Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 75: Rasa Canggung


__ADS_3

Sore itu, dikamar mandi Villa, masih terlihat Stella dan Felix menikmati ciuman mereka.


Itu merupakan sebuah ciuman yang cukup panjang, di mana keduanya saling mencari kenyamanan disana.


Sampai ciuman itu dilepaskan, dan setelahnya mereka berdua bertatapan cukup canggung.


Sejujurnya, jantung Stella hampir saja copot karena terbawa ciuman ini.


Itu adalah kedua kalinya mereka berciuman hari ini.


Namun tetap saja, walaupun ini bukan yang pertama rasanya masih sama luar biasanya dan membuat dirinya sangat berdebar sama seperti yang pertama.


Tatapan mata mereka jelas saat ini masih menginginkan satu sama lainnya.


Ini jelas mengigatkan Stella tentang kejadian malam itu.


Ya, malam itu jelas saja awalnya mereka hanya ingin melakukannya satu kali, Namun karena suasana yang begitu menggairahkan malam itu, membuat mereka tidak tahan untuk melanjutkan.


Begitu pula dengan saat ini.


Jelas, Stella bisa melihat tatapan penuh keinginan dari Pria yang ada di hadapannya ini.


Dirinya tidak tahu apa yang Pria ini pikirkan.


Namun dirinya jelas tahu keinginan tersembunyi dari balik tatapan itu.


Stella sendiri merasa sangat gugup, namun dirinya sendiri menikmati dan menyukai hal ini.


Apalagi, penampilan Pria yang berada di hadapannya ini terlihat sangat panas.


Lihat, bentuk tubuhnya yang terbentuk itu, otot-otot Sixpack yang terawat dengan indah.


Juga, wajah tampannya ini yang tidak bisa di sebunyikan.


Stella yang merasa gugup, sedikit mengeser tubuhnya.


Mana tau, jika tiba-tiba air Shower keluar.


Membuat dirinya dan Felix menjadi basah kuyup.


Stella tentu kaget dengan air yang tiba-tiba muncul itu....


"Stella, sekarang kamu membuat semuanya basah sangat bagus sekali,"


"Ukhh... Aku tidak sengaja Paman,"


Felix sendiri dari tadi merasa semua tindakannya itu benar-benar seperti bukan dirinya, akhirnya tersadar dan kembali ke dirinya sendiri.


Astaga, hari ini setan apa yang merasukinya sampai-sampai sudah dua kali dirinya berciuman dengan Stella.


Baik dirinya tidak ingin terdengar munafik, dirinya cukup menikmati hal-hal ini.


Ini mungkin karena dirinya sudah lama tidak menyentuh seorang wanita.


Tiba-tiba dihadapkan dengan seorang wanita muda yang sangat cantik dan seksi seperti Stella saat ini berada di depannya dengan penampilan yang sangat mengoda ini, apalagi status wanita didepannya ini adalah Istri Syahnya.


Laki-laki normal, apa saja akan sangat terpikat dengan godaan ini.


Termasuk dirinya sendiri yang merasa tergoda masih menginginkan lagi...


Bahkan menginginkan lebih....


Logika di otaknya, mengatakan pada dirinya bahwa ini semua salah...


Namun perasaannya kan bawa dirinya menginginkan hal ini untuk melakukan hal-hal menyenangkan, melupakan semua hal yang menyebalkan.


Seperti apa yang mereka berdua katakan ketika masih berada di kapal pesiar untuk melupakan semua hal di luar pulau ini membiarkan diri mereka melupakan segala kesedihan dan beban dalam pikiran mereka.


Untuk melupakan status dan perbedaan umur mereka, dan hanya bersenang-senang di tempat bunyi.


Dan berkat air dingin yang tiba-tiba membasahi tubuhnya ini membuat dirinya sadar dan kembali ke logika miliknya.

__ADS_1


Hidungnya segera mundur dan menjaga jarak dari Stella, sebelum dirinya kembali melakukan hal-hal tidak senonoh lainnya.


Stella juga menyadari jika dirinya telah melakukan sebuah kesalahan dengan merusak suasana di antara mereka.


Sangat sayang sekali, kesempatan yang bagus mungkin segera terlewatkan.


"Ya... Ya... lagipula apa yang paman lakukan di sini aku mau mandi Paman sebaiknya keluar saja,"


"Tentu saja aku akan keluar,"


Dengar kata-kata itu jelas Felix juga mencoba keluar dari kamar mandi itu, namun mana tahu kalau kamar mandi sangat licin, membuat Felix tergelincir, untuk mencegah dirinya jauh, Felix malah menarik Stella yang ada di sebelahnya, membuat Stella terpeleset, Stella sempat berpegangan pada Felix, namun sayang itu hanya celananya, dan akhirnya dirinya bersama dengan Felix jatuh.


Disini, hal pertama yang Stella lihat setelah terjatuh adalah tangannya yang memegang celana!!


Sekarang pemandangan diatasnya adalah Felix tanpa memakai apapun.


Felix yang kenapa sakit itu karena terbentur lantai, akhirnya bangun dam menyadari kalau celakanya itu di tarik oleh Stella hingga lepas.


Ekspresi Felix jelas memerah karena malu, begitu pula dengan Stella.


Namun Stella menjadi cukup lamban, dan tidak bergerak, karena sepintas dirinya menatap pemandangan mengejutkan didepannya itu.


Terbengong karena tabjub.


Terutama melihat milik Felix, yang ternyata sudah sedikit tegang!!


Apa?


Barang semacam ini bisa masuk?


Dengan ukuran ini?


Sesuatu yang terlihat cukup besar dan mengagumkan.


Stella awalnya tidak terlalu melihatnya malam itu, namun sekarang setelah melihat hal itu dari dekat rasanya....


Felix yang merasa dirinya ditatap oleh Stella itu segera merasa malu.


Adik kecilnya ini sedikit bereaksi karena ciuman sebelumya?


Lalu apa-apa dengan tatapan Stella itu?


Felix yang di tatap itu, jelas sekali merasa sangat malu.


"Apa yang kamu lihat!! Jangan lihat! Dasar tidak tahu malu!!" Kata Felix segera mengambil celananya dari tangan Stella.


Teriakan marah itu, membuyarkan lamunan Stella.


Jelas, Stella sung mengelak dari tuduhan Pria di hadapannya itu.


"Si... Siapa yang melihat? Tidak ada apapun yang bisa dilihat, itu hanya hal-hal buruk yang tidak sepatutnya di lihat!!"


"Ha? Hal buruk katamu? Ini adalah kebanggaanku, mana ada buruk, ini jelas sangat bagus!! Aku bisa melihat kamu tadi menatapnya seolah ingin menerkamnya!!"


"Ukhhh.... Apa yang Paman katakan? Tentu saja aku tidak!! Sungguh, aku tidak menatap barang jelek itu!!"


Felix yang merasa harga dirinya sebagai seorang Pria di singgung jelas merasa tersinggung.


"Hal jelek apa!!! Kalau aku ingat dengan benar, sebelumnya kamu sangat menikmati ketika kamu mencoba barang ini,"


Stella jelas ingat soal hal yang Paman Felix itu katakan, hal-hal tentang malam itu.


Wajah Stella segera menjadi merah, karena malu, segera menganti topik rahasia.


"Paman!! Sebaiknya Paman Keluar saja!! Ukhh... Cepat selesaikan urusan Paman sendiri!! Tidak tahu malu, bisa-bisanya bereaksi seperti itu!!"


Felix yang merasa tidak punya muka itu akhirnya segera memakai celananya dan mengambil bajunya untuk keluar dari kamar mandi itu.


Jantungnya barusan hampir copot setengah menghadapi adegan-adegan yang tidak senonoh didalam tadi.


Sial!!

__ADS_1


Stella melihatnya!!


Sial!!


Sial!!!


Lubang?


Mana lubang!


Felix yang sangat malu, segera berlari dan menutupi dirinya dengan selimut di tempat tidur.


Sampai suara air keran mulai muncul.


Felix yang berada di kamar tentu saja tidak bisa untuk tidak memikirkan bagaimana Stella saat ini sedang mandi.


Lalu Felix mulai menatap kearah kamar mandi sebentar.


Mana tau, tenyata Pintu Kamar Mandi itu Transparan.


Felix jelas menatap hal-hal di balik sana dengan ekspresi rumit.


Dasar Kamar Sial!!


Siapa yang memesan Kamar Sial dengan Kamar Mandi semacam itu?


Owh, benar ini ulah Putranya itu!?


Sungguh Anak Muda Jaman sekarang tidak tahu malu, bisa-bisanya ada desain semacam ini di kamar mandi pasangan yang berbulan madu.


Felix jelas segera keluar dari kamar itu, takut-takut malah di tuduh mengintip Stella yang sedang mandi itu.


#####


Waktu berjalan dengan cepat, tidak ada hal-hal lain terjadi setelah kejadian dikamar mandi.


Jelas, karena kejadian memalukan itu, Felix dan Stella menghindari satu sama lain selama beberapa jam ini.


Mereka sibuk dengan aktivitas mereka sendiri sendiri menatap ke pemandangan disekitar Villa.


Namun, mau tidak mau mereka berdua harus berhadapan untuk acara makan malam yang memang sudah disediakan oleh pihak pengelola untuk mereka berdua.


Keduanya saat ini tiba di pinggiran Villa, dimana sana sudah di desain dengan romantis sebuah meja makan malam.


Di Taman itu, ada begitu banyak lampu warna warni yang indah, membentuk gambar hati yang mengelilingi sebuah meja makan yang sudah di tata dengan lilin.


Ada bunga mawar yang ditebar di tanah, dimana Stella dan Felix lewat.


Melihat kearah sekitarnya, ada juga sebuah tirai lampu, yang dibentuk love di ujung tempat ini.


Suasana malam itu terlihat sangat indah apalagi bintang-bintang yang berada di langit ikut menerangi malam ini.


Baik Stella dan Felix gelas terkejut dengan desain makan malam itu, yang terlihat sangat romantis.


Bahkan di tempat itu sudah ada para pelayan yang memainkan musik indah.


Stella dan Felix saling menatap satu sama lainnya, memikirkan kalau saat ini baik Stella atau Felix malah memakai Piayama tidur, yang sangat tidak sesuai dengan dekorasi tempat itu.


Hal yang terjadi di kamar mandi sebelumnya masih membuat keduanya merasa sangat canggung dan malu.


"Ah, aku tidak tahu jika ada hal-hal seperti ini, tahu begitu aku mungkin akan mengenakan sebuah gaun yang cantik," kata Stella canggung.


"Hahaha... Aku juga baru tahu ada hal semacam ini aku sangat kaget ada sesuatu seperti ini, aku kira hanya makan malam, dan akan segera tidur, jadi sudah memakai Piayama tidur, benar-benar tidak cocok,"


Lihat mereka berdua sama-sama terkejut dan sama-sama memakai Piayama itu, keduanya lalu tertawa.


Memikirkan bahwa mereka berdua sangat lucu, bisa-bisanya pergi makan malam romantis semacam ini dengan Piyama Tidur.


"Ahahaha.... Paman juga usia bisanya memakai baju tidur seperti itu,"


"Lihat, sendiri kamu Stella, kamu juga sudah siap dengan baju tidurmu itu,"

__ADS_1


Suasana keduanya memang sedikit canggung namun entah kenapa dengan hal-hal ini, mereka benar-benar merasa senang.


Sepertinya memang masih banyak hal-hal mengejutkan yang mungkin terjadi dalam acara yang tidak terduga ini.


__ADS_2