Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 21: Boom Waktu


__ADS_3

Felix yang marah itu, segera membereskan amplop-amplop yang berserakan dilantai, mengembalikannya ke laci sebelumnya lalu menguncinya.


Memang, sebaiknya hal-hal ini di bakar saja sebelum disalah gunakan oleh seseorang.


Felix merasa dirinya benar-benar menjadi ceroboh seperti itu.


Kemudian Felix menatap Stella lagi masih dengan ekpersi marah,


"Jangan pernah mencoba untuk menyentuh barang-barang milikku lagi!!"


Stella yang mendengar kemarahan itu, masih terdiam.


Jelas pikirannya melayang begitu jauh.


Fakta bahwa Allen bukan Putra Kandung Felix Chastielo sungguh mengejutkan dirinya, dirinya masih tidak percaya dengan surat yang dirinya buka itu.


Namun jelas dalam hasil Tes DNA itu, DNA Allen dan Felix tidak cocok.


Namun kenapa Felix masih bersikeras untuk bilang jika Allen adalah Putra Kandungnya?


Padahal jelas bukti ada di depan mata.


Dirinya benar-benar tidak mengerti tentang hal-hal ini.


Lalu sebenarnya, Allen itu Anak siapa?


Stella merasa menjadi sangat pusing jika memikirkan hal-hal ini.


Sekarang masuk akal kenapa Allen itu tidak sedikitpun memiliki kemiripan dengan Ayahnya, Felix.


Dan bagaimana mereka memiliki hal-hal yang benar-benar bertolak belakang untuk beberapa hal termasuk untuk makanan.


Namun ini benar-benar tidak pernah dirinya kira.


Bagaimana jika hal-hal ini sampai Allen tahu?


Bagaimana perasaan Allen nantinya?


Dirinya juga sangat tahu seperti apa perasaan Allen pada Keluarga Chastielo ini.


Dari kecil, Allen selalu diledek bahwa dia bukan anak dari Keluarga Chastielo.


Dia selalu membenci bagaimana orang-orang meledek nya sangat marah soal hal-hal itu, dan selalu mencoba berusaha keras lebih dari siapapun, untuk membuktikan dirinya sebagai anggota Keluarga Chastielo yang layak.


Allen selalu berusaha sangat keras untuk mendapatkan pengakuan dari Keluarga Chastielo, dari Kakeknya, Neneknya, Ayahnya...


Coba selalu belajar dan meningkatkan prestasinya agar layak menjadi Anggota Keluarga Chastielo, untuk menjadi Putra Felix, agar tidak memalukan Keluarga.


Sesuatu yang jelas-jelas Allen kejar selama bertahun-tahun...


Pengakuan Keluarganya adalah segalanya bagi Allen.


Namun, ternyata hal-hal soal Allen bukan Putra Felix Chastielo bukan hanya sekedar rumor atau gosip namun merupakan sebuah fakta yang tidak berantakan.


Bagaimana Allen nantinya jika dia tahu?


Stella mencoba memprediksikan ini, hal-hal ini jelas akan membuat Allen merasa sangat hancur.


Untuk memikirkan bahwa semua yang dikatakan oleh orang-orang sejak kecil jika dia bukanlah anggota keluarga Chastielo adalah hal nyata.


Betapa sakit hatinya Allen nanti?


Stella benar-benar tidak bisa membayangkan nya sekarang, melihat Allen yang hancur.


Semakin memikirkan ini perasaan Stella semakin tidak jelas.


"Stella? Kamu dengar apa kataku? kamu jangan pernah menyentuh barang-barang ku tanpa izin ku semua hal yang ada di kamar ini," kata Felix lagi dengan ekspresi yang menunjukkan kemarahan.


Kata-kata Felix itu jelas menyadarkan Stella dari lamunannya.


"Aku tidak akan melakukannya lagi, aku sungguh minta maaf,"


"Dan ingat ini, jangan pernah katakan apa pun soal apa yang barusan kamu lihat!! Apakah kamu paham?"


"Ya. Aku tidak akan mengatakan apapun,"


"Aku pegang janjimu itu,"

__ADS_1


"Tapi... Soal hal-hal itu..."


Felix kembali menjadi emosi mendengar pertanyaan Stella,


"Sudah aku bilang, kamu tidak perlu banyak bertanya. Tidak ada yang perlu kamu tahu. Yang kami harus tahu adalah Allen adalah Putraku, tidak lebih dan tidak kurang,"


Setelah mengatakan kata-kata itu, Felix segera lagi dari ruangan kamar itu meninggalkan Stella yang saat ini masih terdiam di sana memikirkan soal semua ini.


Stella juga sekarang menjadi pusing melihat betapa, marahnya Felix.


Padahal baru beberapa hari lalu mereka sedikit dekat namun sekarang sudah timur suatu masalah baru.


Hah...


Hal-hal ini menyebabkan Felix marah padanya dan akan menjadi lebih sulit untuk mencoba mendekati orang itu.


Rupanya masalah Keluarga Chastielo sungguh rumit.


Terutama soal Allen...


Stella segera menggelengkan kepalanya, masa percuma untuk memikirkan soal perasaan Allen atau sesuatu dimana Allen sendiri nggak pernah memikirkan soal perasaan dirinya ini.


Namun memikirkan soal Allen, sejujurnya Stella masih merasa lemah.


Perasaannya masih cukup kompleks, memang masih butuh waktu untuk melupakan semua hal-hal ini.


Stella yang merasa pusing sendiri setelah membaca soal hal-hal barusan, hanya bisa berpikir entah bagaimana ini semua seperti hanya bom waktu, yang sepertinya akan segera meledak.


Stella iya bisa jika semuanya baik-baik saja.


Baiklah, tidak perlu terlalu memikirkan hal-hal ini sekarang dirinya harus fokus kembali ke rencana sebelumnya soal Makan Malam.


Namun sungguh sekarang moodnya menjadi buruk, dan tidak begitu bersemangat untuk melanjutkan.


Namun mau bagaimana lagi dirinya juga tidak punya pilihan lain karena sudah bilang akan memasak untuk malam ini.


Pah semuanya sudah siap hanya beberapa tambahan saja.


Dan begitulah, Stella mobil kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam ke meja makan.


Toh, Felix sudah pulang.


Tidak butuh waktu lama sampai meja makan itu siap, karena juga jam sudah menunjukkan hampir jam makan malam, tentu dirinya juga sudah menyuruh semua orang berkumpul di meja makan termasuk Felix yang dari tadi mengabaikan dirinya.


Namun Ibu Felix terlihat sangat senang melihat masakan yang ada di meja makan dan mulai berkomentar,


"Dengar hari ini kamu yang masak?"


"Benar, Ibu. Hari ini aku masak khusus untuk Suamiku,"


Eve jelas melihat tatanan masakan dimeja makan gimana itu jelas penuh dengan menu favorit Putranya itu.


Melihat hal ini dirinya sangat senang lalu segera berbicara dengan putranya itu,


"Lihat, Felix, Istrimu sangat peduli padamu dan memasak semua ini hanya untukmu, jelas harus memakan dan mencoba semuanya, masakan Stella sangat enak,"


Tentu saja ini bukan pertama kalinya Stella memasak untuk Keluarga Chastielo, namun biasanya Ayah Allen ini tadi rumah, jadi Felix jelas tidak pernah mencoba masakannya.


Dan lagi, hanya dirinya cenderung memasak hal-hal yang berbau Seafood yang merupakan makanan favorit Allen.


Jarang dirinya melihat ke arah meja makan, tidak ada satupun hidangan Seafood, Stella sejujurnya juga merasa aneh.


Felix juga menatap kearah meja makan dengan ekspresi terkejut.


Tentu saja dirinya sudah mencoba masakan Stella tempo hari, cirinya tidak mengira jika Stella sekali menyiapkan hal hal ini.


Namun Perasaannya saat ini sedang buruk tidak memiliki mood bahkan untuk makan malam.


Ketika Felix masih terdiam itu, tiba-tiba ada seseorang yang memasuki ruang makan.


Itu adalah Allen Chastielo yang sepertinya tiba-tiba pulang.


Allen lalu menyapa Nenek dan Kakeknya, lalu juga menyapa Ayahnya Felix, kemudian mulai duduk di meja makan.


Ekspresi semua orang tentu saja terkejut, namun melihat Allen sudah duduk di meja makan dengan tenang, yang lainnya tidak terlalu memikirkannya.


Allen jelas juga hanya duduk disana dengan tenang, mulai menilai ngertinya keluarganya masih marah soal keputusan yang dirinya ambil itu.

__ADS_1


Allen hanya bisa pasrah, lalu dia menatap kearah meja makan, dimana disana hanya ada olahan makanan dari daging Ayam.


Melihat hal-hal ini perasaan Allen menjadi rumit.


Hanya beberapa hari dirinya tidak pulang, sepertinya semua orang lupa soal kalau dirinya benci dengan olahan masakan ayam.


Allen yang sudah mengambil piring dan garpu, menjadi ragu sekarang, hanya bisa menatap meja makan itu dengan ekspresi rumit.


Pelayan yang ada disana tentu saja sadar, dia menjadi cemas sendiri, takut Tuan Muda Allen akan marah, dan hal-hal ini akan menimbulkan keributan.


Namun satu menit berlalu, dan Allen tidak mengatakan apa-apa.


Kembali meletakan sendoknya.


Menatap kearah Neneknya yang terlihat masih asik mengobrol dengan Stella, dan Kakeknya yang menikmati makanan, begitu pula dengan Ayahnya.


Stella tentu sadar kedatangan Allen.


Sial!!


Kenapa pula Allen musti pulang!!


Dirinya benar-benar tidak ingin ada keributan dimeja makan, karena disini hanya ada menu yang jelas Allen benci.


Stella sudah membayangkan berbagai macam situasi dimana Allen mulai mengambil kesempatan ini untuk membuat keributan dengannya di meja makan saat makan malam ini, seperti ini hal-hal yang disengaja lah apa lah.


Dirinya sudah cukup pusing dengan urusan dengan Felix barusan, sampai-sampai tidak sempat memikirkan soal hal-hal ini.


Namun sekarang, Allen datang....


Stella yang masih diajak mengobrol oleh Nenek Allen itu sepintas menatap kearah Allen, yang terlihat kembali meletakan sendok dan garpu nya, tidak jadi mengambil makanan, hanya mengambil minuman di meja dan meminumnya, benar-benar tidak berkata apa-apa, hanya saja ekpersi di wajah Allen terlihat begitu sedih dan kesepian.


Apalagi setelah dirinya ingat, bahwa Allen ternyata bukan Putra Kandung Felix, dan sekarang melihat Allen sedikit diabaikan seperti ini, dan sepintas melihat ekspresi sedih itu....


Sungguh....


Kenapa dirinya masih seperti ini?


Merasa tidak tahan melihat ekspresi itu.


"Felix, lihat masakan Istrimu enak bukan? Kamu pasti menyukainya," kata Eve lagi pada Putranya itu.


Felix yang tidak mau repot-repot berdebat, hanya berkata,


"Ya ini enak,"


Ekpersi Allen yang mendengar jika yang memasak hari ini adalah Stella segera berubah.


Sial!!


Ini Stella pasti sengaja membuat meja makan penuh dengan hal-hal yang dirinya benci.


Namun Allen tidak mengatakan apa-apa hanya menahan emosinya, dirinya tidak mau ada pertengkaran tambahan disini, takut-takut nanti masalah soal rencana Pernikahannya malah semakin ditentang, dirinya dan Cynthia sudah menyiapkan rencana soal ini.


Itulah kenapa dirinya pulang hari ini.


"Maaf, Ibu aku mau ke dapur dulu, ada sesuatu yang lupa aku bawa kesini," kata Stella kemudian, lalu langsung pergi dari ruang makan.


Jelas, sampai di dapur, dia langsung menyuruh beberapa pelayan menyiapkan bahan masakan Seafood, berencana memasak hal praktis dalam beberapa menit.


Dan untunglah pelayan dan koki disini sangat sigap membantunya.


Segera dalam waktu sekitar sepuluh menit, Stella sudah membawa semangkuk masakan baru.


Dan setelahnya, dia dengan buru-buru menuju ruang makan.


Orang-orang di meja makan tentu terkejut melihat kedatangan Stella yang saat ini memiliki penampilan sedikit berantakan dengan sebuah piring ditangannya.


Lalu segera, Stella meletakan piring itu di meja dekat Allen dan segera berkata,


"Ini makanan kesukaanmu, Allen Putraku, maaf Mama kelupaan membawanya kesini, Mama kira kamu tidak pulang, lain kali jika kamu pulang, kamu harus memberi tahu dulu, kamu tahu sendiri, jika yang menyukai hidangan Seafood hanya kamu," kata Stella dengan senyum terbaiknya.


Antara ingin menghibur Allen dan ingin membuat Allen kesal.


Allen lalu menatap kearah piring dimejanya itu.


Dari aromanya Allen itu, itu Udang Asam Pedas kesukaannya.

__ADS_1


Ekpersi Allen lalu menajadi rumit ketika mentap Stella.


Seolah pikirannya Blank untuk sesaat.


__ADS_2