
Hari-hari benar-benar berlalu dalam sekejap, dan hari ini akan diadakan Pernikahan antara Allen dan Cynthia yang memang sudah direncanakan sejak minggu lalu.
Walaupun ini sebenarnya upacara pernikahan dari cucu Konglomerat Kaya Raya Keluarga Chastielo, Namun nyatanya tidak ada pesta yang akan diadakan untuk merayakan pernikahan itu.
Karena sesuai rencana awalnya itu hanya akan diadakan di Kantor Urusan Agama, dan setelahnya hanya akan diadakan acara makan malam untuk Kerabat dekat di salah satu restoran milik Keluarga Chastielo.
Ini hanya semacam Private Party, bahkan tanpa dekorasi-dekorasi tertentu.
Pagi itu merupakan pagi seperti biasanya untuk Stella, karena memang tidak ada acara apapun untuk Pernikahan Allen.
Setelah banyak bujukan, akhirnya Orang Tua Felix mau untuk hadir pada acara tersebut.
Stella entah kenapa memiliki firasat tidak enak tentang pernikahan ini.
Apakah benar dirinya terganggu karena acara ini?
Apakah ini adalah tanda bahwa dirinya masih menyimpan beberapa perasaan pada Allen?
Stella sadar bahwa dirinya tidak boleh seperti ini.
Jadi dari pada ribut-ribut, Stella segera menuju ke kamar mandi untuk bersiap-siap.
Stella juga tahu kalau suaminya Felix itu, udah bangun dari pagi untuk membantu Allen bersiap-siap.
Dan orang itu sepertinya sekarang berada di kamar sebelah, tempat Putranya berada.
Stella sedikit mengerti, ini mungkin soal pembicaraan antara Ayah dan Anak sesuatu seperti itu.
Dirinya juga tidak terlalu ingin tahu tentang apa yang kedua orang itu bicarakan.
Tidak mau terlalu pusing memikirkannya Stella segera mandi.
Setelah itu dirinya segera bersiap-siap memakai gaun indah untuk acara itu.
Tentu saja Stella tahu, ini mungkin bukan sebuah pesta yang indah dan diadakan secara besar-besaran, namun dirinya harus tetap memiliki penampilan sempurna, untuk memastikan Cynthia memiliki perasaan kesal.
Jelas, itu semua juga terjadi karena bahkan Mas Kawin untuk Pernikahan ini benar-benar cukup pas-pasan, sangat jauh dari pada Mas Kawin yang Felix berikan pada dirinya.
Felix jelas yang mengatur semua ini, sebagai bentuk hukuman pada Putranya itu.
Stella juga merasa cukup puas dengan pengaturan ini.
Walaupun hatinya merasa tidak nyaman, namun sepertinya nanti dirinya masih bisa membuat Cynthia malu, lihat pernikahannya benar-benar diadakan secara biasa-biasa saja itu.
Sejujurnya, dirinya tidak tahan untuk melihat wajah malu dari Cynthia itu.
Dan tentu saja, Stella tidak lupa mengenakan perhiasan-perhiasan mahalnya itu yang merupakan Mas Kawin yang Felix berikan dalam Acara Pernikahan mereka.
Menatap kotak perhiasan itu, Stella benar-benar merasa cukup puas.
Bahkan jelas, Pesta Pernikahan miliknya itu diadakan sangat meriah, megah dan mewah.
Biarkan Cynthia dan Allen itu tahu rasa, lihat bagaimana pernikahan mereka hanya seperti itu.
####
Pagi itu cepat berlalu, saat ini Stella yang sudah siap itu, segera keluar dari kamarnya.
Yang menunggu didepannya, adalah sepasang Ayah dan Anak yang sepertinya sudah selesai dengan persiapan mereka, terlihat Tim Tata rias juga sudah selesai untuk mengatur Mempelai Pria.
__ADS_1
Sepasang Ayah dan Anak itu, dua-duanya jelas terlihat sangat tampan.
Terutama penampilan Allen yang sedikit lebih rapi dari biasanya, dengan sedikit make up tipis untuk pengantin Pria.
Entah kenapa terlihat lebih dewasa dari biasanya dengan gaya dan model rambut ini.
Felix yang berada di sana tentu saja melihat bagaimana Stella itu, yang menatap kearah Putranya tanpa berkedip itu.
Segera, Felix menjadi kesal, dan menutup mata Stella.
"Apa yang kamu lihat? Berhenti menatap Putraku seperti itu,"
Gerakan tiba-tiba itu tentu saja membuat Stella sadar dari lamunannya.
Yahh....
Rupanya dirinya salah melihat.
Memang, tidak ada gunanya menatap Allen yang bukan miliknya, dirinya juga yang apa-apaan pakai terpesona segala.
Allen Kurang Ajar itu, pakai di pikirkan segala.
Stella segera mengambil tangan Felix dari matanya itu, dan segera Stella menatap kearah suaminya itu.
Dilihat-lihat lagi, Suaminya ini juga tidak kalah tampan dari yang disebelahnya itu.
Hanya, kacamata itu memang sedikit mengganggu.
Jadi Stella segera mengambil kacamata Suaminya itu.
Felix sendiri juga kaget dengan gerakan tiba-tiba itu.
Felix lalu segera berbisik lagi pada Stella,
"Jadi kamu mengakui jika Putraku Tampan hah? Jelas kamu menatapnya,"
Dari kata-kata itu, Stella jelas tahu bagaimana Paman Felix ini tidak terlihat tersanjung dengan pujian yang dirinya berikan.
Padahal, jelas dirinya mencoba memuji Paman ini.
Astaga....
Namun memang dirinya akui dirinya cukup salah untuk memandang Allen.
"Hah, Paman sudahlah berhenti bicara omong kosong, aku hanya sedikit terharu saja, jika umur seperti ini aku sudah harus melihatnya Putraku menikah," kata Stella membuat alasan.
"Kamu sangat pintar membuat Alasan,"
Stella mencoba mengabaikan kata-kata dingin itu dan segera merangkul Felix.
Baju yang mereka berdua kenakan jelas adalah baju pasangannya.
Allen sendiri yang ada didepan kamarnya itu, tidak tahu tentang pembicaraan apa yang mereka berdua katakan.
Hanya, rasanya cukup aneh saja ketika dirinya akan benar-benar Menikah seperti ini.
Mungkin dirinya juga cukup gugup.
Sejujurnya Pernikahan yang dirinya ini kan bukanlah pernikahan yang seperti ini.
__ADS_1
Seharusnya walaupun itu tidak harus begitu mewah harus diadakan beberapa Pesta yang cukup meriah.
Namun apa boleh buat, semuanya sudah terlanjur seperti ini, dan lagi Pernikahannya dengan Cynthia tidak bisa ditunda lagi, karena kehamilanya itu.
Stella yang sudah merangkul mesra Felix itu lalu segera mendatangi Allen, dan berkata,
"Astaga, Putraku Allen, kamu jangan melamun saja disini mari segera datang ke gedung tempat kamu menikah," kata Stella mencoba sok akrab, lalu dia segera berkata lagi,
"Owh benar, aku baru saja ingat jika acara ini tidak di adakan di gedung, namun hanya di adakan di KUA, astaga... Aku benar-benar sangat lupa,"
Jelas kata-kata itu diperuntukkan untuk menyinggung Allen, namun Allen terlalu malas untuk berdebat itu hanya langsung turun ke bawah dan mengabaikan Stella.
Felix sendiri hanya mengabaikan kata-kata tidak jelas Stella, lalu segera berkata,
"Ya, sebaiknya kita coba segera turun, jangan banyak bicara omong kosong untuk merusak suasana hati Allen,"
"Astaga, Paman, kenapa dari tadi sifatmu berubah-ubah? Sebelumnya ketika aku memuji Putramu Tampan, kamu marah, sekarang ketika aku mencoba menyinggung soal Pernikahan Allen yang diadakan hanya sederhana itu kamu juga marah,"
"Sudahlah diam saja jangan banyak bicara,"
Mendengar itu, Stella segera tutup mulut dan tidak mau berkata-kata lagi.
Itu saja dirinya sudah biasa dengan sifat dingin seperti ini.
Sifat Allen biasanya cukup dingin, jauh beda dengan Ayahnya ini, hanya saja Paman Felix ini lihat-lihat dia sebenarnya sangat cerewet.
Upuss...
Sepertinya tidak sopan untuk menyebut suaminya sendiri seperti itu.
Sudahlah, Stella juga tidak mau memikinya.
Namun tiba-tiba dirinya kepikiran sesuatu, soal kata-kata Rhea kemarin.
Dirinya lalu segera berkata pada Felix,
"Paman, Apakan menurut Paman anak yang Cynthia kandung itu benar-benar anak Allen?"
Felix yang tiba-tiba mendengar pertanyaan itu segera terdiam.
Sejak pertama kali Allen bilang jika Cynthia itu hamil, dirinya sudah mempertanyakan hal ini juga.
Namun melihat putranya itu begitu yakin, dirinya hanya bisa mengikuti keinginannya.
Namun bagaimana jika itu ternyata bukan....
"Aku benar-benar tidak ingin memikirkannya...."
Ekpersi Felix jelas memiliki wajah yang cukup buruk.
Dirinya jelas tidak ingin Putranya memiliki nasip buruk seperti itu.
Hanya memikirkannya saja membuat sebuah kemarahan muncul.
Stella juga sadar jika dirinya ini salah bicara.
Namun hanya perasaannya saja tiba dipa menjadi tidak enak soal Pernikahan Allen ini....
Semua ini terlihat terlalu aneh....
__ADS_1
"Jika sampai Cynthia itu berani menipu Putraku, jelas aku tidak akan membuat hidupnya mudah dimasa depan, dan memberinya pelajaran yang bagus. Aku dari awal juga entah kenapa tidak menyukai Cynthia ini,"