Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 51: Semua Salahmu


__ADS_3

Awalnya, Stella memang berencana untuk segera bertemu dengan sahabatnya Rhea itu, Namun siapa yang tahu ketika dirinya tiba di kantor dirinya disibukkan oleh begitu banyak pekerjaan yang Felix berikan padanya.


Setelah menatap pekerjaan yang ada di mejanya, Stella mulai berpikir, Apakah benar ini nanti siang akan selesai?


padahal dirinya berencana untuk meminta izin nanti siang untuk pergi setelah menyelesaikan pekerjaannya di pagi hari Namun melihat betapa banyak pekerjaannya sekarang dirinya menjadi tidak yakin Apakah nanti siang bisa izin atau tidak.


Apalagi melihat Atasannya itu, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Suaminya itu, adalah seorang workholic, jelas tidak akan membiarkan dirinya pergi sampai pekerjaannya hari ini selesai.


Sungguh padahal pekerjaan biasanya tidak sebanyak ini namun kenapa sekarang begitu banyak?


"Kenapa? Kenapa kamu hanya menatap mejamu seperti itu segera kerjakan?"


Itu adalah kata-kata dingin dari Felix ketika melewati mejanya.


Stella jelas tidak tahu apa yang membuat Paman itu marah pagi-pagi, benar-benar aneh dan sulit untuk dimengerti.


"Aku akan segera mengerjakannya sudah jangan terlalu banyak berbicara padaku, Paman,"


Tidak ada percakapan lagi antara mereka berdua karena Felix segera kembali masuk ke dalam ruangannya.


Stella akhirnya pasrah untuk mengerjakan tugas-tugas itu, dia mengecek jadwal kegiatan Atasannya itu.


Stella melihat sepertinya hari ini adalah jadwal pengumuman dari tender sebelumnya.


Sepertinya acara pertemuan ini akan diadakan siang ini.


Aduh bagaimana ini jika ada acara penting ini jelas dirinya tidak bisa izin untuk bertemu dengan sahabatnya itu walaupun nanti dirinya berhasil menyelesaikan semua tugasnya di siang hari.


Stella mulai memikirkannya sepertinya sebaiknya dirinya bertemu dengan Rhea nanti malam atau nanti sore saja, ya biar lebih leluasa juga daripada dirinya harus diganggu oleh Felix.


Dan begitulah pagi itu dengan cepat berakhir, sampai acara yang dijadwalkan segera tiba.


Namun terlihat sekali ketika Stella menatap wajah Felix, ekspresi tidak enak terlihat di wajah itu.


"Paman kenapa? Apakah ini ada hubungannya dengan Richard Maximilian itu?"


Felix yang mendengar nama itu disebut tentu saja mencoba mengelak.


"Itu jelaskan urusanmu aku sudah bilang kamu jangan bertanya-tanya lagi soal ini,"


Mendengar Paman itu, menjadi marah, Stella akhirnya menjadi diam.


Setelahnya mereka menuju ke gedung pertemuan seperti tempat sebelumnya.

__ADS_1


Saat itu mereka tiba di tempat Parkir Gedung, sampai tiba-tiba Stella yang merasa sakit perut mendadak itu, segera keluar mobil duluan dan ijin ke kamar mandi.


"Paman duluan saja ke Ruang Rapat, nanti aku menyusul. Benar-benar butuh ke kamar mandi,"


Felix yang mendengar itu, lalu segera berkata dengan malas,


"Kamu itu di saat-saat penting seperti ini malah ke kamar mandi segala!"


Melihat protes Felix itu, Stella ikannya lalu segera pergi dan melambaikan tangan.


Felix sendiri juga langsung keluar mobil begitu Stella pergi, tidak lupa membawa dokumen-dokumen yang Stella tinggalkan.


Sungguh menjadi repot gara-gara Stella pergi, jadinya jadi harus membawa semua ini.


Namun ketika Felix hendak sampai di ujung tempat parkir, dia bertemu dengan wajah yang familiar.


Richard yang tadi awal sudah membenci Felix itu, tentu saja langsung mendekat dan memberikan sapaan yang tidak enak.


"Heh? Aku pikir kamu tidak berani datang," kata Richard pada Felix itu.


"Siapa pikir kamu? Aku takut untuk datang?" Balas Felix dengan ekpersi kesal.


"Pffff..... astaga rupanya kamu tidak menunjukkan wajah bersalah sama sekali dasar tidak tahu malu!!"


Richard yang mendengar kata-kata itu jelas merasa tidak suka.


"Jelas kamu yang membuatku mengalami Kecelakaan hari itu.... Dan kamu masih mengelak?"


Felix yang mendengar dirinya itu dituduh tentu saja mencoba mengelak.


Memang ada beberapa hal di masa lalu, yang mengakibatkan orang didepannya ini terlibat dalam suatu insiden kecelakaan.


Awalnya, memang benar mereka sempat bermusuhan dan dirinya menyewa beberapa Preman untuk memukuli orang itu, namun hanya itu, tidak lebih dan tidak kurang, hanya membuat orang itu babak belur.


Namun tidak lama setelah kejadian itu, orang di depannya itu terlibat sebuah kecelakaan maut, yang membuat dia masuk jurang.


Tentu saja melihat orang yang seharusnya sudah mati itu dirinya kaget, itu hal yang wajar, dirinya benar-benar tidak tahu menahu soal kejadian kecelakaan itu, namun berapa orang memang sempat menuduh nya bahwa dirinya yang melakukan hal itu.


Mungkin ini semua berawal dari kata-kata provokasi nya sebelumnya ketika mereka berada di kampus.


Dirinya lah yang berkata didepan semua orang, sesuatu seperti ini,


'Lihat saja aku akan mengirim mu Ke Neraka, Melenyapkan mu dari Dunia ini! Kalau kamu masih berani mendekati Tunanganku!!'

__ADS_1


Itu hanyalah sebuah kata-kata dari bentuk kekesalan, itu hanya dirinya memberi orang itu pelajaran dan memukulinya, dirinya tentu masih memiliki otak tidak mungkin benar-benar berniat membunuh seseorang.


Namun kata-kata singkat itu membuat dirinya jatuh kepada keputusasaan yang besar....


Dan semuanya menjadi kacau setelah kecelakaan itu....


Itu membuat Shopia menjadi semakin membenci dirinya....


"Percuma saja berbicara denganmu. Lagipula jika kamu masih hidup, kenapa tidak dari dulu muncul? Dan baru muncul sekarang?"


Mendengar penolakan yang tegas itu jelas aja, Richard menjadi marah.


"Apakah kamu? Aku mengalami begitu banyak hal sulit dan terlibat kecelakaan itu, tentu saja aku tidak mungkin bisa kembali saat itu..... Hanya saja... Jika aku bisa kembali lebih awal... Tidak mungkin Shopia akan menderita sampai meninggal seperti itu..."


Felix yang mendegar Almarhum Istirnya itu disebut-sebut, dirinya menjadi begitu marah, dia tanpa segan langsung memukul Richard tanpa peringatan apapun.


Semua ini membuat dirinya menjadi ingat semua kenangan masa lalu sulit yang berusaha untuk dirinya lupakan.


"Tutup mulutmu itu!! Kamu tidak tahu apa-apa sebaiknya diam saja!!"


Richard yang dapatkan sebuah pukulan itu jelas berniat memukul Felix balik.


"Felix!! Kamu pikiranku bodoh? Aku sudah menyelidiki semuanya hal-hal yang terjadi setelah aku pergi!! Kamu... Kamu memaksa Shopia menikah denganmu bukan? Kamu memaksa dia dari awal sampai akhir!! Juga mendengar begitu banyak gosip, betapa Orang Tua mu, masih tidak menyukai Shopia seperti dulu, bahkan setelah kalian menikah!! Kamu yang membuat Shopia menderita!! Sampai dia meninggal!! Dia pasti tidak bahagia denganmu!! Kamu tidak bisa menjaga Shopia!!"


Felix yang disalahkan itu, jelas menjadi tambah marah.


"Kamu tidak tahu apa-apa tentang Aku dan Shopia sebaiknya diam saja!!!"


"Tidak tahu apa-apa? Apakah aku harus menyebutkan nya dari awal? Bagaimana kamu dengan cara kotor merebut Shopia dariku!! Kamu memaksa Shopia menjadi Tunanganmu, dengan uang-uang mu itu! Kamu memaksa dia hingga dia tidak memiliki pilihan!!"


Felix jang mendengar ocehan dari Richard itu, menjadi tidak tahan lagi, dan kembali memukul Richard.


Richard yang dipukul itu sempat jatuh ke tanah, namun bukannya merasa kesakitan dia malah tertawa.


"Ahahaha.... Kamu memang selalu seperti itu!! Hanya berani dengan kekerasan!! Ini pikir kamu begitu hebat karena kamu punya uang?"


"Diam!!"


"Kamu memaksa Shopia menikah denganmu, namun kamu tidak pernah membuat dia bahagia. Aku tahu dari penyelidikanku. Bahwa kamu memaksa Shopia melanjutkan Kehamilannya saat itu, padahal jelas tahu kondisi dia tidak begitu baik setelah kecelakaan yang dia alami, hingga akhirnya dia meninggal.... Itu salahmu tidak bisa menjaganya!! Salahmu karena begitu egois!!"


Kata-kata itu jelas membuat Felix menjadi gemetaran.


Karena Felix kembali mengingat lagi kejadian di masa lalu...

__ADS_1


Hari saat Shopia meninggal....


__ADS_2