Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 70: Curhatan Hati


__ADS_3

Felix berteguh setelah mendengar ucapan Stella barusan.


"Hah, aku juga menjadi sangat penasaran kenapa kamu memilihku, dari semua orang,"


Stella sekarang memandang ke arah langit seolah mencoba mencari jawaban di langit biru yang terlihat tidak terbatas itu.


Dia benar-benar memikirkan alasannya hari itu.


"Awalnya itu karena aku begitu putus asa, sampai-sampai Aku tidak tahu harus berbuat apa, rasanya hari itu Aku telah kehilangan segalanya, setelah bahkan Allen meninggalkanku,"


Pandangan Felix mulai menatap kearah wanita yang ada di sampingnya itu, mencoba mencari kejujuran di balik kata-katanya.


"Lalu?"


"Dan begitulah aku bertemu dengan Paman Felix. Apakah Paman Felix. Percaya? Aku ingin menikah denganmu karena aku terpesona denganmu dari Pandangan Pertama saat aku menabrakmu di lorong tempo hari,"


Felix menjadi diam karena tidak pernah mengira jawaban itu akan keluar dari mulut Stella.


"Namun itu jelas bukan pertemuan pertama kita,"


"Ya, aku jelas saja tahu. Aku dan Allen sudah akan menikah, bagaimana aku tidak pernah bertemu dengan Ayah Allen? Namun, sejujurnya aku juga cukup jarang untuk bertemu dengan Paman sejak kecil, bukankah begitu?"


Setelah mendengar kata-kata itu, Felix mulai memikirkan lagi tentang kejadian-kejadian di masa lalu.


Memang, sejak dirinya tahu jika Allen bukan Putra Kandungnya, dirinya menjaga sedikit jarak dengan anak itu, dan mereka menjadi jarang bertemu.


Dan setelah Allen menjadi sedikit lebih besar, Allen tidak pernah lagi bercerita sesuatu tentang dirinya kepadanya, termasuk siapa temannya, atau hal-hal apa yang dia suka.


Mereka hanya berkomunikasi seadanya.


Karena dirinya memang sering berada di Luar Negeri daripada berada di rumah.


"Kamu benar, aku bahkan tidak datang ke Acara Pertunangan Putraku bukan?"


Stella jadi teringat hari pertunangannya dengan Allen, saat itu mereka masih muda jadi mereka tidak membuat pesta yang cukup besar, punya dihadiri beberapa kerabat.


Namun, memang benar Ayah Allen tidak datang hari itu.


"Apakah Paman selalu menghindari Allen selama ini?"


Tatapan Felix sekarang Kembali menuju ke arah lautan luas di depan mereka.

__ADS_1


"Sejujurnya aku tidak tahu harus bersikap seperti apa ketika melihat anak itu,"


Felix merasa, mungkin cukup baik untuk mencoba bercerita tentang hal-hal yang dirinya alami dan rasakan selama ini.


Mungkin bisa sedikit mengurangi beban dalam hatinya.


Toh, Stella sudah tahu kenyataannya.


"Aku tahu, itu pasti sulit setelah tahu jika Allen ternyata bukan Putra Paman,"


"Ya itu benar sekali. Sampai saat ini aku masih sangat sulit untuk menerima fakta bahwa Allen bukan Putraku. Aku sangat menyayangi Allen, namun juga memiki beberapa kebencian padanya, aku sendiri paham jika aku ini tidak masuk akal, dan tidak pernah menjadi Ayah yang baik untuknya,"


Stella mengelengkan kepalanya, lalu berkata,


"Tidak, aku kira Paman adalah Ayah yang baik, bahkan setelah tahu kenyataannya, tentang Allen, Paman masih mengagap Allen sebagai Putra Paman, dan membesarkannya sampai sekarang sebagai Keluarga Chastielo, Paman tidak pernah benar-benar berbuat kasar atau tidak adil pada Allen, walaupun sedikit canggung, aku tahu Paman selau mengirimkan Hadian Ulang Tahun untuk Allen, bahkan walaupun Paman tidak datang,"


"Itu benar, aku memang masing sangat sayang pada Allen, Putraku. Untukku, dia memiliki peran banyak dalam hidupku, putraku yang sangat berharga dan aku sayangi, namun ketika aku melihat kearah wajahnya, ku selalu menjadi teringat tentang penghianatan Ibu anak itu,"


"Ya, itu cukup masuk akal. Itu pasti sangat berat untuk mengingat semua hal itu ketika menatap Allen,"


"Rasanya sangat frustasi ketika mengingat semua itu semua masalalu buruk yang aku alami,"


"Hah, aku juga tidak akan pernah mengira hal-hal bisa seperti itu, dan bagaimana bisa Almarhum Ibu Paman itu berselingkuh?"


Dirinya masih tidak ingin mengakuinya, namun setelah bertahun-tahun berlalu dan dirinya memikirkan soal hal itu, dirinya paham.


"Itu bukan salah Shopia dari awal,"


Stella yang mendengar hal itu tentu saja menjadi terkejut,


"Bagaimana bisa? Tapi dia berselang dan Allen merupakan...."


"Shopia mungkin sudah memiliki Allen sejak sebelum menikah denganku,"


"Bukankah itu artinya dia menipu Paman?"


Ekpersi Felix negara berubah dan sekarang menjadi wajah yang penuh dengan kesedihan, seolah ingin menagis, namun tidak bisa.


"Dia tidak pernah menipuku..."


"Apa maksud Paman? Jika dia tidak menipu lalu...."

__ADS_1


"Kamu tahu Stella? Cinta kadang bisa membuat seseorang bertindak diluar logika, aku tidak sebaik yang kamu kira, aku adalah seseorang yang teropsesi pada cintaku pada Shopia... Dari awal aku tahu Shopia sudah memiliki Kekasih, namun aku yang menjerat dia agar mau bersamaku. Aku yang memaksa dia untuk menikah denganku, aku yang memaksa dia berpisah dengan Kekasihnya.... Itu semua adalah salahku dan obsesiku kepadanya,"


Stella yang mendengar kata-kata itu jelas aja menjadi syok dan tidak tahu harus berkata apa.


Sepertinya kenyataan yang sebenarnya soal hubungan masa lalu mereka lebih buruk daripada yang dirinya kira.


Awalnya, dirinya kira ini hanya kasus perselingkuhan seperti itu, namun sepertinya cerita dibalik tidak akan menjadi hal yang mudah, namun hal yang sangat rumit.


Ini mengingatkan Stella pada CEO dari perusahaan musuh mereka yang tempo hari bertengkar dengan Paman Felix.


"Namun aku pikir, Ibu Kandung Allen itu tetap keterlaluan, walaupun Paman mungkin salah, dia tidak bisa memperlakukan Paman sampai seperti itu, menipu soal anak yang dia kandung,"


Felix yang mendengar itu hanya bisa tersenyum.


Entah apa maksud dari senyuman itu.


"Aku benar-benar tidak bisa menyalahkan dia soal ini. Saat itu, jika dia bilang soal anak yang dia kandung adalah anak mantan Kekasihnya yang aku pikir sudah meninggal itu, pasti aku akan memaksa dia mengugurkannya... Aku ini tidak sebaik yang kamu kira,"


Setelah mendengar kata-kata yang terkesan jahat ini, Stella menjadi hingga harus merespon seperti apa.


"Tapi pada akhirnya, Setelah semua yang terjadi Paman tidak pernah meninggalkan Allen, dan membesarkannya dengan baik, dan bahkan mencoba melindungi kehormatan Ibu Kandung Allen. Paman masih menjadi orang yang sangat baik di mataku. Bahkan walaupun mungkin dimasalalu, Paman memiliki begitu banyak kesalahan... Namun sekarang tidak apa-apa, semua orang selalu bisa berubah. Paman Felix juga berhak untuk berbahagia, dan jangan terlalu terpaku pada masalalu, semua itu sudah terjadi lama sekali, hal-hal tidak bisa diubah. Paman harus lebih memperhatikan lagi diri Paman, dan mencari kebahagiaan Paman sendiri, untuk sekarang dan dimasa depan,"


Mendengar kata-kata itu, Felix sejujurnya merasa sedikit tersentuh.


Memang terkadang dirinya juga sering bertanya-tanya.


Kenyataan bahwa Allen ternyata bukan Putra Kandungnya adalah sebuah hukuman untuk dirinya yang telah melakukan begitu banyak kesalahan.


Dirinya menyimpan rahasia pahit ini selama bertahun-tahun, yang membuat dirinya selalu merasa sakit hati dan begitu sedih jika memikirkan semua hal ini.


Semua perasaan bersalah yang selalu dirinya pendam.


Hal-hal yang membuatnya selalu berpikir, jika dirinya tidak bisa jatuh cinta lagi....


Takut, jika dirinya akan membuat kesalahan yang sama...


Karena cinta membuat seseorang melakukan hal di luar logika.


Sama seperti bagaimana Shopia, yang membuktikannya cintanya sampai akhir dengan melahirkan Allen, anak dari laki-laki yang dia cintai sampai dia mengorbankan nyawanya.


Atau sama seperti dirinya yang pernah memaksa Shopia untuk bersamanya....

__ADS_1


Entah kenapa kata-kata dari Stella membuat dirinya merasa lega.


Apakah tidak apa-apa jika dirinya bahagia?


__ADS_2