MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA

MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA
part 115


__ADS_3

Sementara kaisar Junjie mencari cara, di tempat lain terlihat beberapa orang berbaju hitam kini tengah berdiskusi untuk menyerang seluruh kekaisaran yang ada di daratan xingguan ini.


Mereka adalah jendral iblis bersama beberapa sekutunya. Salah satu nya adalah seorang gadis yang sangat cantik namun memiliki aura suram di wajah nya. Gadis itu adalah Zhu Yan, adik kandung dari Zhu Kai yang terbunuh saat pertempuran melawan kaisar Yongsheng dan juga Feng May.


Zhu Yan sendiri saat itu di temukan dalam keadaan sekarat, dia hampir saja mati karena mendapatkan serangan dari Mo Tian yang merupakan orang kepercayaan dari kaisar Yongsheng.


Zhu Yan mengalami koma selama beberapa bulan, hingga akhirnya dia kembali hidup karena ramuan tertentu yang di campur dengan buah hitam milik para iblis.


Zhu Yan menyimpan dendam pada kaisar Yongsheng maupun putra mahkota Zhao Xiang, dan kali ini dia akan membalaskan kematian seluruh keluarganya dan juga kehancuran kekaisarannya.


Zhu Yan berfikir jika selama ini nasib sialnya itu karena kelakuan Zhao Xiang yang telah berkhianat pada gege nya, dia tak percaya jika Zhu Kai telah menghancurkan kerajaan neraka dan juga membunuh Feng May.


Beberapa hari kemudian, seluruh keluarga dari kekaisaran Zhao, kekaisaran bintang, kekaisaran angin dan juga kerajaan cahaya pun berkumpul kembali, kali ini mereka akan segera membahas hari baik untuk pernikahan putra dan putri mereka.


Karena calon pengantin nya ada tiga pasang, jadi mereka sepakat untuk melakukan pesta di ketiga kekaisaran, yaitu kekaisaran bintang, kekaisaran Zhao dan juga kekaisaran angin.


Qiancheng hanya bisa tersenyum getir mendengar perdebatan semua orang mengenai hari dan juga tanggal baik untuk pernikahan sang gege dan juga mei mei nya, dalam hati dia sebenarnya juga merasa iri pada kedua saudaranya yang telah menemukan calon pasangannya masing-masing.


Namun apalah daya Qiancheng.. Pemuda yang dia inginkan dan juga sangat dia cintai, hingga saat ini hanya memperlihatkan sikap dingin terhadapnya.

__ADS_1


Bao Yue sebenarnya tahu dan juga mengerti arti tatapan dari putri kekaisaran angin itu, hanya saja saat ini dia ingin fokus terlebih dahulu pada pernikahan kedua adik perempuan tersayang nya.


Untuk masalah pasangan nya sendiri, dia akan memikirkan nya nanti, setelah kedua adik perempuan kesayangan nya itu bahagia, Bao Yue tak ingin terburu-buru dalam menentukan pasangan hidupnya, dia cukup pemilih dan juga terlalu selektif dalam menilai seorang gadis.


Setelah perdebatan yang panjang, akhir nya semua orang pun menyatakan persetujuan nya, jika pernikahan akan di langsungkan di hari yang sama di tiga kekaisaran. Mereka cukup puas dengan hasil yang diperoleh karena pada akhirnya mereka mendapatkan manfaat besar dari pernikahan itu.


Keesokan harinya, semua orang pun kembali pulang menuju kekaisaran mereka masing-masing, dengan raut wajah yang puas. Bahkan para calon pengantin juga menunjukan keantusiasannya. Senyuman bahagia tersungging di bibir semua orang, hasil kesepakatan yang mereka dapatkan cukup adil dan memang sangat pantas untuk mereka terima.


Berbeda dengan wajah Qiancheng yang sendu, gadis itu terlihat terus menunduk seolah enggan menunjukkan senyum nya.


Qiancheng terus bertanya-tanya dalam hati bahkan saat ini dia juga mulai menebak-nebak sikap yang di tunjukan Bao Yue sebagai tindakan menghindari dirinya. Dia merasa telah kehilangan dunia nya, saat melihat Bao Yue yang terus tersenyum pada Xiu Juan dan juga Jian Yue, namun abai terhadap dirinya yang begitu mengharapkan sang pangeran dari kerajaan cahaya itu.


Qiancheng merasakan sakit dan juga patah hati secara bersamaan, karena sikap tak peduli dari Bao Yue.


"Mungkin kau memang tak pernah menginginkan aku pangeran Bao Yue, tapi entah kenapa rasa yang ada dalam hatiku tak kunjung pudar terhadapmu?" gumam Qiancheng dalam hati sambil memilin lengan hanfunya.


"Sepertinya aku harus melupakan dia dan mulai membuka hati untuk pemuda lain, aku yakin dia tak mungkin membalas perasaanku! Mengingat dia yang terus saja bersikap dingin dan tak peduli padaku." gumamnya lagi sambil menahan titik air yang tiba-tiba saja muncul dan hampur jatuh dari pelupuk matanya.


Bao Yue merasa tak nyaman dalam tidur nya, dia melihat seolah-olah saat ini ada seorang gadis yang tengah menunggunya dan terus berteriak meminta agar dia datang kesana, tapi dia tak bisa melihat wajah gadis itu, wajah nya tertutup oleh sebuah selendang tipis yang tiba-tiba saja terjatuh dari atas langit, dan terus menggulung tubuh nya hingga menutup seluruh bagian tubuh gadis itu, Bao Yue hanya bisa mendengar suara kecil gadis itu yang terus berteriak memanggil namanya.

__ADS_1


"Pangeran Bao Yue.. Aku mencintaimu! Jemput aku! Ku mohon!" teriak gadis itu terdengar lemah, seolah tengah dalam keadaan putus asa.


Bao Yue mendengar suara itu sambil terus mengerutkan keningnya, dia mencoba untuk mengingat suara siapa itu? Apakah dia pernah mengenal gadis itu? Sambil terus saja mengingat-ingat.


Sementara di kekaisaran angin saat ini, persiapan pernikahan kaisar Yongsheng dan Xiu Juan tengah di persiapkan, istana di hias dengan begitu indah, jalanan juga di tata dengan sangat rapi, bahkan kaisar Yongsheng memerintahkan semua prajurit dan juga pelayannya untuk menghias seluruh jalanan ibu kota agar semakin mengagumkan.


Kemeriahan pun terlihat di kekaisaran bintang, dimana saat ini Ahn Chyou berada. Istana kekaisaran menjadi lebih mewah dan juga lebih indah dengan segala ornamen dan juga pernak pernik pesta.


Para pelayan hilir mudik terus menerus membawa nampan dan juga berbagai macam hiasan untuk membuat suasana semakin hidup dan juga semarak.


Di kekaisaran Zhao juga saat ini terjadi hal yang sama, istana kekaisaran yang biasanya sepi menjadi sangat ramai dengan tingkah dan juga ocehan para pelayan yang terus saja berjalan kesana kemari menyiapkan semua kebutuhan untuk pesta.


Ini adalah pertama kalinya bagi kekaisaran Zhao akan mengadakan pesta, mengingat selama dua puluh tahun terakhir, kekaisaran Zhao memang tak menyukai keramaian.


Zhao Xiang telah duduk sambil melihat seluruh daftar undangan yang dia terima dari kasim kepercayaan sang ayah, dia juga segera menempatkan array khusus yang telah di pelajarinya dari Xiu Juan untuk bisa melindungi kekaisaran nya pada saat pesta berlangsung.


Hanya kerajaan cahaya saja yang saat ini tampak lengang, bahkan calon pengantin pun terlihat masih berleha-leha di atas pembaringannya.


Ratu Lin Xia bukan tak ingin membuat pesta besar untuk kebahagian kedua putrinya, tapi budaya saat itu mengatakan jika pernikahan akan di lakukan di tempat sang mempelai pria. Membuat dia pun hanya bisa diam dan melepaskan kedua putri kesayangan nya dengan perasaan rela tak rela.

__ADS_1


Apalagi saat ini Ratu Lin Xia baru saja bertemu dengan Xiu Juan dan harus kembali terpisah dengan putri kesayangan nya itu.


__ADS_2