
Griffin yang di tinggalkan oleh majikan baru nya pun langsung saja mengejar Feng May, Dia mengekor di belakang Feng May hingga mereka sampai di lapisan ke lima hutan kehidupan itu. Hamparan herbal yang luas membuat mata Feng May berbinar rakus. Dia pun segera memanen herbal itu sambil bersenandung kecil.
Sreeek...
Terdengar suara dari balik semak-semak, telinga tajam Feng may pun mendeteksi adanya keberadaan hewan lain disana. Dengan sikap waspada Feng May pun segera mengalihkan perhatiannya ke semak belukar tepat di belakang tubuh nya.
"Keluar.." ucap Feng may dingin. Namun tak ada sahutan dari lawan. Feng may pun segera melangkah mendekati semak belukar itu. Mata nya pun membola melihat seekor rubah ungu yang sedang sekarat. Dengan langkah cepat, Feng may pun memasukan pil penyembuh tingkat tinggi pada rubah ungu itu, dan meneteskan setetes demi setetes air surgawi pada mulut nya. Tubuh rubah itu pun bersinar, dan seketika luka di sekujur tubuh nya pun sembuh.
Rubah itu pun melihat Feng May dengan tatapan yang sulit di artikan, beberapa detik kemudian rubah itu pun bangkit dan berjalan ke arah Feng May sambil menggosok-gosokkan bulu lembut nya pada Feng May. Kesembilan ekor nya pun ikut bergoyang-goyang menunjukkan pesona nya sebagai Demonic Beast Rubah Ungu Level 10
"Terima kasih tuan.." ucap rubah itu sambil menjilati kaki Feng May
"Astaga.. Kau benar-benar imut" ucap Feng May sambil mengunyel bulu lembut rubah itu
"Jadikan aku hewan kontrak mu tuan" ucap rubah itu sambil memasang wajah polos nya membuat Griffin menjatuhkan rahangnya hampir copot, hewan yang terkenal ganas dalam pertempuran dan pandai membuat ilusi hari ini menunjukkan wajah tak berdaya dan meminta di jadikan hewan kontrak oleh Feng may. Padahal Rubah terkenal paling sombong dan tidak ingin di jadikan bawahan siapa pun.
"Jangan tuan, dia itu hewan yang sombong" ucap Griffin
Rubah itu pun menunjukkan wajah teraniaya nya di hadapan Feng may dengan mata yang berkaca-kaca. Feng May yang memang tak bisa tahan dengan keimutan hewan itu pun segera menggigit jarinya dan meneteskannya pada dahi rubah itu membuat Griffin melotot tajam.
"Mulai sekarang namamu adalah Wolfi"ucap Feng may sambil memeluk rubah yang besar nya sepuluh kali lipat dari tubuh nya.
"Tuan, kau belum memberikan aku nama" ucap Griffin itu dengan mata yang berkaca-kaca.
"Hais.. Hentikan ekspresi menjijikan mu itu Griffin. Mulai sekarang nama mu adalah Gin" ucap Feng May.
Griffin itu pun meloncat-loncat senang karena telah di beri nama oleh Feng may.
__ADS_1
"Dan mulai hari ini kalian tidak boleh memanggilku tuan. Namaku Feng may. Kalian adalah sahabat sekaligus keluargaku" ucap Feng may membuat kedua binatang itu merasa sangat bahagia.
"Apa semua tanaman ini milik mu?" tanya Feng May pada Wolfi. Wolfi pun mengangguk mengiyakan
"kau bisa mengambil semua nya may may" ucap Wolfi
"Namaku itu Feng May bukan May May" ucap Feng may sambil memicingkan matanya
"Itu adalah nama kesayangan dariku untuk mu" ucap rubah itu. Akhirnya Feng may pun mengangguk tak keberatan.
"Baiklah.. Ayo bantu aku untuk memanen semua tumbuhan herbal ini. Aku ingin menanam nya di ruang dimensi" ucap Feng May yang di setujui oleh kedua hewan itu. Setelah selesai memanen herbal, Feng may pun menyuruh agar Wolfi dan Gin tinggal di ruang dimensi nya.
"Lebih baik kalian berdua tinggal di ruang dimensi saja agar aman." ucap Feng may yang langsung di angguki kedua hewan itu. Mereka pun segera masuk ke ruang dimensi dan begitu takjub melihat hamparan herbal langka yang begitu luas dan bervariasi.
"Pergilah ke air terjun surgawi, kalian bisa berkultivasi disana. Dan ini adalah obat pengumpul Qi, dengan menelan obat ini, kultivasi kalian bisa meningkat hingga empat sampai lima tingkat" ucap Feng may sambil menyerahkan pil pada kedua hewan itu.
Feng May yang mendengar janji dari kedua hewan kontrak nya pun tersenyum tipis dan mengangguk merasakan ketulusan dari kedua nya.
"Aku akan segera keluar" ucap Feng may sambil menghilang dari ruang dimensi dan kembali ke lapisan ke lima hutan kehidupan.
Berbeda dengan Feng may yang saat ini sedang bahagia melihat kedua hewan kontrak nya, Pangeran Zhu Kai bahkan sedang uring-uringan di kediamannya. Dia benar-benar marah melihat Song Yun putri dari perdana mentri song yang terus saja mengganggunya. Gadis yang selalu berdandan tebal dan menggunakan pakaian yang kurang bahan itu dengan terang-terangan mengungkapkan perasaan cintanya pada Zhu kai. Padahal Zhu kai hanya menganggapnya sebagai adik.
Tapi Song Yun terus saja menggodanya, bahkan dia sering datang ke Paviliun milik Zhu kai hanya untuk mengantarkan makanan atau pun menemui Zhu kai di ruang kerjanya hanya untuk bertanya sudah makan atau belum.
Perdana mentri song bahkan dengan lancang nya mengajukan proposal pertunangan pada kaisar Zhu. Meskipun sudah di beritahu jika Zhu kai menyukai gadis lain, perdana mentri song tetap kekeh bahwa putri nya sangat mencintai pangeran Zhu kai dan siap menjadi Selir pangeran.
Kaisar Zhu beserta Permaisuri dan Selir Rin pun di buat menganga tak percaya mendengar ucapan perdana mentri mereka yang begitu berani. Membuat kepala kaisar Zhu berdenyut sakit. Keluarganya sudah berjanji pada ratu Lin Xia bahwa pangeran Zhu Kai tidak akan mengambil selir. Namun perdana mentri nya seolah tebal muka dan pantang menyerah memperjuangkan cinta putrinya pada pangeran Zhu kai.
__ADS_1
Di kediaman perdana mentri Song, nampak Song Yun yang saat ini sedang di rias oleh para pelayan terus saja mengomel, dia bahkan tak jarang meneriaki dan menghukum para pelayannya jika dirasa apa yang di lakukan para pelayannya itu tidak memuaskan hati nya.
Keinginannya untuk memiliki pangeran Zhu kai bukanlah karena cinta semata, Song Yun begitu terobsesi ingin menjadi permaisuri di kekaisaran Zhu hingga dia pun merelakan tubuh nya untuk di gilir oleh para pejabat tua mau pun para tuan muda agar mendapatkan dukungan.
Dia menghalalkan segala cara untuk bisa mencapai keinginannya, tanpa memperdulikan benar atau salah. Hanya pelayan setia nya lah yang tahu betapa menjijikannya tingkah laku majikannya itu di balik wajah polos dan lugu yang selama ini jadi topeng nya.
Perdana mentri Song mau pun Nyonya Song pun mendukung semua tindakkan putri nya. Mereka tidak pernah melarang apa pun yang di lakukan oleh Song Yun. Perdana mentri Song terlalu memanjakan putri nya itu hingga tumbuh menjadi gadis yang angkuh, arogan, licik dan penuh dengan tipu muslihat.
Hari ini Song Yun berencana untuk mengunjungi kediaman jendral Jiu, dia pun menyuruh para pelayannya meriasnya dengan sangat cantik, menggunakan pakaian yang begitu terbuka sehingga menunjukkan lekuk tubuh nya, buah d**a nya pun menyembul membuat nya terlihat semakin sexy dengan belahan yang tinggi di samping hanfu bawahnya memperlihatkan paha mulus dan kaki jenjang nya yang menggoda. Penampilan nya benar-benar mengundang hasrat kaum adam. 🙄🙄🙄
"Ayah.. Aku akan pergi sebentar" ucap Song Yun pada ayah nya
"Kemana kau akan pergi hari ini Yun'er?" tanya perdana mentri song
"Jendral tua itu memintaku untuk mengunjungi nya di kediamannya itu ayah" ucap Song Yun
"Pergilah.. Jangan biarkan dia menunggu mu terlalu lama dan pastikan jika Jendral tua itu bisa menekan kaisar agar dengan segera membuat dekrit pernikahan untuk mu dengan pangeran Zhu Kai" ucap perdana mentri Song
"Ayah tenang saja. Putrimu yang cantik jelita ini pasti bisa menekan jendral tua itu agar menuruti keinginan kita" ucap Song Yun dengan kepercayaan dirinya yang tinggi.
Dengan menaiki kereta mewah milik kediaman perdana mentri, akhir nya Song Yun tiba di kediaman jendral Jiu. Para pelayan dan juga pengawal yang sudah mengenal dan mengetahui kedatangan Song Yun pun bergegas menyambut kedatangan nona muda sombong itu dan mengantarnya menuju ke paviliun Jendral Jiu Zan.
Nyonya Jiu yang melihat kedatangan gadis sombong itu pun mengepalkan tangannya hingga buku-buku tangannya terlihat memutih
"J****g dari keluarga Song itu benar-benar tidak tahu diri. Dia bahkan menjajakan tubuhnya pada suamiku di kediamanku sendiri" gumamnya dengan mata yang menyorot penuh amarah.
Sementara pelayan yang mengantar Song Yun pun segera berpamitan setelah Song Yun memasuki kamar tuannya itu. Dia tak ingin berlama-lama disana dan mendengar suara-suara yang ambigu seperti terakhir kali dia mengantar dan menunggu Song Yun di luar kamar.
__ADS_1
"Nona muda yang tak tahu diri, padahal dia putri seorang perdana mentri tapi masih saja mau jadi pelampiasan nafsu bejat jendral tua itu" dengus pelayan itu sambil berjalan kembali menuju ke ruang tamu.