Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 60: Terasa Aneh


__ADS_3

Akhirnya setelah beberapa keributan di luar gedung, Allen di dampingi oleh Ayah dan juga Bibinya yang berada disamping, memasuki ruangan Pernikahan, menuju ke tempat diadakannya Ijab Kabul.


Sudah ada kursi khusus yang disediakan untuk pendamping pengantin di belakang kursi pengantin.


Orang tua Cynthia juga sudah duduk di sana.


Sedangkan Stella dan juga tamu-tamu lainnya berada di kursi yang memang sudah disediakan untuk para tamu.


Rhea duduk disamping Stella, disana sedikit mengobral dengan Stella.


"Stella, aku benar-benar minta maaf atas kelakuan Mamaku, benar-benar tidak tahu jika dia bisa seperti itu,"


Stella hanya tersenyum menanggapi sahabatnya itu.


"Tidak tidak, ini jelas bukan salahmu, kamu tidak perlu minta maaf,"


"Hmm, ya."


Tentu saja Acara Pernikahan ini tidak ada pembukaan dan sebangsanya, karena memang begitu penganti tiba, juga mas kawin sudah tiba, mereka akan segera melakukan Ijab Kabul.


Namun memang masih ada beberapa dokumentasi, seperti foto saat seserahan pas kawin.


Stella menatap acara di depannya itu dengan ekspresi yang cukup rumit.


Terutama ketika sekarang Allen sudah mulai mengucapkan Ijab Kabulnya untuk Stella.


Saat awal-awal, Stella melihat jika Allen rupanya sedikit gugup hingga salah mengucapkan kata-kata Ijab Kabul itu.


"Wow, sepertinya Kak Allen bisa gugup juga dalam acara ini," kata Rhea merasa heran.


Stella juga ikut tertawa lalu berkata,


"Ya, asal dia tidak salah sebut nama, atau itu akan benar-benar memalukan,"


Stella juga melihat bagaimana Felix terlihat mencoba menenangkan Putranya itu agar tidak gugup.


Ini membuat Stella teringat saat ijab Kabulnya, Felix benar-benar melakukannya dalam sekali hempasan tanpa melakukan kesalahan apapun, bahkan tidak terlihat jelas hari itu.


Benar-benar berbeda dengan Allen saat ini.


Padahal sebelumnya dirinya melihat Allen lihat baik-baik saja namun ternyata setelah ada di depan Penghulu, dia bisa seperti itu.


Ini menjadi membuat Stella kepikiran, jika hari itu Pernikahannya dengan Allen tidak jadi dibatalkan, apakah Allen akan merasa gugup juga saat mereka melakukan Ijab Kabul seperti itu?


Setelah memikirkan hal ini, ekpersi Stella jelas terasa cukup rumit.


Merasa bahwa pikirannya itu salah.


Jelas hubuangan antara dirinya dan Allen sudah berakhir.

__ADS_1


Adegan Pernikahan Allen terlihat sangat lambat di mata Stella, entah kenapa masih membuat hatinya tidak nyaman.


"Saksi Syah?"


"Syah...."


Dan sekarang mereka berdua sudah resmi menikah.


Stella nggak sadar dirinya tidak boleh terus seperti ini, termakan dalam emosi lama yang dirinya miliki.


Dirinya jelas tidak boleh terlihat sedih apalagi menunjukkan wajah sedih ini didepan Cynthia dan Allen.


Dirinya harus menunjukkan jika dirinya kuat, dan tidak akan terpengaruh oleh semua ini.


Atau mungkin ini bisa membuat Paman Felix marah.


Hanya saja rasanya masih begitu aneh untuk melihat Allen, Pria yang pernah dirinya cintai selama hampir tujuh tahun dalam hidupnya, menikah dengan orang lain.


"Stella? Kamu tidak apa-apa?"


Suara Rhea yang terlihat sangat mengkhawatirkan dirinya, membuat Stella sadar dari lamunannya.


Stella segera sedikit menarik nafasnya, mencoba menetralkan semua emosi yang bergejolak dalam hatinya.


Ya, sekarang tidak apa-apa.


Rhea juga memiliki ekspresi cukup rumit saat melihat Pernikahan ini.


Minyak tidak pernah mengira bisa datang ke acara Pernikahan Kakaknya Allen.


"Ya, semua baik-baik saja Kak Stella. Tidak usah terlalu dipikirkan,"


Dan begitulah acara itu selesai, dan ditutup dengan beberapa sesi foto-foto keluarga setelah tanda tangan Surat Nikah.


Stella awalnya duduk dan menonton sesi foto-foto itu, sampai Felix tiba-tiba datang dan mengandeng tangannya Stella, membuat Stella terkejut.


Felix dari tadi kadang-kadang juga akan mencari pandang ke arah Stella duduk tidak terlalu jauh dari tempatnya duduk.


Dirinya juga bisa melihat perubahan kecil dalam ekpersi wajah itu, ekpersi yang sebelumnya menunjukkan sebuah kesedihan ketika Allen Putranya mulai melakukan Ijab Kabul ini.


Felix ini jelas bisa melihat bahwa memang Stella masih memiliki beberapa perasaan pada Putranya Allen.


Ekpersi itu tidak bisa disembunyikan, ekpresi yang jelas mengungkapkan tentang isi hati Stella yang terpendam.


Hal-hal ini jelas membuat Felix merasa tidak nyaman, itulah kenapa dirinya berniat mengajak Stella untuk ikut foto bersama.


Setelah mengandeng Stella, Felix segera merangkulnya, dan berbisik pada Stella, hingga itu hanya bisa di dengar oleh Stella.


"Stella, ingat posisimu, sekarang kamu adalah Istriku, milikku, dan Allen sudah resmi menjadi milik orang lain, kamu jangan lagi menatapnya seperti itu,"

__ADS_1


Stella mendengar perkataan tiba-tiba itu tentu saja mengerti dan paham apa maksud Suaminya itu.


"Aku mengerti,"


"Kalau begitu, mari kamu ikut berfoto Keluarga bersamaku, tegaskan posisimu, kamu sekarang adalah Ibu Tiri Felix, dan Allen adalah Suami orang sekarang,"


"Astaga, aku benar-benar mengerti, Paman tidak perlu mengucapkan itu berkali-kali,"


Setelahnya, Stella yang berada dalam rangkulan Felix itu segera mendatangi sepasang pengantin itu.


Dengan desakan Felix, Stella tidak ikhlas mengucapkan ucapan selamat pada mereka.


Tatapan Stella dan Allen sejenak bertemu, keduanya merasa terdiam setelah ucapan Stella barusan.


Tidak hanya Stella yang merasa ini aneh, ini juga sangat aneh untuk Allen.


Allen juga jadi teringat hari itu, hari dimana Ayahnya menikah dengan Stella.


Allen merasa memang ada sesuatu yang mengajal di hatinya sejak Pernikahan Ayahnya itu....


Jelas, dirinya membenci Stella...


Kebencian yang sudah terpendam selama bertahun-tahun....


Namun kenapa, melihat Stella dalam pelukan Pria lain seperti itu rasanya masih tidak nyaman....


"Allen, kenapa kamu tidak menjawab ucapan Ibu baru mu ini?"


Mendengar kata-kata Ayahnya itu, menyandarkan lamunannya.


"Ya, terimakasih."


Stella segera kembali menormalkan ekpersinya, setelah melihat bagaimana Felix merangkulnya menjadi lebih erat, membuat jarak antara mereka jelas sangat dekat, dan entah kenapa rangkulan ini bisa memberikan Stella beberapa ketenangan dari semua hal rumit dalam pikirannya.


Memang, dirinya sekarang sudah memiliki Paman Felix....


Tidak perlu lagi memikirkan soal Allen sialan itu.


Hal-hal antara dirinya dan Allen sudah berkahir....


Stella segera menatap kearah Cynthia yang saat ini menatap dirinya dengan ekpersi tidak suka.


Ya, ini bukan saatnya memikirkan tentang hal-hal rumit.


Benar, tujuannya disini adalah untuk membuat Cynthia merasa kesal.


Stella lalu segera berkata dengan ekpersi seramah mungkin pada Cynthia, untuk membuat Cynthia kesal.


"Selamat, Cynthia akhirnya kamu bisa resmi menikah dengan Allen, yah.... Walaupun Acara Pernikahanmu hanya di adakan di Kantor KUA ini, apa boleh buat ya? Bahkan tidak ada dekorasi apapun, sayang sekali, namun apapun itu, kamu harus bahagia karena Allen sudah menjadi milikmu, ambil saja itu Allen semaumu," kata-kata penuh singgungan yang segaja Stella katakan dengan jelas, disetiap katanya.

__ADS_1


__ADS_2