MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA

MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA
Part 120


__ADS_3

"Pangeran Bao Yue..! Aku mencintaimu! Aku sangat mencintaimu! Temui aku pangeran!" teriak seorang gadis sambil terus berlari mencari keberadaan Bao Yue.


Sedangkan pangeran ke lima dari kerajaan cahaya itu masih diam tak bergeming di tempat nya, suara seorang gadis terus saja terngiang di kepala nya, hingga membuat dia terkadang merasakan pusing dan juga sakit yang tak berkesudahan.


Bao Yue mengernyitkan kening nya, mengingat-ingat, siapa sebenarnya gadis yang terus saja muncul dan mengganggu tidurnya. Tak hanya itu, bahkan dia juga merasa seolah-olah gadis itu berada dalam bahaya besar dan membutuhkan pertolongannya.


Perlahan Bao Yue bangkit dari kursinya, dan berusaha mencari tahu dengan mengikuti suara yang sayup-sayup masih terdengar di kejauhan. Gadis itu berdiri di sebuah padang tandus dengan membelakangi dirinya, hanfu putihnya berkibar seiring tiupan angin yang sepoi-sepoi menerbangkan sebagian rambutnya.


Bao Yue berhenti tepat di belakang gadis itu yang perlahan berbalik menunjukkan wajah nya, wajah yang sangat pucat bagaikan tak di aliri darah sedikitpun. Bahkan bibir nya terlihat membiru seolah telah menderita keracunan.


Bao Yue memperhatikan dengan seksama, dia tak mengedipkan matanya sama sekali, perlahan pikiran nya teringat akan masa lalu, saat Zhao Xiang dan juga Zhu Kai melamar kedua adik perempuan nya.


Gadis itu adalah Zhu Yan, adik kandung dari pemuda yang telah membunuh Feng May dan menghancurkan kerajaan neraka. Adik dari orang yang telah menjadi alasan kesedihan dan juga kepahitan seluruh keluarga nya.


Bao Yue menunjukkan tatapan yang sengit, bahkan sudut bibirnya sedikit terangkat ke atas hingga menunjukan senyuman sinis nya.


Mata Zhu Yan terlihat sendu saat kedua tatapan itu bertabrakan, apalagi melihat kemarahan dan juga kebencian dimata Bao Yue membuat Zhu Yan merasa hatinya sedikit tercubit.


Zhu Yan menggigit bibir bawah nya, badan nya gemetar karena melihat sendiri bagaimana besarnya kebencian Bao Yue terhadap dirinya.


"Kau mungkin saja selamat dari kematian! Tapi sampai seribu kali reinkarnasi sekalipun aku tak sudi menerima cintamu, kau dan keluarga mu sama saja! Penghianat!" ucap Bao Yue sambil memundurkan langkah nya kebelakang.

__ADS_1


Zhu Yan menangis mendengar ucapan dari Bao Yue, dia benar-benar merasa sakit dan perih dalam hatinya mendapatkan penolakan dari Bao Yue yang selama ini begitu dia puja. Andai saja dulu Zhu Kai tak melakukan kejahatan seperti itu, mungkin saat ini dirinya bisa berdiri dengan bangga di samping Bao Yue.


Aaaargh...


Zhu Yan berteriak sangat kencang, tubuh nya tiba-tiba saja membesar, kulit halus mulus nya pun berubah menjadi bulu-bulu yang hitam, matanya berubah merah, dengan taring panjang di kedua sudut bibirnya dan terus meneteskan air liur.


Sepasang tanduk kecil muncul di kepala nya, dia mengerang dengan sangat hebat sambil memandang Bao Yue dengan sangat tajam.


Jika saja pandangan seseorang itu bisa seperti pedang, mungkin saja saat ini Bao Yue telah terbelah dan terpotong-potong hingga irisan terkecil.


Iblis itu pun mulai mengeluarkan kekuatannya dengan sangat cepat, dan langsung melesat ke arah Bao Yue seperti bilah pedang yang sangat tajam.


Dentuman kekuatan pun terdengar, dan meninggalkan jejak pertempuran yang sangat hebat, bahkan bumi pun seperti ikut bergetar saat kedua kekuatan milik Bao Yue dan juga Zhu Yan bertabrakan.


Bruk...


Tubuh Bao Yue pun terjatuh, Bao Yue segera bangkit sambil menepuk hanfunya yang kotor, dia pun mulai mengedarkan pandangannya ke sekeliling, hening...


Hanya itu yang dia rasakan.


Perlahan dia pun mulai berjalan dan mendudukkan dirinya di kursi, diambil nya segelas air putih dan langsung meminumnya dengan cepat.

__ADS_1


Gluk...


Gluk...


Gluk...


Bao Yue pun mengusap kasar wajah nya, nafas nya masih memburu. "Ternyata cuma mimpi!" rutuk Bao Yue sambil mengingat kembali kejadian yang terlihat begitu nyata itu.


...----------------...


Mohon maaf jika up nya cuma sedikit ya, author tidak dalam kondisi fit saat ini, dan terimakasih pada seseorang yang telah mengomentari karya receh author dan membandingkan nya dengan karya emas milik dari seorang author platinum.


Author ini hanyalah seorang pemula di bandingkan dengan mereka yang telah terlebih dahulu menapak dengan tegak di antara ribuan karya. 🙏🙏🙏


Dan author juga tidak malu memberikan review buruk terhadap karya receh author, karena kenyataan nya, karya author memang jauh dari kata sempurna.



Terima kasih banyak untuk kehadiran dan juga dukungan dari semuanya, sehat selalu.


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2