Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 77: Sebuah Insiden


__ADS_3

Allen menatap heran pada Pemuda yang ditemuinya itu, jelas merasa sangat penasaran kenapa pemuda itu dari tadi menatap dirinya.


"Maaf, kenapa anda dari tadi menatap saya? Saya benar-benar minta maaf, soal sebelumnya,"


Kata-kata Allen itu, menyadarkan lamunan Herry.


Dirinya lalu kembali ingat kenapa dirinya disini,


"Hah, kamu itu sungguh sembarangan, main lempar-lemparan Ponsel segala!!"


"Aku benar-benar minta maaf,"


Herry lalu ingat, betapa kesalnya dirinya melihat Pria ini menikah dengan Cynthia, emang lebih baik untuk memberinya beberapa pelajaran hanya untuk melampiaskan amarah yang ada dalam dirinya.


Lupakan soal kenapa wajahnya sedikit mirip dengan Ayahnya, mungkin lain waktu akan dirinya selidiki, apakah itu anak haram Ayahnya atau sesuatu, atau hanya benar-benar kebetulan semata.


PLAKKK


Pukulan itu jelas mendarat di pipi Allen, Allen yang tidak tahu apa-apa itu jatuh ketanah merasa kesakitan dengan pukulan itu.


Dirinya jelas tidak mengerti kenapa dirinya dipukul dirinya mengaku salah telah melempar ponsel namun dirinya sudah minta maaf dan apa-apaan sih orang di depannya ini main pukul sembarangan.


Dirinya sudah mencoba menahan emosinya, karena dirinya merasa selalu dipandang rendah oleh orang-orang, termasuk Kakek dan Neneknya, lalu berikutnya oleh Cynthia.


Dan kali ini ada orang asing yang memukul nya penuh emosi seperti ini padahal dirinya sudah bersikap sopan, orang tidak dikenal yang merendahkan dirinya.


Jelas, Allen yang saat ini memiliki emosi labil itu juga mulai tersulit emosi dirinya segera bangun dan memukul pria di depannya itu.


"Kamu!! Kamu sungguh berani!!" Kata Herry yang kena pukul itu.


Jelas, pipinya terasa sakit karena pukulan Allen.


"Aku sudah bersikap sopan, tapi apa yang kamu lakukan? Kamu yang memulai memukul ku terlebih dahulu!!" Kata Allen dengan emosi.


Jelas hal itu membuat Herry yang pada dasarnya sangat gampang emosi itu menjadi tambah emosi.


Dia tanpa segan-segan langsung menarik Allen kearahnya dan memukul Allen, sampai Allen terlebar ketanah.


Jelas, melihat Allen berdarah di pipinya dan jatuh ke tanah itu membuat Herry merasa puas.


Allen tentu saja tidak tinggal diam, iya segera bangun lagi dan mendorong Herry sampai Herry jatuh ketahan, kemudian mulai memukul perutnya.


Pukulan itu sangat menyakitkan, Herry segera mencoba mendorong Allen menjauh, namun susah Allen terus menekannya agar dirinya tidak bisa bergerak.


"Sebentarnya apa maumu hah? Aku jelas sudah minta maaf sebelumnya!!"


Herry yang mendengar itu, lalu segera tertawa,


"Apa mauku? Aku hanya ingin melihat kamu babak belur,"


"Kamu kurang ajar sekali!! Jelas aku merasa tidak memiliki urusan apapun denganmu kenapa kamu seperti itu?"

__ADS_1


"Ahahaha.... Aku hanya sangat muak melihat wajahmu itu!! Yang entah kenapa mengigatkanku pada wajah Adikku yang menyebalkan itu,"


Allen yang tiba-tiba mendengar itu tentu saja merasa kaget.


"Hah, kamu itu hanya bicara omong kosong,"


"Wow, tapi sungguh kamu itu memiliki wajah yang hampir mirip dengan Adikku, sungguh sangat kebetulan orang-orang menyebalkan memiliki wajah yang sama,"


Mendengar hal itu, hati Allen jelas menjadi gundah, setelah mendengar kata-kata itu.


Ada seseorang yang memiliki wajah cukup untuk dengannya?


Bagaimana bisa?


Tidak.


Tungguin hanya kebetulan saja terkadang, beberapa orang memang akan memiliki wajah yang cukup mirip.


Jelas ini semua hanya kebetulan.


Benar, ini benar-benar tidak mungkin hal-hal yang lain.


Allen mencoba berpikir positif, namun tetap saja entah kenapa hal-hal ini benar-benar menggangu dirinya.


Apakah itu karena dirinya masih kepikiran, soal bagaimana dirinya tidak memiliki kemiripan dengan Ayahnya, bahkan Ibunya.


Yah...


Allen yang terlihat mulai melamun itu, jelas membuat Herry menemukan cela, untuk sekali lagi mendorong Allen dan melemparnya ke badan jalan.


Itu benar, gerbang belakang Rumah Sakit, tepat di samping jalan raya yang begitu ramai.


Allen benar-benar tidak merespon dengan baik, sampai dia jatuh ke aspal.


Namun siapa yang tahu bahwa tiba-tiba ada mobil lewat yang tidak jauh dari sana.


Herry yang melihat itu juga panik, nya tidak bermaksud mencelakakan nya sampai segitunya.


"Awas!!"


Namun itu terlambat, karena mobil itu begitu kencang hingga menabrak Allen hingga terlempar sampai beberapa meter.


Allen jelas langsung tidak sadarkan diri setelah tertabrak itu, darah dia bisa terlihat dimanapun.


Herry dengan panik langsung mendatangi Allen yang terkapar di aspal itu.


Sial, melihat keadaan Allen itu, jelas saja Herry menjadi binggung.


Astaga, jika Cynthia tahu, Cynthia jelas akan sangat marah besar.


Tidak, dia tidak boleh sampai tahu jika dirinya yang menyebabkan hal-hal ini.

__ADS_1


Namun saat ini ada begitu banyak orang yang ada di sekitar mereka.


Jelas saja di bawah pandangan semua orang dirinya tidak bisa pergi begitu saja.


Bisa-bisa hal ini malah menjadi lebih heboh dan merepotkan, kalau sampai Ibunya atau Kakeknya tahu dirinya membuat masalah, sampai hampir membuat orang celaka seperti ini, jelas ini akan sangat merusak reputasinya.


Sebelumnya dirinya sempat berkelahi dengan beberapa orang menyebalkan, dan akhirnya dirinya diasingkan di Kota S.


Tidak.


Hal-hal seperti itu tidak bisa terulang lagi.


"Tolong, segera panggilkan Perawat didalam, ini teman saya, kamu hanya sedikit bertengkar dan tidak tahu jika ada mobil disana," kata Herry berpura-pura ramah dan terlihat cemas.


Segera seorang satpam datang dan sigap untuk memanggil Suster didalam.


Pengendara mobil itupun turun, dan hanya bisa menjadi begitu cemas soal hal berikutnya yang akan terjadi.


Saat ini, Herry berada di depan ruang UGD, jelas menunggu dengan cemas bagaimana keadaan orang di dalamnya.


Dirinya jelas tidak berani menghubungi Keluarga orang ini.


Seorang Perawat mulai keluar dan segera berkata,


"Apakah anda Keluarga Pasien?"


"Maaf, saya bukan. Saya hanya kebetulan menolongnya,"


"Sebaiknya segera hubungi Keluarga Pasien, saat ini keadaan Pasien sedang Kritis yang membutuhkan tanda tangan Keluarganya untuk melaksanakan prosedur Operasi,"


Mendengar kata-kata dari Perawat itu, jelas Herry menjadi pucat.


Astaga, sial.


Kenapa Pria bernama Allen ini bisa memiliki nasip yang begitu buruk?


Mereka berdua hanya bertengkar sebentar, dan sangat sial Allen malah tertabrak mobil sampai seperti ini.


"Baik, saya akan coba hubungi,"


Namun belum lama ketika seorang Perawat lain keluar dari Ruang IGD dengan cemas.


Perawat itu terlihat sedang berbisik-bisik pada Perawat yang Herry ajak bicara.


"Ada apa lagi ini?" Tanya Herry setelah melihat wajah cemas dari dua Perawat itu.


"Jadi, Pasien benar-benar membutuhkan darah segera karena mengalami pendarahan hebat, namun stok darah yang sesuai dengan Pasien sedang habis, karena golongan darah pasien sangat langka,"


Melihat itu, Herry jelas memiliki firasat buruk.


Hah, masalah ini malah menjadi semakin panjang, padahal dirinya ingin segera pergi dari tempat ini.

__ADS_1


Sekarang bagaimana?


__ADS_2