MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA

MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA
Part 108


__ADS_3

Keesokan harinya, seluruh tamu kerajaan cahaya pun berpamitan untuk kembali menuju kekaisaran masing-masing. Zhao Xiang mengerlingkan mata sebelah kiri nya pada sang tunangan, hingga Jian Yue terlihat salah tingkah di buat nya. Rona mereah kembali muncul di pipinya, namun senyuman manis tersungging dengan sangat indah menghiasi bibir gadis itu.


Sedangkan kaisar Yongsheng dengan tak tahu malu dan tak tahu aturannya, langsung meraih pinggang Xiu Juan.


Grep...


Tangan kanan kaisar Yongsheng langsung saja melingkar di pinggang Xiu Juan, dan langsung menarik nya ke dalam pelukan.


Swush...


Dalam sekelip mata keduanya langsung menghilang dari hadapan semua orang.


Ibu suri Sashuang hanya bisa mengurut dada melihat kelakuan putra pertama nya yang jauh dari kata sopan, sedangkan seluruh keluarga istana kerajaan cahaya di buat bengong dengan pemandangan yang baru saja mereka lihat.


Mereka sampai mengucek mata karena merasa begitu kaget atas kelakuan kaisar Yongsheng yang sangat tidak di sangka-sangka. Sedangkan Qiaofeng dan juga Qiancheng hanya menggelengkan kepalanya tanpa daya melihat kelakuan gege mereka yang menculik Xiu Juan di hadapan seluruh keluarga nya.


"Maafkan sikap putra ku yang mulia ratu Lin Xia, seperti nya dia harus di beri pelajaran etika tambahan lagi sesampainya di istana kekaisaran angin nanti!" ucap ibu suri Sashuang yang merasa tak enak dengan tindakan konyol dari kaisar Yongsheng.


Ratu Lin Xia hanya tersenyum tipis menanggapi permintaan maaf dari calon besan nya itu, dia memang sudah mendengar bagaimana posesif nya kaisar Yongsheng terhadap Xiu Juan, tapi baru kali ini menyaksikan dengan mata dan juga kepala nya sendiri.


"Lupakan! Sepertinya kita juga harus segera membahas pernikahan untuk mereka!" ucap ratu Lin Xia.


Ibu Suri Sashuang terlihat begitu bahagia mendengar tanggapan dari ratu Lin Xia, dia pun segera mengangguk dengan penuh semangat.

__ADS_1


"Tentu! Kita akan segera bertemu kembali untuk membahas hari baik kedua putra putri kita itu! Aku harap putraku bisa sedikit lebih sabar menantikan hari itu!" ucap ibu suri Sashuang sambil tersenyum penuh arti.


Semua orang pun tertawa mendengar ucapan dari ibu suri Sashuang, memang benar, kaisar Yongsheng sering kali menyusup ke kamar adik mereka dan menghabiskan banyak sekali waktu bersama, hingga mereka pun sedikit waswas dengan kelakuan nya.


Zhao Xiang yang mendengar tawa mereka pun ikut angkat bicara "Lalu bagaimana dengan kami? Bukankah sekarang Jian'er juga sudah cukup umur untuk menikah?"


Semua orang pun langsung menghentikan tawa mereka dan berbalik menatap Zhao Xiang yang sedang menatap bodoh pada mereka semua, sedangkan Jian Yue terus menunduk dengan wajah yang semakin merah hingga menjalar ke telinga nya.


Ingin rasanya dia membenamkan kepala Zhao Xiang ke dalam lubang agar tak ikut membuat dia malu, dan menyegel mulut nya agar tak terus menerus membahas tentang pernikahan.


"Apakah itu benar Jian'er?" tanya ratu Lin Xia sambil menatap Jian Yue. Sedangkan yang ditatap masih terus menunduk tak ingin menunjukkan wajah nya yang sudah seperti kepiting rebus.


Zhao Xiang pun langsung mendekat dan menarik pinggang Jian Yue, sambil menyunggingkan senyuman penuh kemenangan.


"Mengintip ya mengintip!" ucap Zhao Xiang melanjutkan ucapannya tadi hingga membuat semua orang pun langsung berpandangan dengan raut wajah yang sulit diartikan.


"Tidak-tidak! Ayahanda tidak mengintipmu Xiang'er! Kemarin ibundamu tiba-tiba saja ingin makan buah apel, jadi ayahanda mencari pohon apel itu dan tak sengaja melihat kalian berdua di gazebo" ucap kaisar Zhao sambil mengedipkan sebelah mata kanan nya pada permaisuri Zhao.


"Benar! Ibunda juga tidak mengintip mu! Ratu Lin Xia mengajak ibunda untuk menikmati teh kemarin, tadinya kami akan berkumpul di gazebo, tapi karena melihat ada kalian berdua, ibunda langsung pergi mencari tempat lain!" jawab permaisuri Zhao mengelak.


"Itu benar! Kami ini seorang pangeran dan juga putri kerajaan! Bagaimana mungkin kami mengintip mu yang terus merayu adik kami dan mengajak nya menikah?" ucap Nix keceplosan.


Plak...

__ADS_1


Kepala Nix langsung di pukul oleh ratu Lin Xia, dia benar-benar di buat bodoh dengan alasan dari putra pertamanya itu.


"Kemarin ibunda hanya mencari Jian'er untuk ikut bergabung dengan kami minum teh! Tapi para pelayan bilang Jian'er di gazebo, jadi ibunda kembali ke paviliun tamu bersama permaisuri Zhao dan juga ibu suri Sashuang" ucap ratu Lin Xia dengan wajah sok polos nya.


"Benar gege! Kami tidak pernah mengintip! Karena mengintip itu pasti dari lubang kecil, sedangkan kami melihat kalian di balik tiang dan juga tembok istana!" kali ini Shu Lan yang menjawab.


Refleks semua orang pun menepuk jidat mereka mendengar ucapan bocah berusia lima tahun itu, padahal kemarin mereka telah menyogoknya dengan banyak sekali mainan dan juga cemilan agar dia tutup mulut.


Akhirnya Zhao Xiang pun tersenyum simpul, dia yakin bahwa semua orang telah melihat semua yang dia lakukan bersama Jian Yue di gazebo kemarin sore.


"Baiklah! Minggu depan kita akan kembali berkumpul untuk membahas tanggal pernikahan mereka!" putus ratu Lin Xia.


Dia sudah tak memiliki muka untuk kembali mengelak, karena putri ke sepuluh nya telah mengatakan dengan sangat gamblang jika mereka telah mengintip di balik dinding kemarin.


"Baiklah! Kurasa aku cukup puas dengan keputusan ibu ratu Lin Xia, bagaimana dengan mu Jian'er?" tanya Zhao Xiang kembali menggoda tunangan nya itu sambil menaik turunkan kedua alis nya.


Jian Yue mencubit perut Zhao Xiang saking kesal nya dengan tingkah absurd sang tunangan, hari ini dia baru mengetahui sifat tunangan nya yang begitu petakilan dan juga tak tahu malu.


"Aww..! Kenapa kau mencubit perutku Jian'er? Kalau kau ingin kita segera menikah, kau katakan saja pada ibundamu! Lagi pula aku juga sudah benar-benar siap untuk menikahimu! Apa kau ingin besok?" tanya Zhao Xiang sambil meringis menahan perut nya yang sakit akibat cubitan kecil dari Jian Yue yang tak main-main.


Jian Yue melotot ke arah Zhao Xiang, ingin rasanya dia kabur saat ini juga, karena merasa sangat malu atas kelakuan tunangannya itu, bahkan Jian Yue berfikir untuk membongkar isi kepala Zhao Xiang untuk memastikan tidak ada binatang berbahaya yang menyerang otak tunangannya itu.


Semua orang kembali di buat tertawa dengan kelakuan sepasang tunangan ini, mereka benar-benar merasa sangat terhibur dengan candaan dari Zhao Xiang yang terkesan garing namun mampu menghangatkan suasana perpisahan yang tadi nampak sedikit berat itu.

__ADS_1


__ADS_2