
Hari-hari berjalan cukup damai selama beberapa saat setelah Allen sadar.
Pemulihan kesehatan Allen juga berjalan dengan baik, selama Allen di Rumah Sakit, Felix lebih banyak menjaganya, namun terkadang memang suka berganti-ganti dengan Cynthia.
Stella kadang bisa melihat bagaimana Cynthia itu terlihat enggan sekali ketika diharuskan untuk menginap di rumah sakit untuk menjaga Allen.
Stella tentu saja lalu merasa gemes dan kesal melihat sikap sok Cynthia itu.
Dasar kurang ajar, apa saja begitu dirinya menemukan bukti yang cukup banyak jika Cynthia itu berselingkuh, juga ada kemungkinan jika anak yang dia kandung itu anak Allen, dirinya segera akan membongkar kejahatan dan kebusukannya.
Jelas, Stella merasa sangat muak dengan tingkat Cynthia itu.
Soal, Herry-Herry itu yang ternyata Tuan Muda dari Keluarga Musuh, yang Stella tahu bahwa Ayahnya itu jelas memiki hubungan yang sangat buruk dengan Paman Felix.
Melihat Paman Felix bertengkar dengan Seseorang bernama Richard Maximilian dengan exterm sebelumnya, dan sekarang Putra orang itu benar-benar membuat masalah dengan memiliki hubungan dengan Istri Allen.
Sepertinya hal-hal akan menjadi lebih rumit jika ini terbongkar.
Menjadi perang dunia ke 5.
Hah, namun nasi sudah menjadi bubur, sepertinya memang hal-hal itu tidak bisa dihindari cepat atau lambat yang namanya kebusukan pasti juga akan terbongkar.
Stella hanya bisa menghindari itu untuk sementara, dan menikmati hari-hari damai, bagaimana soal hubungan antara dirinya dan Paman Felix jelas menjadi lebih baik sejak beberapa hari belakangan ketika mereka merawat Allen bersama di Rumah Sakit.
Namun sayangnya masalah segera muncul ketika, Allen yang sudah pulih itu, hendak kembali ke Rumah.
"Ya, Tuan Muda Allen dah cukup baik dan bisa segera dibawa pulang ke rumah,"
Mendengar kata-kata dokter itu, jelas Felix menjadi senang.
"Baik dokter, itu bagus. Segera saja urus untuk ke pulangnya,"
Dokter itu lalu mengangguk dan pergi dari ruangan itu untuk mengurus soal Kepulangan Allen.
Cynthia berada di ruangan itu juga menjadi senang melihat Allen akan segera pulang.
"Sayang, ini bagus kita akan segera pulang, ku akan membantu beres-beres, mari nanti kita segera pulang Ke Rumah Keluarga Chastielo,"
Kata-kata itu memang terlihat cukup wajar, karena memang Allen tinggal disana.
"Ya, aku juga sudah sangat bosan untuk berada di rumah sakit terus," kata Allen merasa sedikit lega karena akhirnya bisa segera pulang.
Felix yang mendengar itu, tidak terlalu memikirkannya.
Tapi Stella kebetulan berada di ruangan itu, jelas bisa melihat senyuman jahat dari Cynthia kearahnya.
Dari sini, Stella baru ingat bahwa itu artinya dirinya akan tinggal satu rumah lagi dengan Cynthia busuk ini.
Dan pastinya tidak ada hal yang baik untuk tinggal dengan orang itu.
Namun sekarang, Stella juga tidak bisa mengatakan apa-apa, aku takut malah itu menimbulkan beberapa kebencian dan rasa tidak nyaman dengan Allen dan Felix.
Tenang, Stella saat dirimu memiliki kartu Truf Cynthia, path atau lambat gadis busuk itu jelas akan pergi dari rumah Keluarga Castielo, sabar saja untuk sesaat.
__ADS_1
####
Malam akhirnya tiba, ketika Allen yang saat ini masih mengunakan Kursi Rodanya sudah sampai di halaman Rumah Keluarga Chastielo.
Saat ini Cynthia dengan mata bersinar menatap kearah Rumah Besar itu.
Memikirkan, dia akhirnya bisa tinggal di rumah megah Keluarga Chastielo.
Dan tentu saja ini jauh lebih besar dari pada Rumah Keluarga Chastalope.
Akhirnya impiannya untuk memasuki Rumah ini segera terwujud, setelah bisa menikahi Allen.
Rumah yang mana di masa depan juga akan menjadi miliknya dan Allen.
Felix yang kebetulan tiba-tiba ada acara, tadi langsung pergi begitu sampai di gerbang besar.
Stella berjalan lebih dulu untuk masuk ke dalam Rumah, dan segera Pelayan di Rumah itu langsung menyapanya dengan ramah.
"Selamat Datang Nyonya Stella,"
Cynthia bisa melihat bahwa Stella itu diperlakukan dengan nyaman dan baik oleh para Pelayan.
Hpmh, bahkan Cynthia bisa melihat bagaimana Para Pelayan mulai membantu melepaskan mantel tebal yang Stella kenakan, bahkan langsung ditawarin minuman.
Dan itu bahkan tanpa disuruh.
Namun, tiba-tiba ketika giliran dirinya dan Allen yang masuk, tidak ada perlakuan spesial sama sekali.
Bahkan tidak ada senyum sama sekali terutama setelah melihat dirinya.
Cynthia jelas merasa tersinggung.
Apa-apaan dengan perbedaan perlakuan ini?
Ukhh, awas saja setelah ini dirinya apaan membuat perhitungan dengan Para Pelayan Menyebalkan itu!!
Apakah mereka tidak sadar?
Jika dirinya juga adalah Nyonya Keluarga Chastielo, dan akan tinggal di rumah ini mulai sekarang.
"Pelayan, tolong bantu Aku untuk mendorong Kursi Roda Allen, kalian tidak peka sekali dasar,"
Seorang Pelayan yang tiba-tiba kena marah itu, jelas mencoba membela diri,
"Maaf, Nyonya, kami kira anda akan mengurus Tuan Muda Allen sendiri,"
"Kalian semua susah harusnya paham sudah aku harus aja perjalanan jauh, harusnya kalian peka, dan siapkan kami berdua minum, antarkan ke Kamar Allen nanti, tidak boleh telat dan secepatnya,"
Stella yang ada didalam jelas melihat sikap arogan yang dimiliki Cynthia itu.
Stella merasa sepertinya setelah orang itu masuk tidak akan ada kedamaian, namun jelas dirinya tidak akan membiarkan Cynthia itu berbuat seenaknya saja.
Setelah itu, Pelayan segera membawa Allen ke Kamarnya bersama Cynthia, dan Stella kamarnya juga kebetulan di atas terpaksa juga ikut dengan mereka.
__ADS_1
Namun sebelum Stella masuk ke kamarnya, dirinya sudah dicegat oleh Cynthia, yang sepertinya sudah membiarkan Pelayan mengurus Allen di dalam kamar itu.
"Hpmh, Stella lihat saja aku tidak akan pernah membuat hidupmu nyaman di rumah ini,"
"Apa-apaan kamu!!! Jelas, kamu itu yang seharusnya ingat, jelas aku ada Nyonya Keluarga Chastielo, Istri Felix Chastielo jelas aku memiliki wewenang dan kekuasaan lebih besar daripada kamu, dan kamu ini sebenarnya adalah Menantu Tiriku mulai sekarang, jadi yang seharusnya menjaga etika dan bersifat lebih sopan padaku,"
Mendengar itu, Cynthia lalu tertawa,
"Nyonya Keluarga Chastielo katanya? Itu jelas hanya dalam nama, aku yakin Paman Felix itu jelas tidak menganggapku sebagai Istrinya, kamu ini hanya Istri dalam nama, jangan berlagak sok berkuasa,"
"Hah, kamu itu jangan bicara sembarangan!!"
"Jelas, aku mengatakan kenyataannya!! Kamu itu ya, Stella hanya di nikahi oleh Ayah Allen karena terpaksa saja, dia jelas tidak akan mencintaimu, tumbuh dan lihat kamu lah orang pertama yang akan segera diusir dari rumah ini!!"
Stella yang mendengar nada arogan itu, jelas menjadi marah.
"Hah, kamu ini benar-benar sangat sembarangan sekali!! Kamu jelas tidak tahu apa-apa soal hubunganku dan Suamiku Felix!!"
"Tidak tahu apa? Aku jelas tahu, aku tahu jika Ayah Allen itu hanya dan masih sangat mencintai, Almarhumah Ibu Kandung Allen, kamu itu hanya Istri di atas kertas!!"
"Diam kamu!!"
"Lihat, kamu mungkin bahkan masih belum di sentuh oleh Ayah Allen itu bukan? Kamu pasti benar-benar tidak dianggap sebagai Istrinya!"
Stella nggak merasa kesal mendengar ocehan itu dan merasa tidak ada gunanya untuk berbicara dengannya lebih jauh.
Jadi Stella segera memutuskan untuk menutup pintu kamarnya, dengan suara keras agar Cynthia merasa kesal.
Di tempat lainnya, saat ini Allen yang sudah berbaring dikamarnya, memiliki perasaan yang tidak nyaman.
Allen merasa kepikiran dengan surat aneh yang dirinya dapatkan di Rumah Sakit sebelumnya.
Soal, bagaimana dirinya memiliki golongan darah yang berbeda dengan Ayahnya.
Ini jelas membuat dirinya kepikiran, Allen mencoba berpikir realistis mungkin golongan darahnya sama dengan Ibunya?
Namun tetap saja hal-hal yang ada disurat itu membuat Allen merasa sangat tidak nyaman, sesuatu tertulis seperti ini,
'Allen Chastielo, Apakah kamu yakin, Kamu adalah Putra dari Felix Chastielo? Kalian memiliki golongan darah yang berbeda, golongan darahmu cukup langka, B Negatif.... Dan jika melihat lagi, kamu dan Felix Chastielo tidak memiliki kesamaan, baik wajah atau apapun, apakah kamu yakin adalah Putranya?'
Ukhh, Allen mencoba menyakinkan dirinya jika ini omong kosong...
Namun kenapa di hati kecilnya dirinya merasa sedikit ketakutan dan terganggu oleh kata-kata ini?
Apakah...
Apakah dirinya perlu untuk menyelidiki ini?
Ya, dirinya mungkin harus menyelidiki ini untuk membuat dirinya yakin bahwa dirinya memang Putra dari Ayahnya, Felix Chastielo, dan tidak lagi rasa terganggu oleh omong kosong semacam ini.
Bila perlu mungkin nanti mencoba beberapa Tes DNA atau sesuatu.
Dengan perasaan kesal, Allen lalu mulai meremas kertas ditangannya itu, dan membuangnya ke luar jendela kamarnya.
__ADS_1