
Di tempat lainnya, saat ini Bibi Allen, yaitu Elena juga tengah bersiap-siap untuk datang ke pesta pernikahan keponakannya itu.
Hari ini, segaja Elena dandan cukup lama, agar dirinya terlihat cantik dan anggun.
Dirinya juga mengenakan gaun, yang sesuai dengan gaun yang dulu suka Kakaknya pakai.
Juga mengenakan gaya rambut yang Kakaknya dulu miliki.
Beruntung dirinya sebagai seorang adik, memiliki wajah yang sedikit mirip dengan kakaknya itu.
Walaupun Elena selalu merasa jika dirinya ini jelas jauh lebih cantik daripada Kakaknya itu.
Melihat tampilan dirinya berada di depan cermin, Elena terlihat cukup puas.
Dengan hal-hal ini dirinya berharap bisa mendekati Ayah Allen itu.
Hanya karena Felix Chastielo itu sudah menikah, tidak berarti tidak ada kesempatan untuk dirinya masuk.
Karena, jadinya juga tahu jika pernikahan itu aslinya bukanlah keinginan Felix Chastielo, semut merupakan paksaan dari keadaan yang terjadi saat itu.
Jelas dirinya juga tahu, gadis sialan bernama Stella itu bukanlah selera Felix.
Cepat atau lambat Gadis itu pasti akan segera diceraikan.
Tidak akan ada cinta dari dua orang itu, dirinya juga selalu yakin Stella itu, masih menyukai keponakannya Allen.
Dirinya bisa juga memanfaatkan hal ini untuk membuat Felix menjadi semakin tidak menyukai Istrinya itu.
Lagi pula perbedaan umur mereka terlalu jauh, Felix pasti juga akan merasa tidak nyaman untuk berada di samping gadis yang jauh lebih mudah daripada dirinya, berlebih lagi ini seumuran putranya, dan lebih tepatnya, ini masih mantan tunangan dari Putranya Allen.
Itu benar kesempatan jelas masih terbuka lebar sekali untuk dirinya.
Lihat saja dirinya akan mencoba mengambil hati Pria itu.
Saat ini hubungan mereka juga cukup dekat.
Bagaimanapun juga sejak Allen kecil, jadinya kadang membantu untuk merawat keponakaanya itu, jadi dirinya selalu memiliki kesempatan untuk dekat dengan keluarga itu.
Namun sayang sekali, Felix itu memang sedikit susah di dekati.
"Mama? Apakah Mama sudah siap? Kenapa lama sekali aku sudah menunggu dari tadi,"
Itu adalah suara Rhea Putrinya satu-satunya.
Sayang sekali putrinya itu tidak bisa diajak kerjasama untuk hal-hal ini.
"Sebentar, Mama masih bersiap-siap kamu tunggu saja di Ruang Tamu bersama Kakek dan Nenekmu,"
Rhea yang berada di depan kamar itu tentu saja menjadi tidak sabar.
Rasanya dirinya sudah menunggu lebih dari 1 jam Mamanya berdandan, namun tidak juga selesai.
__ADS_1
Padahal ini bukanlah sebuah pesta yang besar, namun kenapa sih Mamanya ini berdandan lama sekali?
Dirinya saja hanya dandan cepat.
Walaupun ini pernikahan dari Kakak sepupunya, namun hal-hal ini tidak begitu dirinya sukai jadi dirinya hanya datang tidak terlau semangat soal pernikahan ini.
Namun dirinya juga tidak akan pernah menyangka jika Kakaknya Allen makan menikah dengan cara seperti ini....
Dan lagi ini belum lama sebelum pernikahannya dengan Kak Stella dibatalkan.
Bahkan ada keributan tentang bagaimana Kak Stella menikah dengan Ayah Kak Allen.
dirinya sendiri tidak tahu harus merasa kasihan pada Kak Allen atau tidak, karena sebagian besar ini adalah salahnya....
Jika memikirkan soal Kakaknya Allen, perasaan Rhea menjadi cukup rumit.
"Ayo, Rhea. Mama sudah siap,"
Kata-kata Mamanya itu membuyarkan lamunan Rhea.
Setelahnya mereka berdua segera pergi menuju tempat diadakannya Pernikahan Allen.
Tidak butuh waktu lama sampai mereka tiba di lokasi.
Melihat ke arah KUA itu, saat ini masih dalam keadaan sepi, tidak, sepertinya pengantin wanita sudah tiba.
Jelas, gedung itu sebenarnya baik-baik saja, dan tidak ada yang buruk, namun jelas Ibu Rhea itu komplain.
"Astaga, Keluarga Chastielo itu, benar-benar sangat tega kepada Allen, cucu mereka sendiri, Acara Pernikahannya benar-benar diadakan di KUA, bahkan tidak ada dekorasi apapun di tempat ini, mereka itu benar-benar keterlaluan kepada Kakakmu. Aku jelas tahu ini semua mungkin bujukan dari Ibu Tirinya Allen itu yang menyebalkan, pasti punya dendam pada kakakmu hingga mengusulkan untuk membuat acara pernikahan Allen menjadi seperti ini,"
Tapi memang miris rasanya jika memikirkan soal acara pernikahan ini.
Untuk basa-basi, mereka segera menyapa kearah pengantin Wanita yang sudah datang.
"Astaga, Cynthia Kamu cantik sekali dengan gaun itu," kata Elena memuji calon pengantin wanita itu.
"Terimakasih banyak Tante, Tante Elena juga sangat cantik sekali hari ini, terlihat lebih muda,"
Mereka berdua terlihat saling memuji satu sama lain.
Sedangkan, Rhea jelas hanya menonton dari samping, tidak terlalu memperdulikan mereka hanya tersenyum menyapa dengan ramah.
Dan tidak lama sampai sebuah mobil berhenti di depan gedung itu.
Seperti yang mereka duga, dari mobil mewah itu keluar Allen Chastielo yang saat ini didampingi oleh Ayahnya.
Sepasang Ayah dan Anak itu, memang terlihat sangat tampan bahkan jika dilihat dari jauh.
Apalagi penampilan Felix sekarang yang tanpa Kacamatanya itu, terlihat lebih muda, orang-orang tidak tahu mungkin mereka akan menggira jika Itu bukan sepasang Ayah dan Anak, namun hanya sepasang Saudara.
Sampai setelahnya, dari mobil yang sama keluar seorang gadis cantik, segera merangkul mesra pada Felix.
__ADS_1
Elena yang awalnya menjadi terkesima dengan penampilan tampan Felix, menjadi sangat sebal ketika melihat Stella.
Elena tentu saja mengambil momen ini untuk segera mendekati keponakannya itu.
"Astaga, Allen kamu sudah datang? Sepertinya acara juga akan bisa segera dimulai, itu calon Pengantin Wanita juga sudah ada disana,"
Allen tentu saja menyambut baik Bibinya itu.
"Iya, Bibi. Acara sepertinya bisa langsung dimulai setelah ini,"
Elena lalu memikirkan sesuatu yang penting.
"Ah, ya benar, Allen untuk Acara Pernikahan ini apakah yang akan mendampingimu nanti adalah Ayahmu bersama dengan Ibu Barumu?"
Mendengar pertanyaan itu jelas ekspresi Allen yang tersenyum itu, segera berubah menjadi masam.
Tentu saja dirinya tidak ingin didampingi oleh Stella yang menyebalkan itu, yang hanya akan merusak suasana hatinya.
"Tentu saja tidak, Bibi. Hanya Ayah yang akan mendampingiku, benar begitu Ayah?"
Mendengar perkataan Putranya itu, Felix yang sedang tidak ingin membuat keributan hanya mengangguk dan mengiyakan.
Lagipula ini adalah hari kebahagiaan Putranya, tidak baik untuk rusak suasana hatinya.
Jadi, Felix segera melepaskan tangan Stella, dan mendekat kearah Putranya.
Stella tentu saja rasa kesal
Bagaimana dirinya tidak dianggap di sana.
Allen itu sialan sekali!!
Padahal dirinya sudah dandan cantik-cantik agar bisa berdampingan dengan Felix, menemani Felix yang menjadi pengiring Pengantin Pria, Siapa yang tahu ternyata Allen tidak ingin di dampingi oleh dirinya.
Namun itu merupakan hal yang masuk akal untuk menolak, akan sangat aneh jika Allen menerima dirinya menjadi salah satu Pengiring Pernikahannya itu.
Lagipula, Stella juga merasa sangat aneh, jika harus jadi pengiring Pernikahan Allen.
Sungguh, rasanya sangat miris ketika memikirkan semua ini.
Apalagi mimpinya sejak kecil adalah untuk menikah dengan Allen, menjadi calon mempelai wanitanya, namun sekarang harus menemani Allen dan mengiringi Pernikahannya sebagai Ibu Tirinya.
Jadi, baikan saja Allen berbuat sesukanya saat ini.
Elena yang mendengar keputusan ayah dan anak itu tentu saja menjadi senang, apalagi melihat Stella diabaikan.
Setelah itu dirinya langsung saja melontarkan ide yang sudah dirinya pendam.
"Tapi Allen, tidak baik jika kamu menikah hanya dengan diiringi oleh Ayahmu. Itu benar, Kak Shopia sudah lama meninggal, iya pasti juga akan sangat senang jika bisa melihat kamu menikah seperti ini, jadi aku sebagai adiknya, akan mewakili Kakakku untuk mengantarmu bersama dengan Ayahmu menuju ke pelaminan ini,"
Allen merasa tidak ada yang salah dengan ide ini dan langsung setuju, dari pada harus Stella yang melakukan bukan?
__ADS_1
"Tentu saja, Bibi. Aku juga sangat senang jika Bibi mau melakukannya,"
Elena jelas tersemyum, lalu segera berdiri disamping Felix, dan merangkul tangannya.