
Felix yang mendengar kata-kata dia itu tentu saja yang cukup terkejut.
Dirinya benar-benar tidak mengira bahwa orang ini masih hidup, dulu dia sempat terlibat sebuah kecelakaan mematikan yang seharusnya membuat dia mati, namun sekarang kenapa dia masih hidup?
Kemana orang ini selama 20 tahun terakhir ini?
Dan kenapa dia baru muncul sekarang jika dia masih hidup?
Semua pertanyaan itu muncul dalam sekejap dalam pikiran Felix, membuat dia kehilangan konsentrasi dalam meeting hari ini.
Sampai Stella yang melihat bagaimana Paman Felix ini blank dari tadi, mencoba menyengolnya, dan berbisik padanya,
"Paman Felix sebenarnya ada apa kenapa dari tadi diam saja? Lihat pertemuan ini sudah dimulai,"
Suara Stella itu menyadarkan lamunan Felix, jadinya kembali ke realitas dan sekarang mengingat kembali untuk tujuan apa dirinya berada di sini.
Sekarang bukan saat yang tepat untuk mengingat masa lalu itu....
Itu benar dirinya tidak boleh mengaitkan antara urusan pribadi dan urusan pekerjaan saat ini dirinya harus fokus ada meeting kali ini dan berhasil memenangkan tender kali ini.
Kali ini, Felix mengabaikan perasaan tidak nyamannya barusan setelah bertemu dengan laki-laki yang berada di sampingnya.
Saat ini, setelah penjelasan dari Klien itu, persatu peserta tender mulai melakukan presentasinya sesuai giliran mereka.
Felix sekarang ikut mendengarkan pada presentasi, sampai akhirnya tumbuh adalah gilirannya.
Stella sebagai Asisten jelas sudah tanggap dan terlihat menyerahkan dokumen dokumen penting yang dibawanya kepada Klaien agar bisa kerja simak saat masa presentasi.
Dalam Presentasi itu, memang Felix sempat melakukan beberapa kesalahan kecil.
Alasannyaa sudah jelas yaitu keberadaan Pria disampingnya itu, dari tadi menatap kearah nya samping menunjukkan sebuah senyuman yang terlihat sangat mengancam dan mengejek.
Harusnya hal-hal remeh seperti ini tidak bisa membuat Felix kehilangan konsentrasi, namun melihat kearah wajah itu, jelas membuat perasaan kesal dan kesedihan dari kenangan masa lalu seolah kembali.
Kenapa dari semua tempat orang itu harus menuju lagi dalam hidupnya?
"Begitu saja, presentasi dari saya,"
__ADS_1
Felix akhirnya menutup presentasi nya, walaupun ada beberapa kesalahan yang dirinya buat namun dirinya juga percaya diri pada rancangan miliknya ini jelas akan memenangkan tender ini.
Sampai kemudian, serta terakhir yaitu pria yang anda di samping Felix mulai berdiri bersiap untuk melakukan presentasi.
"Perkenalkan terlebih dahulu, saya adalah CEO dari Perusahaan Maximilian, Richard Maximilian. Saya kan mempresentasikan rencana saya untuk proyek ini,"
Pria itu mulai melakukan presentasinya.
Sedangkan Stella, yang akhirnya tahu identitas pria misterius itu, mesra terjawab pertanyaannya.
Setahu dirinya, Perusahaan Maximilian ini merupakan perusahaan saigan berat dari Perusahaan milik Kelurga Chastielo.
Dirinya yang selama ini menjadi Asisten Allen, baru saja tahu hal-hal mendasar seperti ini bagaimana biasanya dua perusahaan ini sering bersaing dalam beberapa proyek.
CEO mereka biasanya tidak pernah menunjukkan dirinya di depan publik dan selalu hanya muncul di balik layar dan selalu menyuruh anak buahnya untuk tampil.
Kabarnya CEO mereka itu sangat hebat dan terampil, dia memiliki umur sekitar Paman Felix, dan kabarnya dia sudah menikah dan memiliki seorang Putra yang kurang lebih sedikit lebih muda dari Allen.
Ini juga pertama kalinya dirinya melihat wajah CEO itu, namun entah bagaimana dirinya merasa wajah itu cukup familiar, padahal jelas ini pertama kalinya mereka bertemu, kamu kenapa?
Sekarang masuk akal kenapa Paman Felix gimana pak aneh kepada pria di sampingnya itu, jelaskan itu adalah dari perusahaan saingan berat mereka, kenapa dia memiliki ekspresi seperti itu.
Dan begitulah meeting itu akhirnya berakhir, Klien minta waktu selama beberapa hari untuk mengambil keputusan ini, itu segera berakhir.
Stella merasa sangat lega katika rapat itu berakhir.
Satu demi satu orang orang penting yang berada di ruang rapat itu pergi.
Sampai di sana hanya ada dirinya dan Felix juga perwakilan dari Perusahaan Maximilian itu.
"Felix Kenapa kamu dari tadi diam saja dan tidak menyapaku? Bukankah Kita adalah teman lama?"
Felix yang jelas melihat wajah penuh kepura-puraan dari pria di depannya itu segera menjadi marah dan berkata,
"Apa sebenarnya maumu, Richard?"
"Pfff.... Bukankah aku sudah mengatakan itu sebelumnya apa yang aku inginkan? Namun lupakan dulu soal hal itu, aku disini pertama-tama ingin mengucapkan selamat atas Pernikahanmu dengan nona cantik disampingmu itu, sungguh Aku tidak tahu jika sekarang seleramu menjadi seperti ini, kmu menyukai seorang gadis muda yang bahkan memiliki umur yang hampir sama dengan Putramu sendiri? Apakah kamu tidak punya malu?"
__ADS_1
Mendengar sindiran panjang itu jelas membuat Felix menjadi bertambah kesal.
Fakta soal Pernikahannya dengan Stella ini jelas menjadi bahan gosip buruk oleh semua orang yang ingin menjatuhkan dirinya.
Beberapa nama baiknya cukup tercoreng karena hal ini, soal menikahi seorang gadis muda yang seumuran dengan Putranya, apalagi gadis muda itu adalah Mantan Tunangan Putranya, dirinya sejujurnya merasa cukup malu akan hal-hal ini itulah kenapa belakangan dirinya tidak tampil dalam acara-acara Publik, takut orang-orang akan bergosip tentang dirinya.
Dirinya akan membiarkan gosip itu segera bilang oleh waktu, menunggu ada gosip heboh lain yang muncul.
"Itu jelas bukan urusanmu soal Aku menikah dengan siapa,"
"Felix, rupanya semakin bertambah tua kamu menjadi semakin tidak tahu malu dan tidak tahu diri, dulu kamu suka menggoda Pacar orang, sekarang kamu yang sudah Tua malah menikahi gadis muda, Astaga Felix, kamu benar-benar tidak pernah berubah, masih Felix Chastielo yang berkelakuan buruk dan sombong, yang selalu mengandalkan uang-uangmu itu untuk mendapatkan apapun yang kamu mau,"
Stella yang mendengar pertengkaran panas antara dua orang itu tentu saja tidak bisa berbuat apa-apa, dirinya takut jika dirinya berkomentar itu hanya akan menambah masalah.
Namun melihat Felix di kata-katai itu, Stella merasa tidak terima.
Stella jujur cukup merasa bersalah, memang Ini semua adalah salahnya yang memaksa untuk menikah dengan Paman Felix tanpa memikirkan soal pendapat orang lain pada Paman Felix, jika hal-hal ini cukup untuk membuat reputasi Paman Felix tercoreng.
Dirinya memang terlalu impulsif pada awalnya dengan ide ini, namun mau bagaimana lagi semua sudah menjadi seperti ini.
Jadi sekarang adalah dirinya yang membela suaminya ini, walaupun suaminya ini sangat menyebalkan, Kak marah-marah Tidak jelas dan bahkan suka melanggar janjinya, dia tetap suami Stella.
"Pak Richard, tolong anda jangan berbicara macam-macam soal pernikahan kami. Ini adalah Pernikahan yang sama-sama kami inginkan, tidak ada yang salah dengan cinta,"
Richard yang mendengar Istri Felix tunggu terlihat membelanya lalu segera tertawa,
"Nona Muda, kamu sepertinya masih cukup polos dan tidak tahu apa-apa tentang Suamiku ini. Aku peringatkan agar kamu lebih hati-hati, karena Felix ini seorang Psikopat gila,"
"Tolong jangan bicara sembarangan soal Suamiku,"
Richard hanya tersenyum menagapi ini,
"aku hanya memberimu peringatan Apakah kamu percaya atau tidak aku benar-benar tidak peduli. Owh benar, ini mengingatkanku jika aku memiliki seorang Putra seumuran denganmu, aku melihat kamu adalah seorang gadis muda yang sangat terampil dan energik, sayang sekali kamu sudah menikah, jika belum mungkin aku akan mencoba memperkenalkanmu kepada Putraku,"
"Pak Richard tidak usah repot-repot,"
Felix sendiri tidak tahu harus marah seperti apa, sampai Richard pergi, Felix masih terdiam disana, tenggelam dalam ingatan masa lalunya.
__ADS_1