
Setelah berhasil mendapatkan beberapa ekor Demonic Beast, mereka pun segera kembali menuju kerajaan neraka.
Penampilan mereka terlihat acak-acakan namun tak menutupi perasaan gembira mereka saat sudah mendapatkan tambahan dua ekor Demonic Beast sebagai hewan kontrak mereka masing-masing.
Saat tiba di istana neraka, hari sudah mulai gelap. Mereka pun segera kembali menuju paviliun masing-masing untuk membersihkan diri dan segera bergabung di aula makan keluarga istana kerajaan.
Hidangan makan malam ini terlihat sedikit berbeda dari biasanya, Feng May memang telah meminta pelayan bagian dapur untuk memasak dengan menggunakan bahan utamanya spirit beast yang telah mereka buru tadi siang.
Selain bisa memperkuat tubuh, memakan spirit beast juga bisa meningkatkan kekuatan dan juga kekebalan tubuh, serta ada beberapa bagian dari spirit beast dimana jika di makan bisa menaikan tingkat kultivasi satu tingkat lebih tinggi.
Semua orang saat ini menikmati makanannya dengan khidmat, mereka tak lagi berebut makanan, karena jumlah masakan yang di hidangkan dan juga menu makanan yang di masak malam ini sangat banyak dan juga bervariasi.
"yang mulia ratu.. Ibu suri ini sangat berharap kunjungan dari anggota keluarga kerajaan neraka di kekaisaran angin" ucap ibu suri Sashuang kepada ratu Lin Xia
"Benar, kami pun berharap jika yang mulia ratu beserta keluarga bersedia berkunjung di kekaisaran bintang" ucap kaisar Ahn.
"Tentu saja.. Kita bisa saling mengunjungi nanti. Ratu ini juga pasti akan berkunjung sesekali di kekaisaran angin maupun kekaisaran bintang" ucap ratu Lin Xia
"Jangan lupa untuk mengirimkan undangan saat kaisar Yongsheng menikah nanti" ucap ratu Lin Xia melanjutkan ucapannya.
Uhuk.. Uhuk...
Kaisar Yongsheng dan Feng May pun spontan terbatuk hingga wajah nya memerah.
Permaisuri Ahn segera memberikan air putih untuk Feng May begitu pun ratu Lin Xia yang langsung menyodorkan segelas air untuk kaisar Yongsheng.
"Kalian tidak apa-apa?" tanya ibu suri Sashuang
Feng May hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan sambil menyenderkan tubuhnya pada sang ibu. Tenggorokan nya terasa panas dan kering setelah terbatuk.
Sedangkan kaisar Yongsheng masih bisa menyembunyikan raut wajah nya karena masih menggunakan topeng perak nya.
Semua yang hadir pun sontak tersenyum melihat kelakuan Feng May yang tiba-tiba saja bermanja pada ratu Lin Xia.
__ADS_1
Setelah selesai, semua pun kembali ke paviliun masing-masing untuk beristirahat, karena besok pagi mereka akan kembali ke kekaisaran masing-masing.
Mayleen saat ini masih saja memikirkan Liu Changhai yang tak di jumpainya selama tiga hari di kekaisaran neraka, ada rasa rindu di hati gadis itu mengingat wajah dingin sang jendral kerajaan neraka yang membuatnya semakin tertarik.
Mey-Yin pun masih memikirkan cara untuk bisa dekat dengan Long Yue, sikap Long Yue yang acuh tak acuh membuatnya sangat penasaran terhadap pangeran ketiga dari kerajaan neraka itu.
Tak jauh berbeda dari kedua temannya, Qiaofeng juga saat ini tengah memikirkan Ahn Chyou di paviliunnya. Dia ingin sekali dekat dengan putra mahkota kekaisaran bintang itu, tapi memikirkan sikap Ahn Chyou yang selalu dingin dan seolah tak peduli pada sekitar, Qiaofeng pun menjadi bingung harus bertindak seperti apa agar bisa di lihat oleh pemuda itu.
Berbeda dengan Feng May yang saat ini masih terbatuk di kamarnya, dia berusaha untuk terlelap namun tak bisa karena rasa sakit di tenggorokannya itu.
Seseorang masuk ke kamar Feng May dan memberikan perasan madu dan jeruk nipis, Feng May hanya melihatnya sekilas dan langsung menerimanya kemudian meminumnya.
"Kau belum tidur?" tanya Feng May
Pemuda itu hanya menggelengkan kepalanya perlahan, kemudian menyibak selimut Feng May dan ikut merebahkan dirinya di samping Feng May.
"Apa kau mau ikut zen kembali ke kekaisaran angin?" tanya pemuda itu pada Feng May.
Feng May hanya menggelengkan kepalanya tanpa menjawab pertanyaan pemuda itu.
Pemuda itu terkesiap mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Feng May.
"Apakah dia benar-benar tidak tahu jika zen menyukainya?" pikir pemuda itu.
"Hanya ingin.." lain yang di pikirkan dan lain juga yang di ucapkan pemuda itu, Feng May hanya mengedikkan bahunya acuh.
"Apa kau akan melanjutkan pertunangan mu dengan pangeran dari kekaisaran Zhu itu?" tanya pemuda itu berusaha menyelami hati Feng May
"Kau sudah tahu jawabannya" ucap Feng May kemudian.
"Bukankah lebih baik jika kau segera membatalkan rencana pertunangan itu, lagi pula di antara kalian tidak ada rasa cinta" pemuda itu pun memberi saran pada Feng May
"Aku akan melakukan itu saat waktunya tiba" Feng May terlihat tak nyaman saat pemuda itu mulai membahas tentang Zhu Kai
__ADS_1
"Baiklah.." pemuda itu pun segera menyudahi percakapan mereka dan memejamkan matanya.
Nix yang saat ini sedang berjalan-jalan di luar bersama Xiao Bai kembali merasakan aura yang berbeda di sekitar Feng May.
Dia pun segera melesat menuju kamar adiknya itu tak lupa Nix pun menyembunyikan aura keberadaannya.
Betapa kaget nya mereka saat melihat jika Feng May saat ini tengah tidur bersama dengan seorang pemuda dalam satu ranjang.
Nix pun segera mengarahkan serangan pada pemuda itu, namun dengan lincah pemuda itu pun menghindari serangan Nix.
"Siapa kau? Apa yang kau lakukan di kamar May'er?" tanya Nix sambil menatap tajam wajah pemuda tampan bak lukisan dewa yunani itu.
Wajah pemuda itu terlihat begitu mempesona di bawah sinar rembulan dengan rahang yang tegas, mata yang setajam elang, hidung mancung, dan tubuh yang kekar.
Nix yang baru saja melihat wajah pemuda itu tentu sangat marah, karena telah berani menerobos kamar adik kesayangannya sekaligus tuannya itu.
"Hanya tidur.." ucap pemuda itu acuh.
Nix pun kembali menyerang pemuda itu dengan membabi buta, dia tak ingin adik kesayangannya itu terluka atau pun sakit hati. Makanya saat melihat pemuda itu ada di atas ranjang yang sama dengan Feng May, dia pun langsung naik pitam dan berusaha untuk menyerang.
Feng May terbangun karena mendengar keributan di kamarnya, matanya melotot saat melihat kedua gege nya itu sedang marah dan berusaha untuk terus menyerang kaisar Yongsheng.
"Cukup.. Apa yang kalian lakukan? Jika kalian ingin bertempur, lakukan di luar. Jangan di kamarku" ucap Feng May dengan tajam.
Mendengar suara adiknya, Nix dan Xiao Bai pun langsung menghentikan serangan nya dan berbalik menatap Feng May dengan tajam.
"Siapa dia? Kenapa dia ada di kamarmu May'er?" tanya Xiao Bai.
Feng May bingung mau menjawab apa, namun kaisar Yongsheng langsung berjalan ke arah Feng May dan memeluknya.
"Tentu saja aku ini kekasih May'er.. Kau pikir siapa?" ucap kaisar Yongsheng.
Feng May hanya bisa menepuk dahinya mendengar ucapan spontan yang di ungkapkan oleh kaisar Yongsheng.
__ADS_1
Sedangkan Nix dan juga Xiao Bai saat ini berdiri dengan kaku mendengar pengakuan dari pemuda itu.