Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 40: Kemarahan Stella (Part 1)


__ADS_3

ehari segera berlalu sejak keputusan Felix memberikan persetujuan untuk Pernikahan antara Allen dan Cynthia.


Tentu saja, ini juga membuat Felix merasa tidak enak kepada Stella.


Namun setelah Felix pikir-pikir apa yang salah dengan hal-hal ini?


Toh sekarang Stella dan Allen sudah tidak memiliki hubungan apapun, apa yang salah jika Allen Menikah?


Dengan pemikiran ini, Felix akhirnya menentukan tekadnya untuk mengatakan ini kepada orang tuanya soal Allen.


"Felix, kamu itu apa-apa? Kamu mengijinkan Allen untuk menikah? Aku tidak ingat kejadian besar yang dia buat sebelumnya?" Kata Eve dengan marah.


Felix lalu hanya bisa menghela nafas lelah, bingung juga Bagaimana menjelaskan ini.


Dirinya tidak mungkin mengatakan soal Kehamilannya Cynthia, atau ini akan menjadi hal yang lebih rumit.


"Allen sudah dewasa, biarkan dia memilih apapun yang ingin dia lakukan. Dia sudah berjanji akan bertanggung jawab soal hal-hal yang akan dia lakukan di masa depan, jadi Ibu tidak usah terlalu khawatir, biarkan Allen menikah dan belajar lebih bertanggungjawab setelahnya,"


"Felix, Kenapa kamu itu membela Putramu itu? Tidak tahukah kamu berapa banyak rasa malu yang kita tanggung berkat pembatalan pernikahan itu? Banyak orang masih bertanya-tanya Kenapa yang menikah hari itu adalah kamu dan bukan putramu Allen,"


"Sudahlah Ibu, hal-hal sudah lewat dan aku yang sudah menikah, aku sudah menebus kesalahan Putraku, jadi Ibu tidak perlu lagi pengungkit-ngungkit hal-hal itu lagi,"


"Tapi Felix, bagaimana jika nanti malah Allen membuat malu lagi? Siapa yang tahu apa yang akan dia lakukan pada pernikahannya kali ini," kata Eve dengan curiga.


"Itu benar, Allen itu, hanya suka membuat masalah," tampah Ayah Felix menyetujui Istirnya itu.


Mendengar pertentangan dari kedua orang tuanya yang jelas dirinya sudah prediksikan, Felix benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa Mencoba Untuk menyakinkan mereka.


Dirinya mulai berpikir sebentar, Bagaimana cara yang baik untuk membuat orang tuanya yakin?


"Aku yang akan menjamin jika tidak ada kesalahan dalam acara kali. Kita tidak akan mengadakan Acara besar-besaran seperti sebelumnya, cukup pergi ke KUA dan mencari surat nikah untuk mereka, dan soal Resepsinya, kita hanya akan membuat Privat Party, hanya Keluarga Dekat saja yang di undang, tidak ada perjamuan besar atau apapun tidak perlu mengundang banyak orang atau apapun, jadi mengurangi kemungkinan untuk membuat masalah,"


Orang tua Felix itu segera saling menatap, satu sama lainnya, masih memikirkan soal hal-hal ini.


"Tapi Felix, ini belum lama sejak Allen dan Stella batal menikah, Apakah kamu tidak memikirkan bagaimana perasaan Stella jika tahu Allen akan segera menikah?" Kata Eve dengan ragu.


"Apalagi yang menjadi masalah? Stella sekarang sudah resmi menjadi Istriku dia memang tidak boleh memiliki perasaan seperti itu pada Putraku Allen,"


Eve juga merasa sepertinya apa yang putranya katakan itu cukup masuk akal.


Dan setelah beberapa waktu berpikir, mereka akhirnya memberikan keputusan,

__ADS_1


"Baiklah, terserah kamu Felix. Itulah Pernikahan Putramu, dan sebisa mungkin kurangi membuat masalah soal ini,"


"Ya, Ayah, Ibu. Aku kali ini akan memastikan tidak ada yang salah dengan pesta ini, toh ini hanya pesta kecil-kecilan Tidak besar seperti sebelumnya,"


Setelah kesepakatan diambil, mereka lalu mulai mendiskusikan kira-kira kapan hari yang baik untuk acara itu.


Mereka menatap kalender, melihat jika momen yang bagus, memang sebelum Tahun Ajaran Baru.


Dan begitulah, acara itu disepakati hanya dinda diskusi antara keluarga.


Tentu saja, karena Allen sendiri yang meminta acara ini segera dilaksanakan, Felix tidak terlalu membuat persiapan yang rumit tentang hal-hal ini.


Dan begitulah hari-hari segera berlalu.


Di tempat lainnya, Cynthia yang mendengar suka acara Pernikahannya dengan Allen akan segera diadakan itu merasa sangat senang.


Lihat saja, dirinya akan menunjukkan kepada semua orang bagaimana dirinya akan menikah dengan calon Pewaris Konglomerat Kaya Raya dan jelas akan memiliki sebuah pesta pernikahan yang sangat indah dan besar lebih besar dari acara yang dimiliki oleh Stella sialan itu!!


Mari lihat saja Stella!!


Sampai kapan kamu masih bisa bersenang-senang!!


####


Waktu sekali lagi berlalu, Felix sendiri sampai saat ini, belum memiliki keberanian untuk mengatakan soal Pernikahan Allen dan Cynthia pada Stella.


Felix terus saja mengulur-ngulur waktu untuk memberitahu Stella, sampai akhirnya waktu penjamuan makan malam bersama dengan Cynthia untuk membicarakan pernikahannya dengan Allen di mulai.


Stella malam itu, masih mengagap hal-hal berjalan sesuai rencananya dan memiliki hari-hari yang indah sampai tiba-tiba malam itu dia melihat wajah seseorang yang seharusnya tidak dia lihat ada di meja makan.


Jelas, Stella merasa sangat tidak suka tentang bagaimana Cynthia datang ke acara malam itu.


Apakah itu berniat untuk membujuk Keluarga Chastielo agar mengijinkan Pernikahannya dengan Allen?


Stella tentu saja cukup yakin Bagaimana keluarga Chastielo pasti tidak akan segera mengizinkan Allen untuk menikah mengingat tentang kekacauan apa yang Allen buat sebelumnya.


Memikirkan hal itu perasaan Stella masih baik.


Sampai tiba-tiba, Cynthia yang sempat menatap Stella itu tersenyum mengejek kearahnya, menunjukan sebuah kemenangan, membuat Stella menjadi heran.


Namun kemudian pertanyaannya segera terjawab.

__ADS_1


"Terimakasih, Paman Felix telah memberikan Restu dan persetujuan untuk Acara Pernikahanku dan Allen, aku dengar juga Paman juga membantu untuk menyiapkan Pernikahan Kami, aku juga senang bagaimana Paman berhasil membujuk Nenek dan Kakek Allen, aku benar-benar berterimakasih banyak, Paman," kata Cynthia dengan senyumannya itu.


Felix hanya mengangguk sedikit, dan tidak mengatakan apa-apa.


Sungguh, Felix tidak akan mengira jika cinta ini benar-benar berani berkata hal-hal yang sangat provokatif itu di depan Stella.


Felix dikit menatap ke arah Stella yang ada di sampingnya, jelas saja ekspresi itu berubah menjadi kebencian dan kekesalan.


Cynthia disana, mencoba untuk mengobrol juga dengan Nenek dan Kakek Allen, tidak lupa juga menunjukkan kemesraannya dengan Allen panjang acara makan malam itu berlangsung.


Ekpersi Stella ketika melihat Allen dan Cynthia dekat, tentu saja penuh rasa benci, dan Felix melihat itu semua.


Dan tiba-tiba, Felix merasa tidak nyaman entah bagaimana.


Stella saat ini benar-benar memiliki suasana hati yang buruk.


Dirinya tidak akan pernah mengira, jika Paman Felix ini mengingkari janji yang dia buat.


Bukankah Paman Felix ini harusnya menolak pernikahan Allen?


Kenapa sekarang malah terlihat Paman Felix ini sangat mendukung pernikahan itu?


Memikirkannya saja sudah membuat Stella merasa marah.


Kenapa?


Stella diam saja lama acara itu, benar-benar tidak memiliki selera makan, namun dia tetap mencoba makan untuk sopan santun.


Biasanya dia akan menyiapkan makanan untuk Felix, namun kali ini Stella jelas tidak menatap wajah Felix sedikitpun.


Felix juga merasakan tatapan kemarahan dari Stella yang ditujukan padanya.


Felix sejujurnya tidak mengerti kenapa Stella marah.


Bukankah Stella sendiri yang bilang dia akan melupakan Allen setelah menjadi Istirnya?


Dan sekarang, dia begitu marah setelah mendengar Allen akan segera menikah?


Jangan bilang, Stella itu masih memiliki rasa pada Allen?


Memikirkan ini tiba-tiba, membuat Felix merasa kesal entah bagaimana.

__ADS_1


__ADS_2