
Tidak lama sampai Cynthia menyelesaikan teleponnya itu, iya sakura berjalan keluar kamar menuju ke kamar sebelah, yaitu Kamar Stella.
Stella awalnya masih terduduk termenung di kamar memikirkan apa yang sebaiknya dirinya lakukan, mengira tiba-tiba ada penyusup yang datang.
"Apa-apaan kamu Cynthia? Main masuk ke Kamar orang sembarangan?"
Cynthia bukannya menjawab, namun dia malah segera mendekati Stella dan menarik rambutnya dengan kasar.
Perlakun kan kasar seperti itu tentu saja Stella gak terima dirinya segera memberontak, dan mendorong Cynthia.
"Apa-apaan sih, kamu!! Mengapa sekali tidak ada badai tidak ada angin kamu tiba-tiba merusuh!!"
"Stella!! Kamu itu Brengsek!! berani sekali menyebarkan gosip yang tidak-tidak tentang Allen yang bukan Putra Kandung Paman Felix? Apa yang kamu lakukan sampai bahkan membuat Kakek dan Nenek mengusir Allen!? Kamu itu benar-benar tidak tahu diri sampai menfitnah nya!!"
Mendengar tujuan itu secara tiba-tiba tentu saja Stella juga marah.
"Aku sungguh tidak bermaksud seperti itu!! Jangan menuduhku sembarangan!!"
"Halah, kamu jangan sok pola semua pelayan juga melihatnya dan sekarang semua orang tahu dan menuduh Allen bukan Putra Kandung Felix!!! Aku tahu, kamu itu memang membenci Allen!!"
Stella yang mendengar ini menjadi kaget.
"Apa? Bahkan para Pelayan tahu?"
Namun Cynthia tidak menunggu Stella berpikir, Cynthia segera menyeret Stella keluar dari kamar menuju ke lantai bawah tempat Kakek dan Nenek Allen berada.
Kakak dan Nenek Allen, yang saat ini tengah mencoba menyelidiki tentang kebenaran itu, tentu saja menjadi terganggu dengan keributan yang Cynthia buat.
"Cynthia!!! Apa-apaan kamu ini? Apa yang kamu lakukan pada Stella?"
"Nenek, Kakek!! Kenapa kalian masih membela dia? Stella ini jelas memfitnah Allen!! Aku yakin apa yang dia katakan itu hanya hal yang dibuat-buat, Allen itu Cucu Kandung kalian!!"
Stella saat dihadapkan dengan situasi ini, jelas masih binggung, jika dirinya mengakui apa yang dikatakan Cynthia, pasti reputasinya menjadi buruk karena di tuduh memfitnah Allen, namun dirinya jelas tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.
Cynthia ini, benar-benar hanya bisa memperkeruh suasana saja membuat dirinya pusing sendiri.
"Diamlah!! Allen sendiri yang mengatakan soal hal itu!! Aku tahu, Stella pasti masih mencoba menyembunyikan ini, dia tahu dari Felix Putraku, dan aku juga sudah menyelidiki soal golongan darah Allen yang ternyata berbeda dengan Felix atau Shopia, semuanya sudah jelas bahwa Allen bukan Putra Kandung Felix!! Jadi Cynthia, kamu berhentilah membuat masalah!!"
Mendengar itu tentu saja Cynthia menjadi terpukul.
Apa??
Allen ternyata bukan Putra Kandung Felix Chastielo?
itu artinya dia tidak bisa menjadi Calon pewaris Keluarga Chastielo...
Dirinya tidak pernah mengira bisa menjadi seperti ini.
Apalagi sekarang Allen pakai acara pergi dari rumah segala, dasar dia itu benar-benar tidak mengerti suasana di saat-saat seperti ini bukannya dia harusnya mencoba mengambil hati semua orang, agar dia tidak diusir dan tetap berada di rumah ini sebagai calon pewaris, pemandian malah mengambil ide gila dan pergi dari rumah?
Apakah Allen itu ingin hidup miskin?
Lalu sekarang bagaimana dengan nasibnya?
Jika Allen pergi dari Rumah ini, dirinya jelas juga akan diusir dari sini tidak ada alasan untuk dirinya tetap berada di rumah ini.
Sial.
Wajah Cynthia menjadi pucat.
"Ini tidak mungkin bukan?"
Eve selama ini juga cukup pesat dengan tingkah sok hebat Cynthia selama di Rumah mereka ini, sekarang menjadi ada di puncak kekesalannya.
"Ini mungkin saja, dan karena Allen sudah pergi, kurasa kamu gak ada baiknya untuk segera pergi dari Rumah ini, cirinya aku sudah tidak menyukai sejak kamu menginjakkan kaki ke rumah ini, Pelayan! Segera bahwa barang-barang Cynthia pergi dari sini!!"
"Tidak, Kakek, Nenek ini tidak bisa terjadi, ini pasti ada yang salah,"
Cynthia jelas saja tidak mau diusir dari rumah itu, dirinya tentu saja tidak mau terlihat memalukan dan kalah di depan Stella itu, namun pada akhirnya Cynthia di seret pergi keluar Rumah itu.
Beberapa pelayan yang mengusir dan menyeret Cynthia itu jelas merasa puas, karena selama ini Cynthia itu sangat suka membuat masalah dengan mereka.
Salah satu Pelayan yang mengusir Cynthia itu lalu tertawa setelah melemparkan koper Cynthia.
"Astaga, Nyonya Cynthia... Kamu lihat sendiri bukan? Gua bukan aku yang dipecat dan diusir dari rumah ini, ubahlah kamu duluan yang diusir dari rumah ini, astaga ini benar-benar pemandangan yang indah,"
Seorang pelayan lainnya sudah sangat merasa jengkel juga karena sempat dihukum oleh Cynthia, mengambil sebotol air dan menyiramkannya pada Cynthia membuat Cynthia basah kuyup.
__ADS_1
"Kalian!! Kalian ini benar-benar kurang ajar!! Berani sekali kalian padaku!!"
Mendengar teriakan marah dari Cynthia itu, mereka terlihat tidak peduli dan malah semakin menertawakannya.
"Sekarang kamu bukan siapa-siapa di Rumah ini, tidak penting bagi kami untuk bersikap sopan padamu, silahkan segera angkat kaki dari rumah ini!!"
"Kalian Brengsek!!! Hati-hati ketika Aku kembali ke rumah ini kalian aku pastikan dipecat tanpa pesangon!!"
Gerbang Rumah itu sudah keburu di tutup oleh Para Pelayan.
Meninggalkan Cynthia yang saat ini sendirian di luar.
Cynthia hanya bisa marah-marah kemudian mulai mencari taksi.
Akhhh....
Sialan!!
Apa semua ini bisa menimpanya?
Apalagi adegan memalukan ini, disaksikan oleh Stella!!
Sialan!!
Sialan!!
Ini semua jelas gara-gara Stella itu!!
Akhhh....
Setidaknya jika dia tidak membongkar soal Identitas Allen...
####
Felix disisi lainnya, saat ini masih sedang rapat.
Rapat yang harusnya satu jam itu terpaksa berubah menjadi tiga jam, karena masih banyak yang perlu dibicarakan dan di presentasi kan.
Ada beberapa masalah serius soal strategi baru perusahaan menyangkut dengan beberapa proyek yang gagal didapatkan.
Dan begitulah Rapat segera berakhir, dan orang-orang mulai keluar dari ruangan itu.
Felix tutup dulu di sana merasa lega akhirnya rapat yang merepotkan ini selesai.
Namun belum sempat dirinya merasa lega, Sekertarisnya udah datang dan memberikan teleponnya.
Terlihat wajah pucat dari Sekertarisnya itu.
"Ada apa denganmu? Apakah ada sesuatu yang terjadi?"
Sekertaris itu terlihat menjadi ragu untuk mengatakannya.
"Sebenarnya ini soal Tuan Muda Allen,"
Mendengar nama Allen di sebuah, Felix entah kenapa memiliki firasat buruk.
"Ada apa dengan Allen?"
"Sebenarnya, ada kekacauan di Rumah, kabarnya Nyonya Stella yang marah pada Allen mulai membicarakan bahwa Tuan Muda Allen bukan Putra Kandung Pak Presdir, dan sekarang Tuan Nicolas dan Nyonya Eve tahu soal hal ini, Tuan Muda Allen kabarnya pergi dari rumah,"
Mengar hal itu jelas Felix tidak percaya, ini tidak mungkin jika Stella melakukannya bukan?
Tidak...
Ini harusnya tidak.
Stella sudah berjanji padanya bukan?
Atau jangan bilang dia kelepasan bicara karena emosi?
Hanya memikirkannya saja membuat dirinya merasa pusing.
Lalu bagaimana dengan Allen sekarang?
Felix sungguh tidak bisa membayangkan Allen sampai tahu ini.
Dan bahkan sampai orang tuanya tahu soal semua ini?
__ADS_1
Bagaimana ini?
Dengan buru-buru, di depan rasa cemas, Felix segera pulang ke Rumahnya.
Di Rumah dia lalu mulai bertanya pada Pelayan,
"Dimana Allen?"
"Tadi... Tadi Tuan Besar dan Nyonya Besar marah pada Tuan Muda Allen, soal fakta bahwa Tuan Muda Allen bukan Putra Kandung Tuan, sempat terjadi pertengkaran tadi, lalu Tuan Muda Allen di usir dari Rumah,"
Mendengar itu, Felix menjadi marah, jelas langsung masuk kedalam rumah.
Tidak mengira jika reaksi orang tuanya akan menjadi sangat ekstrim seperti ini.
Sampai di ruang tamu, dirinya melihat saat ini orang tuanya sedang berbincang dengan Stella.
"Stella, ayo coba katakan dengan benar, Apakah Felix yang menyuruh mulu untuk merahasiakan fakta bahwa Allen bukan Putra Kandungnya? Sejak kamu tahu ini?"
"Aku...."
Namun sebelum Stella menjawab, Felix udah berada di sana dan segera menyerah.
Stella kaget melihat Felix tiba-tiba datang, namun dirinya tidak berani untuk mendekatinya.
"Ayah Ibu!! Apa yang kalian lakukan pada Allen??"
"Felix!! Kamu Akhirnya pulang! Tidakkah kamu akan menjelaskan soal kenapa kamu menyembuyikan fakta bahwa Allen bukan Putra Kandungmu?" Kata Eve dengan marah.
"Kalian... Kalian jangan bicara omong kosong!! Allen adalah Putra Kandungku!"
Felix jelas masih mengelak.
"Felix, kamu masih keras kepala seperti itu? Kami sudah tahu semuanya, dari Perkataan Stella dan Allen, juga kami sudah menyelidiki soal bagaimana golongan darah Allen berbeda darimu dan Shopia!! Kamu jelas tidak bisa mengelak lagi! Allen itu Bukan Putra Kandungmu!"
Felix terdiam, dirinya tidak akan pernah menggera jika rahasia yang telah dirinya simpan selama bertahun-tahun akhirnya terbongkar.
"Bahkan jika Allen tidak memiliki ikatan darah denganku, dia tetap Putraku! Kalian tidak berhak mengusirnya dari rumah ini!!"
Ayah Felix yang mendengar kata-kata putranya itu jelas menjadi marah,
"Felix!! Kamu itu, kenapa kamu berbohong selama ini hah? Tentu saja kami bisa mengusir Allen, kami tidak tahu anak siapa dia sebenarnya apakah dia hasil dari perselingkuhan Istrimu yang sudah meninggal itu dengan laki-laki liar, Keluarga Chastielo tidak menerima hal-hal semacam itu!!"
Felix sejujurnya sudah sedikit menebak tentang apa yang akan terjadi jika orangtuanya sampai tahu.
"Tidak!! Kalian sungguh keterlaluan! Allen tidak tahu apapun dan tidak salah apapun... itu mungkin kesalahan orang tuanya tapi tidak dengan Allen! Dia tidak berhak dapat perlakuan macam ini!"
"Felix! Kamu masih membelanya? Dia bersalah karena dia bukan Putra Kandungmu?!!"
Felix yang berada di sana itu jelas merasa tidak tahan.
"Baik, jika itu mau kalian!! Aku juga akan pergi dari Rumah Ini!!"
"Felix!! Kamu berani!"
Stella menatap semua kejadian itu dengan ekspresi terkejut.
Ternyata masalahnya menjadi semakin rumit.
Astaga, dan kenapa dengan Paman Felix?
Kenapa dia pakai pergi juga?
Astaga, kenapa dengan Ayah dan Anak ini?
Mereka benar-benar tidak bisa berpikir dengan tenang!!
Apakah dengan pergi masalah selesai?
Ketika Stella sibuk berpikir itu, Felix berjalan kearahnya, dan berkata,
"Aku sedikit kecewa padamu Stella,"
Itu adalah perkataan dengan ekpersi dingin.
"Tidak.... Paman Felix ini tidak seperti itu..."
Stella jelas mencoba membela diri, namun Felix sudah pergi begitu saja menuju Pintu Keluar.
__ADS_1