
Raja iblis tertawa semakin kencang, dia benar-benar puas hati mendengar teriakan kesakitan dari dalam gerbang kerajaan cahaya, wajah nya terlihat begitu bahagia apalagi setelah dia membayangkan akan menduduki istana kerajaan cahaya sebagai raja yang baru.
Duar...
Duar...
Duar...
Ledakan demi ledakan semakin kencang terdengar, rakyat kerajaan cahaya mulai keluar dari rumah mereka masing-masing dan bersiap dengan senjata di tangan mereka. Siapa yang akan tetap diam saat tahu jika saat ini kerajaan mereka sedang di serang? Tentu saja mereka akan ikut serta membasmi para bajingan keparat yang saat ini telah dengan berani nya memasuki wilayah kerajaan mereka.
Wush...
Wush...
Wush...
Satu persatu dari mereka pun menghilang dan langsung memasuki array yang telah di buat Xiu Juan, dengan enteng nya mereka menebas kepala satu persatu iblis itu seperti memotong roti, bahkan tak terlihat gurat lelah mau pun letih di wajah mereka.
Melihat kawan-kawan nya mulai memasuki array, rakyat kerajaan cahaya yang lain pun mulai ikut bertempur, mereka menggunakan segenap kemampuan mereka untuk membabat habis iblis-iblis yang kini telah tertekan akibat dari aura penindasan yang mereka keluarkan.
Jika pasukan iblis mengalami penurunan tingkat kultivasi, berbeda dengan rakyat kerajaan cahaya yang malah terlihat semakin kuat, array pembatas ternyata tak menekan rakyat kerajaan itu tapi sebaliknya array itu seolah memberikan energi lebih untuk mereka menghabisi makhluk-makhluk jelek yang saat ini seperti orang linglung di dalam terowongan ilusi.
Xiu Juan masih duduk dengan sangat nyaman bersama seluruh anggota keluarga nya, dia sama sekali tak ambil pusing jika memang rakyat nya itu ingin membinasakan musuh nya sendiri, apalagi sekarang tingkat kultivasi rakyat kerajaan cahaya juga tidak lah buruk, mereka masing-masing telah sampai di ranah dewa dewi tahap awal.
Trang...
Trang...
Trang...
Pedang terus menerus berbenturan, rakyat kerajaan cahaya merangsek semakin maju, wajah beserta seluruh pakaian mereka terlihat sudah berubah warna karena percikan darah musuh nya.
Mereka juga terus mengambil satu persatu jiwa para iblis dan memasukkan nya ke dalam batu hitam milik Xiu Juan, makhluk-makhluk itu tentu saja harus di perangi dan di musnahkan total agar tak menjadi bumerang bagi mereka di masa depan.
__ADS_1
Bagaimana pun juga raja iblis memiliki kekuatan yang sangat besar, bisa saja suatu hari nanti dia membangkitkan kembali seluruh anak buah nya untuk membalas dendam.
"Hancurkan iblis-iblis jelek itu!"
"Ayo bunuh mereka semua!"
"Mereka tak lebih dari sampah! Cepat musnahkan!"
Teriakan dari rakyat kerajaan cahaya menggema, mereka langsung menyerang iblis-iblis lemah itu dengan membabi buta, mereka tak akan membiarkan siapa pun menghancurkan kerajaan baru yang mereka miliki.
"Seraaaang!" iblis-iblis itu pun tak mau kalah, mereka satu persatu mulai bertempur dengan seluruh kekuatannya, mereka tak ingin mendapatkan amukan dari sang raja iblis karena gagal menghancurkan kerajaan cahaya.
"Jika rakyat kerajaan cahaya sudah setinggi ini ranah kultivasinya, lalu bagaimana dengan pemimpinnya?" gumam Lao Yan yang hingga saat ini belum bisa melepaskan diri dari penjara jiwa, dia bisa melihat bagaimana beringas dan kejam nya seluruh rakyat kerajaan cahaya dalam memusnahkan semua pasukan yang di bawa nya.
"Haruskah kita tetap duduk diam disini dan membiarkan seluruh rakyat kita bertarung sendirian?" tanya Feng Lou yang mulai gatal ingin menjajal kemampuan nya setelah kenaikan ranah kultivasi nya itu.
Saudara nya yang lain pun ikut menatap Xiu Juan yang saat ini masih terlihat santai memakan kudapan yang di hidangkan di meja.
Mereka tak ingin salah langkah jadi langsung bertanya pada Xiu Juan, sementara yang di tatap masih tetap acuh tak menunjukkan ketertarikan pada pertarungan yang lebih mirip pembantaian itu.
Tapi dia tak merasa khawatir karena dia tahu jika formasi yang di buat nya pasti akan melindungi seluruh rakyat nya tanpa terkecuali.
"Huft... Baiklah! Kalian juga bisa ikut bersenang-senang bersama mereka!" putus Xiu Juan yang mulai merasa risih karena terus di tatap oleh semua saudaranya.
Jiwa psikopat para pangeran dan putri kerajaan cahaya pun muncul, mereka telah merencanakan dengan sangat matang seluruh kejutan yang akan di berikan pada pasukan iblis.
Dengan seringaian keji yang tercetak di bibir mereka, satu persatu dari pangeran dan putri itu mulai menghilang dan memasuki formasi buatan Xiu Juan, mereka memasuki pertempuran berdarah dan mulai menghancurkan musuh-musuh nya.
Jika Jian Yue langsung menghancurkan kepala iblis-iblis itu, berbeda dengan kelima bocah yang kini mulai memasuki formasi, mereka berjalan dengan kaki pendek nya dan mulai mengayunkan pedang mereka untuk mencincang satu persatu tubuh iblis yang telah tumbang.
Shu Jing, Shu Lan, Shu Lin dan juga Feng Luo bersenang-senang sambil mencabik-cabik tubuh musuh mereka, bahkan Shu Lan yang baru saja berusia 3 tahun dengan santainya mencongkel satu persatu mata para iblis itu dan mulai menggantung nya dengan tali.
Bocah itu berfikir jika kerajaan cahaya kurang terang dan akan membuat bola lampu kecil yang lebih terang dengan mata dari iblis yang kini mulai di kumpulkan nya.
__ADS_1
Shu Lin sendiri mulai mencabuti satu persatu taring milik iblis-iblis yang telah mati, dia merasa yakin jika suatu saat nanti dia bisa membuat senjata yang sangat hebat dari taring itu, bahkan belati milik nya tak berhenti mengoyak daging di mulut iblis-iblis itu agar tak menyulitkan nya dalam mencongkel dan mencabuti taring nya.
Shu Jing yang melihat tindakan kedua adiknya pun tertawa senang, dirinya kini malah dengan santai nya menyayat satu persatu telinga tipis milik para iblis itu untuk di jadikan kesetan di kamar tidur nya, bahkan dia juga berfikir untuk menjemur dan mengeringkan nya agar bisa di susun sebagai hiasan atap kandang ternak nya nanti.
Sementara Feng Luo hanya bisa melongo melihat tingkah ketiga saudara kecil nya itu, dia tak menduga jika ke tiga nya ternyata sama gila nya dengan dirinya, bahkan mungkin mereka lebih parah.
Dengan cepat dia pun segera menarik pedang nya dan mendekati ke tiga adik kecilnya itu.
"Mana yang sudah tak terpakai? Biar gege cincang untuk di jadikan dendeng bagi raja iblis!" ucap Feng Luo frontal.
Seluruh rakyat kerajaan cahaya yang mendengar ucapan nya pun seketika menoleh. Tidak terpakai? Apa Feng Luo berfikir jika iblis-iblis itu seperti baju second? Sedangkan yang di tatap hanya tersenyum kikuk menyadari kesalahan nya mengucapkan kata-kata tadi.
"Gege! Ambil saja makhluk jelek itu! Kau boleh mencincang nya! Aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan!" ucap Shu Jing sambil memperlihatkan telinga iblis yang telah di iris nya tadi.
"Benal! Gege ambil saja! Lan'el sudah mendapatkan matanya" ucap Shu Lan dengan cadel, bocah itu juga menunjukan puluhan mata iblis yang telah dia satukan dengan tali.
Shu Lin juga tak ketinggalan, dia menunjukan puluhan pasang taring yang tadi di cabutnya pada Feng Luo. Sambil menyunggingkan senyuman yang sulit di artikan.
"Lin'er juga sudah selesai memungut taring nya! Ini cukup untuk membuat senjata dan juga memperindah taman istana" ucap Shu Lin.
Lagi dan lagi rakyat kerajaan cahaya di buat menjatuhkan rahang nya, bagaimana bocah itu bisa mengatakan bahwa dia memungut taring iblis? Sementara semua orang juga melihat tindakannya yang telah mencongkel dan juga menarik taring itu dengan paksa dari mulut iblis yang sudah mati.
Sial! Sepertinya putri dan juga pangeran dari kerajaan cahaya ini tak ada yang waras! Bahkan bocah yang masih berumur tiga tahun itu tanpa merasa jijik terus mencongkel dan mengumpulkan mata dari pasukan iblis dengan tangannya sendiri.
"Kalian benar-benar adik yang sangat manis! Baiklah biar gege cincang saja makhluk tak berguna itu agar tak menyusahkan!" ucap Feng Luo sambil mengangkat pedang nya.
Tapi sedetik kemudian dia menghentikan aksinya, dan langsung tersenyum mengerikan.
"Sepertinya jika aku menyayat tubuh dari iblis jelek ini tidak masalah! Bukan kah bulu mereka cukup lebat? Aku bisa meminta para pelayan untuk mencuci dan menjemur nya dengan baik, dan istana kerajaan mendapatkan karpet baru tanpa harus bersusah payah untuk menjahit!" ucap Feng Luo.
Glup...
Pasukan iblis yang mendengar ucapan dari Feng Luo pun melotot, tentu saja mereka harus segera kabur dari tempat itu agar tak jadi sasaran dari kegilaan para putri maupun pangeran kerajaan cahaya yang ternyata sudah sampai di ambang batas.
__ADS_1
Sedangkan rakyat kerajaan cahaya tertawa lebar, mereka sudah tahu bagaimana Feng Luo yang tak mungkin membiarkan kerugian sekecil apa pun menimpanya.