MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA

MENJADI PENGUASA HUTAN NERAKA
Part 106


__ADS_3

Swush....


Mata-mata yang di kirim oleh kaisar Junjie pun segera kembali menuju kekaisaran matahari untuk melaporkan hasil penyelidikan mereka, dengan seluruh kekuatan yang mereka miliki mereka pun melesat secepat mungkin agar segera sampai di istana untuk menyampaikan kabar buruk itu kepada majikan mereka.


Mereka tentu saja tak ingin kaisar Junjie salah mengambil tindakan, selain masih menyayangi nyawa mereka, para mata-mata itu juga masih memiliki keluarga yang tinggal di kekaisaran matahari.


Jika sampai pasukan dari kerajaan cahaya datang dan memporak porandakan seluruh kekaisaran matahari, lalu bagaimana nasib mereka dan seluruh keluarganya?


Hap...


Hap...


Hap...


Satu persatu dari mata-mata itu mulai muncul di depan gerbang istana kekaisaran dan segera di sambut oleh para prajurit yang berjaga.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya mereka pun di persilakan untuk memasuki aula rapat istana, dimana kaisar Junjie saat ini tengah berembuk bersama kelima jendral kebanggaan nya.


"Salam kepada yang mulia kaisar matahari, semoga terus bersinar dan di berikan kejayaan juga hidup yang abadi" keempat mata-mata itu bersujud sambil menunjukkan hormat nya.


Kaisar Junjie melirik keempat mata-mata yang di kirim kan nya itu, sudut matanya terangkat sedikit naik, saat bibir dari kaisar matahari itu menyunggingkan senyuman sinis.


"Bangunlah! Dan katakan pada zen berita apa yang kalian bawa" tanya kaisar Junjie.


"Hormat hamba yang mulia, saat ini pasukan yang di kirim untuk menghancurkan kerajaan cahaya telah gagal melaksanakan perintah anda, mereka mati dan hancur menjadi debu!" ucap salah satu mata-mata itu sambil menunduk.

__ADS_1


"Lalu dimana jendral Haoli?" tanya kaisar Junjie.


"Jendral Haoli juga telah terbunuh yang mulia, bahkan energi kehidupan nya telah terserap masuk ke dalam sebuah bola hitam raksasa yang di miliki oleh salah satu putri dari kerajaan Cahaya!" jawab mata-mata yang lain.


"Bola hitam raksasa apa maksudmu?" tanya kaisar Junjie.


Akhirnya salah satu dari mata-mata itu pun menceritakan semua kejadian yang mereka lihat saat berada tak jauh dari kerajaan cahaya, bahkan mereka juga menceritakan secara detail munculnya bola hitam yang sebesar kediaman itu termasuk dengan sebuah array yang membentuk kura-kura. Bahkan tentang danau yang di huni ratusan spirit beast tingkat 8 yang mengelilingi kerajaan cahaya.


Mereka juga menceritakan tentang ranah kultivasi mereka yang tak bisa di lihat, dan kemungkinan besar orang-orang yang ada di kerajaan cahaya itu bukanlah orang biasa.


Mata-mata itu juga menceritakan tentang kedua kekaisaran yang sepertinya telah bersekutu dengan kerajaan cahaya, karena mereka melihat dengan mata dan juga kepala mereka jika saat itu kaisar Yongsheng dari kekaisaran angin beserta kaisar Ahn dari kekaisaran bintang juga ada disana.


Dan yang lebih mengherankan lagi adalah keberadaan kaisar Changming dari kekaisaran petir yang menurut rumor telah lama mati karena ulah dari adiknya yaitu kaisar Changqing pun berdiri bersama mereka.


Kaisar Junjie membatu di tempat, jika memang ketiga kekaisaran itu bersekutu dengan kerajaan cahaya, maka dirinya tak akan memiliki kesempatan lagi untuk menaklukkan kerajaan cahaya.


"Sial! Seperti nya zen harus berbuat sesuatu agar mereka semua terpecah dan tak lagi membantu kerajaan cahaya, zen begitu yakin jika pemilik batu hitam raksasa itu adalah kaisar Yongsheng, mengingat saat ini dia lah yang paling tinggi ranah kultivasi nya di bandingkan dengan yang lain."ucap kaisar Yongsheng sambil mengepalkan tangannya.


"Yang mulia, izinkan jendral ini mengemukakan pendapat!" ucap seorang jendral kekaisaran matahari sambilberjalan mendekati kaisar Junjie.


"Katakan!" ucap kaisar Junjie terlihat sangat dingin dan juga ketus.


"Hamba fikir kita bisa bekerja sama dengan kekaisaran angin yang mulia, bukan kah kaisar Yongsheng itu belum memiliki seorang permaisuri? Dan yang mulia memiliki putri tercantik di seluruh kekaisaran yaitu putri Mei Ling, yang rendah ini sangat yakin jika kaisar Yongsheng pasti akan sangat terpesona oleh tuan putri" ucap jendral itu sambil menunduk.


Kaisar Junjie terlihat senang dengan pendapat yang di kemukakan oleh jendralnya itu, dia juga merasa sangat yakin jika putri cantik nya itu pasti akan bisa memikat hati kaisar Yongsheng.

__ADS_1


Apa lagi Mei Ling merupakan gadis tercantik di seluruh kekaisaran matahari, dan telah menerima banyak sekali lamaran dari para bangsawan, putra mahkota bahkan kaisar dari kekaisaran lain, hanya saja hingga saat ini Mei Ling belum ingin menikah.


Kaisar Junjie pun tertawa dan segera menyuruh kasim kepercayaan nya untuk membuat surat pengajuan lamaran, yang di tujukan untuk kaisar Yongsheng.


Mei Ling yang mendengar nama kaisar Yongsheng di sebut pun tersipu malu, sepertinya gadis itu memiliki ketertarikan tersendiri pada kaisar kutub dari kekaisaran angin itu.


Saat sedang berjalan bersama dengan beberapa pelayannya satu tahun yang lalu, Mei Ling pernah hampir di lecehkan oleh para bandit dan saat itulah kaisar Yongsheng datang dan membantunya, bahkan topeng perak yang di pakainya tiba-tiba saja terjatuh saat kaisar itu sedang bertarung hingga membuat wajah tampan bak dewa yunani nya terekspos, dan Mei Ling langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.


Itulah alasan kenapa Mei Ling tidak ingin cepat-cepat menikah, dia hanya menginginkan satu orang pria dalam hidup nya yaitu kaisar Yongsheng.


Setelah surat selesai di buat, kaisar Junjie pun segera menyuruh dua orang prajuritnya untuk mengantarkan gulungan surat itu ke kekaisaran angin, dia tak ingin terlalu banyak menghabiskan waktu sia-sia dan akan segera mengikat kaisar Yongsheng dalam hubungan pernikahan dengan putrinya yaitu Mei Ling.


Kaisar Junjie merasa sangat yakin, jika kekaisaran nya bisa memiliki hubungan baik dengan kekaisaran angin, di masa depan dia tak perlu lagi merasa risau untuk menghadapi semua musuh nya, karena ada kaisar Yongsheng yang akan berdiri di sampingnya dan mendukung seluruh tindakan nya.


Hati Mei Ling kini berbunga-bunga, cinta yang dia rasakan untuk pemuda paling tampan itu akhirnya akan mendapatkan pengakuan dari semua orang, sebentar lagi dia akan segera menjadi permaisuri dari kekaisaran angin.


Mei Ling pun kembali menuju ke paviliunnya, wajah nya menunjukkan rona merah, dia tersenyum terus menerus di sepanjang lorong istana menuju paviliun teratai milik nya.


Hari ini dia ingin merawat diri agar semakin cantik dan juga terlihat memukau di hadapan kaisar Yongsheng nanti, dia begitu yakin jika kaisar Yongsheng pasti akan sangat terpesona oleh kecantikan milik nya itu.


"Pelayaaan!" teriak Mei Ling.


"Hamba tuan putri!" tiga orang pelayan langsung mendekat ke arah Mei Ling.


"Siapkan seluruh perlengkapan untuk perawatan tubuhku! Aku harus terlihat semakin cantik dan juga sempurna di hadapan kaisar Yongsheng!" ucap Mei Ling sambil menatap pantulan wajahnya pada sebuah cermin perunggu.

__ADS_1


"Baik tuan putri!" para pelayan itu pun segera menjalankan perintah dari majikan mereka dengan sangat patuh.


"Bagus! Sebentar lagi aku akan segera menjadi permaisuri masa depan di kekaisaran angin, ayahanda memang paling mengerti dengan keinginanku. Aku yakin kaisar Yongsheng tak akan pernah menolak lamaran dari ayahanda, apa lagi aku terlahir sebagai gadis yang sangat cantik!" sungut nya sambil terus memuji dirinya sendiri.


__ADS_2