Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 73: Awal dari Semua ini


__ADS_3

Mendengar kata-kata itu, Herry jelas menjadi heran lalu segera bertanya karena penasaran.


Sebelumnya, dirinya hanya tahu jika Cynthia kembali ke Keluarga Aslinya di pertemuan mereka bulan lalu, namun Cynthia ini tidak pernah bercerita tentang apa alasan lainnya.


"Kamu di culik?"


"Ceritanya intinya sangat panjang sekali, jadi aku akan mengatakannya dengan singkat,"


Cynthia menjadi bingung sendiri akan memulai dari mana.


"Ya, singkat saja,"


"Dulu, Ayah Kandungku yang Brengsek itu pernah berselingkuh dengan seorang wanita hingga membuatnya hamil dan membuat wanita itu kehilangan kewarasannya, karena ditinggal setelah dia hamil. Kamu tahu Identitas wanita itu? Dia adalah Kakak dari Paman jahat yang selalu menyiksaku sejak kecil, kamu tahu Paman Radit kan?"


Herry itu saja tahu soal semua masa lalu wanita yang ada di depannya itu.


"Ya, Pamanmu yang gila dan menyebalkan itu. Jadi ternyata kamu bukan keponakannya, namun kamu itu di culik,"


"Ya, begitulah. Belajar hal hal ini setelah menjebloskan Paman sialan itu ke Penjara,"


"Dia sudah ada di penjara lalu apa lagi masalahnya?"


"Apakah kamu tahu, rencana Paman Radit ternyata tidak sesederhana itu,"


Herry menatapnya dengan ekpersi heran,


"Apa lagi?"


"Keponakannya yang Asli, yang dia taruh di Panti Asuhan, entah bagaimana berhasil dia masukan ke Keluarga Chastalope untuk mengantikan aku, Paman sialan itu benar-benar memanfaatkan kondisi Ibuku yang memang memiliki emosi labil, karena penampilan kecil kami sedikit mirip. Gadis itu, Stella Chastalope, dia selama ini hidup enak dan senang, sedangkan aku, kamu tahu sendiri kehidupanku seperti apa,"


Mendengar cerita itu Herry lalu segera tertawa,


"Astaga, ternyata ada lelucon seperti itu,"


"Aku berbicara serius,"


"Baik-baik, aku kurang lebih tahu apa yang kamu maksud, jadi apa hubungannya ini dengan kamu balam dendam dengan menikah?"


"Yang aku Nikahi awalnya ada Tunangan dari Stella Chastalope itu!! Sungguh aku tidak akan bisa hidup tenang jika tidak melihat Stella itu menderita!!"


Herry lalu terdiam sebentar, mencoba memikirkan situasi yang terjadi namun dia segera tertawa lagi,


"Astaga, Sayang aku pikir aku cukup gila, tapi ternyata kamu lebih gila dariku, jadi kamu merebut paksa Tuanangan dari gadis bernama Stella ini? Untuk membuat dia kesal dan menderita?"


"Kurang lebih seperti itu,"


"Kamu mengunakan kehamilanmu itu, untuk hal-hal ini?"


"Itu benar, aku awalnya cukup putus asa bagaimana mengambil hati Pria Plin-plan itu, namun tidak aku kira kehamilanku ini benar-benar bisa di manfaatkan,"


"Syukurlah kalau kamu suka hadiah dariku,"

__ADS_1


Cynthia yang mendengar itu jelas merasa marah dan mulai melempar Herry dengan bantal disana.


"Brengsek!!"


"Tapi Cynthia, aku tidak suka bagaimana kamu menikah dengan orang lain!!!"


"Herry, sudahlah kamu diam saja, rencanaku sudah berjalan setengah jalan. Yang aku minta darimu, tolong jangan mengacaukan semua ini!!"


"Aku tidak bisa!!"


"Herry, jika kamu berani berbuat macam-macam dan sampai membuat rencanaku berantakan, aku benar-benar akan mengugurkan kandunganku!!"


Herry menjadi terdiam.


"Cynthia, kamu ternyata benar-benar sialan!!"


Keduanya berdebat panjang, sampai ada suara di pintu.


Cynthia jelas tahu siapa yang saat ini sepertinya ada di pintu, itu...


Jangan bilang itu Allen?


Apakah dia sudah selesai mengantarkan Bibinya keluar?


Sungguh, sial sebelumnya Sepupu Allen itu kutanya macam-macam soal hal-hal yang dirinya alami dan kenapa dirinya sampai bisa terjatuh di kamar mandi.


Tentu saja dirinya berbohong dan bilang itu terpeleset, tidak mungkin dirinya bilang bertemu dengan Herry sialan ini.


Herry bukan tipe orang yang mau terlalu banyak berpikir.


Dirinya juga tahu, kalau Cynthia ini keras kepala, benar-benar wanita gila yang susah di atur.


Dari pada hal-hal nekat terjadi, sementara ini ikuti saja dulu permainannya itu.


"Baiklah, aku akan menurut, ingat kata-katamu itu, dan ingat lagi, jangan pernah membiarkan kamu disentuh olehnya!!"


"Diamlah! Aku akan melakukannya!!"


Ini kebetulan adalah ruang paviliun di Rumah Sakit, dan ada jendela terbuka disana jadi, Herry segera pergi menyelinap keluar dari jendela.


Cynthia akhirnya merasa lega.


Urusan dengan Herry ini akan menjadi sulit.


Sialan, hah dan sekarang Stella itu malah sedang bahagia-bahagianya lagi...


Dirinya jelas tidak bisa melihat orang itu tapi bahagia...


Setelah apa yang dirinya alami selama ini!!


Stella lihat saja, ini semua salahmu!!

__ADS_1


Aku akan membalasmu!!


Kamu yang berani merebut semua dariku, akan aku rebut semua darimu!


Sialan!


####


Kembali ke tempat dimana Stella berada, saat itu hari sudah menjelang sore.


Stella yang berputar-putar di pantai selama seharian itu, akhirnya ingin pergi ketempat mereka akan menginap.


Saat ini mereka masih di pantai, Stella baru saja bermain-main dengan air.


Felix yang dari tadi mengikuti wanita itu berkeliling, kakinya menjadi sangat pegal sekali.


Dirinya hanya bisa merasa heran Bagaimana seorang wanita bisa memiliki kaki yang tangguh, bisa-bisanya Stella berlarian seperti itu sepanjang pantai, namun tidak terlihat lelah sama sekali.


Dia juga bermain air dengan puas di pantai, bahkan hampir membuat semua bajunya basah.


"Stella, lihat bajumu seperti itu, Apakah kamu tidak masuk angin?"


Felix gelas bisa melihat bagaimana baju Stella basah, baju yang sedikit tipis itu, benar-benar menjadi transparan setelah terkena air, benar-benar hampir terlihat hal-hal yang ada di dalamnya.


Felix tidak berani melihat ke arah wanita itu lebih dalam.


Hanya bisa, melepaskan kemeja luar yang dipakainya pada Stella.


Stella Tentu saja tidak memperhatikan Bagaimana bajunya menjadi transparan.


Dia kaget mendapati uluran baju kearahnya tiba-tiba.


"Apa ini Paman?"


"Sudahlah, pakailah, kamu tidak lihat bajumu basah?"


"Tidak apa-apa basah, toh nanti ketika kita pergi ke Pembinaan Aku akan segera ganti baju,"


Pria itu terlihat bingung bagaimana cara menjelaskannya, dan sekali lagi hanya menunjuk kearah dada Stella.


"Stella, apakah kamu tidak lihat soal bajumu? Itu sekarang semua terlihat jelas, siapa yang ingin kamu tujukan hal-hal itu hah?"


Stella lalu segera melihat bajunya yang benar-benar terlihat transparan karena terkena air itu, dan merasa lalu, segeralah Stella menutupi dirinya dengan pakaian yang Felix berikan.


"Itu... Aku benar-benar terlalu asik bermain, tapi ini lucu, jadi dari tadi Paman terus menatap Aneh ke arahku karena ini?"


"Aku tidak menatapmu!!"


"Pffff.... Paman tidak usah malu-malu, Paman jelas sudah melihat segalanya sebelumnya, tidak ada yang perlu ditutupi lagi, namun setelah kita sampai di Kamar, jelas Paman bisa melihat segalanya segera,"


Pria itu yang bisa-bisanya di goda oleh wanita yang lebih muda darinya itu merasa malu sendiri.

__ADS_1


"Stella, berhentilah bicara omong kosong seperti itu! Atau aku akan benar-benar membuatmu tidak bisa berdiri dan bangun dari tempat tidur besok! Sehingga kamu tidak jadi liburan!" kata Felix dengan nada kesal.


__ADS_2