
Air kolam tiba-tiba saja beriak memunculkan gelombang energi yang sangat besar, semua orang yang berada di dalam kolam merasakan sesuatu dalam tubuh mereka seiring semakin besar nya gerakan dari riak air kolam.
Byur...
Byur...
Air tiba-tiba naik dan langsung menghempaskan diri pada semua orang yang kini tengah berendam sambil memelototkan mata.
Tanda tanya muncul di benak semua orang, bukankah sangat aneh jika air tiba-tiba naik? Bahkan saat ini tubuh mereka seakan terkoyak mengundang rasa perih.
Aaaargh....
Aaaargh...
Aaaargh...
Teriakan semakin menggema seiring semakin menebalnya energi murni dari dalam kolam.
Semua orang mempersiapkan diri untuk menyerap seluruh energi murni yang kini mulai menggeliatkan diri di antara riak air.
Tampak air kolam yang hijau perlahan-lahan menjadi putih seperti susu, bahkan rasa panas kini mulai merasuk ke dalam jiwa semua orang.
Energi murni dari sang naga agung, mulai memberikan serangan jiwa pada semua orang, ratu Lin Xia hanya berdecak sebal melihat hal itu, sedangkan Nick mulai menyiapkan kuda-kudanya.
"Jangan di tahan ibunda, gege... Terima saja serangan nya dan kalian serap habis semua energi itu untuk memperkuat kekuatan jiwa. Selain pondasi tubuh yang kokoh, kalian juga harus memiliki kekuatan jiwa yang tangguh" teriak Xiu Juan sambil duduk santai pada sebuah kursi, menyesap teh dan juga memakan camilan yang di siapkan para pelayan.
"Sial..! Bahkan saat ini kita semua sedang mengalami ujian jiwa dan Juan'er malah santai sambil menikmati kue! Benar-benar adik lacknut!" umpat Nix.
Plak...
Plak...
Plak...
Kepala Nix mendapat geplakan dari sisi kiri, kanan dan juga belakang nya.
Nix melirik dan memperhatikan siapa orang yang sudah memukul kepalanya.
Ratu Lin Xia, kaisar Yongseng dan juga kaisar Ahn melotot mendengar umpatan Nix.
Akhirnya dia tahu jika ketiga orang itulah tersangkanya, sedangkan yang lain saat ini masih menggertakkan gigi dan terus berusaha menolak energi murni yang akan memasuki tubuh mereka.
"Bersiaplah! Ayo serap!" teriak ratu Lin Xia dengan lantang.
Semua orang pun kembali fokus, mata mereka tertutup dan mulai menyerap kekuatan dari energi murni sang naga penyucian.
Kratak...
Kratak...
Krak...
Tulang mereka mulai berderak hebat, tulang yang tadi baru saja hancur dan mengalami perbaikan kini kembali di hancurkan.
Kheuk...
Spontan mulut semua orang pun mengeluarkan seteguk darah.
Kratak...
__ADS_1
Kratak...
Waktu semakin maju dan retakan demi retakan dari tulang yang di hancurkan terdengar semakin sering dan semakin banyak.
Booom...
Boom...
Booom...
Seiring hancurnya tulang di tubuh mereka, rasa sakit pun makin menjadi.
Mengerang...
Menjerit...
Hanya Itulah yang dapat mereka lakukan. Dua jam berlalu, mereka semakin tersiksa dalam pemandian kolam obat.
Hingga teriakan dan rintihan terus menggema, hampir empat jam mereka merasakan perasaan sakit yang tak tertahankan, kaisar Yongsheng terus menggertakkan giginya sambil menggigit ujung jubah nya.
Mereka semua harus tetap menjaga kesadaran dalam dirinya, agar tak mati dalam pelatihan.
Malam datang mengganti siang, matahari pergi berganti rembulan yang muncul menyemarakan malam bersama bintang yang bertaburan.
Kolam obat mulai tenang, semua orang kini merasakan perasaan hangat dan juga nyaman mengalir dalam tubuh mereka.
Tulang mereka kembali mengalami perbaikan dan juga peningkatan kualitas nya, seiring dengan satu persatu dentian mereka yang kini di buat pecah.
Kratak...
Kratak...
Booom...
Boom...
Apa untung nya memiliki tulang dan jiwa yang kuat jika mereka tak memiliki kultivasi? Bukankah pada akhirnya mereka hanya akan menjadi sampah? Dentian cacat! Itu adalah keterpurukan terbesar bagi mereka.
Bam...
Bam...
Bam...
Seketika dentian kecil mereka terbuka, aliran hangat kembali terasa hingga ke sel-sel darah mereka.
Booom...
Boom...
Bom...
Dengan terbukanya puluhan dentian kecil (meridian) mereka, dentian besar mereka pun mulai memperbaiki diri dan terlihat semakin besar.
Semua orang mulai fokus melihat lautan kesadaran milik nya dengan energi jiwa mereka.
Satu dentian besar yang terbentuk dan di kelilingi 98 dentian kecil kini dengan rakus nya menyerap seluruh energi yang tersisa di kolam obat.
Senyum mereka mengembang, ternyata ini rencana Xiu Juan, menghancurkan dentian besar atau dentian pusat demi untuk membuka dentian kecil mereka yang selama ini tersumbat.
__ADS_1
Sungguh konyol jika mereka merutuki Xiu Juan, karena apa pun yang di lakukan oleh gadis itu, nyatanya kini mereka mendapatkan manfaat besar.
Gadis itu bahkan telah memperhitungkan segalanya dengan sangat sempurna.
Boom..
Boom..
Akhirnya satu persatu dari mereka pun mulai mendapatkan penerobosan hingga satu sampai dua tingkat.
Bahkan dengan kekuatan yang kini mereka miliki, mereka bisa saja menghancurkan seluruh daratan Xingguan ini hanya dengan sekelip mata.
Awan hitam mulai menggulung di langit dan langsung menuju ke langit kerajaan cahaya, sang naga penyucian kembali memunculkan batang hidung nya guna memberikan petir kesengsaraan untuk mereka semua.
Xiu Juan menyunggingkan senyuman tipis saat melihat siluet naga penyucian mulai terlihat di antara awan hitam.
"Kita jumpa lagi naga kecil! Kuharap kali ini kau memberikan petir yang lebih hebat lagi untuk ku curi!" ucap Xiu juan.
Wajahnya tengadah ke atas langit, menghadap sang naga penyucian yang sedang berdiri angkuh dan siap menyemburkan petir pembaptisan.
Groar...
Suara naga itu menggema, semua orang pun segera melompat dari dalam kolam pemandian dan bersiap menyambut petir pembaptisan masing-masing.
Swush...
Satu persatu dari mereka mulai melesat dan mencari tempat ternyaman untuk menerima kesengsaraan.
Xiu Juan segera melayang ke atas array buatannya dimana bola putih itu berada, dia mendelik tajam ke arah naga penyucian yang kini melotot penuh dendam padanya.
Sambil terkekeh, Xiu Juan pun mulai meneriakkan provokasi pada sang naga agung.
"Ayo naga kecil! Lepaskan kekuatan terhebatmu untuk memberikan pembaptisan pada keluarga ku!" ejek Xiu Juan.
Groaaar..
Naga itu pun menyorot marah pada Xiu Juan, gadis yang terus menantang kekuatan petir nya.
Dengan cepat dia pun melesatkan seluruh petir nya pada semua orang yang kini tengah berdiri menyambut serangan pembaptisan.
Jedeeeer ...
Jedeeeer ...
Jedeeeer ...
Puluhan petir itu pun menghantam array buatan Xiu Juan seluruh energinya langsung masuk menuju bola putih yang kini mulai terlihat semakin pekat dan gelap.
"Hahaha.. Naga kecil! Hanya itukah kemampuan mu? Bahkan seluruh keluarga ku saat ini berada di ranah dewa dewi tahap 6, petir seperti itu hanyalah seperti kentut untuk mereka" ucap Xiu Juan
Naga itu pun terlihat sangat marah, apalagi kini Xiu Juan telah menghina kekuatan dirinya sebagai seorang naga yang agung.
Groaaar...
Terdengar kembali suara dari sang naga yang terus meraung dan menyemburkan petir berwarna hitam pekat, namin memiliki garis merah darah pada tepi nya.
Gelombang kekuatan besar muncul bersamaan dengan petir terakhir.
Jedeeeerr...
__ADS_1
Xiu juan pun sampai terpental hingga jarak 10 meter dan langsung meludahkan darah segar dari mulut nya.
"Sial! Ternyata kekuatan nya benar-benar hebat, untung saja aku tadi bisa menyerap inti dari kekuatan itu meskipun tubuhku harus terluka." ucap Xiu Juan seraya menyeka bibir nya yang sejak tadi terus mengeluarkan darah segar.