
Trang...
Trang...
Trang...
Bugh...
Brak...
Terdengar suara pertarungan tak jauh dari Feng May saat ini.
Qiaofeng yang sejak tadi mengejar Feng May di buat terbelalak melihat puluhan orang berbaju hitam saat ini sedang menyerang 3 orang pemuda.
Mata Qiaofeng terlihat membulat saat tahu jika salah satu dari ketiga pemuda itu adalah Gege nya.
"Kau pasti akan mati hari ini kaisar Yongsheng" ucap pria berbaju hitam itu yang merupakan ketua dari pembunuh bayaran sambil terus menyerang mereka.
Ketiga pemuda itu terlihat sudah babak belur, tubuh mereka banyak terkena sayatan pedang.
Qiaofeng dan Qiancheng yang melihat hal itu pun segera memerintahkan para prajurit nya untuk membantu gege dan juga tangan kanan gege nya, setelah itu kedua gadis itu pun ikut bertempur melawan puluhan pria berbaju hitam itu. Mereka menyerang dengan sangat brutal tapi tetap saja, selain perbedaan jumlah, perbedaan tingkat kekuatan pun jadi masalah mereka saat ini.
Kaisar Yongsheng menatap Feng May sejenak, setelah itu dia pun kembali memperhatikan pertempuran kedua adiknya beserta para prajurit.
Feng May hanya bersantai sambil memutar seruling giok yang saat ini ada di tangannya, matanya menatap malas ke arah puluhan pria berbaju hitam itu sebelum pada akhirnya dia melihat Qiaofeng dan juga Qiancheng yang terpental jauh dan mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya.
Para prajurit yang tadi ikut bertarung pun banyak yang mati, ada juga yang terluka sangat parah.
Pria berbaju hitam itu tak hanya memiliki tingkat kultivasi yang tinggi tapi juga melakukan kelicikan dengan mengolesi pedang mereka dengan racun.
Suara seruling Feng May terdengar begitu merdu sebelum pada akhirnya puluhan pria berbaju hitam itu di buat berteriak sambil memegangi telinga mereka yang berdengung dan juga sudah mengeluarkan darah.
"Lagu kematian.. Hati-hati dengan gadis itu" teriak salah satu pria berbaju hitam itu menginstruksi orang-orang nya.
"Bukankah kalian sangat senang bermain-main dengan racun?" tanya Feng May meniup kembali seruling nya dengan nada yang menyayat hati.
Syuuut...
Syuut..
__ADS_1
Glundung..
Kepala pria-pria berbaju hitam itu pun satu persatu menggelinding karena tebasan yang berasal dari seruling Feng May.
Kaisar Yongsheng beserta kedua adik perempuan nya dan prajurit yang masih selamat pun menatap horor melihat kepala-kepala itu menggelinding.
Sementara Feng May dengan santai nya memijak kepala itu dan menendang nya untuk menyerang anggota yang masih hidup.
Tak lama puluhan surikhen pun di lempar Feng May dengan santai dan dalam sekelip mata, seluruh pembunuh bayaran itu pun mati.
Feng May dengan santai mengumpulkan semua cincin penyimpanan milik para pembunuh bayaran yang sudah mati sambil tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha... Aku dapat jackpot" ucap nya tanpa memperdulikan tatapan orang-orang yang kini melotot kearah nya.
Setelah merampok semua harta milik para pembunuh bayaran itu, Feng May segera mengumpulkan mayat-mayat itu dengan cara menendang nya dan langsung mengeluarkan elemen api surgawi nya yang berwarna merah kehitaman, dan segera membakarnya.
"Api unggun yang indah.." ucap Feng May sambil berbalik dan memeriksa Qiaofeng dan juga Qiancheng yang saat ini masih terbaring dengan beberapa tulang yang retak dan patah.
Sementara kedua orang kepercayaan kaisar Yongsheng itu di buat melongo mendengar ucapan gadis itu, mereka pun membulatkan matanya.
"Iblis kecil yang mengerikan" pikir kedua nya sambil terus mengawasi pergerakan Feng May.
Mereka pun kembali sehat seperti semula, sambil melirik kepada Feng May
"Terima kasih nona Feng May" ucap Qiancheng dan juga Qiaofeng.
Feng May pun mengeluarkan pil penyembuh tingkat tinggi dan memberikannya pada para prajurit dan juga orang kepercayaan kaisar Yongsheng. Dengan segera mereka pun meminumnya.
Feng May beralih menatap pria bertopeng perak itu, entah kenapa jantung nya terasa berdegup dengan kencang
Deg..
Deg..
Deg...
Kaisar Yongsheng pun merasakan hal yang sama seperti Feng May, keduanya sejenak saling pandang sebelum akhirnya mereka pun mengalihkan pandangannya ke tempat lain.
Qiancheng dan Qiaofeng yang melihat hal itu langsung tersenyum penuh arti. Kini keduanya tengah memikirkan cara agar bisa mengajak Feng May menuju kekaisaran angin agar bisa dekat dengan gege mereka.
__ADS_1
Feng May berjalan mendekati kaisar Yongsheng, setelah selesai memeriksanya, Feng May langsung memberikan pil penawar segala racun tingkat tinggi dan juga sebotol air surgawi.
Tak lama Feng May pun pergi dari sana dan membuat semua orang bertanya-tanya.
"Tuan putri, siapa gadis itu?" tanya Xue dengan sangat penasaran.
"Dia itu teman baruku, namanya Feng May" ucap Qiaofeng dengan santai.
Sementara yang lain saat ini sedang duduk bersila dan menstabilkan Qi mereka, beberapa orang terlihat menerobos setelah meminum pil penyembuh yang di berikan oleh Feng May tadi.
Kaisar Yongsheng pun saat ini terlihat langsung menyerap pil yang baru saja di telannya, di tambah dengan air surgawi membuat efek dari pil itu pun semakin luar biasa.
"Semuanya menyingkir.. Sepertinya yang mulia akan menerobos" ucap To Mu saat sudut pandang nya tanpa sengaja melihat kearah kaisar Yongsheng.
Awan hitam terkumpul tepat diatas tubuh kaisar Yongsheng, kilatan petir merah sudah terlihat dari langit menuju satu titik sebelum pada akhirnya.
Bom..
Boom...
Bom..
Tubuh kaisar Yongsheng terlihat bersinar sangat terang selama beberapa saat kemudian kembali meredup.
Kaisar Yongsheng pun membuka matanya dan merasakan 3x penerobosan karena air surgawi itu.
Awalnya kultivasi kaisar Yongsheng berada di tingkat langit tahap tujuh, dan setelah mendapatkan terobosan sekarang menjadi tahap dewa dewi tingkat awal.
Brugh...
Terdengar suara benda jatuh yang sangat keras dan besar hingga membuat debu-debu beterbangan, tak lama muncul Feng May yang melemparkan inti spirit byson api pada kaisar Yongsheng.
Feng May pun menyuruh para prajurit untuk membersihkan dan juga memotong banteng api itu dan akan di gunakan untuk makan malam mereka saat ini.
Qiancheng dan Qiaofeng hanya bisa diam mematung saat melihat tangan Feng May dengan lincahnya mengiris-iris daging dan juga menggiling bumbu.
15 menit kemudian mereka pun langsung membakar semua daging yang sudah di iris oleh Feng May.
Harum daging bakar dengan aroma bumbu yang tadi di giling oleh Feng May pun menyeruak kesemua penjuru hingga membuat semua yang ada di sana pun merasa tak sabar untuk menikmatinya.
__ADS_1