
Yuan Lan langsung bergegas masuk ke dalam gubuknya, dia ingin segera mandi dan berganti pakaian agar tak masuk angin. Sementara Liu Yibei masih tertawa sambil terus mengangkat-angkat tubuh mungil Liu Lin.
"Hahaha... Takdir langit memang tak ada yang tahu! Akhirnya dia berbelas kasihan padaku dan mengirimkan bayi mungil ini untuk menjadi putriku" ucap nya sambil menggendong Liu Lin.
Liu Yibei berputar-putar seperti gasing, dia ingin tahu sekuat apa putri kecilnya itu, sedangkan Liu Lin tertawa senang, dia tak peduli apa pun yang di lakukan oleh ayah baru nya itu. Baginya selama itu bisa menyenangkan hati ayah nya, Liu Lin pasti dengan senang hati mengikutinya.
Sementara itu hujan terus mengguyur seluruh wilayah kekaisaran Xiao. Di sebuah kamar megah, nampaknya permaisuri sedang berjuang untuk melahirkan putra nya, dia telah menghabiskan waktu satu hari satu malam, tapi sepertinya calon kaisar masa depan itu masih asyik bersembunyi di perut sang ibu.
Kaisar Xiao sangat gelisah, ini adalah kelahiran putra pertamanya setelah sebelumnya sang permaisuri hanya bisa melahirkan dua orang putri saja. Dia merasa sangat takut terjadi sesuatu hal yang buruk pada istri kesayangannya itu.
Apalagi cuaca hari ini begitu buruk, kilat dan petir bergantian diiringi guruh yang membuat semua orang merinding, mereka begitu mencemaskan keadaan sang permaisuri yang sudah hampir kelelahan.
Xiao Anchi dan Xiao Junyie duduk di samping kaisar Xiao, kedua putri kekaisaran yang baru berusia 6 dan 3 tahun itu sepertinya belum mengerti dengan apa yang terjadi saat ini, mereka sibuk bersenda gurau sambil sesekali memanggil pelayan untuk mengambilkan kue untuk mereka.
Hingga akhirnya sang pangeran kekaisaran Xiao pun terlahir, membuat tabib yang membantu persalinan permaisuri merasa lega karena bisa menyelamatkan keduanya.
__ADS_1
Namun aneh nya, sejak dia di lahirkan sama sekali tidak mengeluarkan suaranya, pangeran itu hanya diam seolah tidak menyukai kelahirannya. Tabib tua bergegas membuka pintu dan memberitahukan kabar baik ini pada kaisar Xiao yang masih menunggu dengan harap-harap cemas di depan pintu kamarnya.
Kaisar Xiao langsung masuk dan memeriksa keadaan permaisuri beserta putra bungsunya itu, dia begitu senang saat mengetahui jika keduanya baik-baik saja dan dalam keadaan sehat.
Tapi saat dia melirik ke arah putra nya, kaisar Xiao nampak seperti kaget, putranya memiliki iris mata yang berbeda, yang sebelah kiri berwarna biru sedangkan iris mata kanannya berwarna merah. Di tambah tato naga yang ada di antara kedua matanya membuat kaisar Xiao tertegun.
"Takdir apa sebenarnya yang di berikan oleh langit? Putraku memiliki iris mata yang berbeda, dan tato itu? Bukankah itu tato naga? Lalu kenapa dia tetap diam? Bukankah seorang bayi harusnya menangis?" kaisar Xiao terus bertanya-tanya.
Akhirnya dia kembali melangkahkan kakinya menuju tempat permaisurinya beristirahat, dia harus segera mencari jalan keluar agar tidak ada satu orang pun yang mengetahui tentang kejanggalan dari sang putra.
Kaisar Xiao saat ini merasa takut jika nyawa putranya itu terancam, hingga harus mempersiapkan beberapa orang pelayan yang setia untuk menjaganya agar rahasia nya tidak terbongkar.
Kaisar Xiao langsung melirik pada sang istri dan menyunggingkan senyuman manis. Dia tak perduli seaneh apa pun putranya asalkan itu terlahir dari permaisurinya, maka dengan senang hati kaisar Xiao akan menerimanya.
Sementara permaisuri Xiao mengernyit bingung, dia belum tahu hingga akhirnya seorang tabib beserta seorang peramal masuk untuk menyampaikan hasil pemeriksaan mereka.
__ADS_1
"Yang mulia.." ucap keduanya sambil membungkuk.
"Katakan!" kaisar Xiao mengucapkan kata yang singkat tapi cukup untuk membuat kedua pria tua itu ketakutan.
"Menurut ramalan, sang pangeran yang baru lahir akan memiliki kekuasaan yang sangat besar, dia juga di berkati seorang pendamping yang memiliki tato sayap phoenik di antara kedua matanya. Hanya saja perjalanan nya akan sangat sulit, pangeran juga akan diburu oleh banyak sekali orang yang menginginkan kematiannya. Sebaiknya yang mulia segera mencarikan tempat persembunyian yang terbaik dan di jaga ketat oleh para ksatria, untuk melindungi pangeran" ucap si peramal tua.
"Yang mulia, hamba sudah memeriksa pangeran dengan sangat baik! Sepertinya pangeran mengalami kesulitan dalam berbicara nantinya" ucap si tabib sambil membungkuk.
"Apa maksudmu tabib? Jangan bilang kalau putraku itu bisu!" ucap kaisar Xiao sambil menggebrak meja.
Peramal tua langsung mendekat ke arah kaisar Xiao untuk mengingatkan.
"Yang mulia! Kita harus segera mencari bayi laki-laki yang baru lahir, dan menyembunyikan pangeran dengan segera." ucap nya.
Akhirnya kaisar Xiao pun segera mengutus dua orang kepercayaannya, satu orang akan membawa putranya yang baru lahir untuk di sembunyikan, dan satu orang lagi untuk mencari bayi laki-laki sebagai pengganti pangeran di kekaisarannya.
__ADS_1
...----------------...
Terima kasih banyak untuk semua yang sudah mendukung kisah ini, cerita selanjutnya bisa di baca di novel terbaru author yang berjudul "PERJALANAN LIU LIN DAN AHN XIAO CHEN " yang insya allah akan segera author publish dalam beberapa hari ke depan 🙏🙏🙏.