MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA

MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA
Part 138


__ADS_3

Di kerajaan cahaya saat ini ketegangan masih terus menyelimuti, pasukan iblis semakin terdesak oleh pasukan kerajaan apa lagi saat ini putri dan pangeran dari kerajaan cahaya pun turun tangan dalam memberantas mereka.


Sementara raja iblis masih bersantai di luar gerbang istana kerajaan sambil tersenyum manis, tanpa menyadari jika bahaya tengah mengancam seluruh pasukan nya.


Di sela-sela ketegangan, seorang pemuda melesat keluar dari dalam kerajaan cahaya, dia menyembunyikan aura keberadaan nya dan terus terbang menuju satu tempat yang sangat jauh.


Dia menggunakan jubah hitam bergradasi putih dengan topeng setengah wajah, rambut nya yang berwarna hitam legam di kuncir ke belakang, dan di tangannya memegang sebilah pedang panjang.


Pemuda itu terus terbang bersama angin, dia harus segera sampai di suatu tempat agar bisa menyelamatkan gadis yang perlahan lahan telah mulai merasuki hatinya. Dia merasa sangat yakin jika saat ini bukan hanya kerajaan cahaya saja yang mendapatkan serangan dari klan iblis melainkan kerajaan atau pun kekaisaran lain juga.


Zhep...


Pemuda itu menapakan kaki nya pada sebuah dahan pohon besar, di hadapan nya kini hamparan mayat bertumpuk hingga menggunung, dia sangat yakin jika itu merupakan pasukan sebuah kekaisaran.


Tapi pasukan dari kekaisaran mana yang telah berani menyerang kekaisaran angin? Artinya mereka bersekutu dengan klan iblis hingga berani mencoba untuk menundukkan kekaisaran lain nya.


Pemuda itu pun terus memperhatikan seluruh pasukan yang telah menjadi mayat hingga akhir nya dia melihat lambang matahari pada pakaian seragam yang di pakai oleh pasukan yang telah mati itu.


"Huh... Rupanya kekaisaran matahari ingin bermain-main dengan kekaisaran angin? Lihat saja kalau sampai terjadi sesuatu pada putri Qiancheng, aku tak segan-segan untuk meratakan seluruh kekaisaran itu dengan tangan ku sendiri!" umpat nya sambil melesat menuju istana kekaisaran angin.


Pandangan pemuda itu langsung tertuju pada seorang gadis yang saat ini tengah duduk sambil memainkan kecapi nya, suara nya begitu lembut namun syarat akan kepiluan, membuat siapa pun yang mendengarnya akan merasakan sesak dan sakit seperti yang di rasakan oleh si pemilik alunan nada.


Bao Yue sang pemuda bertopeng tertegun mendengar nyanyian yang begitu menyesakkan, apa lagi saat ini Qiancheng ikut bernyanyi mengiringi dawai kecapi yang di petiknya, hingga membuat hati semua yang mendengar nya pun menjadi remuk redam.


Bao Yue melangkah perlahan mendekati Qiancheng, sudut mata gadis itu terlihat basah, seperti nya dia telah menangis cukup lama, hingga matanya pun terlihat merah dan sedikit sembab.


Ada perasaan tak tega di hati Bao Yue, namun rasa penasaran cenderung lebih besar hingga akhirnya dia pun menunjukkan dirinya di hadapan Qiancheng.

__ADS_1


Gadis itu terpekik saat melihat kehadiran seorang pria asing di tempat nya, dengan cepat dia pun berdiri dan langsung menarik pedang dari sarung nya. Mata nya menatap tajam pada pria bertopeng itu.


Meskipun hati nya merasakan familiar dengan orang itu, Qiancheng tetap meningkatkan kewaspadaan nya, dia tak ingin terkecoh oleh trik musuh, bisa saja pemuda di hadapannya itu merupakan sekutu iblis yang berniat jahat padanya.


"Siapa kau?" Qiancheng bertanya sambil menodongkan pedang nya pada leher tamu tak di undang itu, si pemuda bertopeng hanya tersenyum tipis melihat kelakuan dirinya yang terlalu waspada, hingga tak menyadari jika pemuda yang saat ini ada di hadapan nya adalah Bao Yue.


Grep...


Bao Yue dengan cepat menarik pinggang Qiancheng dan membawanya ke dalam pelukan, terlihat Qiancheng berusaha untuk memberontak mencoba melepaskan diri dari dekapan pemuda bertopeng itu.


"Lepaskan aku! Dasar pria mesum!" ucap Qiancheng sambil melebarkan kedua bola matanya. Dia tak terima jika dirinya di peluk oleh sembarang pria yang tak dia kenali.


"Diamlah! Atau aku akan melakukan hal yang lebih dari ini!" ucap Bao Yue sambil mendekat erat tubuh Qiancheng.


Nafas pemuda itu terasa begitu hangat di telinga Qiancheng, apalagi saat ini degup jantung nya terdengar semakin cepat, Qiancheng sangat mengenali suara pemuda itu.


Qiancheng melirik dan menatap mata pemuda itu, dia sangat yakin jika saat ini Bao Yue lah yang ada di hadapannya.


"Pangeran Bao Yue?" tanya Qiancheng. Pemuda itu langsung menutup mulut Qiancheng dengan jari telunjuk nya, kepalanya mengangguk mengakui identitasnya.


Sedangkan Qiancheng sama sekali tak percaya, ini seperti mimpi untuk nya. Pemuda yang selalu ada dalam setiap doa nya, akhirnya kini ada di hadapan nya.


"Diamlah!" Bao Yue berbisik di telinga Qiancheng, sambil membopong gadis itu dan membawanya kedalam paviliun milik gadis yang kini ada di dalam gendongan nya.


Brak...


Pintu kamar Qiancheng pun terbuka, Bao Yue dengan sangat cepat membawa gadis itu menuju peraduannya, setelah yakin tak ada yang melihatnya, dia pun menutup pintu kamar Qiancheng dengan sangat rapat dan menguncinya.

__ADS_1


Bao Yue berjalan menuju tempat tidur Qiancheng, dia merebahkan tubuh nya tepat di samping gadis itu, tangan nya menyusuri wajah cantik yang kini ada di hadapan nya sambil membuka topeng yang menutupi setengah wajah nya.


Qiancheng begitu terpana melihat wajah tampan itu, ini adalah untuk pertama kalinya dia bisa melihat wajah dari pria pujaan nya itu dalam jarak yang sangat dekat, karena Bao Yue biasanya akan terus menjaga jarak dengan nya.


"Kenapa kau menangis? Apa ada yang menyakiti mu?" tanya Bao Yue.


Qiancheng menggelengkan kepala nya pelan, bagaimana mungkin dia bisa menjawab pertanyaan itu? Sementara orang yang sedang dia tangisi kini ada di hadapan nya.


Bao Yue menatap gadis itu dengan lembut, tangan nya mengelus surai hitam milik Qiancheng dan membawanya kembali ke dalam dekapan nya.


"Bersabarlah! Aku berjanji setelah Xiu Juan dan gege mu menikah, kita juga akan menyusul mereka!" ucap nya sambil mengecup dahi Qiancheng dengan sangat lembut.


Gadis itu menutup matanya, merasakan kehangatan dan juga kelembutan dari sang pujaan hati yang telah lama dia nantikan. Dia sungguh bersyukur belum menerima pinangan dari pemuda lain, dan akhirnya mendapatkan balasan cinta nya dari Bao Yue.


"Apa kau terluka?" Bao Yue bertanya sambil membolak balikan tubuh gadis itu. Qiancheng hanya tersenyum manis sambil menggelengkan kepala nya.


Bagaimana mungkin dia akan terluka? sementara kaisar Yongsheng telah melindungi nya dan juga seluruh kekaisaran nya dari para iblis laknat itu.


Bao Yue berdiri dan kembali memasang topeng nya, sedangkan Qiancheng langsung berlari dan merangkul tubuh pemuda itu dari belakang, dia tak ingin pemuda itu kembali pergi dari sisinya.


"Aku harus pergi!" ucap Bao Yue sambil melerai pelukan Qiancheng, mata gadis itu terlihat berkaca-kaca, dia merasa sangat berat melepaskan pelukan nya.


"Kerajaan cahaya masih bertempur melawan iblis! Aku hanya ingin meyakinkan jika kau baik-baik saja saat ini. Bersabarlah! Aku yakin tak akan lama" ucap Bao Yue sambil kembali mendaratkan kecupan nya di dahi Qiancheng.


Swush...


Pemuda itu pun menghilang, Qiancheng masih berdiri sambil tersenyum manis. Ini adalah hari bahagia untuk nya, gadis itu melompat seperti bocah sambil terus memegang dahinya.

__ADS_1


"Akh.. Sepertinya aku tak akan membasuh wajahku hari ini!" ucap nya sambil berjalan dan langsung melemparkan dirinya ke atas tempat tidur


__ADS_2