Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 54: Teman Curhat


__ADS_3

Sore itu, disalah satu Restoran tertentu, terlihat Stella sedang duduk disalah satu Kursi disana dengan perasaan tidak enak.


Ini semua dimulai sejak kejadian kerusuhan tadi di kantor.


Sangat susah untuk mencoba menenangkan Paman Felix, dan terlihat masalah antara mereka sangat buruk, dimana kebencian jelas terlihat juga ketika Paman Felix menatap Pria yang merupakan CEO Perusahaan Musuh itu.


Stella sendiri juga tidak tahu apa masalah antara mereka berdua, sepertinya masalah yang mereka miliki lebih dari dari yang dirinya kira, ini mungkin tidak hanya persaingan perusahaan.


Lalu apa lagi?


Itu keduanya hanya bertengkar dan saling adu mulut.


Dan hal-hal yang Pria bernama Richard itu, cukup untuk membuat dirinya begitu penasaran.


Sesuatu seperti,


'Itu semua adalah salahmu!! Kamu yang tidak bisa membuat dia bahagia!! Itu salahmu!'


Yang jelas disalahkan seperti itu membuat Paman Felix menjadi marah.


Pada akhirnya, setelah dirinya mengungkit soal ada pertemuan penting, dan apakah mereka tidak akan malu, mereka akhirnya berhenti bertengkar, dan mengurus urusan mereka sendiri.


Tentu saja, Stella jelas bertanya pada Felix tentang apa yang terjadi, ampun seperti sebelumnya dia tidak mengatakan apapun pada Stella.


Dari sini, Stella merasa cukup kesal dan frustasi, seolah jarak antara dirinya dan Felix tidak berkurang sedikitpun.


Padahal, sudah dirinya memiliki beberapa masalah, dirinya akan bercerita pada Paman Felix, termasuk beberapa kejadian yang membuat mereka sedikit lebih dekat.


Dirinya sedikit terbuka tentang hal-hal yang dirinya alami....


Paman itu cukup tahu banyak tentang dirinya...


Namun dirinya jelas tidak tahu apapun soal Suaminya itu, seolah semua hal tentang Felix menjadi misteri sampai saat ini.


Tentang hal-hal yang dialami di masa lalu....


Dan soal Allen yang ternyata bukan Putra Kandungnya...


Yang Stella inginkan, setidaknya Paman Felix mustika terbuka tentang apa masalah yang dia miliki seperti dirinya yang cukup terbuka tentang masalah yang dirinya memiliki kepada Suaminya.


Apakah itu karena Paman Felix tidak memiliki kepercayaan padanya?


Sehingga, dia tidak mau bercerita apapun.


Ya, Stella juga paham dari sini bagaimana Paman itu akan percaya padanya?


Pernikahan mereka baru berjalan sebentar.


Mereka memang belum mengenal cukup lama.

__ADS_1


Apalagi acara pernikahan ini terjadi karena paksaan dari dirinya.


Semua ini dari awal adalah hal-hal yang tidak Suaminya itu inginkan.


Hanya memikirkannya sampai sini saja sudah membuat perasaan Stella jadi begitu sedih.


Ketika Stella masih melamun itu, tiba-tiba seseorang datang dan membuat dia kaget.


"Kak Stella!! Kenapa Kakak malah diam saja? Kakak bahkan tidak menyadari jika aku sudah datang?"


Mendengar suara itu, Stella segera mengalihkan pandangannya pada seorang gadis yang ada di hadapannya.


Itu adalah Rhea Lawrence, sahabat baiknya yang dirinya tunggu.


"Rhea kamu akhirnya datang,"


"Ya, lama tidak bertemu, Kak Stella, aku merindukanmu,"


"Itu benar, aku juga merindukanmu. Apakah kamu tahu? Ada begitu banyak hal yang terjadi selama kamu pergi,"


Rhea lalu duduk, dan mulai mendegarkan apa yang Stella katakan.


"Ya, aku tahu. Sepertinya semua terlihat sangat berbeda setelah aku pergi. Aku pagi ini bertemu dengan Kaky Allen, dia bersama dengan gadis bernama Cynthia itu, bahkan tidak tahu malu dia niat menikah dengan gadis itu terlebih dia mencoba mencari restu dari Keluarga kami, padahal belum lama sejak dia ingin membatalkan pernikahannya itu,"


Stella yang mendengar itu menjadi diam.


Dirinya tentu sudah tahu semua masalah ini.


Kehamilan Cynthia...


Jujur, Stella ketika memikirkan ini perasaannya masih begitu sakit.


"Seperti yang kamu lihat, aku seperti tidak lagi mengenal Allen...." Kata Stella lagi, dengan nada yang terlihat sangat sedih.


"Semua orang pasti akan berubah... Namun aku sendiri juga tidak berpikir jika Kak Allen menjadi seperti itu. Sebenarnya apa yang terjadi?"


Stella lalu terdiam, menjadi begitu binggung bagaimana cara menceritakan ini.


"Apakah sebaiknya, akan memulai ini tepat dari satu tahun yang lalu? Saat kamu pergi ke Luar Negeri,"


"Ya, Kak Stella bisa mulai dari sana,"


Stella lalu mencoba menarik nafasnya, menenangkan dirinya akan dirinya bisa bercerita.


Setelahnya, Stella mulai menceritakan tentang bagaimana kedatangan Cynthia yang tiba-tiba.


Dan bagaimana, Cynthia perlahan-lahan mulai mengambil semua hal yang dia miliki dalam Keluarga Chastalope.


Stella sendiri merasa itu semua cukup wajar karena semua itu bukan miliknya dari awal, jadi dirinya tidak melakukan banyak hal dan membiarkan Cynthia melaksanakan apapun yang dia suka, ada awalnya dirinya juga baik pada Cynthia, mulai memperkenalkan Cynthia pada teman-temannya, lalu juga perkenalkan nya pada tunangannya Allen.

__ADS_1


Awalnya mereka memiliki hubungan yang cukup baik...


Namun dirinya juga tidak tahu sejak kapan Cynthia mulai menjadi seperti itu, setiap kesempatan dia selalu mencoba menjawab menjelekkan dirinya atau menjatuhkan image yang dimilikinya, entah dengan berbagai cara atau menjebak dirinya.


Awalnya dirinya pikir itu hanya sebuah kebetulan.


Namun semakin berlarut-larut akhirnya dirinya sadar tentang akting Cynthia, mana dia hanya berpura-pura baik di depan namun begitu jahat di belakang dirinya.


Membuat Stella berpikir, bahwa dari awal semua kebaikan Cynthia adalah sebuah kebohongan.


Dari sana juga, dirinya kemudian saring memergoki bagaimana Cynthia dan Allen terlihat berteman cukup akrab.


Awalnya dirinya berpikir positif.


Dirinya mempercayai Allen, namun dirinya tidak mengira jika kepercayaannya akan dibalas seperti itu.


Stella juga mulai mencaritakan soal kejadian ketika di Acara Lamarannya itu.


Bagaimana dirinya melihat mereka berdua berciuman dalam acara itu, setelahnya kejadian ketika dirinya masuk ke dalam kolam, namun tidak ada orang yang berniat menolongnya.


Kecuali satu orang.


Itu adalah Paman Felix.


"Astaga aku tidak mengira jika kejadiannya ternyata menjadi lebih buruk daripada yang aku kira,"


"Hah, ku juga tidak mengira semua kejadian seperti itu. Setelahnya, walaupun aku yang masuk sekolah malah aku yang dituduh mencelakakan Cynthia, padahal jelas Cynthia yang mendorongku ke kolam, ketika aku memikirkan bahwa semua orang mulai menuduhku, ini membuat aku begitu sedih, terutama Allen yang tidak mempercayai ku... Kamu tahu bukan Rhea? Bahwa dari semua orang, aku sangat mencintai Allen.... Untukku, Allen adalah segalanya dalam hidupku...."


Ketika mulai menceritakan itu, Stella sedikit menangis, dan sedikit gemetar, mulai teringat lagi hal-hal buruk yang dirinya alami.


"Ya, aku tahu bagaimana perasaan Kak Stella pada Kak Allen...."


"Namun kamu harus tahu bahwa itu bukan segalanya, Hal paling buruk adalah setelahnya, setelah aku Pulang dari Rumah Sakit. Apakah kamu tahu apa yang aku dengar setelah aku kembali dari Rumah Sakit?"


"Apa itu?"


"Tentang bagaimana mereka berdua berniat menggantikan pernikahanku dan Allen menjadi Pernikahan mereka sendiri, mereka berani berselingkuh di belakangku dan itu masih belum cukup mereka bahkan ingin menggantikan pesta Pernikahanku, Apakah kamu tahu bagaimana perasaanku saat itu? Aku begitu hancur...."


Rhea yang mendengar ini tentu saja tidak mempercayai apa yang dirinya.


Dirinya tidak menyangka jika Kak Allen bisa begitu kejam.


"Astaga mereka bisa begitu jahat dan kurang ajar seperti itu,"


"Ya, dan itulah bagaimana aku mulai memiliki sebuah rencana gila,"


Rhea lalu terdiam sebentar kemudian menjadi teringat sesuatu.


"Apakah ini soal Kak Stella yang menikah dengan Ayah Kak Allen? Paman Felix?"

__ADS_1


I


__ADS_2