MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA

MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA
Part 110


__ADS_3

"Salam pada yang mulia kaisar angin, semoga berkat dewa tercurah pada kekaisaran dengan kesejahteraan dan juga kejayaan" dua orang prajurit berpakaian khas kekaisaran matahari datang dan langsung bersujud di hadapan kaisar Yongsheng yang masih duduk di atas singgasananya dengan aura dingin.


"Bangunlah!" Kaisar Yongsheng melirik dan langsung mengibaskan tangan hanfu nya.


Kedua orang prajurit itu pun langsung bangkit, mereka berdiri dengan tegak, namun masih dengan kepala yang menunduk.


Siapa yang berani memandang seorang kaisar yang agung dan di akui paling tinggi ranah kultivasinya di seluruh daratan Xingguan ini? Kedua prajurit itu masih menyayangi nyawa mereka.


Bukan mereka tak tahu bagaimana sepak terjang kaisar Yongsheng di masa lalu saat mengambil alih kekaisaran angin! Mereka juga sangat mengerti betapa berkuasanya kaisar tiran dan dingin yang kini berada di hadapan mereka dengan sangat angkuh dan juga penuh aura penindasan.


"Apa yang membuat kalian berdua datang jauh-jauh dari kekaisaran matahari? Apakah si tua bangka Junjie itu menginginkan perlindungan dari zen?" tanya kaisar Yongsheng memuntahkan pertanyaan yang tajam dan juga menohok.


Kedua orang prajurit itu pun saling berpandangan, tak lama keduanya langsung saling mengangguk.


Salah seorang dari mereka maju dan menyerahkan gulungan surat yang di bawanya kepada kasim kepercayaan kaisar Yongsheng.


Kaisar Yongsheng langsung membuka gulungan surat itu, matanya seketika membola saat membaca kata demi kata, raut wajah nya menunjukkan ketidak senangan.


Aura membunuh tiba-tiba bocor dari tubuh nya, kaisar Yongsheng hampir saja membunuh semua orang yang berada di aula itu, kalau saja dia tak buru-buru menarik kembali aura nya.


Beberapa orang mentri nampak sudah pucat bahkan ada juga yang pingsan karena tak bisa menahan aura yg menguar dari tubuh kaisar Yongsheng, sungguh aura kultivasi ranah dewa dewi tingkat 5 tak bisa di remehkan ternyata.


Bahkan kedua prajurit dari kekaisaran matahari pun langsung di buat terjatuh sambil mengeluarkan seteguk darah dari mulut nya.


Sial! Sepertinya kaisar Yongsheng sengaja ingin menekan kedua prajurit kepercayaan kaisar Junjie dengan mengeluarkan 30% aura kultivasinya, dia bahkan menyunggingkan senyuman mengejek saat kedua prajurit itu luruh berlutut tak berdaya di hadapannya.

__ADS_1


"Apakah kaisar mu itu tahu meminta pada siapa? Aku bahkan tak memiliki keinginan untuk bersekutu dengan bawahan iblis! Dan dia dengan lancang nya menyodorkan putrinya yang biasa saja? Bahkan di bandingkan dengan calon permaisuri ku, Mei Ling tidak ada apa-apa nya! Katakan pada kaisar tua bangka itu! Aku menolak keinginan nya!" ucap kaisar Yongsheng sambil berdiri dari singgasananya dan melemparkan kembali gulungan surat itu pada dua prajurit kekaisaran matahari yang masih terduduk lemas.


Bahkan keduanya kini merasa kaget karena kaisar Yongsheng mengetahui rahasia seluruh kekaisaran nya yang bersekutu dengan iblis.


Dan apa tadi dia bilang? Putri Mei Ling tidak ada apa-apa nya di bandingkan calon permaisuri kaisar Yongsheng? Lalu secantik apa gadis itu? Jika putri tercantik di seluruh kekaisaran matahari saja bahkan tidak bisa menandinginya?


Gurat penasaran nampak di wajah kedua prajurit itu, sambil bangkit berdiri dengan lemas, mengambil gulungan itu kembali dan berjalan dengan gontai meninggalkan aula istana kekaisaran angin, keduanya harus kembali menuju kekaisaran matahari dan memberitahu kaisar mereka jawaban dari lamaran yang di ajukan kaisar Junjie.


Entah bagaimana nasib kedua prajurit itu saat kaisar Junjie nanti mendapatkan informasi penolakan itu, apakah mereka masih bisa selamat? Kedua prajurit itu pun saling pandang dengan tak berdaya, akhirnya mereka harus menghadapi kemarahan dari kaisar Junjie.


Kuda kedua prajurit itu pun mulai melaju dengan sangat kencang meninggalkan kekaisaran angin, setelah agak jauh, kedua nya pun mengeluarkan sebuah artefak dari cincin penyimpanannya dan langsung memecahkan nya. mereka menghilang dan kembali muncul di depan gerbang kekaisaran matahari.


Artefak yang mereka gunakan merupakan artefak perpindahan, saat artefak itu di pecahkan, keduanya pun langsung di teleportasikan kembali ke kekaisaran matahari. Karena itulah keduanya bisa sampai di kekaisaran angin dengan cepat tanpa harus menunggang kuda selama 1 minggu.


Sesampainya di kekaisaran matahari, kedua prajurit itu pun langsung menuju aula istana, kaisar Junjie telah duduk dengan sangat gagah dan penuh dengan aura kepemimpinan, senyuman manis tersungging di bibir keriput pria tua itu, dia telah membayangkan bagaimana kaget nya kaisar Yongsheng dengan pengajuan pertunangan yang dia kirimkan.


Tap...


Tap...


Tap...


Kedua prajurit itu pun telah sampai di aula, Mei Ling terlihat tidak sabar menantikan berita baik yang di bawa oleh kedua prajurit itu. Dia terus melirik ke kiri dan ke kanan dengan dada yang terus berdegup kencang.


Semalam Mei Ling tak bisa tidur, dia terus membayangkan senyuman kaisar Yongsheng dan juga mimpinya untuk menjadi permaisuri kekaisaran angin.

__ADS_1


Kini kedua prajurit itu pun telah berada di depan nya, mereka menangkupkan tangan dan langsung bersujud pada kaisar Junjie.


Badan Mei Ling berkeringat dingin, debaran dalam dadanya semakin kencang, sungguh saat ini dia tak sabar lagi mendengar kabar tentang calon suami dambaannya itu.


Senyum cerah, seindah mentari terbit dari bibir Mei Ling, dengan hanfu merah muda nya dia duduk dengan tak tenang sambil terus memilin jarinya.


Ternyata jatuh cinta membuat seseorang bertindak seperti orang bodoh, bahkan Mei Ling yang begitu di dambakan oleh para kaisar, raja, pangeran, putra mahkota dan juga para tuan muda hari ini terlihat bertindak ceroboh, dia tak henti-hentinya memandang kedua prajurit yang baru saja datang itu dengan perasaan ingin tahu, ingin rasanya dia menendang bokong kedua prajurit itu karena terlalu lama diam, membuat emosinya naik hingga ke ubun-ubun.


"Salam kepada yang mulia kaisar matahari! Semoga yang mulia terus bersinar dan di berkahi kejayaan dan juga umur yang panjang" ucap kedua prajurit itu sambil bersujud memberikan hormat.


Mei Ling sudah memerah menahan amarah, seperti nya dia akan memberikan perhitungan pada kedua prajurit itu nanti karena terlalu lambat.


Kaisar Junjie langsung mengibaskan lengan hanfu nya, sambil terus menyunggingkan senyuman manis di wajah tua nya.


Dia tak mungkin salah prediksi, kaisar Yongsheng pasti menerima lamaran nya dan bersedia menikahi Mei Ling puyrinya.


Kedua prajurit itu langsung bangkit, mereka berdiri sambil menunduk dalam, tak berani menatap wajah kaisar Junjie.


"Bagaimana? Apa kalian berhasil?" tanya kaisar Junjie sambil menatap kedua prajurit itu.


Salah satu dari mereka pun langsung maju dan menyerahkan kembali gulungan surat yang tadi di lemparkan oleh kaisar Yongsheng.


Kaisar Junjie menerima gulungan itu dan membukanya, wajahnya terlihat menghitam, dari kepala nya muncul asap putih, kaisar tua itu benar-benar marah.


Brak...

__ADS_1


Meja pun terpecah karena kepalan tangan kaisar Junjie menghantamnya.


__ADS_2