
Cynthia dan Allen mulai memasuki restoran itu dengan tenang.
Mereka juga segera duduk di kursi di dalam yang sudah di sediakan, sambil menunggu para tamu yang nanti akan segera datang.
Selama masa tunggu ini, juga mulai di putar beberapa musik dari speaker dalam ruangan itu.
Panggung pelaminan memang tidak begitu besar, namun masih tetap saja cukup bagus. Dan tentu saja, desain pelaminan itu, juga disediakan kursi untuk wali masing-masing mempelai.
Stella duduk bersama dengan Felix bersama di salah satu kursi tersebut.
Ketika Allen datang, dirinya ingin protes jika Stella tidak boleh duduk disana, namun melihat tatapan menyeramkan dari Ayahnya, Allen tidak jadi untuk protes.
Elena yang melintas Stella duduk bersama dengan Felix di kursi itu, saja menjadi marah.
Sial!!!
Bukankah Kursi itu harusnya dirinya yang menempati?
Padahal dirinya sudah berdandan cantik-cantik untuk bisa mendekati Ayah Allen itu, namun ternyata kesempatan tidak kunjung datang gara-gara Stella sialan itu.
Mana Keponakannya itu, telah terlihat tidak komplain soal bagaimana Felix duduk dengan Stella pula.
Jadi Elena hanya dengan pasrah duduk di kursi tamu.
Dan seperti yang dijanjikan tidak banyak tamu yang diundang dalam acara ini, hanya beberapa kerabat dekat saja yang di undang.
Seiring dengan waktu yang terus berjalan. Tamu mulai berdatangan satu demi satu.
Ada juga kerabat jauh Keluarga Chastalope yang datang.
Mereka menyapa Cynthia dan Keluarganya dengan ramah di sana.
Namun begitu mereka agak jauh, beberapa kerabat itu mulai bergosip.
"Lihat, katanya Cynthia itu menikah dengan Putra Pengusaha Kaya Raya, kenapa Acaranya hanya begini saja? Acara ini benar-benar terlihat sangat kecil, bahkan kerabatku yang orang biasa-biasa saja, Pernikahannya lebih megah dari ini,"
"Itu benar, aku juga tidak tahu. Dan soal orang yang akan Cynthia nikahi itu, bukankah itu Allen Chastielo? Itu Tuangannya Stella sebelumnya bukan?"
"Memang, aku dengar Pertunangan mereka awalnya di batalkan entah kenapa, dan Stella itu malah menikah dengan Ayah Allen,"
"Eh, tapi jika aku melihat sekarang bagaimana Cynthia bisa menikahi Allen, aku merasa memang tidak ada yang beres dengan Cynthia itu. Aku dengar dia sempat hilang dan di culik untuk waktu yang lama, jadi siapa yang tahu, di mana orang-orang mengasuh anak itu selama ini?"
"Memang,"
__ADS_1
Itu benar, beberapa orang tentu saja masih membicarakan soal pernikahan ini, dan bergosip sesuka mereka.
Gosip yang simpang siur mulai terdengar.
Semakin banyak juga tamu yang datang.
Kali ini yang datang adalah kerabat jauh Keluarga Chastielo.
Mereka ketika dapat undangan ini, tentu saja menjadi kaget, belum lama mereka dengar Allen Chastielo itu membatalkan Pernikahannya dengan Tuangannya, dan entah bagaimana yang menikah dari itu malah Felix Chastielo dengan Mantan Tunangan Allen.
Dan lagi, mereka juga cukup terkejut seberapa cepat pembangan ini berlangsung, untuk Allen itu sudah merencanakan pernikahan dengan gadis lain.
Astaga, kerabat jauh mereka ini, tidak mengira bisa berurusan dengan hal-hal ribet seperti ini.
Memang dari awal bulan pernikahan itu sudah memiliki banyak kecaman dari semua orang.
Cynthia yang merasa tiba-tiba ingin kekamar mandi itu, saat perjalanan tentu saja mendengar bagaimana orang-orang itu bergosip.
Tentu saja Cynthia merasa sangat kesal.
Hah mereka itu, sungguh berbicara seenaknya saja, bilang saja mereka ini bahwa dirinya bisa menikah dengan Calon Pewaris Keluarga Keluarga Chastielo yang merupakan Konglomerat Kaya Raya.
Benar-benar menyebalkan ketika mendengarkan mereka semua.
Cynthia harus melewati sebuah lorong dulu sebelum sampai disana.
Namun sayang sekali, Cynthia tidak sadar jika seseorang sudah memperhatikan dia dari jauh, dari sebelumnya.
Mengambil kesempatan ketika Cynthia menuju kamar mandi, Herry itu yang sebelumnya bisa menyusup memasuki restoran itu segera mengikuti kemana Cynthia pergi.
Tepat setelah mereka sampai di lorong yang kosong, Herry segera menarik tangan Cynthia, menuju ke ujung lorong yang lebih sepi.
Cynthia tiba-tiba ditarik seseorang itu jelas saja merasa kaget dan panik.
"Lepaskan!!!"
Namun ekpersi Cynthia segera berubah menjadi semakin buruk ketika tahu siapa yang menariknya.
Itu adalah Herry?
Sialan!!
Bagaimana bisa, Herry berada disini?
__ADS_1
"Apa maumu hah? Dasar Bajingan Kurang Ajar!!"
Herry tidak mendengarkan pemberontakan atau kata-kata buruk yang di lontarkan oleh Cynthia.
Dia hanya menarik Cynthia kesebuah lorong sepi, lalu mulai memojokkannya di salah satu sudut.
Herry segera menarik rambut Cynthia dengan kejam.
"Cynthia, kamu sungguh berani untuk menikah dengan laki-laki lain di belakangku??"
"Itu terserah aku menikah dengan siapapun, kita sudah tidak memiliki hubungan apapun!!"
Herry mendengar itu jelas aja menjadi marah.
"Hah, kamu itu sungguh berani, kamu itu adalah milikku, itu aku mau untuk memutuskan apakah hubungan kita akan berakhir atau tidak!! Itu bukan kamu yang memutuskan!!!"
"Herry!! Aku ini bukan milikmu!! Kamu ini, masih berani berkata begitu setelah semua yang kamu lakukan padaku? Jangan kamu pikir aku bodoh, kamu itu jelas sering bermain dengan wanita lain dibelakangku selama ini,"
"Heh? Jadi kamu tahu? Lalu memangnya kenapa? Itu terserah aku bisa bersama siapa saja, namun ingat jika kamu adalah wanitaku, dan kamu tidak bisa senaknya pergi begitu saja, berapa banyak uang dulu yang aku berikan padamu ketika masih di Kota S? Kamu bisa memiliki masa SMA yang nyaman karena uang-uangku, dan sekarang kamu senaknya saja meninggalkan ku?"
"Itu sudah masalalu!! Dan aku rasa aku sudah membayar kembali apapun yang kamu berikan padaku!! Tadi tidak perlu kita berususan lebih lanjut!!"
Mendengar itu, lalu Herry tertawa,
"Ah, benar, kamu memang selalu baik dalam melayaniku, itulah awal hubungan kita, sejujurnya, tidak ada wanita di luar sana yang bisa memuaskan ku seperti kamu, jadi aku tidak ingin hubungan ini berakhir begitu saja,"
Kata-kata Herry itu mengingatkan Cynthia pada hari-harinya yang suram di kota S.
Orang yang merawatnya selalu kejam padanya, dan sangat susah bahkan agar dirinya bisa bersekolah, harus kerja keras part time sana sini, dan lagi, di sekolah selalu jadi bahan gunjingan karena dirinya anak orang miskin kala itu.
Sampai suatu hari dirinya bertemu dengan Herry, dulu dirinya kira ini seperti Pertemuannya dengan Pangerannya, karena dia begitu baik dan membelikan hal-hal yang dirinya inginkan.
Namun setelah mereka berkencan, kelakuan buruk Herry mulai muncul, bagaimana Herry memaksa dirinya untuk berhubungan seperti itu dengan dia.
Awalnya dirinya menolak, namun tawaran yang diberikan Herry selalu cukup baik, semua barang mewah yang dia berikan membuat dirinya cukup tergoda.
Saat itu hidup begitu tidak adil untuknya, siapa yang peduli soal hal-hal lainnya?
Mereka berkencan saat itu, dan Herry cukup tampan, dan memberinya uang, jadi Cynthia menerima hal-hal itu.
Namun semakin hubungan mereka berlanjut, kelakuan Herry menjadi semakin keterlaluan untuk bisa Cynthia tahan, perilaku posesifnya yang gila, dan perlakuan kasarnya itu, belum lagi Herry yang masih suka bermain-main dengan wanita lain diluar saja.
Membuat Cynthia lama-lama menjadi jijik untuk disentuh oleh Pria itu.
__ADS_1
"Kamu cari saja wanita lain diluar sana!! Aku sudah tidak ingin memiliki hubungan apapun denganmu!! Aku sudah menikah dengan orang lain! Tidak ingin berurusan apapun denganmu!"