencari cara untuk...."
Belum sempat Cynthia selesai berbicara, Herry segera menutup mulut Cynthia dengan tangannya.
"Awas saja jika kamu benar-benar berani mengugurkan anak itu, kamu jelas berurusan dengan orang yang salah, kamu kenal aku dengan baik, coba pikirkan, apa yang akan aku lakukan berikutnya jika kamu berani melakukannya,"
Setelah mendengar kata-kata dingin dan penuh intimidasi itu, Cynthia lalu segera diam dan tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
Karena dirinya juga tahu, seperti apa Pria didepannya ini.
"Lalu apa maumu hah? Apa? Aku saat ini sudah menikah dengan orang lain,"
Setelah mengigat fakta ini jelas saja, Herry merasa kesal dan marah.
"Memang, kamu itu benar-benar sekali sampai menikah dengan orang lain, hal-hal apa yang sebenarnya kamu mainkan hah? Kamu jelas hamil Anakku namun menikah dengan orang lain, benar-benar tidak tahu malu,"
Cynthia lalu mencoba pura-pura menangis.
"Apa lagi yang bisa aku lakukan? Saat itu aku hamil, dan tidak tahu harus berbuat apa.... Aku tidak tahu bagaimana cara menghubungimu, jadi... Jadi aku... Aku mencoba beberapa cara untuk bisa menikah dengan pria itu,"
Herry kelas bisa melihat ke pura-puraan dari wanita di depannya itu.
"Sudahlah, jangan bersandiwara didepanku, hal-hal seperti itu mungkin akan mempan dan menipu orang lain, tapi tidak denganku, sekarang jawab saja dengan jujur,"
Cynthia hanya bisa menghapus air mata palsunya itu lalu segera berkata dengan ekspresi kesal.
"Jelas aku ingin balas dendam,"
__ADS_1
"Balas dendam? Untuk?" tanya Harry dengan ekpersi heran.
"Herry, kamu harus tahu banyak hal yang terjadi padaku saat aku di culik hingga bisa sampai di Kota S.... Alasan kenapa aku di culik...." kata Cynthia lagi.