MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA

MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA
Part 145


__ADS_3

Bao Yue memperhatikan satu persatu wajah keluarga nya yang masih terbengong, tak percaya dengan apa yang dirinya ucapkan. Terutama sang gege Long Yue yang hampir saja limbung dan jatuh jika tak di tahan oleh Nix.


Siapa yang menyangka jika bocah nakal yang selama ini tak pernah tertarik pada seorang gadis sekali pun pada akhirnya mengakui jika saat ini dia baru saja menemui putri Qiancheng.


Tentu saja hal itu membuat semua orang kaget dan bertanya-tanya, apa yang terjadi dengan pangeran ke lima kerajaan cahaya itu? Mungkinkah saat ini dia sedang jatuh cinta?


"Ehem.." ratu Lin Xia berdehem dan berhasil membuat semua orang kembali pada kesadaran nya, mereka pun segera memandang wajah Bao Yue dengan penuh pertanyaan. Sedangkan yang di tatap hanya menunjukkan wajah polos nya.


Tak jauh dari sana, kaisar Yongsheng yang mendengar pengakuan dari Bao Yue juga cukup terkejut, apa lagi ini menyangkut adik perempuan nya, membuat orang nomor satu di kekaisaran angin itu pun segera melangkah ke arah para putri dan juga pangeran dari kerajaan cahaya berkumpul.


"Apa maksudmu pangeran Bao Yue? Kau menemui mei mei ku di kekaisaran angin?" tanya kaisar Yongsheng sambil menatap tajam wajah pangeran Bao Yue.


Mendengar suara dingin dari belakang tubuh nya, Bao Yue pun segera berbalik dan melihat kaisar Yongsheng yang saat ini tengah berdiri dengan tatapan mata yang sangat tajam, bahkan aura nya terasa sangat dingin dan juga tegang untuk Bao Yue.


Wajah Bao Yue terlihat pucat pasi saat menyadari jika saat ini bukan hanya anggota keluarga nya saja yang berkumpul di sana, tapi juga kaisar Yongsheng. Mau tak mau Bao Yue pun segera melangkah untuk mendekat pada kaisar angin itu sambil menundukkan kepala nya.


"Salam yang mulia" ucap Bao Yue sambil menangkupkan tangan nya memberikan hormat. Kaisar Yongsheng mengangguk pertanda menerima salam dari Bao Yue.


"Katakan!" ucap kaisar Yongsheng dengan dingin dan terdapat penekanan pada ucapannya. Bao Yue menegakkan kepala nya di hadapan kaisar Yongsheng, dia berusaha menekan kegugupan di dalam hatinya saat menatap wajah dingin dari calon adik ipar sekaligus calon kakak ipar nya itu.

__ADS_1


"Aku menyukai putri Qiancheng!" ucap Bao Yue dengan tegas sambil menatap wajah kaisar Yongsheng yang masih diam, seketika dahi kaisar Yongsheng pun berkedut mendengar ucapan dari pangeran kelima kerajaan cahaya itu.


"Apa zhen bisa memegang ucapan mu?" tanya kaisar Yongsheng tanpa mengindahkan tatapan Bao Yue terhadap nya.


Mendengar pertanyaan itu, sontak Bao Yue pun seperti tersiram air dingin, tubuhnya terasa segar seolah telah mendapatkan restu dari orang nomor satu di kekaisaran angin.


"Pangeran ini berniat untuk meminang putri Qiancheng sebagai calon istri dan bersedia berjanji untuk tidak mengambil selir satu pun!" ucap Bao Yue sambil menunjukkan keseriusan nya di hadapan kaisar Yongsheng.


"Hahahaha..." serentak terdengar suara tawa semua orang mendengar pengakuan dari Bao Yue, semua orang pun langsung saling memeluk untuk mengungkapkan kebahagiaan mereka, walau bagaimanapun Bao Yue memang sudah cukup umur untuk menikah, namun selama ini belum ada satu orang gadis pun yang bisa memasuki mata maupun hatinya, membuat pangeran yang satu itu terkesan sedikit berbeda.


"Akhirnya..." ucap ratu Lin Xia sambil menghela nafas lega. Bagaimanapun dirinya sedikit takut jika putra ke lima nya itu benar-benar menyimpang karena tak pernah tertarik pada pernikahan.


Sedangkan para putri dan pangeran langsung tertawa lebar sambil berjingkrak ria, pemuda yang selama ini mereka kenal dingin dan juga acuh, ternyata bisa jatuh cinta juga.


Sedangkan Bao Yue langsung memutar bola matanya, dia benar-benar jengah dengan sikap Nix yang tak tahu malu dan juga tak tahu aturan. Apalagi saat ini orang yang sedang di tertawakan itu adalah dirinya.


Xiao Bai menyadari ketidak senangan Bao Yue, dengan cepat dia pun segera memukul pangeran pertama kerajaan cahaya itu tepat di perut nya hingga membuat Nix meringis sambil memelototinya.


"Hei.. Kenapa kau memukulku? Kau ini benar-benar adik yang tidak tahu cara bersikap baik pada gege nya" ucap Nix spontan sambil menunjuk wajah Xiao Bai dengan jari telunjuk nya.

__ADS_1


Xiao Bai berdecih melihat kelakuan Nix, dia tak tahu sejak kapan burung yang satu ini benar-benar menjadi makhluk yang tak tahu malu dan juga menyebalkan.


Sedangkan Xiu Juan saat ini langsung mendekati kaisar Yongsheng, tangan mulus nya langsung saja menggandeng tangan sang kekasih dengan sangat lembut, membuat kaisar Yongsheng menoleh dan langsung tersenyum manis.


Bao Yue menyadari jika saat ini Xiu Juan tengah membantunya untuk meluluhkan hati kaisar Yongsheng agar memberikan restu, dengan cepat dia pun menyunggingkan senyuman tulus. Dia benar-benar terbantu dengan sifat baru Xiu Juan yang manja hingga bisa melelehkan gunung es itu.


Kaisar Yongsheng mendekat ke arah Bao Yue, tangan nya masih menggenggam tangan kekasih nya, sambil sesekali tersenyum tipis. Dia tak bisa lagi berkata apa-apa mengingat selama ini, Qiancheng juga selalu menolak setiap lamaran dari para pangeran dan juga beberapa tuan muda.


Tangan kanan kaisar Yongsheng menepuk bahu Bao Yue dua kali sambil tersenyum kecil, dia sungguh tak menduga jika calon kakak ipar nya itu akan menjadi calon adik ipar nya juga.


"Jangan sakiti Qiancheng! Ingat itu! Jika sampai kau membuat dia menangis, zhen tak akan sungkan untuk meremukan seluruh tulang mu dan menjadikan mu kambing guling!" ucap kaisar Yongsheng memberikan restu sekaligus peringatan pada Bao Yue.


Mendengar ucapan dari kaisar Yongsheng, mata Bao Yue terlihat berkaca-kaca, dengan cepat dia pun segera memeluk tubuh kaisar angin itu tanpa memperdulikan tangan mei mei nya yang saat ini masih berada dalam genggaman tangan sang calon kakak ipar.


Dia benar-benar sangat bahagia dan tak menyangka akan mendapatkan restu semudah ini dari kaisar Yongsheng, sepertinya kehadiran Xiu Juan memang berkah tersendiri bagi Bao Yue, dia tak perlu bersusah payah untuk membuat kaisar yang satu itu percaya pada niat dan juga keteguhan hatinya.


Hati Bao Yue kian berbunga-bunga, ini adalah awal yang sangat baik bagi perkembangan hubungan nya dengan Qiancheng mengingat saat ini gege dari gadis itu sendiri telah datang dan memberikan restu nya untuk Bao Yue.


"Terima kasih banyak yang mulia" ucap Bao Yue kembali sambil menangkupkan kedua tangan nya. Sudut matanya pun melirik ke arah Nix dengan sudut bibir yang sedikit terangkat seolah-olah sedang mengatakan "Aku sudah memiliki calon istri! Bagaimana dengan mu? Apa kau masih normal?"

__ADS_1


Nix yang menyadari cibiran dari saudara kelimanya pun langsung tersenyum kecut, dia sangat tahu apa yang di fikir kan oleh Bao Yue, tapi dia seolah menulikan telinganya dan juga membutakan matanya hingga bisa berekspresi senatural mungkin dan bersikap dewasa.


Baginya pasangan hidup itu tergantung takdir, jika memang surga menginginkannya, cepat atau pun lambat, Nix juga pasti akan menemukan calon pendamping hidup yang pantas untuk nya.


__ADS_2