Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 76: Serba Salah


__ADS_3

Siang itu, Allen yang baru saja mengantar Rhea dan Bibinya pulang, segera kembali ke Rumah Sakit.


Namun, Allen masih kepikiran soal hal-hal yang Rhea katakan.


'Apakah Kak Allen yakin itu anak Kak Allen?'


Jelas hal ini membuat Allen merasa marah, bisa-bisanya adik sepupunya itu berkata kurang ajar begitu, memang kalau itu bukan anaknya lalu anak siapa?


Dirinya jelas tahu, jika Cynthia tidak pernah dekat dengan siapapun selain dirinya.


Dan hal-hal yang terjadi malam itu walaupun dirinya tidak begitu ingat namun bukti-bukti bahwa mereka berdua melakukannya terlihat sangat jelas.


Terlalu pusing untuk memikirkan semua hal-hal ini.


Belum lagi dirinya juga mulai memikirkan soal keluhan Nenek dan Kekeknya, soal bagaimana kabar Kehamilan Cynthia tersebar kemana-mana.


Rencana pernikahannya terbukti menjadi berantakan total.


Dengan perasaan lesu, Allen kembali menuju ruang kamar Cynthia dan menyapanya.


"Allen? Kamu sudah kembali? Apakah kamu sudah mengantar mereka keluar?"


"Ya, aku sudah mengantar mereka,"


Cynthia jelas mencoba tersenyum sebaik mungkin untuk menghilangkan rasa cemasnya itu, takut-takut Allen malah curiga jika datang seseorang yang datang sebelumnya.


Semoga saja itu, Herry sudah pergi jauh-jauh dari sini.


"Baik, kalua begitu. Kamu bisa duduk dan bersantai sebentar," kata Cynthia lagi.


Lalu Cynthia kembali melihat gambar menyebabkan yang berada di ponsel nya segera moodnya menjadi buruk.


Dirinya jelas harus komplain tentang hal ini.


"Allen, kamu memberikan tiket Bulan Madu kita ke Ayahmu?"


Mendengar pertanyaan tiba-tiba itu, tentu Allen kaget, karena dirinya belum mengatakan hal ini pada Cynthia.


"Dari mana kamu tahu?"


Cynthia bukannya menjawab namun dia segera menujukan fitur di ponselnya, yang berisi foto Mesra Stella dan Felix di Kapal Pesiar.


Allen tentu saja kaget dengan foto itu.


"Lihat mereka terlihat sangat bersenang-senang dengan tiket bulan madu kita. Allen, kamu itu bodoh atau bagaimana? Bisa-bisanya kamu memberikan tiket itu pada Ayahmu!! Apakah kamu benar-benar ingin segera memiliki seorang adik atau bagaimana? Kamu benar-benar sangat bodoh,"


Allen yang tiba-tiba dimaki-maki itu, tidak tahu harus berekspresi seperti apa.


"Cynthia, mau bagaimana lagi, toh kita tidak bisa pergi ke sana,"


"Hanya karena kita tidak jadi ke sana, kan berarti kamu bisa memberikan tiket itu pada orang lain!! Aku sekarang berada di rumah sakit seperti ini, namun Stella dan Ayahmu itu, malah bersenang-senang, sungguh kurang ajar sekali. Aku pikir Ayahmu itu tidak punya empati sedikitpun pada keadaan kita,"


Mendengar Ayahnya dijelek-jelekkan itu, jelas Allen tidak terima.


"Cynthia, tolong jaga bicaramu!! Kamu jangan mengatakan hal-hal yang tidak-tidak soal Ayahku!!"


"Allen, aku hanya mengatakan yang sebenarnya, lihat foto ini baik-baik, dia malah pergi bersenang-senang bersama Istri Barunya, padahal jelas saat ini Putranya tengah mengalami musibah seperti ini, apa kamu tidak lihat?"


"Cynthia, cukup. Dia kesana tidak bermaksud seperti itu,"

__ADS_1


Cynthia yang melihat Allen itu masih membela Ayahnya jelas menjadi marah.


"Allen, kamu ini benar-benar di bodohi namun tidak bisa melihatnya? Hah, aku benar-benar tidak bisa menerima Acara Bulan Madu kita gagal, dan lagi Tiket itu malah di berikan ke Ayahmu dan Stella.... Allen!! Akhhhh... Otakmu itu di mana?"


"Aku tidak bermaksud memberikan tiket itu, tapi...."


"Tapi apa? Karena kamu terlalu bodoh?"


"Cynthia, aku ini sekarang Suamimu, jangan kamu mulai bicara tidak sopan padaku!!"


"Jadi sekarang kamu mau memarahiku? Aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya, sejujurnya aku sangat muak dengan Acara Pernikahan kita yang hanya di KUA itu, apakah kamu tahu apa saja teman-temanku, setelah tahu Pernikahanku hanya di KUA? Aku benar-benar merasa sangat malu jika memikirkannya!"


"Kamu juga tahu keadaanku, aku tidak bisa berbuat apa-apa,"


"Allen, kenapa sih kamu itu selalu seperti itu? Selalu bilang, kamu tidak punya pilihan, tidak bisa apa-apa, memang setelah aku memikirkannya, kamu itu mungkin memang tidak bisa apa-apa, benar-benar tidak berguna! Bahkan mengurus soal tiket bulan madu saja tidak becus, benar-benar sangat menyebalkan,"


Allen yang mendengar itu, lalu mulai terdiam, jelas saja hatinya merasa sakit untuk dikata-katain seperti itu oleh Istrinya sendiri dari semua orang.


Biasanya, Cynthia ini sangat ramah, namun semakin kesini, sejak Rencana Acara Pernikahan mereka, Cynthia semakin banyak marah-marah, tidak puas dengan berbagai hal yang dirinya lakukan.


Bahkan soal Acara Bulan Madu ini, untuk mencoba menebus kesalahannya soal Pesta Pernikahan mereka yang sederhana, dirinya sengaja memilih tempat yang begitu Indah untuk Acara Bulan Madu mereka agar bisa membantu Cynthia senang.


Namun, mana tahu jika akan ada kejadian seperti ini.


Cynthia bahkan marah dengan tiket itu yang diberikan pada Ayahnya.


Dirinya juga tidak tahu harus seperti apa, karena Neneknya memaksa.


"Allen!!! Kamu dengar aku?"


Allen yang mendengar bentakan itu, tentu saja menjadi diam, dirinya paling tidak suka dibentak dan dimarahi seperti ini.


Cynthia sama sekali tidak memikirkan bagaimana perasaannya saat ini.


Memangnya hanya Cynthia saja yang marah?


Tentu saja dirinya juga sangat marah dan kesal melihat bagaimana bahkan Acara Bulan Madu mereka gagal.


Cynthia pikir, ini semua karena dirinya?


Dirinya jelas udah menyiapkan semuanya termasuk acara pernikahan ini dengan baik...


Namun hal-hal memang tidak pernah berjalan baik sejak awal dirinya bersama Cynthia.


Semua seolah-olah menjadi semakin buruk dan hancur.


"Cukup. Jangan bicara apa-apa lagi,"


Allen jelas segera keluar dari tempat itu, berniat ingin menenangkan dirinya, menuju ke luar gerbang belakang rumah sakit yang kebetulan dekat sana.


Dalam kekesalannya itu, Allen lalu mulai menatap teleponnya.


Dirinya membuka Aplikasi yang sudah lama tidak dibukanya.


Yaitu sosial media miliknya.


Dirinya jarang berfoto atau upload disana, kebanyakan Stella yang suka membantu dirinya meng-upload foto-foto miliknnya dan bahkan memfoto dirinya.


Sial.

__ADS_1


Kenapa disaat-saat seperti ini dirinya harus ingat Stella?


Dan ingat foto-foto yang tadi Cynthia tunjukan.


Allen mulai membuka lagi ponselnya, dan tanpa sengaja membuka akun sosial media Stella, yang sekarang penuh dengan foto Stella dan Ayahnya benar-benar menyebalkan ketika melihat hal-hal ini.


Karena kesal dan ingin meluapkan emosinya itu, Allen melemparkan ponselnya.


Sangat sial, ponsel itu malah mengenai seseorang.


Ya, sangat kebetulan Herry yang hendak keluar dari Rumah Sakit itu mendapatkan lempar ponsel sial.


"Sialan! Siapa yang melemparkan ponsel?"


Tentu saja dia memarahi pemilik ponsel.


Allen yang sadar jika perbuatannya itu melukai seseorang, tentu saja segera mendatangi Pria yang terkena lemparan ponselnya itu.


"Maaf... Aku tidak sengaja...."


Herry lalu menatap Allen dengan ekpersi heran sekaligus kaget.


Tentu saja, Herry sadar kalau tidak salah ini bukanlah Suami Baru Cynthia itu?


Hanya memikirkan fakta ini saja sudah membuat Herry ingin memukuli Pria didepannya ini.


Namun yang membuat dirinya kaget bukan hal itu.


Setelah melihat wajah itu dari dekat....


Kenapa wajah ini terlihat familiar?


Ini benar-benar mengigatkannya dengan wajah Ayahnya yang masih muda dulu.


Jika menatap lebih dekat ke arah wajah itu, itu benar-benar mirip?


Namun bagaimana bisa?


Tidak, tidak terlalu mirip sebenarnya, hanya saja jika memikirkannya, wajah ini sebenarnya lebih ke cukup mirip dengan Adik Laki-lakinya yang lebih muda, yang memang mirip dengan Ayah mereka.


Itu karena dirinya lebih mirip Ibunya dari pada Adiknya yang mirip Ayah mereka.


"Kamu....."


Allen yang masih merasa bersalah itu, segera sekali lagi minta maaf.


"Aku benar-benar tidak sengaja, maafkan aku,"


Allen mulai menatap wajah didepanku dengan ekpersi heran, karena dari tadi Pemuda itu terus menatapnya.


Tatapan mereka bertemu.


Dan ketika Herry menatap mata itu, dirinya benar-benar tidak mempercayai apa yang dilihatnya.


Sial!!


Tatapan ini kenapa bisa begitu mirip dengan Ayahnya dan Adik Laki-lakinya?


Tapi bagaimana bisa ada seseorang yang cukup mirip seperti ini?

__ADS_1


__ADS_2