MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA

MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA
Part 70


__ADS_3

Kaisar Zhu di buat semakin berang saat mendengar informasi pembantaian yang di lakukan oleh orang-orang dari pangeran Zhu Kai, saat ini kondisi kekaisaran Zhu tengah kritis, karena satu-satunya daerah tambang terbaik yang di miliki kekaisaran Zhu telah berpindah tangan pada mendiang kaisar Xuan. Sebagai kompensasi atas kesalahan putra nya itu, dan kini pangeran Zhu Kai pun mulai kembali membantai keluarga bangsawan Sun.


Bukankah itu akan membuat citra pangeran Zhu Kai semakin buruk? Bahkan kaisar Zhu tak bisa menjamin jika di masa depan Zhu Kai bisa memimpin kekaisaran dengan adil, mengingat sifat nya yang benar-benar sulit untuk di tebak.


Zhu Kai semakin terlihat seperti orang lain, dia yang biasanya selalu mendengarkan nasihat dari orang tuanya kini malah jadi seorang pembangkang.


Zhu Kai bahkan berani dengan terang-terangan menyuruh prajurit nya melemparkan jasad Sun Yi di hadapan keluarga Sun kemudian membantai seluruh keluarga nya tanpa sisa.


Saat ini para pejabat pun sudah mulai tak percaya pada Zhu Kai, bahkan para bangsawan pun mulai menyingkir satu persatu meninggalkan kekaisaran Zhu yang semakin terpuruk.


Zhu Kai hanya fokus pada keinginannya dan juga semua rencana yang di buatnya tanpa memikirkan masalah politik kerajaan yang semakin hari semakin memanas.


Kaisar Zhu jatuh pada keterpurukan dan itu semua akibat dari kelakuan putra nya yang tak tahu malu.


Permaisuri Zhu pun mulai sakit-sakitan, dirinya merasa sangat bersalah karena telah lalai menjadi seorang ibu, bahkan kini putra nya tak lebih dari monster pembunuh.


Saat mendengar berita tentang kekacauan yang melanda kekaisaran Zhu, Zhu Kai hanya mengedikkan bahu nya acuh, dia tak peduli apa pun. Yang kini di inginkannya hanya lah Feng May, Feng May, dan Feng May tak ada yang lain.


Bahkan saat di beri tahu tentang keadaan permaisuri yang sedang kritis, Zhu Kai juga tak ambil pusing, jangankan untuk menengok, peduli saja tidak.


Saat ini Zhu Kai lebih sering melatih dirinya dengan berbagai ilmu bela diri yang dia dapatkan dulu dari Feng May, Zhu Kai juga mulai memikirkan untuk memasuki pintu tertutup guna menaikan ranah kultivasi nya agar segera setara dengan Feng May.


Zhu Kai sama sekali tak ingin peduli dengan hal yang lain, bahkan saat Zhu Lin yang merupakan adik kandung nya bertandang ke paviliunnya, Zhu Kai juga mengusir nya tanpa melihat wajah nya.

__ADS_1


Zhu Lin terlihat begitu sedih saat melihat gege yang dulu begitu menyayanginya kini mengacuhkannya, bahkan tak mau melihat ke arah nya.


Hatinya seolah tersayat-sayat ribuan pisau saat melihat kesedihan yang begitu besar dimata gege nya, dunia Zhu Lin hancur saat melihat betapa menderitanya Zhu Kai kehilangan Feng May.


Di kekaisaran Zhao tepatnya di kediaman putra mahkota Zhao Xiang kini tengah berkumpul seluruh keluarga istana kekaisaran Zhao untuk membahas pernikahan Zhao Xiang dengan Jian Yue.


Meskipun pernikahan itu akan di langsungkan satu tahun lagi, tapi permaisuri Zhao bersikukuh untuk mempersiapkan segalanya dari sekarang.


Permaisuri Zhao pun terus saja memberikan nasihat pada Zhao Xiang agar bisa menjadi pria yang setia dan menjaga hatinya untuk Jian Yue, dia tak ingin nasib tragis yang menimpa Zhu Kai saat ini terjadi juga pada Zhao Xiang.


Kaisar Zhao hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat keantusiasan permaisuri beserta putri kecilnya itu, hingga celotehannya terus saja terdengar tanpa henti membuat telinga yang mendengar nya berdengung sakit.


"Ibunda, pernikahanku akan di langsungkan satu tahun lagi, kenapa ibunda terus saja seperti ini? Bagaimana jika pernikahan ku itu seminggu lagi? Mungkin telingaku sudah di penuhi lumut karena ocehan ibunda" cibir Zhao Xiang sambil mengerucutkan bibir nya.


Plak...


"Dengarkan saja ucapan ibundamu itu dan jangan melawan, atau zen akan menemui ratu Lin Xia untuk membatalkan pernikahanmu nanti" ucap kaisar Zhao membuat Zhao Xiang menelan ludah nya dengan paksa.


Sepertinya ayahanda nya ini tak akan menolong nya untuk melepaskan diri dari ocehan ibundanya yang seperti burung murai itu.


Akhirnya Zhao Xiang pun kembali menghadap ibundanya dan mendengarkan dengan seksama semua wejangan yang meluncur dari mulut ibundanya itu.


Betapa tidak? Ibundanya bahkan sudah mengoceh sedari pagi hingga sore hari, bahkan Zhao Xiang saja belum sempat makan siang atau pun sarapan.

__ADS_1


Sungguh.. Saat ini dia akhirnya mengerti bahwa wanita adalah benar, dan pria harus selalu memberikan pembenaran untuk setiap ucapannya seperti yang dilakukan ayahanda nya saat ini.


Zhao Xiang meringis saat mengingat hal itu, mungkinkah di masa depan Jian Yue pun akan melakukan hal yang sama seperti itu? Mengoceh setiap hari? Berceramah setiap saat dan dia harus setia mendengarkan nya?


Sesaat Zhao Xiang bergidik ngeri, bukankah itu akan mempersingkat waktu hidup nya? Mungkin jika jantungnya tak siap menerima, dia akan segera kehilangan nyawanya. Tapi kembali lagi, cinta bisa membuat sesuatu yang biasa menjadi luar biasa, dan sesuatu yang tak layak menjadi layak.


Seperti ayahandanya yang memiliki cinta yang besar pada ibundanya, hingga apa pun yang di minta ibunya, akan selalu di kabulkannya tanpa harus mengatakan dua kali.


"Semoga di masa depan aku juga bisa memiliki cinta yang indah seperti ayahanda dan juga ibunda, hidup bersama hingga menua" ucap Zhao Xiang pelan.


Permaisuri yang mendengar ucapan putra nya pun begitu terharu dan langsung memeluk Zhao Xiang dengan erat.


"Tentu.. Putra kesayangan ibunda ini tidak mungkin mengecewakan ibunda. Ibunda yakin, kau akan bisa bahagia bersama Jian'er" ucap permaisuri Zhao sambil mengelus punggung putra nya.


Zhao Xiang begitu bahagia terlahir di keluarga yang dipenuhi dengan cinta, dirinya begitu yakin jika suatu hari nanti kedua orang tuanya pun akan menyayangi Jian Yue seperti putrinya sendiri.


"Ibunda.. Apakah kita akan terus seperti ini? Putramu ini bahkan belum sarapan dari pagi" cicit Zhao Xiang


Permaisuri yang mendengar ucapan putranya pun segera menepuk kening nya, saking bahagia dengan pertunangan putranya itu, dia sampai lupa jika saat ini sudah sore hari, bahkan seluruh keluarganya belum ada yang makan sejak pagi.


Permaisuri pun segera menyuruh para pelayan untuk mempersiapkan makanan dan menghidangkan nya di paviliun putra mahkota Zhao Xiang.


Kaisar Zhao tersenyum lembut melihat keharmonisan keluarga kecilnya itu, meskipun permaisuri Zhao seorang yang cerewet tapi dia adalah wanita yang penuh kasih sayang.

__ADS_1


Seperti saat ini, permaisuri Zhao bahkan tak segan untuk menyendok nasi dan juga lauk pauk beserta sayur untuk suami dan juga putra putrinya, dia melayani seluruh keperluan keluarganya dengan tangan nya sendiri.


"Ayo.. Makan yang banyak.. Calon pengantin harus kuat" ucap nya sambil terus menumpuk lauk dan juga sayur di piring putra mahkota Zhao Xiang


__ADS_2