MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA

MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA
Part 42


__ADS_3

Feng May saat ini sudah memasuki lapisan ke enam hutan kehidupan. Dia memetik banyak herbal langka, dan sesekali mengalahkan beberapa Demonix Beast tingkat rendah untuk mengambil inti spirit nya. Dia berniat untuk menaikan tingkat kultivasi Feng Luo menggunakan inti spirit itu.


Saat Feng May melangkahkan kakinya menuju lapisan ke tujuh tanpa sengaja Feng May melihat sebuah portal, karena penasaran Feng May pun memasuki portal itu. Hal yang pertama Feng May lihat adalah hamparan padang rumput yang luas.


Feng May pun berjalan terus mengikuti kata hatinya, hamparan bunga di ujung sana membuatnya tertarik untuk mendekat dan semakin mendekat.


Semerbak bunga mawar bercampur anggrek bulan membaur dalam indera penciuman Feng May membuatnya semakin bersemangat untuk melihat lebih dekat.


Tapi saat Feng May semakin mendekat, ratusan bahkan ribuan sulur-sulur kecil mulai menghadang nya dan menyerang Feng May hingga bahunya terluka.


Feng May pun mulai waspada, merutuki kebodohannya yang menurunkan kewaspadaan, semerbak bunga membuat Feng May terlena dan begitu menikmati ciptaan yang maha kuasa.


"Sial.. Ternyata ini tanaman roh" umpat Feng May sambil berusaha membuka komunikasi dengan binatang kontrak nya yang ada di ruang dimensi namun tak bisa.


"Sial.. Dimana ini sebenarnya? Kenapa ruang dimensi terkunci? Sepertinya aku hanya bisa mengandalkan diriku sendiri" rutuk Feng May sambil bersiap melancarkan serangan dengan menggunakan elemen es nya.


Boom..


Boom..


Suara tabrakan dua kekuatan besar pun menggema membuat tanah di sekitar bergundang keras.


Feng May pun termundur beberapa langkah ke belakang.


"Seperti nya aku tak bisa meremehkan kekuatan tanaman roh itu" gumam Feng May


Sulur-sulur itu pun kembali menyerang Feng May dari berbagai arah, melihat itu, Feng May pun tak mau kalah, dia pun menggunakan teknik 1000 bayangan lengkap dengan pedang kehancuran yang membuatnya terlihat seperti seorang dewi kematian.


Berlari, menyerang, menerjang, mengelak, dan juga berputar. Tubuh Feng May terlihat gemulai dengan ayunan pedang nya namun tiap tebasannya membawa kehancuran.

__ADS_1


Semakin ditebas, Sulur-sulur itu pun semakin banyak membuat Feng May kesal dan semakin berang. Dengan penggabungan elemen air dan juga es, Feng May mulai menyerang kembali semakin kuat dan semakin ganas.


Mata Feng May menyipit melihat sebuah kristal berwarna ungu di bawah akar tanaman rambat itu, akhirnya Feng May pun tahu kelemahan makhluk itu dan mulai mengeluarkan pedang langit nya.


Feng May mengalirkan elemen kegelapan pada pedang kehancuran dan juga elemen cahaya pada pedang langit, menggunakan jurus dewi naga langit, tubuh Feng May meliuk-liuk layaknya seekor naga.


Serangan Feng May mulai terpusat pada akar tanaman itu dan dengan gerakan secepat kilat Feng May pun menyemburkan api surgawi dari mulutnya membuat akar tanaman itu menggeliat dan mulai terbakar, tebasan pedang nya pun semakin lama semakin cepat, Feng May menggunakan teknik seribu ilusi untuk bisa menghancurkan Sulur-sulur itu dengan sekali serang.


Booom...


Booom...


Duaaarr...


Akhirnya Sulur-sulur itu pun hancur, akar nya terangkat hingga ke atas tanah, seluruh tanaman rambat itu tiba-tiba menghitam dan hancur seperti debu.


"Heh.. Sungguh inti spirit yang sangat indah" ujar Feng May sambil mengambil batu spirit itu dengan cepat dan menyimpannya di cincin penyimpanan.


Setelah mendapatkan tempat yang cocok Feng May pun segera duduk dengan posisi lotus untuk menyerap kedua pil itu sekaligus menyerap inti dari tanaman roh.


Feng May sadar, mungkin di tempat ini tidak ada spirit beast ataupun demonic beast, tapi di tempat ini adalah surga nya tanaman roh membuat dia harus kembali bersiap memulihkan kondisi tubuhnya.


Trang...


Trang...


Trang...


Dari jauh terdengar suara pedang beradu, mungkin ada pertempuran tak jauh dari tempat Feng May. Dengan lincah Feng May pun mulai melompat kembali dari dahan pohon yang satu ke dahan pohon yang lain. Tak lupa Feng May pun menyembunyikan hawa keberadaan nya agar tak terdeteksi oleh musuh.

__ADS_1


Suara dentingan pedang semakin keras terdengar oleh Feng May, menandakan tempat pertempuran itu semakin dekat, Feng May pun melompat semakin cepat agar bisa sampai di tempat itu.


Dari atas pohon, Feng May menyaksikan pertarungan yang tidak seimbang antara dua orang pemuda yang ehem... Cukup tampan menurut Feng may melawan belasan orang berbaju hitam. Kedua pemuda itu nampak sudah kelelahan dan seluruh tubuhnya telah di penuhi dengan sayatan pedang, bajunya robek dan penuh darah.


"Hahaha... Matilah kau putra mahkota Ahn Chyou!" ucap seorang pria yang berbaju hitam itu sambil menghunuskan pedang nya kearah pemuda yang sudah kelelahan itu.


Trang...


Tiba-tiba saja pedang pria itu terpental karena sebuah surikhen yang di lempar dari kejauhan membuat pria itu menggeram marah, sambil mengedarkan pandangannya, pria itu pun berteriak "Siapa kau? Keluar..!"


Feng May pun melesat dengan cepat, dan muncul di hadapan belasan pria berbaju hitam itu


"Hai gadis! Apa yang kau lakukan? Lebih baik kau bersenang-senang bersama kami" ucap pria itu sambil tertawa terbahak-bahak di ikuti semua orang bawahannya.


"Heh... Bersenang-senang? Baiklah, dengan senang hati" ucap Feng May sambil menyeringai


Pria berbaju hitam itu pun mendekat, tangan nya terulur ingin menyentuh wajah Feng May. Namun tanpa di duga, dalam sekelip mata tangan orang itu pun terpotong membuat semua orang membelalakan matanya.


"Dasar j****g sialan, bunuh dia" ucap pria itu sambil memegang sebelah tangannya yang terpotong.


Para pria berbaju hitam itu pun segera mengepung Feng May dan meluncurkan serangan untuk membunuh Feng May. Namun bukan Feng May namanya jika dia bisa di kalahkan dengan mudah oleh para bajingan kecil seperti mereka, Feng May melawan mereka tanpa kesulitan sama sekali, bagi Feng May yang merupakan seorang kultivator tingkat dewa dewi, mereka bukanlah apa-apa.


Dalam waktu 10 menit, belasan pria berbaju hitam itu pun mati dengan tubuh yang terpotong potong.


Kedua pria yang sedang terluka itu pun bergidik ngeri melihat kebrutalan Feng May dalam membunuh lawan nya, salah satu pria itu memaksakan berdiri dan membungkuk untuk mengucapkan terima kasih.


"Terima kasih bantuan nya nona" ucap pria itu yang hanya di angguki oleh Feng May. Sedangkan pria yang satu nya masih diam sambil memegang perut nya yang terluka.


Feng May mengambil 2 butir pil penyembuh tingkat tinggi dan memberikan nya pada kedua pria itu membuat keduanya kaget karena pil yang di berikan oleh Feng May adalah pil yang sangat langka.

__ADS_1


Setelah meminum pil penyembuh itu, seketika kedua pemuda itu pun sembuh seperti semula, mereka pun bergegas mencari sungai untuk membersihkan diri dan berganti pakaian sementara Feng May saat ini sedang membakar ikan yang dia ambil dari cincin penyimpanan nya.


__ADS_2