
Hari ini di kekaisaran angin tengah berlangsung sebuah acara, pertunangan antara putri Qiaofeng dengan putra mahkota Ahn Chyou dari kekaisaran bintang.
Istana di hias dengan begitu mewah, mulai dari gerbang istana kekaisaran hingga ke aula tempat berlangsung nya acara.
Undangan yang hadir pun semakin banyak, apalagi saat ini putra mahkota Zhao Xiang telah resmi mengangkat sumpah persaudaraan dengan kaisar Yongsheng.
Kedua pemuda itu merasa senasib sepenanggungan, hancurnya Feng May membuat ruang dimensi milik nya pun ikut lenyap.
Zhao Xiang dan kaisar Yongsheng bernasib sama, kehilangan calon istrinya masing-masing.
Banyak sekali lamaran yang di ajukan pada kaisar Yongsheng maupun putra mahkota Zhao Xiang, namun kedua pemuda itu selalu menolak setiap lamaran yang datang.
Bagi kedua nya, Jian Yue dan Feng May adalah gadis yang tak akan pernah bisa tergantikan oleh siapa pun.
Acara pertunangan berlangsung meriah, banyak sekali para putri mau pun nona muda bangsawan yang tertarik dan mencoba untuk mendekati kaisar Yongsheng dan juga putra mahkota Zhao Xiang, namun keduanya selalu menjaga jarak dan memasang wajah dingin.
Para pangeran dan juga tuan muda pun banyak yang melirik Qiancheng, namun gadis itu selalu menunjukan wajah sombong dan berpura-pura tak peduli, baginya saat ini, tak ada yang lebih membahagiakan hatinya selain menemukan Feng May agar bisa kembali menatap pangeran Bao Yue yang diam-diam telah mencuri hati Qiancheng.
Acara pertunangan pun di buka untuk umum, rakyat di perkenankan untuk datang mengikuti acara dan juga menikmati hidangan istana kekaisaran.
Kaisar Yongsheng saat ini telah berdamai dengan masa lalu, dia tak ingin terus membebani rakyat nya dengan pajak yang mencekik atau pun aturan-aturan yang akan merugikan rakyat nya.
Selesai pesta, seluruh anggota keluarga kekaisaran angin, beserta keluarga kekaisaran bintang dan juga kekaisaran Zhao berkumpul di aula rapat.
Kaisar Yongsheng berniat untuk meminta bantuan pada semuanya untuk menemukan kembali calon permaisuri nya yang hilang.
"Zen ingin menunjukkan sesuatu pada kalian, selain itu zen juga membutuhkan bantuan dari kalian semua" ucap kaisar Yongsheng memulai pembicaraan sambil menunjukkan mutiara kehidupan milik Feng May yang bersinar terang.
"Apa itu yang mulia?" tanya kaisar Ahn yang penasaran karena baru pertama kalinya melihat mutiara kehidupan.
Yang lain pun ikut mendekat dan memperhatikan dengan sesama mutiara kehidupan itu.
"Ini adalah mutiara kehidupan milik calon permaisuri zen, putri Feng May. Saat ini dia telah kembali ke belahan benua kita. Tapi zen masih belum tahu dia menempati tubuh siapa dan berada dimana. Yang jelas jiwanya saat ini telah menemukan wadah yang cocok dengan nya" ucap kaisar Yongsheng menjelaskan.
Semua orang yang berada di aula pun membulatkan matanya, akhirnya setelah penantian selama dua bulan, mereka bisa mendapatkan petunjuk tentang calon istri maupun putri mereka.
Kaisar Zhao langsung saja bertanya tentang bantuan apa yang akan di minta oleh kaisar Yongsheng.
__ADS_1
"Lalu bantuan apa yang harus kami berikan?" tanya kaisar Zhao yang langsung di angguki semua orang.
"Kita semua harus segera menemukan putri Feng May kembali secepatnya, zen takut jika saat ini dia masih lemah dan belum memiliki kekuatan yang cukup untuk hidup di dunia kultivator seperti kita" ucap kaisar Yongsheng
"Lalu bagaimana cara kita menemukannya yang mulia? Bukankah kita semua belum mengetahui wajah baru dari putri Feng May?" kali ini putra mahkota Ahn Chyou pun ikut menimpali pertanyaan dari yang lain.
"Ini.." ucap kaisar Yongsheng sambil memberikan beberapa bola hitam sebesar kelereng pada semua orang
"Apa ini yang mulia?" tanya mereka bersamaan.
"Zen sudah mengisi semua bola itu dengan sedikit energi dari May'er, bola itu akan bercahaya sangat terang ketika kalian bertemu dengan nya" ucap kaisar Yongsheng.
Mereka pun segera menyimpan semua bola itu di cincin penyimpanannya, dan kini terlihatlah wajah-wajah cerah semua orang.
Mereka seolah telah menemukan semangat baru setelah mendengarkan penjelasan dari kaisar Yongsheng.
"Baiklah, zen akan kembali besok ke kekaisaran Zhao dan mulai mencari hingga hutan dan seluruh pelosok kekaisaran" ucap kaisar Zhao sambil tersenyum sumringah.
Putra mahkota Zhao Xiang terlihat yang paling bahagia mendengar ucapan dari kaisar Yongsheng, dia pun segera mengucapkan janjinya.
"Ya, zen beserta seluruh anggota keluarga juga akan segera kembali menuju kekaisaran bintang dan mulai mencari keberadaan putri Feng May di seluruh kekaisaran" ucap kaisar Ahn yang di angguki oleh Ahn Chyou, dia juga sangat merindukan kedua adik kesayangan nya Mayleen dan juga Mey-Yin.
"Zen juga akan mulai mencari May'er di seluruh kekaisaran angin ini mulai besok" ucap kaisar Yongsheng mengakhiri perbincangan penting mereka.
Akhirnya semua orang pun kembali ke paviliun mereka masing-masing untuk beristirahat.
Sementara itu di kedalaman hutan perbatasan antara kekaisaran angin dan juga kekaisaran bintang, seorang gadis tengah meloncat-loncat di kegelapan, langkahnya terlihat begitu ringan dan juga sangat terlatih.
Zhang Wei.. Saat ini dia tengah mengincar seekor rusa yang sedang minum di sungai, gadis itu ingin sekali membuat rusa panggang yang istimewa untuk nya dan juga kakek nya Zhang Xiu.
Tangan kiri gadis itu memegang sebuah busur panah, sedangkan tangan kanannya mulai mengambil satu anak panah.
Matanya terlihat begitu fokus dan awas, menatap dengan tajam ke arah leher rusa.
Zhang Wei segera menarik anak panah nya dan
Clap...
__ADS_1
Dalam 3 kali kedipan mata, anak panah itu pun segera menancap di leher rusa jantan itu hingga tewas.
Tap...
Zhang Wei turun dari batang pohon yang tadi di pijaknya, dengan segera dia pun turun dan mendekati rusa itu dan mulai menyayat kulit nya.
Zhang Wei berfikir untuk membuatkan jubah untuk kakek nya nanti, setelah selesai membersihkan daging rusa itu, Zhang Wei segera memanggulnya menuju gubuk kakek Zhang Xiu.
Dengan sangat lincah, Zhang Wei pun membalurkan bumbu seadanya pada daging rusa itu, setelah mengumpulkan ranting yang cukup, gadis itu pun segera menyalakan api dan mulai memanggang rusa itu sambil sesekali bersandar di pohon besar yang berada di belakang punggung nya.
Hingga hari ini, gadis itu bahkan belum mengetahui tubuh siapa yang dia tempati sekarang, sang pemilik tubuh pertama nya tidak memberikan ingatan apa pun padanya.
Bahkan banyaknya luka yang dia peroleh saat itu, dia masih belum tahu siapa yang membuatnya.
Namun tekad dihatinya tak pernah padam, dia akan mencari tahu sendiri, asal usul pemilik tubuh juga pelaku yang telah menganiaya dirinya hingga mati dalam keadaan penuh luka.
Zhang Wei akan Membalaskan Dendam sang pemilik tubuh aslinya itu suatu hari nanti.
Aroma rusa panggang mulai tercium begitu wangi hingga membuat perut siapa pun yang mencium nya ikut berdemo ingin segera menyantap nya.
Tap...
Tap...
Tap...
Terdengar langkah kaki seseorang mendekati Zhang Wei, perut orang itu terus saja bernyanyi hingga membuat Zhang Wei menoleh.
Gruuuuk...
Gruuuk...
Cacing di perut kakek Zhang Xiu terus saja berbunyi keras hingga akhirnya Zhang Wei pun menyerahkan sepotong paha rusa yang telah matang pada kakek nya.
Kakek Zhang Xiu segera menerima nya dengan suka hati hingga air liur nya pun ikut menetes.
Meskipun Zhang Wei terlihat datar dan sangat dingin, tapi kakek Zhang Xiu tak pernah mempermasalahkan nya, dia cukup menyukai cucu baru nya itu yang lincah dan juga pandai berburu.
__ADS_1