
Keesokan harinya istana neraka kembali di landa kehebohan, para selir dan juga gundik mendiang kaisar Xuan atau bisa kita sebut selir janda datang ke istana dengan berbagai hadiah di tangan mereka.
Namun langit seolah tak berpihak pada mereka, ratu Lin Xia bersama putra putrinya tak ada di istana, mereka telah berangkat pagi-pagi sekali menuju kekaisaran Bintang.
Para selir janda pun merasa sangat kesal, padahal mereka telah menghabiskan banyak waktu untuk berdandan juga untuk mencari hadiah, namun niat nya kembali harus terhenti
Sementara Feng May yang saat itu berada di ruang dimensi hanya tersenyum menyeringai
"Ingin mendapatkan kelima gegeku? Kurasa kalian tak pantas" ucap Feng May sambil meniupkan pasir di tangannya.
Pasir itu pun terbang kearah para selir janda itu dan membentuk sebuah serangan yang halus, serangan yang tidak bisa mereka rasakan sama sekali saking halus dan lembutnya.
Para janda selir itu pun segera kembali ke penginapan mereka, namun setelah beberapa jam mereka pun merasakan hal yang aneh di tubuhnya, muncul nya bintik-bintik merah di sekujur tubuh termasuk wajah membuat mereka meraung kesal.
Tubuh halus dan seputih porselen itu kini di tumbuhi ribuan kutil, sungguh menjijikan bagi para janda selir dan juga gundik itu saat memandangi wajah dan juga tubuh nya yang tak lagi sempurna.
"Sial.. Siapa yang berani bermain-main denganku? Akan ku lenyapkan dia" ujar salah satu selir janda itu sambil berjalan dan menggedor satu persatu pintu kamar selir dan juga gundik.
Namun hal yang mencengangkan terjadi, bukan hanya dirinya yang mengalami penyakit seperti itu, bahkan ada beberapa selir janda yang lebih mengkhawatirkan lagi keadaannya di bandingkan dirinya.
Bukan hanya kutil, tapi juga beberapa tonjolan besar yang bernanah pada sekitar area leber dan juga wajah nya.
Para selir janda itu pun saling menyalahkan, mereka tak bisa menerima keadaan seperti itu, tubuh indah dan wajah cantik mereka menghilang terganti oleh wajah dan tubuh yang mengerikan dan juga menjijikan.
Bahkan kini tubuh mereka pun mulai berbau busuk.
"Apa-apaan ini? Kenapa wajah dan tubuhku jadi buruk rupa seperti ini? Siapa yang melakukan ini? Aku harus segera mencari tabib terbaik agar tubuhku kembali indah dan wajahku juga kembali cantik.. Aku tak bisa membiarkan diriku seperti ini terus menerus, atau aku akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan para pangeran neraka itu" pikir para selir
__ADS_1
Mereka pun mulai menyuruh pelayannya untuk segera mencari tabib terbaik untuk bisa menyembuhkan penyakit yang di derita nya, dan alhasil ratusan pelayan pun terus wara wiri di rumah sakit dan juga apotek.
Sementara itu ratu Lin Xia saat ini sudah memasuki sebuah portal lintas dimensi menuju kekaisaran bintang, ditemani para pangeran dan juga putrinya.
Sedangkan Feng May memisahkan diri dan akan menyusul mereka setelah urusannya selesai, tak ada yang menolak keinginan Feng May, semuanya pun mengangguk setuju.
Saat menyebrangi portal, ratu Lin Xia di hadapkan dengan sebuah taman bunga tak jauh dari istana kekaisaran bintang, para prajurit kekaisaran pun segera membungkuk untuk memberi hormat.
"Salam yang mulia ratu beserta para pangeran dan putri, selamat datang di kekaisaran bintang, izinkan yang rendah ini untuk mengantar yang mulia menuju istana" ucap salah satu prajurit.
Ratu Lin Xia pun mengangguk, prajurit itu pun memimpin jalan untuk segera menuju istana kekaisaran.
Di depan gerbang, Kaisar Ahn berserta permaisuri, putra mahkota dan juga putri Mayleen dan juga putri Mey-Yin menyambut kedatangan mereka dengan hangat dan segera mengajak nya ke istana.
Kunjungan ratu Lin Xia di kekaisaran Bintang membuat rakyat bahagia, apalagi saat melihat wajah dari jendral Liu Changhai dan juga pangeran Long Yue yang sebentar lagi akan menjadi menantu kekaisaran membuat mereka terpesona.
Gadis-gadis yang berdiri menyambut kedatangan rombongan kerajaan neraka pun melongo, sungguh keindahan ciptaan yang luar biasa, penampilan angkuh, wajah dingin dan datar, aura kecantikan dan ketampanan yang luar biasa menonjol kini tampak berdiri di hadapan semua orang.
Histeris...
Penyambutan itu pun membuat para gadis begitu berbinar, seolah surga telah mengirimkan keindahannya sehingga bunga-bunga cinta pun mekar di hati mereka semua.
"Itukah calon menantu kekaisaran kita? Sungguh sangat gagah dan juga tampan" ucap gadis A
"Benar, walaupun mereka terlihat datar, tapi penampilan mereka sungguh sangat memukau, kuharap aku bisa berjodoh dengan salah satu dari mereka" ucap gadis B
"Jangan berkhayal terlalu tinggi, atau kau akan jatuh dan sakit hati pada akhir nya, kita hanyalah rakyat jelata, derajat kita jauh lebih rendah di bandingkan dengan mereka yang merupakan seorang pangeran" ucap gadis C hingga membuat si gadis B tadi menjadi sedih, wajah nya terlihat sangat kecewa.
__ADS_1
Ratu Lin Xia yang mendengar ucapan gadis-gadis itu pun menghentikan langkah nya dan melirik si gadis B, dengan senyuman hangat yang terpatri di bibir nya dia pun mengucapkan sebuah kalimat yang begitu menenangkan.
"Tidak ada yang lebih tinggi atau pun lebih rendah, jika memang suatu hari nanti putraku mencintai seorang gadis, bahkan jika dia hanyalah seorang gelandangan atau pengemis sekalipun, kerajaan neraka akan tetap menerima nya dengan tangan terbuka" ucap nya sambil kemudian berbalik dan kembali berjalan mengikuti langkah kaisar Ahn.
Para gadis itu pun berbinar cerah setelah mendengar ucapan Ratu Lin Xia, mereka yang memang mengagumi para pangeran dari kerajaan neraka pun bertekad untuk bisa mendapatkan perhatian dari salah satu nya.
Gadis B pun tersenyum, hatinya menghangat, dia memang hanyalah seorang gadis yatim piatu yang kini bekerja sebagai pelayan di istana kekaisaran, namun dia tak kehilangan harapan untuk bisa memiliki pendamping hidup yang tampan dan juga mapan, dia tersenyum sumringah.
"Tentu yang mulia.. Tapi sayang nya yang rendahan ini tidak mungkin bisa bersanding dengan putramu yang agung.." ucap nya pelan, satu tetes air mata turun, menandakan sebuah kepedihan yang kini terasa membekas di hatinya.
Meski pelan, ucapan itu tetap terdengar oleh ratu Lin Xia dan juga puta putrinya, Tian Yue mengangguk pada ratu Lin Xia sambil tersenyum sangat manis.
"Kemarilah.." ratu Lin Xia pun memanggil gadis B.
Gadis itu pun melangkah dengan perlahan, kakinya serasa berat untuk di langkahkan, jejak ketakutan tergurat dari wajahnya.
"Siapa namamu?" tanya ratu Lin Xia
"Yang kecil ini bernama Xia He yang mulia" ucapnya sambil membungkuk.
"Putra keempatku Tian Yue menginginkanmu menjadi istrinya, apa kau bersedia?" tanya ratu Lin Xia
Bruk...
Gadis itu pun bersujud di depan ratu Lin Xia
"Yang mulia..." ucapnya sambil menahan tangis
__ADS_1