Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku

Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
Episode 22: Semacam Dejavu


__ADS_3

Stella menatap heran pada Allen yang saat ini terdiam.


Dirinya tidak tahu tentang apa yang saat ini Allen pikirkan.


Jadi sekali lagi Stella memanggil nama Allen.


"Allen, lihat Mama sudah menyiapkan makanan kesukaanmu, kamu tidak mau mengambilnya? Atau apakah butuh untuk Mama ambilkan?"


Stella mengatakan hal-hal itu benar-benar tanpa beban, dan sedikit menegaskan pada saat dirinya mengatakan Mama, masih ingin melihat bagaimana Allen kesal dan merespon.


Dirinya entah bagaimana lebih suka melihat wajah marah Allen dari pada wajah sedihnya itu.


Allen lalu tersadar dari lamunannya itu berkat panggilan dari Stella, juga dirinya sadar tentang bagaimana Stella menegaskan Kata 'Mama'.


Apalagi Stella yang saat ini bertingkah seperti ingin mengambilkan makanan di depannya itu ke piringnya.


Perasaan aneh yang tadi muncul tiba-tiba hilang dan digantikan oleh perasaan kesal.


"Aku bisa mengambilnya sendiri kamu tidak perlu mengambilkannya untukku. Dan ingat Aku tidak akan pernah menganggapmu sebagai Mamaku, jangan bersikap menjijikkan seperti itu di depanku,"


Stella sudah menebak soal apa yang akan Allen katakan, jadi ekspresi Stella biasa-biasa saja.


Nenek Allen tentu saja mendengar apa yang diperbuat cucunya itu betapa dia menjadi tidak sopan terhadap Ibu barunya itu.


Walaupun hal-hal ini sedikit dimengerti alasannya, setidaknya dirinya tidak ingin cucunya ini bertambah kurang ajar dan menjadi tidak sopan seperti ini.


"Allen, dengarkan apa kata Stella. Bersikap sopanlah sekarang padanya dia sekarang adalah Istri dari Ayahmu, yang juga merupakan Ibu baru untukmu kamu harus menghormati dia, jika kamu tidak menghormati dia itu sama saja bagaimana kamu tidak menghormati ayahmu,"


Mendengar kata-kata dingin dari Neneknya itu, Allen tidak tahu harus bersikap seperti apa hanya saja kemarahan dalam dirinya entah kenapa memuncak melihat bagaimana Stella lebih dibilang daripada dirinya yang merupakan Cucu mereka.


Dirinya juga tidak mengerti, memang sejak dirinya kecil, mereka selalu memperlakukan dirinya seperti ini.


Belakangan dirinya mulai sedikit mengetahui alasannya, itu karena Pernikahan antara Ibu Kandungnya dan Ayahnya Felix bukanlah sesuatu yang diharapkan oleh Kakek dan Neneknya.


Jelas itu semua karena perbedaan status mereka, dimana Ibu Kandungnya hanya berasal dari kalangan biasa sedangkan Ayahnya berasal dari Keluarga Konglomerat Kaya Raya.

__ADS_1


Hal-hal seperti ini cukup wajar, bagaimana mereka tidak menyukai Ibunya, jadi mungkin mereka memperlakukan dirinya seperti itu sejak dulu karena hal-hal ini.


Juga soal Bagaimana kalangan kelas atas sering kali membuat gosip yang tidak tidak tentang Ibu Kandungnya yang berselingkuh atau sesuatu, dan menuduh dirinya bukan anak dari keluarga ini.


Orang-orang itu pasti menjadi begitu iri bagaimana Ibunya yang berasal dari keluarga biasa bisa menikah dengan keluarga Chastielo yang Kaya.


Itulah kenapa sejak dirinya kecil dirinya mencoba untuk membuktikan dirinya baik di hadapan Ayahnya, Nenek dan Kakeknya, ataupun di hadapan semua orang jika dirinya ini layak menjadi Tuan Muda dari Keluarga Chastielo.


Dirinya sudah mencoba berbagai cara untuk menyenangkan mereka selama ini.


Ayahnya dulu sangat baik padanya dan mereka cukup dekat ketika dirinya masih kecil, namun untuk alasan yang dirinya tidak ketahui, Ayahnya mulai sedikit menjaga jarak dari dirinya sejak dirinya memasuki Sekolah Dasar.


Ayahnya juga tidak pernah datang ke hari ulang tahunnya sejak dirinya masuk Sekolah Dasar.


Dirinya mungkin sedikit mengerti itu mungkin karena Ibu Kandungnya meninggal saat melahirkan dirinya, hari ulang tahun nya sama dengan peringatan Hari kematian ibu kandungnya.


Allen mencoba mengerti soal hal-hal itu sejak lama, dan begitulah Kenapa dirinya dan Ayahnya menjadi tidak begitu dekat sampai sekarang.


Walaupun ayahnya tentu saja masih sering membelanya dan memperlakukan dirinya cukup adil, seperti memenuhi kebutuhan hidupnya, ataupun selalu memberikan dirinya hadiah, namun tetap saja rasanya masih begitu canggung karena mereka tidak sedekat Itu.


Allen juga tidak tahu sekarang harus bagaimana.


Dari dulu dirinya selalu ingin untuk dekat dengan Ayahnya, namun tidak mengerti urus bagaimana, dan sekarang waktu terus berjalan, dan dirinya sudah menginjak usia dewasa.


Usia di mana seharusnya tidak lagi memikirkan keinginan kekanak-kanakan itu lagi.


"Ibu tidak perlu terlalu keras kepada Allen, ini pasti masih sulit untuk dirinya terima, aku sedikit maklum akan hal ini. Jadi Allen nikmati saja makan malammu jika kamu tidak suka mungkin aku akan membuatkan yang lain," kata Stella dengan ramah.


Allen lalu tidak berkata apapun, dan mengambil makanan di piring dalam keheningan.


Karena tidak ingin berdebat lebih lama.


Stella juga segera kembali ke tempat duduknya di samping Felix, seberangan dengan kursi yang Allen duduki.


Nenek Allen lalu mulai berkomentar,

__ADS_1


"Lihat Allen, Stella sudah begitu baik padaku setelah hal-hal yang kamu lakukan padanya, dia bahkan masih memasakan makanan kesukanmu itu, dia juga sudah berusaha untuk menjadi Ibu yang baik, aku memikirkannya Stella benar-benar cocok menjadi seorang Ibu, dia sepertinya cocok jadi Ibuku Allen," kata Nenek Allen dengan nada bercanda itu.


Stella yang saat ini tengah minum minuman di meja, hampir saja menyemprotkan minuman yang dirinya minum setelah mendengar kata-kata itu.


Begitu pula dengan Felix yang hampir saja tersedak makanannya setelah mendengar itu.


Allen pun hampir saja menjatuhkan garpu yang dirinya pegang setelah mendengar itu tidak tahu harus berekspresi seperti apa.


Stella tentu saja merasa apa yang dikatakan Ibu Felix ini terdengar cukup familiar.


Seolah kata-kata Dejavu dimasalalu oleh beberapa teman mereka ketika masih SMA.


Dulu dirinya memang selalu sangat perhatian pada Allen, kadang-kadang membuatkan bekal untuknya, dan memperhatikan apakah Allen kian tepat waktu atau tidak, bahkan kadang menyuruh Allen agar dia makan sayuran, karena cukup susah menyuruh Allen makan sayuran, belum lagi Allen yang orangnya sangat pemilih ketika makan.


Jadi ketika ada acara makan bersama, dirinya kadang membantu Allen memilih makanan juga membantunya menyingkirkan apa yang dia tidak sukai, dan menambahkan beberapa sayuran kepitingnya.


'Allen, kamu itu harus makan sayuran juga ini juga cukup enak jangan selalu menghindari ini,'


'Tapi aku tidak begitu menyukai ini,'


Lalu salah satu teman mereka berkata,


'Sudahlah Allen itu dengarkan saja itu Ibu angkatnya Stella, Stella sudah sangat perhatian dan memperhatikanmu seperti ini menyiapkan semua makanan yang kamu makan benar-benar terlihat sangat cocok jika dia menjadi Ibu mu,'


'Ahahaha... Siapa pula yang ingin menjadi Ibu dari nak sebesar ini? Aku ingin maunya menjadi Istri Allen,'


'Tapi Stella kamu benar-benar cocok menjadi Ibu Allen,'


Jelas itu adalah kata-kata lelucon, yang saat itu membuat dirinya atau Allen sedikit marah, lelucon itu juga bertahan untuk beberapa saat.


Namun dirinya dan Allen tidak pernah mengagap serius soal hal-hal ini, membiarkan lelucon itu untuk sesaat.


Siapa yang tahu jika ada saatnya ini lelucon bodoh itu menjadi kenyataan sekarang.


Bahwa dirinya sekarang benar-benar sudah menjadi Ibu Tiri Allen.

__ADS_1


__ADS_2