
Akhirnya setelah melewati banyak sekali waktu untuk berbasa basi dengan berbagai macam drama yang di buat oleh Zhao Xiang, semua orang pun benar-benar meninggalkan kerajaan cahaya dan kembali menuju kekaisaran mereka masing-masing.
Gurat kebahagiaan terlihat di setiap wajah mereka, kini mereka pun merasa benar-benar lega, karena ratu Lin Xia telah menetapkan pertemuan selanjutnya pada tujuh hari ke depan untuk merencanakan pernikahan putra dan putri mereka.
Terlebih lagi untuk Zhao Xiang yang tengah berada di ujung titik jenuhnya setelah penantian panjang yang dia alami selama satu tahun lebih.
Cintanya pada Jian Yue kian mekar dan berkembang bersama seiring waktu, apalagi kini setelah melihat betapa cantik dan mempesonanya sang gadis pujaan, membuat Zhao Xiang tidak ingin menunda kembali untuk segera mempersuntingnya dan menjadikan Jian Yue sebagai permaisuri masa depan.
Di kerajaan cahaya sendiri, saat ini seluruh keluarga sedang berkumpul untuk membicarakan tentang pernikahan Xiu Juan dan juga Jian Yue, para pangeran sepertinya merasa sedikit keberatan saat tahu kedua adik kecil mereka akan segera menikah, terlebih lagi untuk Yue bersaudara yang memang sangat posesif terhadap keluarga nya.
"Jian'er! Gege tak akan memaksamu! Jika kau belum siap untuk menikah, kau bisa menolaknya!" ucap Long Yue. Dari nada bicaranya terlihat jika sebenarnya Long Yue belum siap untuk melepaskan Jian Yue untuk menikah dan tinggal di kekaisaran Zhao.
"Gege benar! Kau harus mempertimbangkannya kembali Jian'er! Jarak antara kerajaan cahaya dan juga kekaisaran Zhao sangatlah jauh! Kami belum tentu bisa terus mengawasimu nanti." ucap Tian Yue sedikit memprovokasi adik nya.
"Ish.. Kenapa kalian malah berbicara seperti itu pada mey mey kita? Dengar kan gege! Kau tahu kan kalau kami semua sangat menyayangimu?" tanya Bao Yue yang langsung di angguki oleh Jian Yue.
"Jika seperti itu kau tidak boleh meninggalkan kami, dan kalau si Zhao Xiang itu marah, kau berikan saja racun ini agar dia cepat mati!" ucap Bao Yue konyol sambil memberikan bungkusan berisi racun pada Jian Yue.
Plak..
Nix dengan tanpa perasaannya langsung menggeplak kepala Bao Yue, sebagai seorang gege tertua dalam keluarga itu, tentu saja dia harus memperlihatkan kewibawaan dan juga kebijaksanaannya di depan semua saudaranya.
Dia tak habis fikir dengan kekonyolan ke tiga adiknya itu yang membuat Jian Yue semakin tertekan.
"Kau tak perlu mendengarkan ucapan ke tiga gege mu yang tak berahlak itu Jian'er! Kalau kau ingin menikah dengan Zhao Xiang tentu saja gege akan mendukungmu, bahkan gege dengan senang hati akan mengkebiri seluruh pria yang ada di sana jika sampai si Zhao Xiang itu menyakitimu, dan sebagai bonusnya gege juga akan meratakan seluruh kekaisaran Zhao." ucap Nix memuntahkan kata-kata yang mengandung ancaman.
__ADS_1
Jian Yue melotot mendengar ucapan keempat gege nya itu, namun saat dia merasakan usapan lembut di kepala nya, Jian Yue pun menurunkan kembali pandangannya.
Xiao Bai tersenyum manis sambil memberikan sebuah cincin pada Jian Yue yang langsung berbinar dan menerima nya, kemudian memakainya di jari manisnya.
"Teteskan darah mu di cincin itu! Itu merupakan dunia kecil milik mu dimana di dalam nya kultivasi semua orang akan di tekan hingga ke dasar nya. Gege juga sudah memasukkan banyak spirit beast tingkat tinggi di dalamnya, mungkin ada sekitar seratus ekor. Masukan saja suamimu nanti kedalam cincin dimensi itu jika dia berani menyakitimu, dan biarkan dia jadi makanan untuk hewan spirit yang kelaparan!" ucap Xiao Bai.
Semua orang pun menepuk jidat kembali, Xiao Bai yang di fikir akan memberikan nasihat yang baik untuk Jian Yue, nyatanya sama saja dengan saudara nya yang lain.
Jian Yue hanya bisa menggelengkan kepala nya pelan, gadis itu begitu terharu dengan kasih sayang dari seluruh keluarganya, sepertinya dia juga sedikit berat meninggalkan semua keluarga nya dan tinggal di kekaisaran Zhao.
Bruk...
Dengan sangat spontan, Jian Yue pun melemparkan dirinya pada kelima gege nya dan langsung di sambut pelukan hangat dari kelima pemuda itu. Bahkan gadis itu kini menangis sesenggukan di pelukan mereka.
Ratu Lin Xia hanya tersenyum tipis melihat kelakuan seluruh putra putrinya itu, dia tentu merasa sangat terharu, meskipun mereka tak terlahir dari rahimnya, nyatanya kasih sayang mereka tak kurang pada seluruh saudaranya.
Setetes air mata pun terjatuh dari sudut mata indahnya, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, dan mungkin ini adalah waktunya untuk ratu Lin Xia untuk melepaskan kedua putri kesayangan nya itu dan merestui langkah nya untuk menikah dan membangun keluarga yang baru.
Ratu Lin Xia hanya bisa menatap pedih, dirinya yang tak pernah merasakan cinta dari mantan suaminya itu, tentu sedikit waswas dengan kedua putrinya. Dia tak ingin kedua putrinya merasakan sakit dan juga pedih yang sama sepertinya.
Karena itu jugalah ratu Lin Xia tak ingin menjodohkan putra putrinya, dia ingin agar semua anaknya hidup bahagia bersama orang yang mereka cintai, agar tak bernasib buruk seperti dia. Ratu Lin Xia juga tak ingin jika kelak menantunya itu memiliki seorang pun selir, agar apa yang dulu pernah menimpa dirinya tak menimpa putra dan juga putrinya.
Sementara itu di kekaisaran angin saat ini, kaisar Yongsheng telah sampai di kamarnya,tangannya masih melingkar di pinggang calon istrinya yang saat ini terlelap dalam diam.
Dia menyunggingkan senyuman manis melihat wajah polos nan cantik itu yang tak sedikit pun terusik dalam tidurnya.
__ADS_1
Tadinya kaisar Yongsheng ingin menghabiskan lebih banyak lagi waktu bersama Xiu Juan, tapi rencananya gagal total karena Xiu Juan malah tertidur saat di bawa berteleportasi menuju ke kamar nya di kekaisaran angin.
Kaisar Yongsheng hanya bisa menggelengkan kepala nya pelan sambil memangku tubuh mungil milik sang tunangan ke atas peraduannya.
Setelah menidurkan Xiu Juan dan menyelimuti tubuh gadis itu, kaisar Yongsheng pun segera berjalan keluar dari dalam kamar nya, tak lupa dia juga menyuruh beberapa pelayan dan juga prajurit untuk berjaga, jika sewaktu-waktu calon permaisuri nya itu terbangun dan membutuhkan sesuatu.
Tap...
Tap...
Tap...
Kaisar Yongsheng pun berjalan menuju aula istana untuk menemui para petinggi kekaisaran nya. Hari ini dia akan mendengarkan laporan dari para petinggi kekaisaran tentang hasil kerja mereka selama satu bulan.
Setelah mendudukkan dirinya di atas singgasana, kaisar Yongsheng pun segera membuka rapat, para petinggi satu persatu maju dan menyampaikan hasil kerja mereka pada kaisar Yongsheng.
Tak lama, pintu ruangan pun terbuka, seorang prajurit datang melapor sambil membungkukkan badannya.
"Hormat pada yang mulia kaisar!" ucapnya sambil menunduk.
Kaisar Yongsheng pun melirik dan langsung bertanya dengan dingin.
"Ada apa?" tanya kaisar Yongsheng sambil menatap tajam prajuritnya.
"Ada dua orang utusan dari kekaisaran matahari yang ingin bertemu dengan yang mulia!" ucap prajurit itu sambil terus menunduk.
__ADS_1
"Kekaisaran matahari? Tch.. Entah apa yang diinginkan si tua bangka itu dari Zen" ucap kaisar Yongsheng menunjukkan raut wajah yang tak suka.
"Suruh mereka masuk!" ucap kaisar Yongsheng kemudian.