MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA

MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA
Part 112


__ADS_3

Hah... Hah... Hah..


Gadis itu terbangun dari tidurnya, memperhatikan sekeliling ruangan yang kini di tempatinya dengan nafas yang memburu seolah telah mengalami mimpi panjang dan juga sangat melelahkan.


Dia sedikit beringsut dan mulai menyenderkan punggung nya pada ujung tempat tidur yang kini di dudukinya sambil mengurut dada. Perlahan kakinya bergerak mengambil segelas air putih yang ada di atas meja dan langsung meneguknya hingga habis, kerongkongan nya terasa begitu kering seolah tengah terkena radang.


"Sepertinya cuma mimpi! Tapi entah kenapa aku merasa jika mimpi itu sungguhan!" gumamnya sambil mendudukkan dirinya di kursi, kedua tangannya terulur membuka jendela kamar hingga akhirnya udara segar pun kembali menenangkan hati dan fikirannya yang tiba-tiba saja seperti kembali di landa ketakutan.


"Siapa sebenarnya makhluk itu? Dan kenapa dia terus mengejar ku? Jika aku tak salah menyimpulkan, harus nya makhluk itu sejenis iblis!" ucap nya sambil memandang jauh kedepan.


Krieeet...


Pintu kamar pun terbuka, seorang pemuda tampan masih menggunakan jubah kebesaran beserta mahkota di kepala nya masuk ke dalam kamar. Dia menatap gadis yang kini tengah terduduk dan melamun sambil menatap keluar jendela kamar nya.


Gadis itu terus menarik nafas dalam seolah tengah menenangkan hati dan juga fikiran nya.


"Apa yang kau fikirkan Juan'er?" tanya pemuda bertopeng itu sambil memeluk gadis yang di cintainya.


Gadis itu hanya menggelengkan kepala nya perlahan sambil berbalik menatap wajah sang pujaan yang kini telah melepaskan topeng yang terpasang di wajah nya. Dengan senyuman yang tak berdaya, gadis itu pun memeluk tubuh tegap yang selalu di rinduknya.


Aroma cendana yang menguar dari tubuh pemuda itu semakin membuatnya nyaman untuk terus bermanja dan berdekatan dengannya. Xiu Juan merasakan firasat buruk kembali datang, dia pun menatap sang pujaan dengan penuh kelembutan.


"Entah kenapa aku merasakan firasat buruk! Seolah akan ada masalah besar yang akan menyulitkan kita!" ucap Xiu Juan sambil menyenderkan tubuh nya pada dada bidang milik kaisar Yongsheng.


Kaisar Yongsheng menatap gadis tercintanya sambil mengelus surai cokelat milik gadis itu, dia makin mendekatkan tubuhnya pada sang tunangan.


"Apa pun itu, zen yakin kita pasti bisa menghadapinya seperti dulu" ucap kaisar Yongsheng sambil mengecup pucuk kepala Xiu Juan penuh cinta.


"Umm.." cicit Xiu Juan tak ingin membahas apa yang ada di dalam fikiran nya.


Sang kekasih telah cukup lelah dengan semua pekerjaan dan juga masalah yang terjadi di istana kekaisaran nya, dia tak ingin menambah masalah kembali dengan rengekan atau pun aduannya yang belum bisa di pastikan kebenarannya.


Duar...


Duar...


Kemesraan keduanya pun kembali terganggu dengan suara ledakan yang begitu nyaring yang muncul tak jauh dari istana kekaisaran angin.


Kaisar Yongsheng bersama Xiu Juan pun melesat dengan sangat cepat menuju tempat ledakan berasal, di angkasa seorang gadis dengan rambut merah dan juga iris mata merah muncul, kulitnya terlihat hitam dengan keriput di setiap lapisannya.


Taring panjang muncul di ujung bibirnya, tengah tertawa melihat kerusakan yang dia timbulkan. Matanya menyorot tajam pada kaisar Yongsheng yang baru saja datang bersama dengan Xiu Juan, aura membunuh menguar dengan hebat dari tubuhnya, membuat para prajurit dan juga beberapa petinggi istana tertekan.


Sepasang tanduk muncul dari kepalanya, membuat penampilannya semakin mengerikan.


Tch... Sungguh tak pantas untuk di bilang seorang gadis, dia iblis betina yang datang ingin menyerang dan menghancurkan seluruh kekaisaran angin. Xiu Juan membelalakan mata melihat pemandangan yang sama seperti yang terekam dalam mimpinya.

__ADS_1


Makhluk yang muncul dalam mimpi Xiu Juan, adalah makhluk yang sama dengan yang kini berdiri di hadapan nya sambil tertawa lebar.


Sangat menjijikan.


"Hahahaha... Kau lihat itu kaisar Yongsheng? Bahkan hanya dengan 1 serangan dari jariku saja, aku bisa menghancurkan seluruh kekaisaran mu!" teriak makhluk itu sambil menatap tajam pada kaisar Yongsheng.


"Cuih.. Kau fikir zen akan takut padamu iblis betina? Meskipun seluruh kekaisaran angin bisa kau hancurkan, zen tak sudi menjadi suami dari makhluk hina dan juga menjijikan seperti mu!" teriak kaisar Yongsheng sambil membalas tatapan tajam dari si iblis betina yang kini berdiri di hadapan nya dengan sangat angkuh.


Kuku hitam dan panjang muncul di jari makhluk itu, dia pun mulai melirik ke arah Xiu Juan yang hingga saat ini masih menyegel ranah kultivasinya hingga ranah pemula tingkat 6.


"Dan kau wanita ******! Berani sekali kau mendekati calon suamiku! Maka matilah!" teriak makhluk itu langsung menyerang Xiu Juan dengan cakarnya.


Duak...


Cakaran nya mengenai tanah kosong, Xiu Juan melompat dengan cepat dan langsung menunjukan aura kultivasi ranah dewa dewi tingkat 6 membuat makhluk itu sedikit tertegun.


Gadis yang dia fikir hanyalah gadis tak berguna, nyatanya memiliki tingkat kultivasi yang hampir sama dengan kaisar Yongsheng.


"Kau bilang aku merebut calon suamimu? Cuih.. Bahkan jika dia tak memiliki aku sekalipun dia tak kan sudi menjadi suami dari iblis jelek seperti mu!" sarkas Xiu Juan sambil meludah.


Gadis itu kini merasa sangat geram pada makhluk menjijikan yang mengaku-ngaku sebagai calon istri dari tunangannya.


Sring....


Ratusan pedang roh tingkat langit muncul mengelilingi Xiu Juan, aura petir mulai merembes keluar membuat makhluk itu sedikit gemetar di tempatnya, apalagi di tambah aura penindasan yang di keluarkan oleh Xiu Juan langsung terhadap nya, dengan peningkatan 100% energi milik nya.


"Jurus tapak iblis tingkat tiga!" teriak makhluk itu, telapak tangan nya berubah semakin besar dengan energi kegelapan yang menguar kuat dan langsung menyerang Xiu Juan.


"Dasar iblis rendah! Terima seranganku! Jurus seribu pedang! Pedang petir!" teriak Xiu Juan.


Seribu pedang melayang di sertai gemuruh di langit, awan hitam mengumpul di atas kepala Xiu Juan, dengan kilatan energi petir hitam kemerahan.


Sang iblis terkesima melihat jurus yang di keluarkan oleh Xiu Juan, namun dia tetap menyerang gadis itu dengan jurus tapak iblisnya.


Wung...


Wung....


Seribu pedang roh mulai bergemuruh, ujung pedang itu lurus mengarah pada iblis yang kini mulai melesat menyerang Xiu Juan.


"Energi seribu tebasan petir! Petir penyucian!" teriak Xiu Juan menambah kekuatan perlawanan nya dengan sangat sengit.


Duar...


Duar...

__ADS_1


Duar...


Kedua energi itu pun bertabrakan, makhluk itu tersungkur di tanah, sedangkan Xiu Juan hanya mundur beberapa langkah ke belakang.


Makhluk itu pun bangkit kembali dan membuat serangan susulan pada Xiu Juan.


"jurus tebasan neraka! Tebasan api hitam!" teriak makhluk itu kembali mengeluarkan jurus andalannya.


Xiu Juan hanya tersenyum sambil memiringkan kepalanya ke kanan, dia telah menduga akan mendapatkan serangan yang lebih kuat dari sebelumnya.


"Aray pertahanan! Aktifkan!"


Wung....


Tubuh Xiu Juan langsung terselimuti sebuah array tingkat puncak, iblis itu kembali di buat tertegun namun tak memudarkan semangat nya untuk kembali menyerang Xiu Juan.


"Aray pembalik! Aktifkan!" teriak Xiu Juan menambah kekuatan array nya sambil membuat segel di tangan nya.


Tik...


Xiu Juan menjentikan jarinya, sebuah bola hitam muncul tak jauh dari aray dan langsung dengan cepat membesar.


Duar...


Makhluk itu pun terpental sejauh sepuluh meter, badannya tersungkur mencium tanah, array pembalik yang di buat oleh Xiu Juan berhasil membalikkan seluruh serangan terdahsyat nya dan mengembalikan serangan itu dengan sepuluh kali lebih besar dan juga lebih kuat.


Duar...


Duar...


Makhluk itu pun kembali mendapatkan serangan dahsyat dari array pembalik tanpa menunggu dia mengambil nafas.


Bruk...


Tubuh makhluk itu terkulai dengan darah segar mengucur dari seluruh lubang yang ada di dalam tubuh nya, perlahan-lahan tubuh makhluk itu pun kembali menciut dan berubah menjadi Mei Ling yang kini terluka parah di seluruh bagian tubuh nya, bahkan dentiannya pun hancur karena serangan dadakan dari Xiu Juan.


"Ingin merebut tunanganku? Jangan mimpi!" teriak Xiu Juan kembali sambil melemparkan bola peledak ke arah Mei Ling.


Hap...


Swush...


Seorang pria paruh baya muncul dan langsung menyelamatkan tubuh Mei Ling tepat sebelum bola peledak mencapai tubuh nya.


Duar...

__ADS_1


Duar...


Duar...


__ADS_2