MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA

MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA
Part 78


__ADS_3

Duarr...


Booom...


Booom...


Bersamaan dengan hancurnya tubuh Feng May, ruang dimensi pun mengalami perubahan.


Nix, Gin dan juga Wolfi langsung tersungkur dan mengeluarkan seteguk darah, ketiga nya terlihat pucat sebelum pada akhirnya mereka tertidur panjang.


"Gege Nix, apa yang terjadi?" tanya Jian Yue dan juga Feng Luo sambil mendekati tubuh Nix dan menggoyangkannya.


"Apa yang terjadi pada Nix?" tanya ratu Lin Xia bergegas datang menghampiri dengan sangat cemas.


"Gegeee..." Shu Lan dan Shu Lin langsung menangis dengan kencang nya.


Sementara Xiao Bai berusaha untuk keluar dari ruang dimensi, namun ternyata ruang dimensi telah terkunci.


Xiao Bai hanya bisa menghela nafas pasrah, kemudian meminta Long Yue, Bao Yue dan juga Tian Yue untuk mengangkat ketiga orang yang pingsan itu ke kamarnya.


Ratu Lin Xia bersama yang lain duduk dengan cemas saat melihat Nix yang seperti tengah sekarat itu, namun mereka masih duduk diam dan bersiap untuk mendengarkan penjelasan dari Xiao Bai.


Xiao Bai berjalan keluar dari ruangan dan ikut duduk bersama semua orang yang berkumpul, nampaknya dia pun sama tegang dan khawatir nya seperti yang lain.


Namun ucapan dari Jian Yue langsung menyadarkan nya untuk segera berbicara dan menenangkan semua orang.


"Ada apa ini gege Xiao Bai? Kenapa gege Nix dan kedua orang itu tiba-tiba saja pingsan?" tanya Jian Yue


Xiao Bai menghela nafas panjang sebelum akhirnya dia pun mengungkapkan jati diri Nix.


"Nix, Wolfi dan Gin adalah binatang kontrak nya May'er" ucap Xiao Bai sambil menjeda ucapannya, dia menyambar segelas air putih dan segera di teguknya dengan cepat saat tenggorokan nya terasa begitu kering.


"Jangan-jangan May'er?" ratu Lin Xia langsung menangis sesenggukan diiringi semua orang yang ada di ruang dimensi.

__ADS_1


Semuanya merasa sedih dan juga begitu kehilangan sosok Feng May yang hangat dan baik hati, Feng May adalah dewi penolong bagi mereka semua yang dulu hidup di bawah tekanan dan juga kemiskinan.


"Tenanglah..!" ucap Xiao Bai kemudian.


Namun bukannya tenang, tangisan semua orang malah semakin menjadi dan membuat Xiao Bai merasa pusing.


"Apa kalian tak bisa diam?" bental Xiao Bai sambil berdiri dan menatap semua orang yang tadi menangis dengan perasaan kesal.


Akhirnya mereka pun diam dan tak lagi mengeluarkan suara, Xiao Bai mulai kembali duduk dan bernafas dengan lega.


"Sepertinya saat ini tubuh May'er telah hancur, tapi jiwanya terselamatkan, karena itulah ketiga binatang kontraknya hanya tertidur dan menunggu May'er untuk kembali dan membangunkan mereka, ruang dimensi ini pun tak mengalami kehancuran, sepertinya kaisar Yongsheng bergerak cepat menyelamatkan jiwa May'er dari bajingan terkutuk Zhu Kai itu" ucap Xiao Bai menjelaskan.


Semua orang saling memandang, tak lama tangisan dari ribuan orang kembali menggema di ruang dimensi itu.


Ratu Lin Xia hampir saja terjatuh saat mendengar kenyataan pahit jika tubuh putrinya telah hancur, sedangkan Feng Luo langsung berlari ke arah belakang istana milik Feng May dan melampiaskan kemarahan nya dengan menebas pohon-pohon yang berdiri kokoh disana.


Kaisar Feng pun langsung jatuh berlutut dengan air mata yang berlinang saat mendengar nasib tragis putrinya, dia menyesal karena ikut masuk ke ruang dimensi dan tak mendampingi Feng May di hari terakhir nya.


"Cukup.. Hentikan tangisan kalian semua!" teriak Xiao Bai kembali membuat semua orang kaget dan terdiam.


Semua orang pun langsung mengusap air mata yang terlanjur membasahi pipi mereka dan berjanji akan menjadi lebih kuat untuk melindungi Feng May di masa depan.


"Apa kau yakin May'er akan kembali?" tanya ratu Lin Xia sambil menatap wajah Xiao Bai meminta penjelasan.


"Aku tak bisa mengatakan jika itu adalah May'er, meski saat dia kembali nanti, tubuh dan wajahnya berubah menjadi orang lain, namun yakinlah ibunda.. Jika jiwa yang bersemayam di dalam tubuh nya adalah May'er kita" ucap Xiao Bai menenangkan ratu Lin Xia.


"Sekarang lebih baik kalian semua beristirahat, mulai besok kita akan meningkatkan kembali kemampuan kita dalam bertarung maupun alkemis, array dan juga kultivasi.. Kita tingkatkan ranah kultivasi kita menjadi lebih tinggi lagi" ucap ratu Lin Xia pada semua orang.


Akhirnya semua orang pun bergegas pergi dan memilih kamar untuk mereka semua beristirahat, sementara ratu Lin Xia bersama putra putrinya masih duduk diam disana.


"Dimana Luo'er?" tanya Jian Yue sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Feng Luo.


Yang lain pun segera tersadar dan bergegas bangkit dari duduk nya kemudian mulai berjalan berpencar untuk mencari keberadaan Feng Luo.

__ADS_1


Boom...


Booom....


Booom....


60% hutan yang berada di belakang istana Feng May pun hancur karena serangan yang di buat Feng Luo yang sedang emosi.


Feng Luo melancarkan seluruh tenaganya untuk melakukan tebasan demi tebasan untuk mengurangi rasa sakit di hatinya saat mendengar kabar tentang kematian Feng May.


"Zhu Kai sialan... Bedebah... Bangsat.. Aku tak akan pernah memaafkanmu sampai 1000x reinkarnasi sekali pun, dasar manusia bajingan, jie jie ku sudah berbaik hati membantumu dan juga keluarga mu untuk hidup lebih baik tapi kau malah menghancurkan kami semua, dasar iblis sialan..." teriak Feng Luo meluapkan semua kemarahan di hati nya sambil terus berderai air mata.


Booom...


Booom...


Duar...


Hutan itu kembali di hancurkan oleh Feng Luo, kali ini dia melepaskan seluruh Qi yang ada dalam tubuh nya dan mengalirkannya pada pedang.


Tebasan yang di lakukan Feng Luo benar-benar begitu dahsyat, hingga ratu Lin Xia dan saudaranya yang lain bergegas untuk bergerak menuju tempat asal dari semua serangan mematikan itu.


"Luo'er.. Apa yang kau lakukan nak?" tanya ratu Lin Xia sambil mendekati Feng Luo yang saat itu tengah terduduk di tanah sambil menunduk pilu.


Feng Luo mengangkat wajahnya dan melihat semua keluarganya datang menghampirinya pun segera memeluk ratu Lin Xia dan menumpahkan tangis nya.


Ratu Lin Xia mengelus punggung Feng Luo untuk menenangkan putra kandung nya itu, dan mengecup puncak kepalanya.


"Tenanglah Luo'er.. Kami semua ada disini" ucap Long Yue sambil berjalan mendekat dan turut memeluk Feng Luo dengan penuh kasih sayang.


"Kau tak sendirian Luo'er.. Kami semua bersamamu" Tian Yue pun ikut memeluk Feng Luo dan mengacak rambutnya.


"Mulai besok kita semua harus berlatih dengan lebih keras, agar saat Jie jie mu kembali nanti, kita bisa melindunginya" ucap ratu Lin Xia sambil mengusap air mata Feng Luo.

__ADS_1


"Maksud ibunda?" Feng Luo mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan ratu Lin Xia.


"Tubuh jie jie mu memang telah hancur, tapi tidak dengan jiwa nya. Jie jie mu cepat atau lambat pasti akan kembali meski itu dengan tubuh dan wajah yang berbeda" ucap ratu Lin Xia sambil mengusap kepala Feng Luo


__ADS_2