Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 97: Hanya di Manfaatkan


__ADS_3

Hari-hari segera berlalu ketika Allen berama dengan Ayah Kandungnya itu.


Namun, saat ini Allen berniat untuk mencari Cynthia di rumah orang tuanya, namun sebelum itu, dirinya akan mencoba mencari Rhea dulu, karena sepertinya Rhea dari beberapa hari yang lalu ingin bertemu dengannya.


"Mau kemana kamu Allen?"


"Aku akan pergi untuk menemui sepupuku,"


"Ah, begitu. Kamu hati-hati ya,"


"Tentu saja,"


"Allen, kamu ingat dengan rencana yang aku katakan sebelumnya bukan?"


Allen kemudian terdiam setelah mendengar itu.


"Ya, Nanti Malam bukan? Aku akan segera menghubungi, Ayahku... Ah maksudku, Felix Chastielo untuk datang ke tempat yang Ayah maksud,"


"Itu bagus, kamu jangan merasa bersalah dengan tindakanmu, tindakanmu ini benar. Aku tidak akan benar-benar membuatnya celaka, hanya beberapa cedera kecil,"


Allen diam ketika mendengar itu, sebenarnya hatinya sedikit ragu untuk melakukannya...


Melihat Allen diam, Richard sekali lagi mencoba memanas-manasi Allen.


"Tidakkah kamu ingat bagaimana Keluarga Chastielo bersikap dingin padamu bertahun-tahun? Allen, kamu ragu, alangkah lebih baik jika kamu menelepon Dia sekarang, ini semua Demi Almarhum Ibu Kandung mu, yang dia buat menderita selama ini, juga demi Ayahmu ini, kamu tahu bukan, jika sebelumnya Felix Chastielo itu mencoba membunuhku, untung saja saat itu aku bisa selamat.... Jika tidak...."


Allen mulai menjadi takut ketika memikirkan hal-hal ini.


Benarkah Ayahnya, Felix Chastielo sejahat itu?


Namun sepertinya banyak bukti soal itu, seperti bagaimana foto-foto Almarhum Ibunya terlihat tidak bahagia.


Lagipula, ini hanya beberapa cedera ringan?


Sebelum Allen berubah pikiran, Allen negara mengambil ponselnya dan mulai menelepon nomor tertentu.


Tidak lama sampai telepon itu di angkat.


Ada nada kecemasan dari baik telepon,


'Allen, kamu akhirnya menelepon. Ayah sangat khawatir padamu, sebenarnya selama ini kamu ke mana? Kamu sebaiknya jangan dengarkan apa kata orang-orang, Allen kamu mau sampai kapanpun adalah Putraku,'


Mendengar kata-kata itu, entah kenapa Allen tiba-tiba merasa tidak nyaman.


Ini adalah apa yang selalu ayahnya katakan, namun Ayahnya tidak benar-benar melakukan sesuatu untuknya untuk membuktikan kata-kata itu.


Jadi tanpa berkata banyak, Allen segera berkata,


"Mari bertemu nanti Siang, di Jalan X. Kita akan membicarakan hal itu di sana,"


'Kenapa harus nanti?'


"Jika Ayah memang tidak ingin membicarakannya denganku tidak apa-apa,"


Melihat telepon itu akan segera ditutup, Felix yang akhirnya bisa mendengar suara putranya itu menjadi panik dan segera berkata,


'Baik-Baik, aku akan pergi ke tempat yang kamu bicarakan mari kita membicarakan nya semuanya. Ayah akan menjelaskan segalanya kepadamu,'


"Ya,"


Telepon itu lalu segera ditutup.

__ADS_1


Dan Allen sekarang menatap Ayah Kandungnya itu, yang saat ini terlihat memiliki ekpersi puas.


"Allen, kamu sudah melakukan hal yang benar,"


Allen kisah kenapa merasa tidak senang juga dengan senyuman itu hatinya masih penuh keraguan namun dirinya juga tidak tahu harus berbuat apa....


Allen mencoba menenangkan dirinya, lalu segera pergi dari sana, menuju ke Rumah Nenek dan Kakeknya, hidungnya memang tidak membuat janji dengan Rhea.


Namun tidak apa-apa, biasa aja dirinya cukup penasaran dengan apa yang ingin Rhea katakan.


Dan tidak lama sampai, Allen tiba di Rumah Kakek dan Neneknya itu.


Namun apa yang Allen lihat?


"Allen!! Kamu... Kamu ternyata bukan Putra Kandung Felix Chastielo itu!! Aku benar-benar tidak tahu apa yang dilakukan oleh Putriku Shopia itu, taukah kamu? Investasi yang di tanamkan oleh Keluarga Chastielo itu pada Perusahaanku, dicabut!! Ini semua jelas gara-gara kamu bukan? Mendengar bahwa kamu pergi dari rumah, sekarang aku mohon pada-mu segera kembalilah ke Rumah Keluarga Chastielo, bila perlu kamu memohon kesana, bahkan walaupun kamu bukan cucu kandung mereka, kak kamu berlutut dan memohon kepada mereka akan menjadi anak yang patuh aku yakin mereka akan kembali menerimamu,"


Kata-kata dari Kakeknya itu, sama seperti apa yang Cynthia katakan sebelumnya.


Memohon dan Berlutut?


Hanya memikirkan itu saja membuat dirinya merasa sakit hati.


Padahal niatnya kembali ke sini ingin mendapatkan keterangan dan pengehuburan dari Kakek dan Neneknya.


Namun, Allen benar-benar tidak mengira jika apa yang mereka lakukan hanya ingin memanfaatkan dirinya.


Apakah kebaikan yang mereka selama ini berikan, karena dirinya Putra Felix Chastielo?


Jadi mereka bisa mendapatkan keuntungan dari dirinya?


Mengetahui kenyataan ini, membuat hati Allen begitu sakit dan hancur.


Ternyata selama ini kasih sayang yang sininya dapat adalah sesuatu yang penuh tipuan...


Kenyataan bahwa dirinya Bukan Putra Kandung Felix Chastielo, membuat seakan-akan keberadaannya ini tidak ada artinya.


Kenapa?


Kenapa dirinya mengalami semua hal ini?


Semua orang hanya menyudutkan nya seperti ini...


Allen merasa begitu hancur saat ini, merasa tidak tahan berada di Rumah itu, segera keluar dari Rumah itu tanpa berkata-kata.


Rhea yang kebetulan sedang turun ke bawah berniat untuk bertemu dengan Allen menjadi kaget melihat Allen yang pergi tiba-tiba.


"Kakek!! Apa yang barusan Kakek katakan padanya? Kak Allen itu masih cucu Kakek! Kakek ini benar-benar tidak masuk akal! Di pikiran Kakek hanya uang, uang, uang dan uang!"


Rhea menjadi marah selalu segera keluar dari rumah itu mencoba mengejar ke mana Allen pergi.


Saat ini, Rhea bisa melihat Allen sedang berjalan dengan putus asa di pinggir jalan Raya, sampai-sampai tidak memperhatikan Allen mulai berjalan agak ketengah.


Rhea, jelas menjadi begitu panik ketika ada sebuah mobil yang hendak menyerempet Allen.


Rhea langsung buru-buru, menarik Allen tengah jalan itu, hingga mereka jatuh ke pinggiran jalan Raya, membuat Tas yang Rhea bawa jatuh dan menumpahkan semua isinya.


"Kak Allen! Aku mohon Kakak jangan seperti ini!"


Allen sendiri awalnya tidak menyadari jika dirinya berjalan di tengah jalan.


Hanya, pikirannya begitu pusing belakangan karena begitu banyak fakta menyakitkan yang perlahan-lahan terungkap.

__ADS_1


Allen lalu mulai menatap Rhea, dan berkata,


"Aku tidak bermaksud seperti itu, hanya saja tadi memang aku tidak terlalu memperhatikan jalan,"


"Baik, sekarang tidak apa-apa, Kak Allen tidak perlu memperdulikan apa yang Kakek tadi katakan,"


Allen tetap diam, dan tidak menjawab, kata-kata Kakeknya barusan, jelas masih sangat menyakiti hatinya ini tidak akan mudah.


Setelahnya, Allen karang baru memperhatikan ke sekitarnya di mana isi tas Rhea yang berhamburan, ternyata di sana ada beberapa foto.


Allen mengambil salah satu foto itu, ini adalah foto Cynthia yang terlihat sedang berciuman dengan laki-laki yang tidak dirinya kenal.


Rhea awalnya tidak menyadari jika tasnya itu berantakan, menjadi kaget ketika Allen mengambil salah satu foto itu, minang menyimpan foto-foto ini di tas, agar sebelumnya bisa diberi tahu pada Allen, namun Rhea masih tidak tega untuk menyampaikannya, jadi dirinya membiarkan hal hal itu tetap tersimpan di tasnya.


Mana tahu jika hal hal itu malah terbongkar dengan cara seperti ini.


"Rhea? Apa maksud foto-foto ini?"


"Maaf, Kak Allen, sebelumnya Aku cukup curiga dengan Kak Cynthia... Setelah dia bersama dengan seorang Pria asing,"


"Kenapa kamu tidak segera berbicara padaku jika tahu? Apa maksudmu dari awal?"


"Bukan begitu, Aku awalnya juga tidak yakin, jadi aku mulai menyelidikinya, dan seperti apa yang Kakak lihat di foto ini, Cynthia bersama dengan laki-laki lain, aku juga memiliki sebuah rekaman video di mana mereka berdua bercakap-cakap dan membicarakan bahwa anak yang Cynthia kandung itu bukan Anak Kak Allen,"


"Kamu... Apa kamu menyembunyikan ini dariku?"


"Kak, bukan seperti itu...."


Allen yang menerima kenyataan itu jelas menjadi begitu emosional.


Dirinya juga tidak akan pernah mengira jika Cynthia itu bahkan menipunya seperti ini.


Jadi, bahan Cynthia itu hanya menafaatkan dirinya selama ini?


Dia pembohongan yang menipunya, pantas saja ketika dirinya Keluar dari Rumah Keluarga Chastielo, dia langsung meminta dirinya agar segera kembali ke Rumah itu...


Sekali lagi menerima fakta menyakitkan ini, membuat Allen benar-benar tidak bisa berpikir lagi.


"Rhea... Kamu... Kamu ternyata sama saja juga dengan semua orang... Menyembuyikan tentang semua fakta ini dariku!! Apa maksudmu?"


"Kak Allen! Ini tidak seperti itu aku berniat memberitahumu hanya saja...."


"Diam!!"


Allen segera bangun dari sana, lalu segera menghadang taksi kebetulan pas lewat, dan mulai memasuki taksi itu.


Rhea, jelas ingin berbicara dengan Allen.


"Aku sedang ingin berbicara denganmu dulu," kata Allen dengan nada dingin.


Memasuki mobil, Allen yang putus asa itu, merasa tidak tahu harus berbuat apa lagi.


Merasa dirinya selama ini begitu bodoh, bisa ditipu oleh semua orang seperti ini....


Sekarang dirinya tidak tahu lagi harus berbuat apa.


####


Disisi lainnya, Rhea yang melihat Allen pergi itu segera ingin menyusulnya, namun sayang sekali tidak ada taksi di sekitar situ, dan lagi taksi Allen sudah hilang menjauh.


Rhea yang panik, segera menelepon Stella, dan mulai menceritakan apa yang terjadi.

__ADS_1


"Kak Stella, tolong bantu Aku mencari Kak Allen, kakak kira-kira tahu kemana dia pergi?"


'Aku akan mencoba memikirkannya, kira kemana dia pergi, Aku akan keluar dan mencarinya juga. Sial, aku tidak mengira kejadiannya benar-benar menjadi seperti ini, Allen tahu di saat-saat terburuk dalam hidupnya,'


__ADS_2