
Zhang Wei membawa beberapa ekor ikan yang sangat besar dan gemuk kembali ke gubuk kakek Zhang Xiu, setelah membersihkan sisik dan juga isi perut nya, dengan cepat gadis itu pun mengolesi ikan itu dengan bumbu seadanya yang dia dapatkan di hutan.
Dia juga telah menyiapkan perapian untuk membakar ikan-ikan itu, dan ada beberapa umbi-umbian yang nantinya akan dia bakar bersama ikan.
Kakek Zhang Xiu segera mendekati cucu barunya, matanya melotot melihat sepuluh ekor ikan yang begitu besar untuk makan siang mereka hari ini.
Sepertinya kakek tua itu ingin sekali menangis melihat begitu banyak ikan yang cucu nya bawa, sedangkan dirinya hanya bisa membawa satu atau dua ekor saja, itu pun juga ikan yang kecil dan sangat kurus.
"Wei'er, untuk apa kau mengambil benda itu? Kakek bisa mencarikan mu buah-buahan yang enak dari pada benda bergetah itu. Itu akan sangat gatal jika di makan" ucap kakek Zhang Xiu.
Zhang Wei hanya mengerutkan alis nya saat mendengar ucapan dari sang kakek
"Apa kah orang-orang dari masa lalu itu tak pernah memakan talas? Dan apa tadi dia bilang? Gatal? Apakah mereka memakan talas mentah?" pikir Zhang Wei
"Ini namanya talas, aku akan membakar nya dan kita akan makan talas ini bersama ikan" ucap Zhang Wei menjelaskan.
Kakek Zhang Xiu hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar jawaban dari cucunya itu, tapi karena dia tak ingin membuat Zhang Wei kecewa, akhirnya kakek tua itu pun mengangguk dan segera berjalan masuk ke dalam rumah untuk menyimpan beberapa herbal dan berganti pakaian.
Zhang Wei membakar ikan beserta talas itu dengan begitu riang, harum aroma ikan itu tercium hingga kejauhan membuat 3 orang pemuda dan seorang pria paruh baya tersenyum menyeringai.
"Kita telah menemukan tempat putri Feng May berada sekarang" ucap kaisar Ahn.
"Ayo segera kita temui May'er" ajak kaisar Yongsheng sambil berjalan mendahului yang lain.
Tapi langkah nya terhenti begitu merasakan cekalan di pergelangan tangannya, kaisar Yongsheng pun berbalik dan melihat siapa gerangan yang berani menghentikan langkah nya.
Putra mahkota Zhao Xiang segera melepaskan pergelangan tangan kaisar Yongsheng dari tangannya, sambil menatap wajah kesal sahabat nya, dia pun segera mengingatkan.
"Paling tidak saat ini kita harus memikirkan alasan yang masuk akal untuk mendekatinya! Jangan sampai kau mengatakan perutmu langsung lapar saat mencium bau ikan bakar" ucap putra mahkota Zhao Xiang sambil mengingat kembali tingkah nya tadi pagi saat bertemu Feng May.
"Baiklah, serang saja tubuh zen, sepertinya beberapa goresan luka tak akan membuat zen sakit" ucap kaisar Yongsheng sambil menyerahkan pedang nya.
__ADS_1
"Apa kau sudah gila? Bagaimana jika putri Feng May tak memiliki keahlian medis kali ini? Apa kau akan terus menanggung kesakitan agar terus bersamanya?" tanya Zhao Xiang kembali sambil melotot.
"Dasar bodoh! Di dalam cincin penyimpanan zen masih banyak sekali pil penyembuh, kenapa harus merasa takut jika May'er tak bisa menyembuhkan? Zen bisa menelan nya kapan saja" ucap kaisar Yongsheng sambil menaikkan kedua bahunya.
Sontak semua orang pun menepuk dahinya mendengar jawaban gila yang di lontarkan oleh kaisar Yongsheng. Bukankah itu konyol? Berpura-pura terluka agar di sembuhkan, kemudian meminum pil penyembuh yang ada di cincin penyimpanan nya, Feng May mungkin akan merasa sangat membencinya jika tahu semua itu hanya berpura-pura.
"Sudahlah, zen sudah mendapatkan alasan untuk bertemu putri Feng" ucap kaisar Ahn sambil mengajak mereka untuk mencari tahu tempat asal dari aroma ikan bakar itu.
"Alasan apa ayahanda?" tanya Ahn Chyou penasaran.
"Tersesat" jawab kaisar Ahn dengan santai.
Ketiga pemuda itu pun menepuk dahi mereka bersamaan, sepertinya kaisar Yongsheng dan kaisar Ahn sudah sama-sama gila.
Ahn Chyou hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar ucapan spontan dari sang ayah, kemudian dia pun segera mengungkapkan apa yang ada di pikiran nya.
"Bagaimana jika kita menggunakan alasan berburu dan belum mendapatkan hasil buruan?" tanya Ahn Chyou.
Kakek Zhang Xiu terlihat sangat kaget melihat keberadaan keempat pria itu di depan gubuk kecilnya, dia pun segera bersujud dan menyambut kedatangan mereka di gubuknya.
"Selamat datang yang mulia kaisar angin, Selamat datang yang mulia kaisar bintang, selamat datang untuk kedua putra mahkota" ucap kakek Zhang Xiu.
Sedangkan Zhang Wei hanya berdengus melihat Zhao Xiang yang masih saja memburu ikan miliknya hingga kegubuk kecil kakek nya itu.
Zhang Wei pun mengambil ranting dan langsung berdiri sambil melotot di hadapan keempat pria asing itu.
"Apa kau sudah gila? Kau mengejar ku hingga ke gubuk ini hanya untuk membeli ikan milik ku bukan?" tanya Zhang Wei dengan geram.
Kakek Zhang Xiu segera menarik tangan Zhang Wei dan memperingatkan nya agar bersikap baik terhadap tamu nya.
"Wei'er.. Kau tak boleh berbicara kasar pada tamu kita, cepat beri hormat" ucap kakek Zhang Xiu.
__ADS_1
Zhang Wei hanya melengos mendengar ucapan kakek nya, dia tak akan mau bersujud di depan siapa pun.
Jangan lupa, jika di kehidupan pertama nya dia adalah seorang jendral wanita yang sangat hebat dan begitu di hormati.
"Huhh.." ucap Zhang Wei sambil menggembungkan pipinya, kaki nya sengaja dia hentakkan ke tanah membuat penampilan nya semakin imut dan juga menggemaskan.
Kaisar Yongsheng yang melihat calon istrinya itu bersikap seperti itu hampir saja melompat dan memeluk Zhang Wei, jika saja kedua tangannya tak di tahan oleh Zhao Xiang dan Ahn Chyou.
"Sebenarnya kami memang sedang berburu, hanya saja sampai siang ini kami belum mendapatkan hewan buruan satu pun" ucap kaisar Ahn memberikan alasan.
"Benar, perut kami tiba-tiba saja merasa sangat lapar saat mencium aroma ikan bakar, makanya kami mencarinya hingga ke tempat ini" ucap Ahn Chyou menimpali ucapan ayah nya.
Kakek Zhang Xiu pun segera mengajak mereka untuk bergabung dan duduk di kursi sederhana di depan gubuk nya, sambil mengambil air putih untuk mereka minum.
Sedangkan Zhang Wei masih saja menggerutu sambil membakar ikan milik nya, matanya terlihat sangat kesal dengan keberadaan keempat pengacau yang kini duduk dengan santai bersama kakek nya.
"Hei kau! Kalau kau ingin makan ikan, kau bakar saja sendiri" ucap Zhang Wei pada Zhao Xiang sambil berdiri dan menepuk hanfu belakang nya.
Kaisar Yongsheng menahan tangan Zhao Xiang lalu bergegas berdiri dan mendekati Zhang Wei.
"Biar zen bantu membakar ikan nya" ucap kaisar Yongsheng sambil duduk dan mulai membolak balikan ikan yang sedang di bakar oleh Zhang Xiu.
"Apa kau teman dari pria menyebalkan itu?" tanya Zhang Wei pada kaisar Yongsheng sambil menunjuk Zhao Xiang.
Kaisar Yongsheng pun mengangguk membenarkan ucapan Zhang Wei.
"Dia itu pria gila! Tadi pagi dia memaksaku untuk menjual ikan ini padanya" ucap Zhang Wei setengah berbisik pada kaisar Yongsheng.
Sedangkan kaisar Yongsheng hanya tersenyum tipis mendengar umpatan dari calon permaisuri nya itu sambil terus mengipasi ikan di depan nya.
Jangan lupa untuk terus mendukung karya receh author ya readers, 🙏🙏🙏 klik like dan komentar nya, jika berkenan lemparkan juga vote dan gift nya. Terima kasih...
__ADS_1
Selamat beristirahat semua..